Kode etik profesi perencana keuangan adalah prinsip-prinsip etika seorang perencana keuangan dalam memperlakukan nasabahnya. Finansialku akan membahas 8 prinsip kode etik profesi perencana keuangan bergelar CFP.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan Independent-Financial-Advisor-Leads

 

Kode Etik

Kode etik adalah suatu prinisip etika yang umumnya melekat pada sebuah profesi dan disetujui oleh sekelompok orang tertentu. Beberapa hari ini Kita melihat adanya kasus dari salah seorang dokter yang terkena tuntutan hukum, karena dituduh malpraktik. Disisi lain beberapa orang dokter melakukan protes keras, karena dianggap dokter tersebut tidak melanggar kode etik. Nah bagaimana dengan kode etik profesi perencana keuangan berlisensi CFP?

cfp perencana keuangan berlisensi CFP

[Baca juga : Perencana Keuangan Berlisensi CFP di Indonesia]

 

 

Kode etik profesi perencana keuangan bergelar CFP (certified financial planner) diatur oleh FPSB (Financial Planning Standard Board).

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan FPSB_H_logo_Indonesia

 

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan

Berikut ini 8 prinsip yang menjadi kode etik profesi perencana keuangan:

 

Prinsip Utamakan Nasabah (Client First)

Bunyinya: Tempatkan kepentingan nasabah terlebih dahulu.

Prinsip pertama ini adalah menuntut seorang perencana keuangan untuk berntindak dengan jujur dan menempatkan kepentingan nasabah di atas kepentingan pribadi.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan putting-clients-first

[Baca juga : Anda Harus Meningkatkan Kemampuan Perencanaan ]

Contoh Seorang perencana keuangan jika membantu menjual produk investasi A akan mendapatkan komisi sebesar 2%, jika produk B 1%. Menurut analisa kebutuhan nasabah, sebaiknya produk yang dipilih adalah produk B. Berdasarkan prinsip 1 perencana keuangan harus merekomendasikan produk yang lebih sesuai dengan nasabah, yaitu produk B (dengan konsekuensi komisi yang didapat lebih kecil).

 

Prinsip Integritas (Integrity)

Bunyinya: Memberikan jasa pelayanan professional dengan integritas

'Integrity' highlighted in green

[Baca juga : Ubah yang Ide Menjadi Kenyataan dengan Perencanaan]

 

Prinsip kedua ini adalah menuntut seorang perencana keuagan untuk jujur dan terus terang dalam setiap hal yang berhubungan dengan professional.

Contoh Ada seorang nasabah yang datang dengan permasalahan, nasabah akan pensiun 5 tahun yang akan datang. Saat ini orang tersebut sedang mendapat penawaran investasi derivative dengan imbal hasil hingga lebih dari 20% setahun. Kondisi saat ini nasabah memiliki modal awal untuk investasi, tetapi belum memiliki pendidikan atau pengalaman dibidang investasi derivative.

aneh-kok-bisa-harga-saham-bisa-rp-0-berarti-ada-saham-gratisan-1-finansialku

[Baca juga : Investasi Derivative : Investasi Roller Coaster?]

 

 

Perencana keuangan harus memberikan pendapatnya dengan jujur dan terus terang  konsekuensinya jika nasabah tersebut tetap ingin berinvestasi di produk investasi derivative. Meskipun nasabah menganggap investasi derivative adalah yang terbaik untuknya, perencana keuangan harus memberikan penjelasan yang benar, contoh: Bapak harus meningkatkan pendidikan atau pengalaman Bapak dalam investasi derivative. Jika Bapak belum memiliki pendidikan atau pengalaman dan langsung berharap imbal hasil tinggi, maka Bapak akan menjadi seorang calon investor yang berisiko tinggi.

 

Prinsip Objektivitas (Objectivity)

Bunyinya: Memberikan jasa pelayanan professional dengan obyektif.

objectivity Kode Etik Profesi Perencana Keuangan

[Baca juga : Perencanaan Keuangan Yang Tepat dan Wujudkan Mimpi Anda]

 

Perencana keuangan dituntut untuk kejujuran intelektual dan tidak memihak.

Contoh pada permasalahan bagi waris dalam keluarga. Perencana keuangan tidak boleh menghalalkan segala cara untuk memenangkan kemauan klien (dengan merugikan pihak lain). Perencana keuangan harus menjelaskan hal-hal yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Prinsip Keadilan (Fairness)

Bunyinya: Bertindak adil dan pantas dalam semua hubungan profesional. Terbuka dan dapat menangani konflik kepentingan.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan BlogFeaturedImage-SocialObjectivity-588x190

[Baca juga : Keluarga Bahagia karena Perencanaan Keuangan]

 

Perencana keuangan dituntut untuk memberikan kepada nasabah apa yang telah dijanjikan, yang terutang dan keterbukaan dengan konflik kepentingan.

Contoh pada awal diskusi dengan nasabah, seorang perencana keuangan harus memberitahukan fee dan komisi yang didapat. Setelah fee dan komisi disetujui oleh nasabah, perecana keuangan harus melakukan hal-hal yang telah dijanjikan.

 

Prinsip Profesionalisme (Professionalism)

Bunyinya: Bertindak dengan cara yang menunjukkan contoh etika professional.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan professionalism

Perencana keuangan dituntut untuk berperilaku dengan martabat dan menunjukkan rasa hormat dan sopan terhadap nasabah, teman seprofesi dan yang pihak-pihak lain dalam hubungan berbisnis.

Contoh menghormati teman seprofesi, dengan tidak menjelek-jelekan dan bersikap sopan. Sopan terhadap nasabah, apapun permasalahan yang dihadapi.

 

Prinsip Kompetensi (Competence)

Bunyinya: Mempertahankan kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan utuk memberikan jasa pelayanan professional yang kompeten.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan iStock_000005068740Small

[Baca juga : Siapa yang Butuh Perencanaan Keuangan?]

 

Perencana keuangan dituntut untuk meraih dan mempertahankan kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang cukup dalam memenuhi jasa professional.

Contoh perencana keuangan harus update dengan perkemabangan keuangan dan meningakatkan kemampuan dibidang keuangan.

 

Prinsip Kerahasiaan (Confidentially)

Bunyinya: Melindungi kerahasiaan semua informasi nasabah.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan index

Perencana keuangan dituntut untuk menuntut melindungi informasi nasabah untuk dilindungi dan dijaga dengan baik. Hanya orang-orang yang berkepentingan dan berwenang yang boleh mengakses data nasabah.

Contoh perencana keuangan tidak boleh membicarakan data-data pribadi nasabahnya.

 

Prinsip Kesungguhan (Diligence)

Bunyinya: Memberikan jasa pelayanan professional dengan sungguh-sungguh.

Kode Etik Profesi Perencana Keuangan Diligence-in-Ldership

Perencana keuangan dituntut untuk pemenuhan komitmen professional dengan cara tepat waktu dan menyeluruh, bertindak hati-hati dalam perencanaan, pengawasan dan pemberi pelayanan professional.

Contoh membuat rencana keuangan sesuai dengan kebutuhan nasabah dan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

 

Kesimpulan

8 prinsip dalam Kode Etik Profesi Perencana Keuangan

  • Prinsip 1 Mengutamakan Kepentingan Klien (Client First)
  • Prinsip 2 Integritas (Integrity)
  • Prinsip 3 Obyektivitas (Objectivity)
  • Prinsip 4 Keadilan (Fairness)
  • Prinsip 5 Profesionalisme (Professionalism)
  • Prinsip 6 Kompetensi (Competence)
  • Prinsip 7 Kerahasiaan (Confidentiality)
  • Prinsip 8 Kesungguhan (Diligence)

 

 

Artikel-artikel Finansialku terkait dengan perencana keuangan:

finansialkuPerencanaan Keuangan: Paduan Ilmu Keuangan dan SeniBaca
finansialkuPerencana Keuangan Berlisensi CFP di Indonesia -1Baca
finansialkuDo It Yourself – Perencanaan Keuangan PribadiBaca

 

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuStrategi Investasi Reksadana Dollar Cost AveragingBaca
 finansialkuMembuat Rencana Bisnis atau Business PlanBaca
 finansialkuDiet Badan dan Diet KeuanganBaca