Apakah KUR juga bisa digunakan untuk meningkatkan UKM Online di Indonesia? Kali ini salah satu rekan Finansialku akan membahas mengenai skema kredit khusus atau KUR yang digunakan untuk mendorong UKM Online di Indonesia.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh

Bareksa Logo

 

Kredit Khusus dan KUR untuk UKM Online

Seiring bertumbuhnya pengusaha UKM Online di Indonesia mendorong pemerintah untuk membantu solusi pendanaan. Berdasarkan data yang didapat oleh Bareksa, nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2015 mencapai US$18 miliar (Rp 180T). Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 50% dibanding tahun sebelumnya. Menurut proyeksi Macquarie Securites, angka penjualan ritel melalui online akan akan melesat menjadi 7,8 persen di tahun 2020 mendatang.

KUR untuk UKM Online di Indonesia (Infografis) - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 5 Sumber Pemasukan dari Bisnis Online]

 

Diharapkan dengan dukungan dari pemerintah, kebijakan yang tepat, peran investor dan kerja sama dengan masyarakat, industry e-commerce Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan UKM Online ritel adalah pendanaan dan pengetahuan mengenai manjemen bisnis.

 

Berdasarkan hasil wawancara Bareksa dengan Menkominfo Rudiantara, diungkapkan dua strategi pendanaan dalam konteks e-commerce. Pihak pertama UMKM yang menjadi e-commerce player (perusahaan startup). Pihak kedua adalah UMKM yang tergabung dalam ekosistem e-commerce (merchant). Perusahaan startup umumnya membutuhkan dana yang besar dan pemerintah akan memikirkan strategi pendanaan melalui venture capital. Sedangkan UMKM yang menjadi merchant dapat menggunakan fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat).

 

KUR untuk UKM Online di Indonesia (Infografis) Kredit Khusus UKM Online Bareksa - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula?]

 

Tentunya program KUR tersebut perlu memiliki penyesuaian. Penyesuaian diperlukan karena sistem perbankan saat ini masih menerapkan syarat-syarat konvensional. Hal ini tentu saja menyulitkan untuk pelaku UKM Online. Penyesuaian yang perlu dilakukan meliputi tata cara penilaian risiko kredit, persyaratan dokumen dan ketentuan pinjaman.

 

Seberapa Besar Potensi Ekonomi dari UKM Online?

Salah satu perusahaan konsultan, bernama Deloitte memaparkan hasil laporan studinya dengan data proyeksi tambahan 2% pertumbuhan ekonomi nasional, jika UKM online dapat didorong dan lebih dikembangkan. Artinya ekonomi Indonesia dapat tumbuh hingga mencapai angka 7% dalam setahun.

 

KUR untuk UKM Online di Indonesia (Infografis) UKM Online Berpotensi Dorong Laju Ekonomi Bareksa - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: 8 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis Online]

 

Deloitte mengadakan survey terhadap 437 UKM dan hasil yang didapatkan: UKM Online dapat menghasilkan pendapatan 80% lebih tinggi dibandingkan UKM konvensional. Kondisi seperti itu memiliki potensi kesempatan kerja 1,5 kali lebih besar.

 

Deloitte merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk melakukan sejumlah langkah di lima area.

  1. Meningkatkan akses layanan internet (broadband).
  2. Membantu UKM bertransformasi menjadi bisnis digital.
  3. Memperluas dan membantu pembiayaan.
  4. Mempermudah izin dan akses e-government. 
  5. Kemudahan dengan sistem pembayaran elektronik.

 

Sudahkah Anda Menjadi Pengusaha UKM Online?

Apakah saat ini Anda sudah menjadi pengusaha UKM online? Jika belum, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi pengusaha ukm online. Anda dapat memaksimalkan kemampuan internet untuk meningkatkan bisnis Anda.

 

Bagaiamana pendapat Anda dengan usaha pemerintah untuk merevisi KUR agar bisa disesuaikan untuk UKM online?

 

Sumber Gambar:

  • Online Shopping – http://goo.gl/oD1joN

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku