Mengatur Keuangan Keluarga: BOCOR HALUS

Anda sudah mengikuti semua tips keuangan dari Financial Planner untuk menyusun daftar pengeluaran rutin, tapi tetap saja Anda tidak bisa mempunyai sisa pendapatan. Salah satu kesulitan mengatur keuangan keluarga adalah mengatur pengeluaran kecil yang sifatnya sering. Kali ini kita akan membahas dalam tema Bocor Halus.

tarif-parkir-makin-mahal-jangan-naik-mobil-ke-mal

 

Fenomena Bocor Halus dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Adapun yang harus Anda amati adalah pos-pos pengeluaran secara detail, untuk pengeluaran yang terjadi dengan nominal yang kecil tapi sering terjadi, bahkan rutin tanpa disadari. Bocor halus adalah keadaan dimana pengeluaran-pengeluaran yang kita anggap sepele karena kecil, namun karena masuk kategori sering, ternyata mampu menguras pendapatan kita jauh lebih besar dari pengeluaran rutin kita lainnya.  sehingga cashflow menjadi defisit.

“Bocor Halus” ini dalam pengeluaran kita sehari-hari biasanya menjelma menjadi: biaya parkir, biaya tol, biaya membeli kado ulang tahun sahabat atau relasi, biaya jajan walaupun hanya sekedar gorengan, biaya untuk hobby sampai angpao untuk nikahan teman dan lain-lain bisa bervariasai dari kebiasaan Anda. Dan tanpa sadar bocor halus yang begitu besar sehingga bocor halus itu malah memberikan kesan bahwa Anda menjadi BOROS.

 

pentingnya-asuransi-jiwa-untuk-freelancer-2-finansialku

[Baca juga : Keributan Keluarga Seringkali Ujung-Ujungnya Duit? Berikut 7 Solusinya]

 

Solusi Menghadapi Bocor Halus

OUCH! The ugly truth!

Bagaimana cara kita untuk menyiasati bocor halus tersebut? Kita dapat menyiasatinya dengan menjaga cashflow dengan lebih rinci dan teratur, diantaranya:

  1. Selalu membuat daftar belanjaan untuk belanja bulanan dan usahan tidak melenceng dengan membeli cemilan yang berlebihan.  Kalaupun Anda tidak bisa hidup tanpa camilan, jalankan modus dengan meminta camilan teman di kantor, atau kalau hal itu begitu memalukan, patunganlah untuk petty cash khusus cemilan bersama teman di kantor.
  2. Atur ulang budget makan siang Anda, bawalah makanan dari rumah, belajarlah memasak, bahkan keluar kantor untuk makan di warteg pun akan lebih konsumtif.
  3. Membeli hadiah untuk sahabat dan angpao nikahan. Tentu saja Anda diundang oleh relasi jauh hari sebelum acara digelar, dan Anda seharusnya memasukan dana tersebut ke dalam dana sekunder dan dicatat pengeluaran yang dimasukkan dalam budget bulanan Anda dan mengurangi biaya hura-hura Anda yang lain karena kepentingan ini.
  4. Gunakan kartu prabayar yang dapat digunakan untuk membayar tol dan parkir. Kadang kartu prabayar khusus ini memberikan fasilitas pembayaran Rp.1,- untuk satu jam pertama parkir. Menggunakan kartu bayar toll pun pada saat tertentu bisa gratis karena ada event dari mereka. Kecil namun sangat berarti bila terakumulasi. Dan setidaknya kita benar-benar bisa mengontrol dan budgeting akan bocor halus dari parkir dan tol ini.
  5. Dahulukan investasi sebagai pengeluaran primer Anda, bukan sebaliknya dan jadikanlah prioritas. Banyak orang melakukan investasi di saat akhir bulan dan sisa dari pendapatan bulanan dan semakin mendekati akhir, penyisihan dana untuk investasi malah tidak ada. Mengapa Anda tidak mengubahnya menjadi yang pertama dan belanjakan sisanya.
  6. Pisahkan rekening tabungan dan rekening belanja agar tidak terjadi bocor halus psikologi yang seringkali diakibatkan kita berpikir, “Ah, masih ada uang sekian kok di ATM…” Karena kita sering merasa “masih ada uang” nya itulah justru kita malah sering mempergunakannya, padahal tidak perlu sama sekali.
  7. Hindari Santa Claus syndrome. Ini adalah kebiasaan Anda membelikan rokok atau coklat atau camilan untuk teman Anda dengan iming-iming “Ntar gue gante!” yang ternyata bisa merupakan bocor halus lumayan loh. Batasi dan kurangi dan jangan jadikan kebaikan Anda menjadi bumerang bagi kesehatan finansial Anda. Cukup untuk bersikap fair dan jangan ragu untuk menerima penggantian uang atas sejumlah titipan teman tersebut. Hayo, tanyakan kembali apakah Anda melakukan hal yang sama untuk teman-teman Anda?
  8. Disiplin dalam arti mencatat seluruh pengeluaran yang bisa membuat kita memonitor pengeluran bocor halus menjadi ketat atu lebih terkontrol. Disiplin dalam berinvestasi, disiplin dalam pengeluaran “Anda ingin” dan “Anda butuh”. Awalnya mungkin sulit, tapi Anda akan terbiasa

Jadi marilah kita mulai menambal bocor halus dengan memperbaiki cashflow yang ada terlebih dahulu. Siasatilah dan pahamilah bocor halus Anda ini disebabkan oleh apa.  Sederhana saja, kalo kita tidak tahu apa penyebabnya, bagaimana kita bisa memperbaikinya?

 

Sumber:

  • fioneysofyan.com
  • MBA, Management By Amplop, Aidil Akbar Madjid, Rabka Publisher, 2012

 

Artikel ini ditulis oleh

Felicia Nancy (MBA Candidate)

IMG-20130524-WA000

 

 

By |2016-12-14T11:46:23+00:00June 25th, 2013|Categories: Keuangan Keluarga|0 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment