Bukit Algoritma yang bakal digarap di Sukabumi, Jawa Barat ini disebut-sebut menyerupai ‘Silicon Valley’ di Amerika Serikat (AS).

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut.

 

Mengenal Bukit Algoritma Sukabumi

Beredar kabar sebuah kawasan pembangunan teknologi akan didirikan di Indonesia. Proyek tersebut diberinama Bukit Algoritma.

Bukit Algoritma yang bakal dibangun di Sukabumi, Jawa Barat ini disebut-sebut menyerupai ‘Silicon Valley’ di Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, Silicon Valley merupakan pusat penggerak dari banyak perusahaan teknologi asal Negeri Paman Sam. Tempat ini juga menjadi saksi lahirnya ribuan startup-startup terkemuka di kancah global.

Di Indonesia sendiri, duplikat Silicon Valley sempat mengemuka. Beberapa lokasi yang sempat digadang-gadang jadi Silicon Valley Indonesia antara lain Malang, Yogyakarta, BSD Serpong, hingga Meikarta.

[Baca Juga: Keren! Budaya Kerja Di Perusahaan Start Up, Bikin Iri]

Teranyar, muncul Bukit Algoritma Sukabumi yang dikembangkan perusahaan BUMN konstruksi, PT Amarta Karya (Persero).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proyek Bukit Algoritma, berikut adalah fakta-fakta dibaliknya, melansir dari beberapa sumber;

 

 #1 Proyek Dikepalai Budiman Sudjatmiko

Rencana pembangunan Bukit Algoritma ini akan dikepalai oleh Budiman Sudjatmiko. Politikus PDIP ini menjadi Direktur Utama Kiniku Nusa Kreasi, perusahaan yang akan bertanggung jawab dalam pembangunan Bukit Algoritma.

Budiman juga sekaligus menjadi Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi bersama PT Bintang Raya Lokalestari. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan patungan bernama Kiniku Bintang Rasa KSO.

3 Fakta Dibalik Rencana Pembangunan Bukit Algoritma 02

[Baca Juga: Ini Deretan Prospek Kerja Jurusan Sistem Informasi Bergaji Besar]

 

#2 Menghabiskan Dana Sebesar 18 Triliun

Silicon Valley versi Jawa Barat ini akan dibangun di atas tanah seluas 888 hektare dan diperkirakan menelan dana hingga 1 miliar Euro atau setara Rp 18 triliun.

Ada dua perusahaan swasta yang akan terlibat membangun proyek Bukit Algoritma, yakni PT Kiniku Nusa Kreasi dan PT Bintang Raya Lokalestari.

Dua perusahaan itu membuat sebuah perusahaan kerja sama operasional (KSO) bernama PT Kiniku Bintang Raya.

Mereka juga akan menggandeng salah satu BUMN bidang konstruksi sebagai penggarap, PT Amarta Karya (Amka) – tanda tangan kontrak pada 7 April lalu, sebagaimana melansir dari laman tirto.id.

 

#3 Ada Sejumlah Investor Dari Luar Negeri

Berdasarkan pengakuan Budiman, proyek yang membutuhkan dana awal Rp 18 triliun ini akan didanai sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Budiman menyebut ada dua kelompok investor yang tertarik, yaitu yang ingin datang langsung ke Indonesia, ada juga yang meminta pihak KSO untuk promosi ke negara mereka.

[Baca Juga: 4 Tanda Bisnis Start Up Sukses dan Berhasil ]

Budiman bilang beberapa di antaranya yakni investor dari AS, Timur Tengah, Eropa hingga China.

“China sudah kirim surat, ingin jadi kontraktor juga. Tapi kita lebih milih BUMN dalam negeri, PT Amarta Karya. Jadi kita yang mengerjakan konstruksinya, kita bawa duitnya (investor) masuk sini,” terangnya.

 

banner -perencanaan keuangan usia 30an

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Kamu bisa berbagi pendapat lewat kolom komentar di bawah ini.

Bagikan informasi ini lewat berbagai platform yang tersedia, kepada kawan atau sanak-saudara mu, agar mereka juga tahu apa yang kamu ketahui.

 

Sumber Referensi:

  • Feby Dwi Sutianto. 15 April 2021. Mengulas Proyek Bukit Algoritma ‘Silicon Valley’ RI, Siapa di Baliknya?. Kumparan.com – https://bit.ly/2QrDV1n
  • Muhammad Idris. 11 April 2021. Mengenal Bukit Algoritma Sukabumi, Tiruan Silicon Valley Ala Indonesia. Kompas.com – https://bit.ly/3txlg2w
  • Haris Prabowo, Vincent Fabian Thomas. 13 April 2021. Membedah ‘Bukit Algoritma’: Pemilik Tanah sampai Penyandang Dana. Tirto.id – https://bit.ly/3uRT4rD

 

Sumber Gambar:

  • 01 – https://bit.ly/3gdF1sq
  • 02 – https://bit.ly/3aaJGr4