5 Prinsip asuransi adalah dasar dalam industri jasa asuransi. Apa sajakah 5 prinsip asuransi? Finansialku.com akan membahas mengenai 5 prinsip asuransi.

 

Mengenal Asuransi

Asuransi adalah salah satu bentuk mitigasi atau penangan risiko (risk management). Produk asuransi konvensional pada umumnya memiliki sifat memindahkan atau mentransfer risiko pada perusahaan asuransi. Contoh sederhana: asuransi kecelakaan mobil bertujuan memindahkan risiko bila terjadi kecelakaan lalu lintas pada kendaraan kita pada perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan mengurus atau mendanai perbaikan kendaraan kita. Begitupula dengan asuransi jiwa, jika sampai terjadi suatu hal dengan hidup kita, maka perusahaan asuransi yang akan menanggung biaya untuk kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

 

5 Prinsip Asuransi

Tidak semua pengajuan asuransi disetujui oleh perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi menerapkan prinsip-prinsip asuransi. Berikut ini 5 prinsip asuransi yang menjadi dasar dalam asuransi:

  1. Insurable Interest – Kepentingan untuk Diasuransikan
  2. Utmost Good Faith – Iktikad Baik
  3. The Law of Large Numbers – Hukum Bilangan Besar
  4. Indemnity – Prinsip Ganti Rugi
  5. Subrogation – Prinsip Pengalihan Hak

Mari kita bahas secara singkat satu persatu:

 

Kepentingan untuk Diasuransikan (Insurable Interest)

Jika Anda ingin mengajukan asuransi, Anda harus memiliki hubungan atau kepentingan untuk asuransi antara Anda dengan pihak yang ditunjuk. Umumnya pihak yang ditunjuk akan merasa rugi jika peristiwa yang dipertanggungkan terjadi. Contoh Anda mengasuransikan jiwa dengan pihak yang ditunjuknya adalah pasangan. Jika sampai terjadi suatu hal, pasangan Anda akan mengalami kerugian.

Contoh lain adalah asuransi jiwa antara bank dengan pengambil KPR. Jika sampai terjadi suatu hal dengan pengambil KPR, maka perusahaan asuransi akan membayarkan kekurangan kewajiban pengambil KPR.

Contoh kepentingan untuk diasuransikan (Insurable Interest):

  • Hubungan keluarga, seperti suami, istri, anak, ibu, bapak.
  • Hubungan bisnis, seperti kreditur dengan debitur, perusahaan dengan orang penting di perusahaan.

 

Iktikad Baik (Utmost Good Faith)

Perjanjian apapun harusnya dilandasi dengan iktikad baik diantara kedua belah pihak, termasuk dalam perjanjian asuransi. Perusahaan asuransi akan menerima transfer risiko dengan prinsip iktikad baik, misal kita memberikan data-data yang benar dan jujur, tidak menutupi fakta-fakta kesehatan dan lainnya. Beberapa kasus perusahaan asuransi membatalkan perjanjian, karena menemukan fakta-fakta kesehatan yang tidak sesuai dengan pernyataan kliennya. Iktikad tidak baik memungkinkan juga perusahaan asuransi tidak membayar uang pertanggungan. Perusahaan asuransi pada umumnya menulisan iktikad baik pada polis dan dijelaskan secara lisan oleh agen penjual asuransi.

 

Hukum Bilangan Besar (Law of Large Number)

Hukum bilangan besar (law of large number) adalah prinsip statistik dan teori probabilitas yang menyatakan semakin banyak jumlah sampel yang digunakan dari suatu kejadian, maka hasil pantauan mungkin akan semakin mendekati rata-rata populasi. Sederhananya dalam dunia asuransi adalah: semakin banyak orang yang bergabung dengan asuransi, maka kemungkinan besarnya kerugian akan mendekati kerugian yang diperkirakan.

Berdasarkan teori hukum bilangan besar (law or large number) tersebut, maka perusahaan-perusahaan asuransi membentuk dua tingkatan:

  • Tingkat Mortalitas yaitu frekuensi atau jumlah angka kematian.
  • Tingkat Morbiditas yaitu frekuensi atau jumlah tingkat sakit, cidera, terjadinya cacat dan kejadian-kejadian lain yang diasuransikan.

Tingkat mortalitas dan morbidita menjadi salah satu dasar untuk menentukan premi asuransi.

 

Prinsip Ganti Rugi (Idemnity)

Perusahaan asuransi akan mengganti kerugian sesuai dengan jumlah kerugian yang kita alami. Misal perusahaan asuransi akan membayarkan atau reimburse biaya rumah sakit sesuai dengan tagihan rumah sakit. Prinsip ini pada dasarnya berfungsi untuk menghindari peserta yang memiliki niat untuk mendapatkan keuntungan dari terjadinya suatu kerugian.

 

Prinsip Pengalihan Hak (Subrogation)

Perusahaan asuransi akan mengalihkan hak kepada pihak yang telah ditunjuk oleh kliennya apabila terjadi suatu kerugian. Perusahaan asuransi akan mengalihkan hak kepada pihak ketiga yang dirugikan. Prinsip pengalihan hak (subrogation) umumnya diaplikasikan pada perusahaan asuransi kerugian.

 

Kesimpulan

Perusahaan asuransi umumnya menggunakan 5 Prinsip asuransi dalam melangsungkan perjanjian dengan kliennya. Kelima prinsip tersebut adalah:

  1. Insurable Interest – Kepentingan untuk Diasuransikan
  2. Utmost Good Faith – Iktikad Baik
  3. The Law of Large Numbers – Hukum Bilangan Besar
  4. Indemnity – Prinsip Ganti Rugi
  5. Subrogation – Prinsip Pengalihan Hak

 

 

Finansialku.com akan sangat berterima kasih jika para pembaca mau berdiskusi mengenai 5 prinsip asuransi. Hubungi Finansialku untuk berdiskusi dan membuat janji mengenai perencanaan keuangan keluarga.

Hubungi Finansialku