Apakah mungkin terjadi bubble ekonomi pada bisnis start up di Indonesia? Fenomena bubble ekonomi pernah terjadi pada berbagai sektor bisnis dan mengakibatkan kerugian yang besar. Mari kita bahas mengenai kemungkinan terjadi bubble ekonomi pada sektor bisnis start up.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Mengenal Fenomena Bubble Ekonomi

Pernahkah Anda mendengar sebuah bisnis yang prospeknya berkembang secara mendadak namun sangat signifikan? Misalnya saja bisnis batu akik yang mendadak terkenal dan marak di pasar. Biasanya lonjakan tersebut terjadi secara tiba-tiba dengan perubahan yang sangat signifikan. Hanya saja tidak diketahui penyebab yang jelas mengapa harganya bisa melonjak sangat tinggi. Fenomena inilah yang biasa disebut bubble ekonomi. Suatu produk secara tiba-tiba harganya melonjak sangat tinggi tanpa alasan yang rasional. Biasanya lonjakan tersebut terjadi karena animo pasar yang terlalu antusias terhadap produk tersebut.

Akibat dari antusiasme yang tidak rasional tersebut, pasar cenderung menghargai suatu produk secara berlebihan. Padahal tidak ada peningkatan biaya atau kualitas yang signifikan dalam produk tersebut. Hanya saja karena pasar menilai produk tersebut sangat mahal, semua orang terpengaruh secara psikologis. Namun fenomena ini hanya dapat terjadi jika pasar memiliki anggapan tidak rasional tersebut secara besar-besaran. Jika hanya sebagian kecil orang yang mempercayainya maka fenomena bubble ekonomi tidak akan terjadi.

Lakukan Perencanaan Keuangan di Masa Perlambatan Ekonomi - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Lakukan Perencanaan Keuangan di Masa Perlambatan Ekonomi]

 

Akibat dari bubble ekonomi dapat sangat merugikan bagi para investor. Mengapa? Bubble ekonomi terjadi atas dasar ‘persepsi’ pasar yang dalam hal ini terlalu antusias terhadap suatu produk. Karena tidak didasarkan pada suatu alasan yang jelas, tentunya tren tersebut akan sulit dipertahankan. Ada kemungkinan besar bahwa suatu saat harga produk tersebut dapat anjlok dan kembali ke harga awalnya.

Fenomena bubble ekonomi ini pernah terjadi di Amerika Serikat pada era 90an akhir. Pada bulan September tahun 1998 hingga bulan Maret tahun 2000 terjadi demam dot-com mania. Pada masa tersebut semua bisnis yang memiliki istilah dot-com di belakangnya mendadak meledak di pasaran secara ekstrem. Dalam periode yang sangat singkat, ada puluhan bahkan ratusan perusahaan start up yang dibangun dan ditutup. Namun hal ini dianggap sebagai hal yang biasa pada waktu itu karena semua orang menjalankannya. Banyak orang yang meninggalkan pekerjaan dengan gaji yang besar sekalipun untuk membangun sebuah perusahaan baru yang memiliki istilah dot-com di belakangnya.

Tantangan Kelas Menengah Indonesia - Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 - ASEAN Economic Community 2015 - EMA 2015 - EAC 2015 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Data Ekonomi Indonesia (infographic)]

 

Fenomena ini telah dicurigai sebagai bubble ekonomi karena tidak ada alasan yang jelas mengapa pada masa itu bisnis dot-com begitu marak. Hanya dengan menambahkan ‘.com’ di belakang nama, Anda dapat meningkatkan nilai Anda sampai dua kali lipat dalam satu malam. Suatu saat tren ini pasti akan turun dan hilang begitu saja. Hanya saja pada saat itu pasar tidak membaca kemungkinan tersebut. Benar saja, setelah Maret tahun 2000 pasar ini tiba-tiba anjlok dan mulai runtuh. Akibatnya terjadi kerugian yang besar pada investor-investor ‘dadakan’ tersebut.

Salah satu contoh sederhana yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada pasar batu akik. Pada periode tertentu batu akik mendadak menjadi sangat populer. Ada beberapa jenis batu akik yang berhasil diapresiasi secara berlebihan sehingga harganya seolah-olah sangat mahal. Pada masa keemasannya, tidak jarang ada orang yang mau membeli batu akik yang dianggap langka dengan nilai hingga miliaran rupiah. Melihat animo pasar yang begitu antusias terhadap bisnis batu akik, banyak orang membuka bisnis batu akik secara besar-besaran. Sayangnya tren batu akik hanya berjalan sementara. Setelah tren batu akik turun, akhirnya banyak pengusaha batu akik yang gulung tikar dan menghilang begitu saja. Sungguh merugikan jika diperhitungkan berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk mendirikan bisnis batu akik tersebut.

Yuk Kepoin, Harta Karun Triliunan Rupiah di Perairan Indonesia 2 - Finansialku

[Baca Juga: Paket Stimulus Ekonomi Pemerintah Indonesia]

 

Fenomena bubble ekonomi ini juga sering terjadi dalam pasar saham. Salah satu bubble ekonomi yang berakibat cukup buruk adalah kejadian bubble ekonomi pada harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Pada tahun 2008 saham BUMI melonjak dari harga sekitar Rp200 menjadi Rp8.750 dalam periode yang relatif singkat. Para investor dan trader saham tentu tertarik melihat peluang keuntungan yang sangat besar dalam perkembangan yang pesat tersebut. Tanpa diduga-duga, saham tersebut tiba-tiba jatuh ke harga Rp385 hanya dalam jangka waktu kurang lebih 6 bulan dan terus berfluktuasi hingga Rp50. Akibat kejadian ini banyak investor yang merugi dan bahkan hingga bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi kerugian tersebut. Bisakah Anda bayangkan jika kerugian tersebut terjadi pada Anda?

 

Waspada Jebakan Bubble Ekonomi

Fenomena bubble ekonomi merupakan sebuah jebakan yang berbahaya terutama bagi para investor. Setiap investor pasti mengharapkan keuntungan. Jika dihadapkan dengan sebuah peluang yang menarik (apalagi jika sangat menarik seperti saham BUMI), Anda pasti akan tergiur untuk mencurahkan modal investasi sebanyak-banyaknya. Tetapi perlu diketahui bahwa keadaan ekstrem tersebut belum tentu menguntungkan. Memang ada kalanya keuntungan ekstrem bisa saja terjadi. Tetapi jika peningkatan mendadak tersebut terjadi karena antusiasme yang tidak rasional, kemungkinan besar tren tersebut hanya akan berjalan sementara. Sebagai seorang investor yang baik, Anda perlu bijak dan cermat dalam menghadapi kondisi yang menggiurkan tersebut. Jangan sampai Anda terjebak dalam bubble ekonomi dan berakhir menanggung kerugian yang sangat besar.

Ayo Menabung Demi Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia - Finansialku

[Baca Juga: Ayo Menabung Demi Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia]

 

Mengambil pelajaran dari bisnis start up di Amerika Serikat yang mengalami bubble ekonomi, Anda perlu waspada dengan antusiasme bisnis start up di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut bisa terjadi di Indonesia. Bagaimana menurut Anda? Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah.

 

Berikan contoh bubble ekonomi yang Anda ketahui! Apa penyebab terjadinya peristiwa tersebut? Berikan jawaban dan pendapat Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Thiel, P. 2014. Notes on Startups, or How to Build the Future. Diterjemahkan Widodo, A. T. K. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Sumber Gambar:

  • Indonesia – https://goo.gl/NVmaUr

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang