Asesmen adalah salah satu aspek penting dalam dunia kerja atau proses pembelajaran untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan.

Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui informasi tentang asesmen. Semoga bermanfaat…

 

Summary:

  • Sistem penilaian atau asesmen merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas calon pekerja atau promosi jabatan.
  • Umumnya bentuk dari penilaian ini ada tiga yakni secara lisan, tertulis, dan penilaian kinerja.

 

Perlunya Mengidentifikasi Tingkat Keberhasilan

Dunia kerja dan pendidikan merupakan salah satu zona yang sebagian besar orang lewati. Keduanya berjalan berdasarkan sistem sehingga orang di dalamnya bertindak sesuai aturan.

Selain itu, dunia kerja dan pendidikan menggunakan sistem penilaian dalam proses yang bernama asesmen yang merupakan serangkaian proses yang wajib orang-orang ikuti di dalamnya.

Lantas, apa maksud asesmen? Nah, agar kamu tidak bingung lagi, silakan simak artikel berikut sampai habis. Baca dengan saksama, ya!

 

Pengertian Asesmen

Dalam perusahaan dan pendidikan, asesmen adalah salah satu proses yang perlu calon karyawan dan peserta didik lewati. 

Asesmen di dunia kerja dan pendidikan memiliki cara yang berbeda karena subjeknya pun berbeda.

Dalam perusahaan, sistem penilaiannya adalah serangkaian tes kepada calon karyawan untuk mengetahui kompetensi berdasarkan kriteria perusahaan untuk dapat SDM yang sesuai.

Umumnya, asesmen adalah salah satu bagian dari sistem yang berlaku di perusahaan yang dikombinasikan dengan sistem lain untuk meningkatkan akurasi penilaian.

Sistem penilaiannya bisa saja berbentuk tes verbal atau fisik, termasuk aktivitas fisik tertentu. Personal asesmen akan fokus dengan penilaian individu, seperti karakter, keterampilan, wawasan, dan sebagainya.

Sementara itu asesmen teknikal akan melakukan penilaian terhadap penemuan baru sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi plus minus produk teknologi yang digunakan.

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai arti asesmen sebagai berikut:

 

#1 Worthen dan Sanders

Menurut keduanya, asesmen adalah kegiatan menemukan poin penting atau penilaian atas sesuatu dengan mengumpulkan informasi yang relevan dan penting.

Mereka juga memasukkan analisis strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan.

 

#2 Robert M Smith

Menurut Smith, asesmen adalah proses menyeluruh yang digunakan perusahaan atau organisasi untuk melihat kekuatan dan kelemahan suatu keputusan.

Biasanya, proses ini dilakukan oleh tim yang bertujuan untuk membuat rencana belajar sehingga melahirkan sistem pendidikan sesuai keputusan.

 

#3 Bomstein dan Kazdin

Menurut keduanya, asesmen adalah proses identifikasi masalah serta penyeleksian target pada intervensi, memilih, serta mendesain program berdasarkan perlakukan. 

Hal ini bertujuan untuk mengukur dampak perlakukan yang diberikan secara berkelanjutan. Menurut mereka, asesmen juga mengevaluasi hasil umum serta ketepatan terapi.

[Baca Juga: 7 Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk Karyawan Berbagai Profesi]

 

Fungsi Asesmen Bagi Perusahaan

Sistem penilaian adalah salah satu proses penting untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kriteria perusahaan. 

Berikut ini adalah beberapa fungsinya:

 

#1 Fungsi Sumatif

Fungsi sumatif asesmen adalah sebagai dasar untuk mengukur kelayakan seseorang duduk di sebuah posisi juga mengukur kelayakan karyawan untuk mendapat promosi jabatan.

 

#2 Fungsi Formatif

Fungsi formatif asesmen adalah sebagai indikator untuk memahami pencapaian dengan konteks luas

Dalam fungsi ini, perusahaan dapat menilai kelebihan dan kekurangan karyawan sehingga mereka bisa melakukan evaluasi dan peningkatan kompetensi.

 

Tujuan Proses Asesmen 

Asesmen karyawan dilakukan untuk mendapatkan karyawan sesuai kriteria perusahaan atau meningkatkan kompetensi karyawan. 

Dari tes yang tersebut, perusahaan akan melakukan penilaian apakah seseorang layak bergabung dengan mereka. Beberapa tujuan asesmen adalah sebagai berikut:

  1. Melihat kompetensi individu melalui penugasan.
  1. Memperoleh informasi yang relevan, akurat, objektif, serta menyeluruh mengenai suatu kondisi.
  1. Membangun motivasi.
  1. Menentukan kebutuhan perusahaan dengan jelas.
  1. Memberikan promosi jabatan ke orang yang tepat.
  1. Menyesuaikan pelatihan kerja yang relevan.
  1. Memberikan fasilitas prosedur pengembangan usaha untuk tujuan bisnis sesuai strategi bisnis.
  1. Meningkatkan komitmen dan loyalitas karyawan.

[Baca Juga: Intip 10 Perusahaan dengan Gaji Karyawan Terbesar di Indonesia]

 

Bentuk-bentuk Asesmen

Asesmen memiliki beberapa bentuk. Setiap bentuknya dapat perusahaan sesuaikan dengan kebutuhan agar mendapat hasil yang sesuai.

Berikut adalah bentuk-bentuk asesmen yang ada dalam perusahaan:

 

#1 Penilaian Lisan

Sistem penilaian ini dilakukan melalui kemampuan berbicara. Asesor bisa saja mengajukan pertanyaan dan peserta harus menjawab sebaik-baiknya dengan kata-kata.

Selain itu, bisa juga berbentuk simulasi penjualan dan presentasi. Asesor akan memberikan topik tertentu, kemudian peserta akan menjabarkannya dengan kalimat terbaik yang mereka punya.

 

#2 Penilaian Tertulis

Penilaian ini adalah serangkaian penilaian yang asesor lakukan dengan media kertas atau komputer melalui aksara. 

Asesor akan menilai peserta berdasarkan jawaban yang mereka tulis. Tes tertulis bisa berbentuk tes kognitif, tes bakat, tes soft skill, dan tes kepribadian.

 

#3 Penilaian Kinerja

Yang terakhir ini merupakan penilaian yang mengharuskan peserta sangat fokus. Sebab, asesor akan membuat situasi rekaan jika peserta duduk di posisi yang di-apply

Peserta akan melakukan hal yang asesor minta dengan sungguh-sungguh. Penilaian kinerja bisa berbentuk tes organisasi atau kepemimpinan, tes manajemen waktu atau risiko, tes marketing, dan sebagainya.

[Baca Juga: Gaji Fantastis Karyawan Startup Bikin Heboh! Berapa Jumlahnya?]

 

Jenis-jenis Asesmen pada Perusahaan

Di perusahaan, sistem penilaian ini adalah salah satu hal yang menjadi perhatian karyawan. Mereka akan melakukan peningkatan kompetensi agar sesuai dengan kriteria asesmen untuk promosi perusahaan. 

Asesor bisa memilih tiga format pelaksanaan, yakni lisan, tertulis, atau simulasi kinerja, sesuai kebutuhan. Berikut adalah jenis-jenis sistem penilaian yang ada di perusahaan.

 

#1 Sistem Penilaian Rekrutmen Karyawan Baru

Sebagai salah satu landasan, asesmen adalah cara terbaik untuk mengetahui kompetensi calon karyawan. Jika sesuai dengan standar, mereka akan dipertimbangkan untuk on the job training.

Untuk menemukan karyawan yang tepat, perusahaan akan melakukan beberapa penilaian sebagai berikut.

  1. Kepribadian dan integritas.
  1. Kecerdasan (melalui tes kognitif).
  1. Kondisi fisik.
  1. Keterampilan.

 

#2 Sistem Penilaian untuk Promosi Jabatan

Setelah diterima, biasanya karyawan akan berorientasi untuk naik jabatan. Perusahaan akan menyeleksi karyawan dengan asesmen promosi jabatan untuk menemukan kandidat yang paling sesuai.

Asesor akan melakukan penilaian sebagai berikut:

  1. Simulasi tanggung jawab tambahan.
  1. Problem solving.
  1. Kemampuan mempresentasikan produk atau jasa yang diproduksi perusahaan.
  1. Psikometri.

[Baca Juga: 8 Cara Menambah Penghasilan Tambahan Bagi Karyawan]

 

Jenis Asesmen untuk Seleksi Calon Karyawan

Berikut adalah beberapa jenis asesmen untuk seleksi calon karyawan:

 

#1 Tes Keterampilan

Salah satu tes asesmen adalah tes keterampilan. Tes satu ini berguna untuk mengetahui kompetensi utama seseorang terhadap posisi yang dilamar. 

Bagi peserta, tes ini akan memperbesar peluang mereka diterima kerja.

 

#2 Tes Kognitif

Tes kedua yang biasanya ada adalah proses tes kognitif. 

Perusahaan menggunakan tes ini sebagai cara untuk mengidentifikasi kecerdasan, kemampuan memecahkan masalah, praktik, serta mempelajari informasi baru.

Tes kognitif berbeda dengan tes IQ. Tes kognitif dalam asesmen lebih menekankan pada dunia kerja, misal ujian verbal, silogisme, penalaran abstrak, dan numerik.

 

#3 Tes Kepribadian

Tes kepribadian berguna untuk mempelajari seseorang sehingga perusahaan bisa menilai apakah mereka cocok dengan posisi yang mereka lamar atau tidak. 

Penilaian bisa menggunakan tes MBTI atau tes lain yang relevan.

 

#4 Tes Integritas

Tes integritas berhubungan dengan perilaku dan kejujuran. Tes ini akan memberi informasi yang cukup ke perusahaan untuk menerima pelamar atau tidak.

 

#5 Tes Fisik

Tes fisik digunakan untuk mengukur kemampuan fisik pelamar. Tes fisik hanya berlaku ke pekerjaan tertentu yang membutuhkannya.

 

Mari Tingkatkan Kompetensi Diri!

Asesmen adalah salah satu aspek penting dalam perusahaan. Mereka menggunakannya untuk mengukur kelayakan seseorang bergabung bersama mereka. 

Sebagai karyawan, kamu perlu meningkatkan kompetensi agar tidak tergeser dengan orang baru. Sembari meningkatkan kompetensi diri, kamu juga perlu membentuk kebiasaan sehat dalam mengatur keuangan.

Sebagai panduan, yuk, baca ebook dari Finansialku tentang Panduan Sukses Atur Gaji Ala KaryawanSelanjutnya, mulai terapkan pengelolaan keuangan yang mudah dan praktis di Aplikasi Finansialku.

Dalam aplikasi tersebut, kamu bisa menyusun anggaran, mencatat keuangan, merencanakan keuangan, sampai mengetahui kesehatan keuanganmu saat ini hanya dalam genggaman, lhoYuk, download aplikasinya sekarang juga!

Banner Iklan Aplikasi Finansialku General

 

Itulah ulasan tentang asesmen. Sekarang, waktunya kamu share informasi ini ke teman-temanmu agar makin banyak yang tahu. Terima kasih!

 

Editor: Ari A. Santosa

Sumber Referensi: 

  • Annisa Manystighosa. 31 Oktober 2022. Asesmen Adalah: Tujuan, Fungsi, Jenis, Contoh di Dunia Kerja. kitalulus.com – https://bit.ly/3Qfeta6
  • Ayu Rifka Sitoresmi. 25 Maret 2022. Asesmen Adalah Suatu Penilaian Kinerja, Pahami Pengertian dan Tujuannya. Liputan6.com – https://bit.ly/3i9XbP9
  • Bayu Ardi Isnanto. 17 Desember 2022. Asesmen Adalah: Ini Tujuan dan Contoh dalam Dunia Kerja. Detik.com – https://bit.ly/3X54dn6
  • Putu Arya. 02 Desember 2021. Assessment: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Contohnya dalam Perusahaan. mekari.com – https://bit.ly/3GE9Jru