Para pebisnis, yuk cari tahu tips mengembangkan bisnis barbershop! Tapi sebelumnya cari tahu dulu apa bedanya barbershop dengan pangkas rambut tradisional.

Mengapa berkembang barbershop sementara ada pangkas rambut tradisional? Yuk cari tahu semuanya disini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Barbershop vs Pangkas Rambut Tradisional

Salah satu bisnis yang sedang naik daun di tahun 2019 ini adalah bisnis pangkas rambut alias barbershop. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merawat rambut sehingga tetap rapi dan sehat.

Namun, sebenarnya bisnis pangkas rambut khusus pria (atau barbershop) adalah bisnis yang sudah ada dari zaman dahulu. Karena tingginya permintaan, maka bisnis ini terus berkembang hingga dewasa ini.

Namun penasaran nggak sih, apa bedanya barbershop dengan pangkas rambut tradisional? Yuk kita bahas sejarah perkembangan pangkas rambut ini..

Dahulu masyarakat mengenal tempat cukur rambut di bawah pohon atau salon sebagai tempat memotong dan merapikan rambut pria, bermodalkan cermin, gunting, dan sisir.

Pangkas rambut pria memang dianggap lebih sederhana daripada untuk wanita pada zaman dahulu, sehingga pangkas rambutnya pun seadanya. Inilah yang dulu kita kenal sebagai pangkas rambut tradisional.

Namun seiring perkembangannya, muncul barbershop dengan layanan yang nyaman dan gaya rambut yang lebih kekinian.

Bingung Berbisnis Tengok Peluang Bisnis Waralaba Barbershop yang Menguntungkan 03 Barbershop Mister T-one - Finansialku

[Baca Juga: Melirik Bisnis Potong Rambut dengan Franchise Barbershop]

 

Menurut Ade Farolan, Ketua Indonesia Barbershop Association (IBA), dalam dua tahun terakhir barbershop memang tumbuh pesat. Ia mengatakan:

“Barangkali di seluruh Indonesia ada ribuan barbershop.”

 

Lantas apa bedanya barbershop dengan pangkas rambut tradisional? Ade menjelaskan, pangkas rambut tradisional pada dasarnya sama dengan barbershop, namun fasilitasnya memang lebih minim. 

Sebagai contoh, pangkas rambut tradisional dulu belum memiliki ruangan yang ber-AC, potong rambut pun cuma sebatas digunting saja tanpa perawatan lebih lanjut.

Namun kini barbershop menyediakan ruangan yang nyaman ber-AC, serta perawatan rambut lengkap mulai dari cuci rambut, blowdry, hingga pemberian produk grooming untuk menunjang tatanan rambut. Ade mengatakan:

“Kalau dari segi potongan rambut mungkin sama, tetapi servicenya di tukang cukur biasa mungkin tidak ada, misalnya mencuci rambut sebelum pangkas. Durasi potong rambutnya juga lebih singkat.”

 

Selain itu, Ade menjelaskan bahwa pangkas rambut tradisional juga umumnya kurang referensi potongan rambut pria terbaru. Ade mengatakan:

“Sehingga model rambutnya itu-itu saja. Beda dengan barbershop yang lebih update, bahkan bikin ciri khas gaya potongan masing-masing.”

 

Ditambah lagi, barbershop kini menyediakan perawatan bukan sebatas rambut saja. Layanan yang bisa diperoleh dari barbershop antara lain pengguntingan rambut dan shaving (mencukur kumis dan janggut). Ia mengatakan:

“Khusus di Indonesia ada penambahan service yaitu creambath dan juga sesi pijat setelah potong rambut. Itu kultur masyarakat kita.”

 

Terakhir, kini barbershop juga menyediakan layanan tambahan lain. Misalnya saja pewarnaan rambut. Meski demikian, Ade menjelaskan warnanya masih tergolong terbatas, paling hanya warna coklat atau hitam saja.

Namun Ade menambahkan, bahwa meski teknik bertambah, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah para barber (pemangkas rambut) juga dituntut lebih luwes berkomunikasi dengan pelanggan.

Hal ini dianggap menjadi daya tarik utama barbershop yang sukses. Ia mengatakan:

“Selain skill, yang harus dimiliki para barber adalah attitude. Karena ini adalah bisnis service, jadi kalau nggak punya jiwa melayani akan susah.”

 

Nah, begitulah bedanya barbershop modern dengan pangkas rambut tradisional yang kita kenal.

Bagaimana menurut Anda? Apakah ada perbedaan lain? Jika ada, tolong bagikan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ya, terima kasih.

 

Tips Mengembangkan Bisnis Barbershop

Jika Anda membaca artikel ini, mungkin Anda juga berminat untuk mengembangkan bisnis barbershop. Bisnis ini memang tergolong laris manis.

Terlebih dengan semakin besar pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia, maka bisnis potong rambut menjadi salah satu pilihan bisnis yang menjanjikan. Bagaimana bisa?

Melirik Bisnis Potong Rambut dengan Franchise Barbershop - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Bingung Berbisnis? Tengok Peluang Bisnis Waralaba Barbershop yang Menguntungkan]

 

Coba saja kita hitung kasar, asumsikan saya ingin membuka sebuah barbershop di Kota Bandung.

  • Diketahui: jumlah penduduk Kota Bandung per tahun 2017 adalah sebanyak 2.497.948 jiwa, dengan asumsi proporsi pria:wanita = 40:60
  • Asumsi 1: target pelanggan hanya 0,1% dari jumlah populasi tersebut
  • Asumsi 2: rata-rata pria memotong rambutnya sebulan sekali

 

Maka bisa dihitung jumlah pelanggan potensial Anda adalah sebagai berikut:

1 x 0,1% x 40% x 2.497.948 jiwa = 999.179 (dibulatkan menjadi 1000)

 

Nilainya cukup besar bukan? Tidak aneh jika banyak pebisnis yang ingin mengembangkan bisnis sejenis.

Selain peluangnya yang luar biasa menarik, ada beberapa keunggulan dari bisnis waralaba barbershop ini. Melansir dari Waralababarbershop.com, beberapa keunggulan utama dari bisnis tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pengelolaan Mudah

Bisnis yang mudah dikelola tanpa memikirkan pengeluaran rutin yang membutuhkan pembukuan rumit.

  1. Bukan Usaha Musiman

Usaha Potong rambut bukan usaha musiman, semakin maju zaman kesadaran berpenampilan pun meningkat dan ini peluang untuk usaha barbershop.

  1. Break Event Point

Usaha Barbershop merupakan salah satu usaha yang paling cepat proses balik modalnya dan ini sangat aman untuk tempat anda berinvestasi.

  1. Investasi Aman

Usaha barbershop merupakan pilihan yang tepat untuk investasi yang aman karena merupakan bisnis yang jarang di lirik namun memiliki potensi konsumen yang sangat bagus.

 

Melihat peluang dan keunggulan ini, siapa yang tidak tertarik memulai bisnis barbershop? Apakah Anda juga tertarik dalam bidang ini?

Namun kesimpulannya, bisnis apapun yang Anda pilih membutuhkan pengaturan keuangan yang baik untuk bisa berjalan dengan sukses. Percuma memulai bisnis yang baik jika tidak diimbangi dengan sistem keuangan yang tepat.

Jika Anda masih kesulitan mengatur keuangan, Anda bisa memulainya dengan gratis lho. Caranya?

Dengan menggunakan aplikasi Finansialku yang menyediakan berbagai fitur keuangan yang mudah digunakan, Anda tentunya bisa memulai bisnis barbershop yang berpotensi sukses tinggi.

Anda bisa download Aplikasi Finansialku dari Google Play Store atau dengan klik tautan berikut ini:

Nah, jika Anda sudah mantap dengan bisnis barbershop, kini saatnya Anda melihat beberapa tips mengembangkan bisnisnya. Yuk simak ulasannya berikut ini:

 

#1 Memilih Barber Handal

Memilih seorang barber yang handal adalah salah satu kunci utama yang dapat menentukan kesuksesan bisnis barbershop.

Oleh karena itu, pilihlah barber yang telah memiliki pengalaman dalam urusan pangkas memangkas rambut.

Namun, pastikan keahliannya tidak hanya secara teknis, tapi juga bisa memberikan pelayanan yang baik seperti sopan dan ramah dengan pelanggan, hingga dapat memberi solusi terbaik bagi pelanggan.

Bingung Berbisnis Tengok Peluang Bisnis Waralaba Barbershop yang Menguntungkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ubah Penampilanmu! 10 Gaya Rambut Pria Kekinian yang Paling Populer]

 

Pastikan juga para barber selalu mengikuti tren gaya rambut, agar pelanggan semakin betah langganan di barbershop Anda. Jadi, cobalah berikan training secara rutin bagi barber yang telah Anda pilih.

Jika training dinilai terlalu mahal, manfaatkan Internet untuk mencari informasi mengenai tren gaya rambut masa kini lalu bagikan informasi ini dan minta barber untuk mempraktikannya.

 

#2 Memilih Lokasi Bisnis

Setiap bisnis offline tentunya bergantung juga pada lokasi. Lokasi yang strategis akan membantu menggenjot bisnis Anda agar lebih sukses.

Dengan memilih lokasi yang strategis, barbershop Anda akan lebih mudah ditemui oleh pelanggan maupun calon pelanggan.

Cobalah pilih lokasi sesuai target yang Anda tentukan, misalnya jika target Anda adalah mahasiswa, maka Anda bisa memilih lokasi sekitar kampus atau kos-kosan mahasiswa.

 

#3 Berikan Fasilitas yang Memadai

Seperti telah diungkapkan di awal, salah satu kelebihan barbershop daripada pangkas rambut tradisional adalah fasilitasnya yang memadai.

Dengan demikian, penting bagi Anda untuk menyediakan ruangan yang nyaman, ber-AC, dengan berbagai fasilitas lain.

Anda juga bisa membuat ruangan barbershop yang tertata rapi, dengan memisahkan ruang tunggu, ruang cuci rambut, dan ruang potong.

Berikan kursi yang nyaman bagi pelanggan, dan tambahkan berbagai fasilitas seperti TV, AC, WiFi, mini kafe, buku atau majalah, dan lain sebagainya.

Hal ini akan membuat pelanggan merasa nyaman memotong rambut di barbershop Anda. Tapi perlu diingat, sesuaikan fasilitas dengan target yang telah Anda tentukan. Jangan sampai over budget juga.

 

#4 Berikan Alternatif Layanan

Beberapa orang memilih barbershop dari pangkas rambut tradisional karena menginginkan layanan yang menyeluruh dan lengkap. Oleh karena itu, jangan sampai barbershop Anda terbatas layanannya.

Sediakan pula layanan lengkap seperti cukur jenggot dan kumis, pewarnaan rambut, pijat kepala, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa menyediakan paket layanan dengan harga ekonomis, misalnya saja harga cukur rambut Rp50.000 dan cukur kumis Rp30.000. Namun harga paket cukur rambut dan kumis hanya Rp65.000.

Dengan begitu, pelanggan yang ingin potong rambut saja bisa tergoda juga nih untuk cukur kumis sehingga uang kas yang masuk ke barbershop semakin banyak.

 

#5 Gunakan Sistem yang Memudahkan Pelanggan

Paling malas nggak sih ke tempat pangkas rambut dan harus menunggu lama? Nah, sebagai pebisnis barbershop Anda harus pandai-pandai membuat sistem dimana pelanggan dimudahkan.

Misalnya saja, Anda bisa membuat sistem booking, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu antrean terlalu lama, karena semua sudah terjadwalkan.

Anda juga bisa membuat sistem voucher. Misalnya, pelanggan yang me-review barbershop kamu melalui media sosial bisa mendapatkan potongan harga atau memberikan gratis cukur setelah datang beberapa kali.

Sistem semacam ini tentu akan menonjolkan kelebihan barbershop Anda dibandingkan barbershop atau pangkas rambut tradisional lain. Dengan demikian, pelanggan akan semakin senang potong rambut di barbershop Anda.

 

Siap Berbisnis Barbershop?

Bagaimana? Apakah artikel ini cukup memberikan informasi lengkap mengenai bisnis barbershop bagi Anda?

Satu hal penting dalam berbisnis ialah pastikan Anda sudah mengelola keuangannya dengan baik. Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini agar keuangan Pribadi dan Bisnis Anda dapat dikelola dengan tepat. Selamat membaca..

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai barbershop vs pangkas rambut tradisional serta tips mengembangkan bisnis lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk membagikan informasi menarik ini pada teman-teman seprofesi Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Lusia Kus Anna. “Yang Membedakan Barbershop dengan Pangkas Rambut Tradisional”. Lifestyle.kompas.com – http://bit.ly/2k9MGgL
  • Novia Widya Utami. 26 Oktober 2017. 6 Tips Memulai & Mengembangkan Bisnis Barbershop. Jurnal.id – http://bit.ly/2kByHQO

 

Sumber Gambar:

  • Barbershop vs Pangkas Rambut Tradisional – http://bit.ly/2lEHT7i