BEI Ingin Lebih Banyak Startup yang Melantai di Bursa

Sampai saat ini belum banyak perusahaan rintisan (startup) yang melakukan IPO, di Indonesia sendiri baru ada satu perusahaan yang berhasil IPO dan melantai di bursa.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

BEI Terus Dorong Startup Agar IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui program IDX Incubator sedang gencar mencari perusahaan-perusahaan rintisan (startup) yang berpotensi untuk masuk bursa saham. Setidaknya ada 42 perusahaan yang bergabung di program ini.

Dari program IDX Incubator ini sudah ada satu perusahaan rinstisan yang siap melantai di bursa.

Perusahaan ini adalah startup yang bergerak di bidan financial technology (Fintech). Hal ini diungkapkan oleh Irmawati Amran selaku Head of IDX Incubator.

Di luar 42 startup yang telah mengikuti program IDX Incubator tersebut, tahun ini IDX Incubator berencana menjaring 40 perusahaan rintisan.

Tidak tanggung-tanggung, IDX akan menjaring dari 3 kota besar sekaligus. Di antaranya 20 perusahaan berlokasi di Jakarta, 15 di Bandung, dan 5 perusahaan di Surabaya.

Seperti yang dilansir oleh Kontan.co.id, Rabu (7/3/18), Irmawati memaparkan:

“Ada satu yang sudah memenuhi net tangible asset sebesar Rp5 miliar.”

 

Kendati demikian, Irmawati belum memberikan informasi terkait nama perusahaan dan kapan kepastian perusahaan tersebut akan melantai di bursa.

Yang jelas, menurutnya perusahaan tersebut masih mempersiapkan internal dan modal untuk IPO di tahun ini:

“Perusahaan itu menyiapkan secara internal, GCG (good corporate governance) dan kecukupan modal disetor untuk go public pada tahun ini.”

 

Selain perusahaan rintisan yang dijelaskan oleh Irmawati, ada pula satu startup yang bersedia mencatatkan saham di BEI (IPO) dengan nilai aset lebih dari Rp5 miliar.

Jadi, sudah ada dua startup yang siap go public.

Kedua perusahaan ini mungkin mengincar nilai emisi setara IPO PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), yang lebih dulu IPO.

Pada 5 Oktober 2017, KIOS menggelar IPO dengan meraup dana senilai Rp45 miliar.

BEI-Ingin-Startup-IPO-1-Finansialku

[Baca Juga: Bisnis Startup Akan Didukung RUU Kewirausahaan]

 

BEI juga mendekati perusahaan startup level unicorn seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Salah satu startup unicorn, Go-Jek, baru-baru ini menyambangi BEI untuk membicarakan rencana IPO.

Analis teknikal Profindo Sekuritas Indonesia Dimas Wahyu Putra Pratama menilai, sebelum membeli saham startup, investor perlu mencermati rencana penggunaan dana IPO tersebut.

Jika digunakan untuk ekspansi, maka saham startup itu layak dikoleksi.

Selain itu, menurut Dimas investor juga harus memahami prospek perusahaan dalam 10 tahun, tak cuma jangka pendek:

“Yang membedakan perusahaan rintisan dan perusahaan biasa adalah nilai bisnisnya.”

 

Nilai bisnis yang dimaksud adalah prospek dalam jangka panjang. Nilai startup juga tak bisa semata-mata dihitung dari rasio laba rugi.

 

Berikan komentar dan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Elisabet Lisa Listiani Putri. 7 Maret 2018. BEI Menjaring Perusahaan Rintisan Untuk Masuk Bursa Saham. co.id – https://goo.gl/BL98Nt

 

Sumber Gambar:

  • BEI Ingin Startup IPO – https://goo.gl/khQRjQ
  • BEI Ingin Startup IPO 2 – https://goo.gl/ZMJ9Ya

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
BEI Ingin Lebih Banyak Startup yang Melantai di Bursa
Article Name
BEI Ingin Lebih Banyak Startup yang Melantai di Bursa
Description
Sampai saat ini belum banyak perusahaan rintisan (startup) yang melakukan IPO, di Indonesia sendiri baru ada satu perusahaan yang berhasil IPO dan melantai di bursa.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-03-12T10:37:51+00:00March 8th, 2018|Categories: Berita, Saham|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Dendy Agustiyan
Dendy Agustiyan, S.I.Kom. Seorang digital marketer yang terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia. Dengan pengalaman sebagai online marketing dan tele marketing.

Leave A Comment