Apakah benar: menyiapkan warisan dari uang pertanggungan asuransi jiwa? Kali ini perencana keuangan independen Finansialku akan membahas fenomena baru yaitu meyiapkan warisan dari uang pertanggungan asuransi jiwa.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Benarkah: Menyiapkan Warisan dari Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa?

Beberapa waktu belakangan ini, sedang booming menggunakan uang pertanggungan asuransi jiwa untuk warisan. Apakah benar menyiapkan warisan dengan uang pertanggungan asuransi jiwa? 

 

Apakah Benar Menyiapkan Warisan dari Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Merencanakan Distribusi Keuangan – Warisan dan Hibah]

 

Pada dasarnya, uang pertanggungan asuransi jiwa digunakan untuk mengganti potensi kerugian secara ekonomis karena tulang punggung keluarga meninggal. Jadi tidak ada salahnya jika seseorang membeli uang pertanggungan asuransi jiwa dan dijadikan untuk warisan. Cuma ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli uang pertanggungan asuransi jiwa untuk dijadikan warisan.

Jika Anda ditawari produk unitlink, Anda pasti memiliki dua potensi pendapatan yaitu uang pertanggungan dan hasil investasi. Pembahasan kita disini adalah uang pertanggungan asuransi jiwa. Uang pertanggungan sifatnya pasti Anda dapatkan, mau investasi lagi bagus atau jelek. Besarnya uang pertanggungan tertulis dalam polis asuransi jiwa.

 

Ahli Waris dalam SPAJ

Jika Anda membeli asuransi jiwa, Anda akan diminta mengisi surat SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa). Salah satu bagian yang harus Anda isi adalah ahli waris. Kebanyakan orang tua, mengisi ahli warisnya adalah anak-anak mereka.

 

[Baca Juga: Mengenal SPAJ – Surat Permintaan Asuransi Jiwa

 

Tahukah Anda, uang pertanggungan asuransi jiwa tidak dapat diberikan kepada ahli waris yang belum dewasa secara hukum. Jadi kalau anak Anda masih berusia 5 tahun, anak Anda tidak dapat menerima uang pertanggungan asuransi jiwa. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan konsultan perencana keuangan Anda untuk menentukan siapa ahli waris yang tepat

 

Jumlah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah menentukan berapa jumlah uang pertanggungan asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar uang pertanggungan, biasanya harga premi akan semakin mahal.

 

[Baca Juga: Anda perlu Asuransi Jiwa]

 

Tahukah Anda, perusahaan asuransi juga berhak menolak permintaan asuransi jiwa Anda. Meskipun Anda memiliki uang untuk membayar premi, permintaan Anda tidak bisa otomatis diterima. Perusahaan asuransi jiwa akan melakukan perhitungan dan penilaiannya.

 

Syarat dan Kondisi

Hal terakhir yang harus Anda ketahui adalah, seluruh produk asuransi jiwa memiliki syarat dan kondisi yang telah tertulis di polis asuransi jiwa. Uang pertanggungan bisa jadi tidak dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa, jika Anda melanggar syarat dan kondisi yang tertulis di polis.

 

Kesimpulan

Jika Anda saat ini memiliki harta yang cukup, segera buat surat wasiat. Surat wasiat dapat diperbaharui jika dibutuhkan. Setelah Anda membuat surat wasiat jangan lupa beri tahu ahli waris, pengacara keluarga dan perencana keuangan.

 

Apakah Anda pernah ditawari beli uang pertanggungan asuransi jiwa untuk warisan?

 

Image Credit:

  • Family – https://goo.gl/2gPxwS

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku