Anda ingin berganti Profesi, namun ragu-ragu karena takut menyesal nantinya? Pertimbangkan beberapa hal ini dulu ya…

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Berganti Profesi Karena Apa?

Banyak orang ingin beralih profesi dari pekerjaan mereka saat ini. Dengan berbagai alasan mereka mencoba untuk menemukan pekerjaan baru lainnya.

Bisa jadi karena tren yang sedang mewabah, membuka bisnis di online shop, atau endorsement artis, jadi pekerjaan yang banyak diinginkan orang saat ini. Bisa juga karena melihat pekerjaan lainnya yang terasa lebih nyaman dan cocok dengan mereka.

Kamu Mahasiswa Jurusan Akuntansi Ini 8 Prospek Pekerjaan yang Menjanjikan di Masa Depan Kamu 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bukan Jadi Halangan, Ini Tokoh Introvert yang Sukses Dalam Karirnya!]

 

Ada baiknya memang jika seorang pekerja jangan seperti kutu loncat, sebab jika ternyata perusahaan sebelumnya lebih cocok dengan Anda, kecenderungannya Anda akan kesulitan untuk masuk ke perusahaan itu lagi.

Tapi sekali lagi, ada banyak faktor penentu seseorang ingin dan berpindah pekerjaan maupun profesi.

Dilansir dari Forbes, sebelum Anda benar-benar melangkah ke pekerjaan lainnya, coba tanyakan beberapa hal ini dulu untuk memantapkan keyakinan Anda.

 

#1 Apa Alasan Spesifik Mengubah Karier?

Tanyakan pada diri sendiri, mengapa Anda ingin berganti profesi?

Di luar alasan seperti income yang lebih baik, atau mumpung ada peluang. Jika memang dari segi income, maka pikirkan seberapa pentingnya itu.

Apakah income untuk memenuhi kebutuhan keluarga, atau perlu budget untuk menabung.

Hal spesifik ini akan membuat Anda semakin mantap dalam berganti profesi.

 

#2 Perubahan Apa yang Akan Dibuat?

Beberapa hal yang mungkin terjadi adalah perubahan budaya kerja, kebijakan, lokasi dan risiko pekerjaan.

Pertimbangkan segala faktor baik secara internal atau eksternal. Hal ini akan menghasilkan disrupsi pada kehidupan Anda.

 

#3 Apa yang Dapat Dinegosiasikan?

Buatlah daftar hal apa saja yang Anda siap atau tidak siap sebagai bahan pertimbangan.

Seperti siapkah jika harus berpindah kota, atau lokasi yang lebih jauh, perlu banyak lembur, atau bekerja di luar ruangan.

Beberapa hal yang Anda tuliskan membantu Anda menyeleksi peluang yang muncul.

 

#4 Apa Skenario Terbaik dan Terburuk?

Bayangkan risiko terburuk dan juga skenario terbaiknya dalam pergantian profesi ini.

Setelah menuliskan dua skenario itu, analisis yang negatifnya dan pikirkan solusi untuk mengatasi mereka. 

Dengan begitu Anda dapat memberitahu diri bahwa telah mengambil keputusan secerdas mungkin.

Semua itu  memainkan peran besar untuk kepuasan karier di masa yang akan datang.

Jika Anda memiliki keluarga, pertimbangkan juga dampak karier baru bagi mereka.

 

Mengapa Mengubah Karier?

Orang melakukan perubahan karier dengan berbagai alasan. Beberapa di antaranya ingin lebih fleksibel dalam waktu, memangkas jam-jam yang dihabiskan di jalan dan waktu kerja yang panjang.

Stres dan lingkungan kerja yang jauh lebih kompetitif. Bisa juga karena saat ini merasa tidak cocok dengan profesi yang dijalani.

Beberapa orang mungkin dapat mencintai profesi mereka saat ini sekalipun jika dilihat kompensasi gaji yang dimilikinya sebatas cukup.

Masih Cari Lowongan Pekerjaan Mulai Aja Bisnis Online Buat Blog. Begini Contoh Business Plan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Sukses Di Karir Global? Persiapkan 4 Tantangan Berikut Ini!]

 

Beberapa orang yang bahkan cemerlang dalam pekerjaannya bisa saja ingin berganti profesi baru.

Memasuki usia 30-an orang cenderung merenungkan kembali karir dan kehidupannya, kemudian mulai menata mimpi-mimpi dan rencana baru.

Jika pekerjaan yang baru adalah jalan Anda untuk kembali bergairah, simak tips-tips berikut ini.

 

#1 Jangan Terpaku pada Uang

Banyak sekali nasehat yang berkata demikian, beberapa orang merasa tidak bahagia dengan profesinya sekalipun mendapat gaji yang besar.

Pilih pekerjaan yang dapat memberikan lebih banyak kepuasan pada hidup Anda, sehingga Anda bisa jadi jauh lebih bahagia

 

#2 Kenali Kekuatan Anda

Apakah pekerjaan baru Anda nantinya dapat Anda eksekusi dengan kelebihan dan kekuatan yang Anda miliki.

Buatlah daftar keahlian dan keterampilan yang Anda, lalu cari tahu apakah kelebihan yang Anda miliki akan optimal dalam karier baru Anda.

 

#3 Hubungi Mereka yang Telah Berada Pada Profesi yang Anda Inginkan

Lakukanlah riset kecil-kecilan. Anda bisa bertanya bagaimana baik buruknya pekerjaan mereka, tantangan dan risiko pekerjaan mereka.

Ambil pelajaran dari mereka, dapatkan saran-saran terbaiknya. Belajar dari pengalaman orang lain akan memudahkan kita untuk melangkah dengan lebih yakin.

Sebagai karyawan, apakah Anda telah mengatur uang gaji dengan benar?

Finansialku punya cara yang benar untuk mengatur gaji agar kebutuhan kamu terpenuhi lho!

Download sekarang!

Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala KARYAWAN

Download Sekarang, GRATISSS!!!

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

Rencana dan Strategi Untuk Profesi Baru Anda!

Seperti yang Anda ketahui, membuat keputusan untuk berganti pekerjaan butuh pertimbangan yang matang.

Tentu tidak mudah untuk beralih dari zona nyaman ke hal baru yang lebih menantang.

Tapi keberanian untuk mencoba, kadang bisa mengalahkan rasa kecewa karena takut mencoba. Maka buatlah beberapa rencana seperti hal-hal berikut ini.

 

#1 Bangun Networking 

Harus diakui, koneksi amat penting dalam dunia kerja.

Adopsilah kebiasaan memberi dan menerima saat melakukan networking

Jadikan hal ini kebiasaan yang Anda rajin lakukan (bahkan sengaja Anda latih). Jika sedang mencari pekerjaan baru, mulailah membangun koneksi dengan orang-orang di lingkungan profesional Anda. 

 

#2 Lakukan Pengujian

Jika Anda seorang pekerja kantoran yang ingin banting stir menjadi wirausahawan, maka cobalah untuk merintis bisnis tersebut di sela pekerjaan Anda.

Dengan begini Anda akan memiliki gambaran tentang kemungkinan atau risiko berbisnis dibidang yang akan Anda tekuni nantinya.

Pengujian akan menentukan apakah Anda nantinya nyaman dengan pekerjaan baru yang Anda pilih.

 

#3 Timba Ilmu

Sebelum terjun bebas sebaiknya persiapkan diri Anda dengan menimba ilmu, seperti kembali bersekolah formal untuk melebarkan kesempatan dalam ketatnya persaingan dunia kerja.

Atau bisa juga Anda mengikuti kursus, dan pelatihan-pelatihan di waktu senggang Anda untuk menambah hard skill.

Banyak membaca buku dan memperluas pergaulan juga bisa menjadi salah satu cara menggali ilmu untuk bidang yang Anda minati.

Seperti melansir kisah dari situs Qerja.com,  Cara terakhir ini yang ditempuh oleh Wardah Fajri (Wawa), sebelum memutuskan untuk melepas pekerjaan tetapnya, dan membangun Komunitas BloggerCrony. “Cita-citanya memang ingin menjadi penulis independen yang bebas,” ujar Wawa.

10 Pekerjaan Hobi Travelling Ini Pas Banget Buat Kalian! 01 - Finansialku

[Baca Juga: “Apa Tujuan Karir Anda?” Ini Jawaban Profesional Saat Wawancara]

 

Wawa tak pernah berhenti belajar untuk menimba ilmu dari sekitarnya, dan membangun relasi, hingga akhirnya ia merasa siap dengan melepas segala fasilitas yang didapatnya dari pekerjaan penuh waktunya.

“Saya enggak main-main waktu memutuskan resign dari kantor, semua sudah diperhitungkan risiko moral dan materialnya. Bahkan saya banyak membaca buku tentang menjadi pekerja mandiri, yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Beneran sudah siap?’, ‘Nanti tidak ada fasilitas, lho?’, “Nanti begini dan begitu’, dan seterusnya,”cerita Wawa.

Saran tambahannya dalam melewati masa transisi, jangan kelamaan galau, jalani dan terus berusaha.

 

#4 Tingkatkan Soft Skill Disamping Hard Skill 

Tidak hanya hard skill, meningkatkan soft skill adalah hal penting yang juga Anda butuhkan agar berhasil di tempat kerja atau profesi manapun nanti.

Kembangkan hard skill apa yang paling banyak dibutuhkan lalu tambahkan dengan soft skill yang perlu dimiliki.

Beberapa contoh soft skill yang dapat dikembangkan seperti leadership, management, komunikasi, relationship hingga bekerja underpressure.

Dengan menguasai soft skill yang banyak dicari tentu kamu akan menjadi lebih menarik di bagi para perekrut. 

Sangat disarankan agar Anda tidak berpindah pekerjaan atau berganti profesi hanya karena sekedar alasan-alasan emosional yang sifatnya sesaat.

Seperti mungkin putus dengan pasangan Anda di kantor, harga diri diremehkan atau ikut-ikutan tren tanpa Anda benar-benar memahami bidangnya.

Jika sebuah masalah adalah pemicunya, maka usahakanlah agar masalah itu dapat diatasi dan komunikasikan lebih dulu.

Persiapkan juga dana darurat 3 hingga 6 bulan kali gaji Anda, sehingga dimasa transisi karir, Anda masih dapat memenuhi keperluan pribadi Anda.

Jika Anda telah terbebas dari alasan-alasan itu, Go A Head! Semoga beruntung!

 

Jika Anda memiliki kontrol yang baik atas keuangan sendiri, maka Anda bisa mengetahui kondisi finansial serta kebocoran-kebocoran keuangan.

Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir lagi akan kestabilan finansial.

Nah… buat Anda yang tertarik untuk menggunakan Aplikasi Finansialku, Anda juga dapat mengunduhnya di Android maupun iOS dengan mengklik tautan berikut ini.

playstore icon
appstore icon

 

Anda merasa suka boros? Ikuti tips menabung dan investasi untuk karyawan yang boros!

 

Berikan komentar dan pendapat Anda pada kolom berikut ini, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 16 Oktober 2014. Ingin Ganti Pekerjaan Tanpa Rasa Menyesal? Perhatikan 5 Hal Ini. Fimela.com – https://bit.ly/2OY6M9u
  • Persiapan Sebelum Memutuskan Ganti Profesi atau Karier. Qerja.com – https://bit.ly/3278L2Q
  • Admin. 26 Desember 2018. Mau Ganti Profesi? Jawab Dulu 4 Pertanyaan Ini. Liputan6.com – https://bit.ly/301lTnt
  • Widyanto Gunadi. 31 Mei 2020. 7 Persiapan Sebelum Pindah Kerja. Ekrut.com – https://bit.ly/304SytX