Berinvestasi itu Gabungan Psikologi Investasi dan Ekonomi kata Seth Klarman. Perencana keuangan independen Finansialku akan membahas psikologi investasi.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Fin Quotes

 

Benarkah Berinvestasi = Psikologi Investasi + Ekonomi?

Salah seorang ahli investasi bernama Seth Klarman mengatakan:

 

English

Investing is the intersection of economics and psychology.

Seth Klarman

 

Berinvestasi itu Gabungan Psikologi Investasi dan Ekonomi - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Indonesia

Investasi adalah gabungan antara ekonomi dan psikologi

Seth Klarman

 

Sekilas pernyataan Seth Klarman ini, terdengar sederhana. Apa hubungannya berinvestasi dengan psikologi? Klarman mengatakan bahwa ekonomi, valuasi bisnis bukan hal yang sulit. Psikologi investasi: berapa yang dibeli, pada harga berapa Anda membeli, apakah Anda menunggu pada harga yang lebih bawah lagi, apa yang akan Anda lakukan jika investasi Anda tidak sesuai dengan harapan?

 

Keputusan Investasi berdasarkan Psikologi Investasi?

Dalam investasi terkenal dua istilah keren yang menunjukkan psikologi investasi yaitu fear (takut) dan greed (tamak). Banyak ahli mengatakan bahwa harga saham bergerak karena salah satunya dipengaruhi oleh faktor emosi atau psikologi investasi.

Contoh:

  • Pernakah Anda mengalami ketakutan saat melihat running trade?
  • Pernakah Anda merasa sangat yakin saat ingin menjual?
  • Pernakah Anda merasa ragu, apakah ini sudah harga terbawah atau belum?

Behavioral Finance adalah paradigma yang mempelajari pasar keuangan berdasarkan psikologi kognitif. Psikologi Kognitif menjelaskan “ketidakrasionalan” manusia mempengaruhi pergerakan harga saham. Beberapa pola berkaitan dengan ketidakrasionalan adalah: overconfidence (percaya diri berlebih), heuristics, mental accounting, conservatism dan disposition effect.

 

Bagaimana agar tidak Berinvestasi pakai Emosi?

Ketika kita berinvestasi, ada baiknya kita mengetahui apa tujuan investasi kita? Apa rencana atau strategi investasi kita. Usahakan segala keputusan: misal membeli pada harga sekian, menjual pada harga sekian, cut loss pada harga sekian didasari pada trading plan.

Menetralkan emosi adalah pekerjaan yang sulit untuk setiap investor. Kesuksesan investor-investor kelas dunia seperti Warren Buffet disebabkan karena keputusan investasi mereka tidak didasarkan pada psikologi investasi atau emosi.

 

Kesimpulan

Ketika berinvestasi kedepankan rencana investasi bukan emosi. Ambil keputusan sesuai dengan rencana yang ada (dari indikator teknikal atau fundamental).

 

Download E-Book Apa Tujuan Keuangan Anda? (GRATIS)

Apa Tujuan Keuangan Anda Ebook - Perencana Keuangan Independen Finansialku