Bunga Kredit Naik, Ekspansi Pengusaha Melambat, P2P Lending Makin Kompetitif

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Hal ini membuat pertumbuhan ekspansi pengusaha melambat.

Sebaliknya, kenaikan suku bunga kredit ini membuat pemain fintech dibidang peer-to-peer lending (P2P) jadi lebih kompetitif.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Ekspansi Pengusaha Melambat

Setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR) sebesar 25 basis poin ke 5,75 persen, sejumlah pengusaha sektor perbankan bersiap-siap menaikkan suku bunga kreditnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pertumbuhan ekspansi usaha melambat karena pengusaha akan lebih berhati-hati.

Bunga Kredit Naik, Ekspansi Pengusaha Melambat, P2P Lending Makin Kompetitif 2 Finansialku

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B. Sukamdani

 

Kondisi ini dipandang tidak menguntungkan bagi pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Untuk itu, menurut Hariyadi, salah satu langkah antisipasinya adalah pengusaha harus teliti mengelola segi operasional secara efisien.

Di sisi lain, situasi ini membawa kekhawatiran pada turunnya daya beli masyarakat. Solusinya, ungkap Hariyadi, pengusaha harus mengamankan pasar domestik.

Dilansir dari Tempo.co, Selasa (9/10/2018), ia memaparkan:

“Jangan sampai pasar domestik dikuasai barang dari luar atau impor. Suplai bahan baku sebisa mungkin bisa substitusi, jangan impor semua.”

 

Menurutnya, pengusaha dan pemerintah harus meningkatkan nilai tambah produksi agar ekonomi mampu bertahan dalam situasi ini.

Ia melanjutkan, poin penting yang menjadi sorotan adalah pemerintah tidak boleh panik, pengusaha pun perlu menghadapi situasi saat ini. Seperti diketahui kenaikan suku bunga kredit bank sejauh ini masih dapat diterima.

 

Naikkan Suku Bunga Kredit

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menuturkan sejumlah bank sudah menaikkan suku bunga 25-50 bps.

Menurut dia, basis poin tersebut dinilai cukup moderat di tengah perlambatan konsumsi rumah tangga.

Bunga Pinjaman KTA 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bank Indonesia Diperkirakan Tidak Akan Naikkan Suku Bunga]

 

Bhima menuturkan ekspansi usaha bisa terganggu apabila menaikkan suku bunga yang agresif. Ia juga berpendapat, kalau tidak hati-hati maka non performing loan (NPL) atau kredit bermasalahnya akan naik:

“Jika terjadi, maka yang rugi bank-nya sendiri. Untuk itu, biasanya bank lebih memilih untuk potong net interest marjinnya dibandingkan naikkan bunga kredit. “Itu trade off-nya.”

 

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Tjahja Setiaatmaja sudah menaikkan dua kali suku bunga kredit sepanjang tahun ini. Kenaikan pertama dilakukan pada Agustus lalu. Kemudian, suku bunga kembali naik pasca kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-DRR.

“Kami memang sudah naikkan 25 bps karena The Fed menaikkan suku bunga 25 bps. Tetapi ternyata kurs (dolar) masih ada peningkatan. Jadi memang seharusnya kalau dinaikkan 50 bps lebih aman.”

 

Tjahja memandang, untuk lebih amannya, sebaiknya suku bunga kredit naik sebesar 50 bps. Namun, jika keputusan tersebut diambil, maka akan mempengaruhi dunia usaha. Pasalnya, jika bank menaikkan suku bunga terlalu tinggi, maka pertumbuhan dunia usaha akan semakin terseok. Melihat risiko tersebut, akhirnya kenaikan suku bunga ditekan perlahan.

“Tetapi ini kan seperti buah simalakama, sehingga yang kami pilih 0,25. Yang penting dijaga jangan sampai inflasi tidak terlalu tinggi, sehingga harga barang tidak melonjak terlalu tinggi.”

 

Senada dengan Tjahja, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Menurut Direktur BTN Iman Nugroho Soeko, menaikkan suku bunga bank merupakan agenda rutin yang dilakukan setelah The Fed yang menaikkan suku bunga kebijakan Fed Fund Rate (FFR) dan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR).

 

Biasanya, kata dia, kenaikan tersebut biasanya diikuti kenaikan suku bunga deposito lalu ditransmisikan ke dalam kenaikan suku bunga kredit:

“Kelihatannya suku bunga akan dinaikkan. Akan diputuskan dalam rapat alco (asset liability committee) yang digelar pekan depan. Detail analisis mah disusun tim alco.”

 

Direktur Treasury dan International BNI Rico Rizal Budidarmo menuturkan bunga Kredit BNI dengan suku bunga floating atau reference rate secara otomatis sudah menyesuaikan dengan kenaikan bunga pasar seperti JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) atau London Interbank Offered Rate (LIBOR).

Keduanya menggunakan suku bunga mengambang (floating rate), yakni besarnya perubahan suku bunga disesuaikan dalam jangka waktu tertentu.

“BNI masih mengedepankan kualitas aset tetap terjaga, namun untuk kredit baru diberikan sesuai dengan suku bunga pasar saat ini.”

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

P2P Lending Kompetitif

Dikutip dari Koran Kontan, Senin (8/10/2018), terkait kenaikan suku bunga kredit bank yang berkisar 25 bps hingga 100 bps, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran Christopher Gultom mengatakan hal itu belum memberikan pengaruh signifikan pada kegiatan P2P Lending.

Bahkan, banyak fintech yang belum melakukan penyesuaian terhadap suku bunga, termasuk Akseleran.

 

Ia melanjutkan, suku bunga yang ada di P2P lending masih lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga perbankan, yakni sebesar 12 persen hingga 14 persen per tahun sebelum BI-7DRR naik sebesar 25 bps pada Mei lalu.

Sebagai perbandingan, rata-rata suku bunga di Akseleran sebesar 18 persen hingga 21 persen per tahun untuk para debitur.

“Dengan kenaikan suku bunga, sebenarnya kami sebagai pemain P2P Lending cukup diuntungkan karena bunga kami terasa lebih kompetitif.”

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita mengenai pengaruh kenaikan suku bunga acuan dan suku bunga kredit? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Danielisa Putriadita. 10 Oktober 2018. Kenaikan BUnga Kredit Buat P2P Kompetitif. Koran Kontan
  • Larissa Huda. 10 Oktober 2018. Pertumbuhan Ekspansi Pengusaha Melambat pasca Kenaikan Suku Bunga Kredit. Tempo.co – https://goo.gl/yozEBW

 

Sumber Gambar:

  • Bunga kredit naik – https://goo.gl/ZxYHxC
  • Bunga kredit naik 2 – https://goo.gl/whMSzo
Summary
Bunga Kredit Naik, Ekspansi Pengusaha Melambat, P2P Lending Makin Kompetitif
Article Name
Bunga Kredit Naik, Ekspansi Pengusaha Melambat, P2P Lending Makin Kompetitif
Description
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Hal ini membuat pertumbuhan ekspansi pengusaha melambat. Sebaliknya, kenaikan suku bunga kredit ini membuat pemain fintech dibidang peer-to-peer lending (P2P) jadi lebih kompetitif.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-10-12T13:36:17+00:00October 12th, 2018|Categories: Berita, Fintech|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Arief Rahman Hakim
Arief Rahman Hakim, Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, jurusan Jurnalistik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pernah aktif di organisasi pers mahasiswa antarkampus di Bandung dan magang di berbagai media cetak. Berminat mengembangkan lebih jauh potensi di bidang penulisan dan jurnalisme.

Leave A Comment