Cara Bagi Hasil Bisnis Patungan

Cara Bagi Hasil Bisnis Patungan. Anda memiliki pengalaman bisnis patungan? Bagaimana cara membagi hasil yang adil dalam bisnis patungan? Ada seorang penulis bernama Mike Moyer yang memiliki ide pembagian hasil bisnis patungan yang adil, tidak hanya dari modal yang disetorkan. Finansialku kali ini akan membahas cara bagi hasil bisnis patungan.

iStock_000000730214XSmall Cara Bagi Hasil Bisnis Patungan

 

Permasalahan dalam Bagi Hasil Bisnis Patungan

Menurut Anda, bagaimana cara membagi keuntungan sebuah perusahaan yang baru berdiri (startup business)? Umumnya jenis bagi hasil bisnis patungan adalah pembagian dengan porsi yang tetap (fixed equity split). Sebagai ilustrasi, sebuah bisnis dibuat oleh Aro dan Bob, dengan komposisi:

Cara-Bagi-Hasil-Bisnis-Patungan---Model-1

Aro dan Bob membuat sebuah bisnis patungan dengan modal awal Aro sebesar 350 juta dan modal awal Bob 150 juta. Perhitungan porsi bagi hasil dari bisnis patungan tersebut adalah Bob 30% dan Aro 70%. Komposisi ini sifatnya akan tetap selama bisnis patungan tersebut berjalan (hingga terjadi perubahan komposisi kepemilikian, misal Aro menjual porsi bagiannya ke Aro atau ke orang lain).

Suatu saat Aro mendapatkan peluang bisnis baru dan kemudian menjalankan bisnis barunya. Apa yang terjadi dengan Bob? Bob harus mengerjakan porsi pekerjaan Aro (beban bertambah) sedangkan porsi bagi hasil tetap.

Terkadang bagi hasil bisnis patungan dengan komposisi pembagian dengan porsi saham yang tetap (fixed equity split) kurang adil, karena pembagian dilihat dari komposisi modal awal. Apakah ada solusi lain untuk bagi hasil usaha patungan?

Mike_Moyer Cara Bagi Hasil Bisnis Patungan

Mike Moyer seorang penulis buku mengungkapkan idenya porsi saham dinamis (dynamic equity split) dalam bukunya yang berjudul slicing fee – funding your company without money. Idenya adalah bagi hasil bisnis patungan dilakukan sesuai dengan kontribusi.

  • Jika kontribusi Aro 50% maka Aro mendapatkan bagian 50%.
  • Jika kontribusi Aro 20% maka Aro mendapatkan bagian 20%.

Bagaimana cara kerja dari dynamic equity split?

 

Cara Baru Bagi Hasil Bisnis Patungan

Dalam teori porsi saham dinamis (dynamic equity split) bagi hasil bisnis disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pemilik (founder), contoh waktu, modal usaha, lisensi, paten, kemampuan dan lainnya.

Cara Baru Bagi Hasil Bisnis Patungan 1

Cara Baru Bagi Hasil Bisnis Patungan 2

Sebagai ilustrasi Finansialku menggunakan 2 variabel yaitu waktu dan modal setor awal. Ada dua orang bernama Aro dan Bob yang mulai membangun sebuah bisnis patungan di bidang properti. Aro memiliki kenalan atau network yang cukup luas di bidang property dan sejumlah dana. Bob memiliki kemampuan untuk melakukan manajemen dan keuangan. Sesuai kesepakatan awal satu jam kerja Aro dihargai Rp 250.000 per jam (karena lebih berpengalaman di bidang properti), sedangkan satu jam kerja Bob dihargai Rp 100.000 per jam (karena Bob tidak memiliki pengalaman dibidang property sebelumnya). Kemudian di awal usaha Bob menyertakan modal sebesar Rp 150.000.000 dan Aro sebesar Rp 350.000.000.

 

Setelah satu bulan ternyata kontribusi Aro dan Bob ditunjukkan pada tabel berikut:

Cara-Bagi-Hasil-Bisnis-Patungan---Model-2

 

Contoh keuntungan perusahaan patungan tersebut adalah Rp 100.000.000. Aro dan Bob setuju 50% keuntungan perusahaan digunakan untuk modal kerja, dan sisanya dibagikan sesuai dengan porsinya masing-masing. Maka pembagian keuntungan yang didapat Aro adalah (70% x 50.000.000) = 35.000.000 dan keuntungan yang didapat Bob adalah (30% x 50.000.000) = 15.000.000.

 

Bagaimana kalau tiba-tiba Aro mendapat ide bisnis lain dan Aro meninggalkan bisnis patungan dan menjadi pemodal pasif saja?

Cara-Bagi-Hasil-Bisnis-Patungan---Model-3

Contoh keuntungan perusahaan patungan tersebut adalah Rp 100.000.000. Aro dan Bob setuju 50% keuntungan perusahaan digunakan untuk modal kerja, dan sisanya dibagikan sesuai dengan porsinya masing-masing. Maka pembagian keuntungan yang didapat Aro adalah (68% x 50.000.000) = 34.000.000 dan keuntungan yang didapat Bob adalah (32% x 50.000.000) = 16.000.000.

 

Berikut ini video Youtube mengenai cara bagi hasil bisnis patungan dengan metode porsi saham dinamis (dynamic equity split).

YouTube Courtesy. Mike Moyer – Slicing Pie for Startup Business Center

 

Metode porsi saham dinamis (dynamic equity split)  sangat cocok apabila bisnis belum berbadan hukum perseoran terbatas (PT). Apabila perusahaan sudah berbadan hukum PT, peraturan pembagian hasil disesuaikan dengan aturan PT yang berlaku di Indonesia. UU 40 tahun 2007.

 

Kesimpulan

Metode bagi hasil pada bisnis patungan terdapat dua jenis. Orang umumnya menggunakan metode porsi saham yang tetap (fixed equity split). Metode yang baru disebut dengan teori porsi saham dinamis (dynamic equity split).

 

Sumber:

Slicingpie

 

 

Download E-Book Apa Tujuan Keuangan Anda? (GRATIS)

Apa Tujuan Keuangan Anda Ebook - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang

 

 

By | 2016-12-16T10:41:55+00:00 December 1st, 2013|Categories: Bisnis|Tags: , , , |142 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

142 Comments

  1. Desy Eka Asriana 29 April 2016 at 20:10

    Teman saya mau buka usaha seafood modal sekitar 16 jta saya menanam saham sktar 6,5 jta. Dan yg tukang koki masaknya teman saya. Gmn cara membagi laba dg baik,adil dan benar…

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 16:30

      Halo Ibu Desy, Terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Kalau perusahaan ibu masih perusahaan perseorangan, Ibu dapat mendiskusikan dengan teman ibu.
      Misal teman ibu sebagai koki mendapat gaji bulanan dan pembagian sebesar sekian persen.
      Sebaiknya Ibu bicara atau negosiasi dengan teman ibu.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  2. Dika 13 June 2016 at 07:01

    Selamat Pagi,

    Saya ingin konsultasi dengan kondisi saya saat ini terkait pembentukan PT di bidang konsultan perencanaan dan pengawasan bidan sipil dan pengairan.
    Teman saya mempunyai sebuah ruko dan modal yang cukup besar, sebut saja namanya Putra.

    Putra menginginkan saya untuk mendirikan serta mengelola bisnis tersebut bersama tim yang saya pilih nantinya sebagai orang – orang yang akan bersama – sama merintis dari awal.

    Di dalam PT pasti ada Komisari Utama dan Direktur Utama, dalam hal ini sebaiknya Putra dijadikan Komisaris Utama atau hanya sebgai Investor?
    Jika sebagai Investor, maka ketika PT sudah melunasi segala investasi yang dulu pernah di tanamkan jadi Putra tidak mendapatkan profit dari keuntungan bersih PT dan itu yang Putra tidak inginkan.

    Jika sebagai Komisaris Utama, maka tentu saja modal yang diberikan ialah seharga Ruko beserta sarana prasarananya. anggaplah total nilainya ialah 700jt dan apakah itu bisa dianggap sebagai nilai saham yang dimiliki Putra? jika iya, maka tidak ada satupun dari saya maupun tim saya yang sanggup mengimbangi karena nominalnya terlalu besar.

    Pernah tercetus sebuah ide untuk pembagian saham 70%-30%. Tentu saja Putra mempunyai saham 70% dan kami (saya dan tim saya) mempunyai 30%. Nah, saham 30% tersebut bukan berupa uang atau benda melainkan kerja keras serta loyalitas kami terhadap perusahaan. Dan kami sepakat untuk membagikan profit bersih tiap tahunnya. Lalu apakah Putra tiap tahun akan medapatkan 70% keuntungan bersih perusahaan? ataukah bisa kami membedakan antara pembagian nilai saham dengan pembagian profit. Jadi nantinya Putra akan mendapatkan 20% dari hasil profit bersih perusahaan.apakah bisa seperti itu?

    Mohon maaf jika pertanyaan2 saya agak membingungkan dan saya harap anda bisa mengerti apa yang maksud serta memahami kondisi yang saat ini saya alami.
    Terimakasih banyak sebelumnya 🙂

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 09:27

      Halo Pak Dika, terima kasih sudah mengunjungi website Finansialku.com
      Kami akan coba menjawab pertanyaan Bapak.

      1. Di dalam PT pasti ada Komisari Utama dan Direktur Utama, dalam hal ini sebaiknya Putra dijadikan Komisaris Utama atau hanya sebgai Investor?Menurut kami, sebaiknya Anda perhitungkan kembali, apakah Pak Putra mendanai bisnis sebagai kreditur atau investor.
      Jika Pak Putra menjadi investor, keuntungan yang dia harapkan adalah: dividen dan kenaikan value (nilai) perusahaan.
      Jika Pak Putra menjadi kreditur, keuntungan yang dia harapkan adalah: bunga kredit.

      Investor apakah lebih cocok jadi komisaris atau direktur?
      Jika Pak Putra akan terlibat dalam operasional harian, maka lebih cocok jadi direktur.
      Jika Pak Putra hanya investasi di tempat dan uang, maka lebih cocok jadi komisaris.
      Ow ya, setiap pengelola perusahaan harus mendapatkan gaji bulanan.

      2. Persentase saham tidak harus, selalu dinilai dari banyaknya uang yang ditanamkan dalam perusahaan.
      Investor yang masuk dalam perusahaan itu perlu dinilai dari peran sertanya (what do you bring to the table?), contoh:
      modal uang, jaringan atau koneksi bisnis, know how (resep bisnis) dan ide bisnis. Anda dapat mengatur pembagian saham dengan menilai masing-masing peran serta.

      3. Lalu apakah Putra tiap tahun akan medapatkan 70% keuntungan bersih perusahaan? ataukah bisa kami membedakan antara pembagian nilai saham dengan pembagian profit. Jadi nantinya Putra akan mendapatkan 20% dari hasil profit bersih perusahaan.apakah bisa seperti itu?
      Dalam laporan keuangan perusahaan, bagian yang paling bawah keuntungan bersih setelah pajak (Net profit after tax). Katakanlah angka keuntungan bersih setelah pajak adalah Rp 100jt.

      Anda tidak bisa serta merta membagikan Rp 100jt kepada pemilik saham. Anda harus menganggarkan untuk:
      Capex – Capital Expenditure – Investasi bisnis di tahun depan.
      Opex – Operational Expenditure – Modal kerja bisnis di tahun depan.
      Stratex – Strategic Expenditure – Pengeluaran jika perusahaan Anda akan melakukan aksi korporasi dan strategik.
      Dividen – Keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham.

      Saran kami:
      1. Rundingkan dengan Calon Investor, ekspetasi Anda dan tim dengan ekspetasi calon investor. Jika ada perbedaan cari jalan ketemunya.
      Jika tidak ketemu, cari solusi lain.
      2. Pelajari dulu mengenai aturan PT dan laporan keuangan PT.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Pak Dika.

  3. ali 19 June 2016 at 13:40

    Bagaimana pembagian jika ada 3 orang founder, ide awal dari A lalu dia mengajak B dan C untuk membuat suatu usaha, dimana kita selama dua bulan kita bekerja 12 jam keatas dimana kita selama dua bulan tersebut belum ada pendapatan.
    lalau mendapatkan investor dan ketika pembagian : A=70% dan C masing 15% apakah itu adil?
    si A modal 5 juta, B dan C modal kemampuan dan jam kerja yang tinggi.

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:53

      Hi Pak Ali, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Ali, kami tidak bisa mengatakan adil atau tidak.
      Jika ide awal di hargai 70% dan memang itu sesuai sah-sah saja Pak.
      Pembagian keuntungan atau bagian ini sebaiknya mengacu pada perjanjian awal antar aA, B dan C.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  4. agus 11 July 2016 at 00:29

    Selamat pagi pak
    Perkenalakan saya agus
    Mohon bantuanya pak
    Saya ini saya akan mendirikan sebuah usaha bergerak dibidang agrobisnis (perdangangan beras premium)
    Dan rencanaya akan ada satu investor yang akan menginvetasikan modal untuk usaha yang akan saya dirikan
    Pertanyaan saya pak,saat ini saya hanya bermodalakan tempat usaha,serta menjalankan usaha ini dan investor akan memberikan modalnya untuk merivitalisasi alat rice mill dan modal kerja yg kira kira mencapai 1 M
    Kira kira bagaimana sistem yang baik untuk pembagian keuntungan,dan resiko mohon saran dan batuanya terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 11 July 2016 at 09:27

      Hallo Pak Agus, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com

      Saran kami mengenai bisnis Bapak adalah :
      1. Bentuk badan usaha yang berbadan hukum PT, agar keuangan dan lainnya lebih tertib.
      2. Lakukan peniliaian terhadap bisnis Anda sekarang. Anda dapat menggunakan jasa business appraisal.
      3. Lakukan negosiasi berdasarkan hasil perhitungan business appraisal dan segala value yang Anda tawarkan dalam bisnis.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Anda.

  5. Dyah 14 July 2016 at 16:36

    Saya ingin bertanya. Rencana saya dan 2 teman saya akan medirikan sebuah bisnis di bidang desain grafis. Di modal awal kita dapat pinjaman dari Bank sebesar 25Jt. Plus Modal dari uang saya Pribadi 5Jt jadi total Modal Usaha sebesar 30 Jt. Saya ikut terjun dalam pengelolaan manajamen bisnis dan 2 teman saya investasi dengan Skill mereka di Bidang desain grafis. Bagaimana Aturan perhitungan bagi hasil nya ? Terimakasih.

    • Finansialku
      Finansialku 15 July 2016 at 16:39

      Hi Dyah, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Dyah:
      Jika perusahaan Dyah masih perusahaan perseorangan, sebenarnya masih ada ruang negosiasi yang luas, khususnya untuk nilai perusahaan.
      Contoh:
      Dyah = modal Rp 5 juta + skill Rp 15 juta = Rp 20 juta.
      Teman A = skill Rp 15 juta
      Teman B = skill Rp 15 juta
      Total nilai perusahana Rp 50 juta.

      maka bagian:
      Dyah = 20 / 50 = 40%.
      A = 30%
      B = 30%

      Mengenai utang caranya:
      Keuntungan usaha digunakan untuk bayar cicilan utang bank terlebih dahulu.
      Jika ada sisa keuntungan, prioritaskan untuk modal kerja dan investasi (misal beli komputer atau alat desain).
      Selebihnya dapat dibagi ke Dyah dan kedua orang teman sesuai porsinya.

      Semoga jawaban kami dapat membantu ya,

  6. karmila wati 2 August 2016 at 17:21

    Hai…saya mau bertanya kami mau membuka bisnis kuliner bersama ipar ku ber empat tpi yg satu ny pemilik bangunannya dan kami bertiga bermodal 10jt satu org sdang kan yg satu tidak masuk kan modal karna dia mempunyai ruko yg mau kami kelola.bagai mana cara pembagian ny dari kami berempat pak…..

    • Finansialku
      Finansialku 3 August 2016 at 09:00

      Hi Karmila, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Salah satu cara untuk menghitung modalnya adalah dengan menilai kontribusi masing-masing orang.
      Kontribusi bisa saja dari tempat, modal kerja, pengalaman, memiliki potensi customer dan lain sebagainya.
      Contoh:
      Teman 1, modal kerja Rp 10 juta
      Teman 2, modal kerja Rp 10 juta
      Anda, modal kerja Rp 10 juta
      Teman 3, tempat Rp 70 juta
      Total modal Rp 100 juta

      Maka teman 1, teman 2 dan Anda masing-masing = Rp 10 / Rp 100 = 10%
      Sisanya teman Anda = Rp 70 / Rp 100 = 70%

      Harus diingat bisnis tidak hanya membutuhkan tempat dan modal kerja, Anda juga perlu mempertimbangkan pengalaman, potensi customer dan lainnya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  7. muttaqi 10 August 2016 at 10:46

    Pagii…,mau tanya nih,sy mau buka usaha sama temen 5 orang patungan 5.000.000 an,namun untuk tempat usaha adalah milik saya,yg saya tanyakan untuk tempat usaha idealnya berapa presen ya sharing fee nya? mohon jawabanya,trmksh

    • Finansialku
      Finansialku 15 August 2016 at 23:35

      Hi Pak Muttaqi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      untuk perhitungannya Bapak bisa menggunakan 2 opsi:
      a. Opsi 1 : Bapak menghitung biaya sewa dan bisnis Anda dianggap bayar sewa kepada Bapak.
      b. Opsi 2 :
      Bapak menghitung : Rp 5.000.000 + Rp 20.000.000 (sewa tempat) = Rp 25.000.000
      4 teman lainnya, masing-masing =: Rp 5.000.0000 x 4 = Rp 20.000.000

      maka pembagian hasilanya:
      Bapak = Rp 25 / Rp 45 = 55,56%
      4 teman Bapak, masing-masing Rp 5 / Rp 45 = 11,11%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  8. antok 11 August 2016 at 13:59

    Saya mempunyai usaha warung, dan sudah berjalan dan menghasilkan keuntungan, sekarang warung saya di perbesar menjadi kedai, saya mendapatkan tambahan modal untuk memperbesar warung saya dari 2org teman saya, tmn 1 30%, tmn 2 30%, dan saya sebagai pemilik usaha 40%. Saya sebagai pemilik modal 40% dan sebagai pengelola, sedangkan 2tmn saya hanya sebagai Pemodal pasif, yang saya tanyakan, bagaimana cara pembagial hasil yang sesuai ?

    • Finansialku
      Finansialku 15 August 2016 at 23:32

      Hi Pak Antok, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      menjawab pertanyaan Bapak, maka
      Anda dapat menghitung segala nilai yang diberikan oleh Anda dan teman-teman,
      contoh:
      Anda : Modal awal Rp 40 juta dan resep rahasia bisnis Rp 10 juta total Rp 50 juta.
      Teman A : Modal sebesar Rp 30 juta
      Teman B : Modal sebesar Rp 30 juta

      Maka pembagian hasil
      Anda = Rp 50 / Rp 110 = 45,4%
      Teman A = Rp 30 / Rp 110 = 27,3%
      Teman B = Rp 30 / Rp 110 = 27,3%

      Semoga jawaban kami dapat membantu Bapak.

  9. Irpan 9 September 2016 at 15:31

    Assalamualaikum

    Pak, tolong bantu jelasin ya, saya mau Franchise minuman ke si A, dan si B nawarin tempat sewa dengan perlengkapan booth,listrik,dll. masalahnya saya masih bingung dengan sistem bagi hasil dengan si B si pemilik sewa tempat, 70-30 %.
    Dan yg ngelola usaha nya saya pak. Bantu jawab ya?

    • Finansialku
      Finansialku 17 September 2016 at 10:16

      Hi Pak Irpan, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Mohon maaf kami kurang memahami pertanyaan Bapak, jika berkenan bapak bisa menjelaskan lebih detil lagi.
      Terima kasih.

  10. syri wahyuni 15 September 2016 at 19:36

    ada perusahaan yang menawarkan kerja sama kepada saya
    di sini saya sebagai penyedia lahan yang di butuhkan perusahaan disini sistemnya sistem kontrak
    sedangkan perusahaan hanya memberikan 5% dari laba bersih perusahaan setiap bulannya
    apakah persentasi tersebut sangat kecil?
    bagaimana menurut anda

    • Finansialku
      Finansialku 17 September 2016 at 10:03

      Hallo Ibu Sri Wahyuni, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf kami tidak bisa menjawab pertanyaan ibu, karena data yang kurang lengkap.
      Terkadang bagi hasil disesuaikan dengan jenis industri dan aturan yang berlaku.
      Mungkin ibu bisa negosiasi dengan perusahaan, bagaimana cara perhitungan bagi hasilnya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  11. Amal 20 October 2016 at 13:04

    Saya ingin memulai bisnis bersama teman saya. Dia mnyetor 30% trus saya menyetor 50% yg punya usaha saya sendiri dia cuma mau tanam moda.
    Kira” bgaimna cara pembagian hasilnya?

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:50

      Hi Amal, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Untuk menjawab pertanyaan Amal, kami sudah memiliki artikel dan penjelasannya
      Silahkan cek artikel kami : Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha dengan Investor.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  12. Evi 17 November 2016 at 02:24

    Saya rencana mau buka coffee shop sederhana di rumah yang kebetulan agak strategis untuk berbisnis. 100% dana modal dari saya. Saya butuh orang yang mengelola secara langsung bisnis tersebut karena kebetulan saya tinggal di luar negri jadi tidak memungkinkan secara fisik di lokasi. Saya rencana membagi 25% dari profit bersih (setelah dikurangi biaya operational, tempat (dihitung sewa), listrik, wifi, biaya penyusutan, pegawai dan 5-10% biaya tak terduga).
    Jika biaya penyusutan sudah balik modal, apakah tetap saya kurangkan juga atau bagaimana? 25% sudah sesuai belum, jika tidak berapa adil-nya?
    Dapat dikatakan saya bayar karyawan tetapi berdasarkan profit. Saya akan ikut handle secara tidak langsung – terutama marketing, cash flow dll-nya.
    Bagaimana jika 3 bulan pertama tidak ada income yang bisa dibagi? apa saya harus memberikan gaji hingga ada profit yang dapat dibagi atau bagimana?

    Mohon saran dan input. Terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:20

      Hi Ibu Evi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Anda dapat menerapkan pembayaran gaji minimum dan bonus.
      Jadi jika belum ada profit, Ibu Evi dapat memberikan gaji minimum tanpa bonus.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  13. Reza 28 November 2016 at 14:29

    Assalamualaikum Pak bisa menjelaskan ini pak
    saya mempunyai usaha yg saya sebut dengan D dan memiliki 5 orang karyawan dengan gaji umr jkt, dan saya mendapatkan client yg saya sebutnya A, si A ingin membuat suatu produk saya sebutnya B, tetapi si A tidak bisa membayar sekali putus melainkan ingin bekerja sama dengan D,
    disini saya bingung untuk kerja sama nya bagaimana apakah si A hanya perlu membayar gaji karyawan saja perbulannya atau bagaimana ya ? saya mohon nasihatnya dan nanti dibagian akhirnya itu ada pembagian saham antara A dengan D
    Terima kasih sebelumnya sudah mau menjawab pertanyaan saya

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:45

      Wassalamu’alaikum Pak Reza, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Kami mohon maaf, karena data Anda kurang lengkap sehingga kami tidak bisa masuk ke perhitungan.
      Saran kami buat sistemnya lebih mudah dan sederhana, dan tanyakan kepada si A,
      apakah si A ingin join operation, akuisisi atau kerja sama dalam bentuk apa.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  14. shelvy 9 December 2016 at 16:08

    saat ini sy sedang menjalankan bisnis butik pakaian bersama seorang teman..untuk modal awalnya kami bagi dua 50:50..selama ini hasil keuntungan jg kami bagi dua krn kami berdua turun langsung jg sebagai karyawan..seiring berjalan waktu kami jg meminjam modal tambahan dari bank..berhubung skrg sy jg punya bisnis sendiri jd kurang fokus ke butik ..sistem pembagianx untuk sy bagaimana? apakah teman sy wajib mengembalikan modal awal yg sdh sy masukan?

  15. shelvy 9 December 2016 at 16:09

    mohon maaf sy lupa tambahkan..teman sy ingin mengambil alih butik tsb..

    • Finansialku
      Finansialku 12 December 2016 at 08:17

      Hi Shelvy, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Shelvy dapat mengajukan untuk business appraisal (penilaian bisnis).
      Misal nilai butik Anda : aset + keuntungan – kewajiban
      Nilai bisnis butik sama dengan Rp 1.000.000.000
      Bagian ibu misal 50% = Rp 500 juta.
      Maka teman bu Shelvy harus membayar Rp 500 juta.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  16. Andi Yulianto Saputra 28 December 2016 at 17:22

    Apakah harus ada perjanjian hitam diatas putih dalam bisnis bagi hasil?

    • Finansialku
      Finansialku 29 December 2016 at 07:43

      Hi Pak Andi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Perjanjian bisnis perlu ditulis dalam surat perjanjian dan hitam di atas putih. Jika diperlukan gunakan jasa notaris, karena perjanjian / akta notaris memiliki kekuatan hukum.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  17. Reza Baskara Adi 26 January 2017 at 11:50

    Hallo Finansialku,
    Salam kenal saya Reza, Saya ingin membuka usaha c-working space di Semarang dan sudah ada calon investor. Investor ini menginvestasikan tempat nya untuk saya gunakan dan saya hanya siap dana 15.000.000, kemudian saya sisanya kebutuhan lainnya akan di tutup oleh dia (calon investor), bagaimana pembagian hasil yang adil ?

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 09:32

      Hi Pak Reza, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai cara pembagian hasil dengan investor,
      Anda bisa mencoba perhitungan pembagian hasil berdasarkan kontribusi.
      Silakan cek artikel kami : Cara Bagi Hasil Bisnis dengan Investor

      Semoga jawaban kami dapat membantu Anda.

  18. muhammad zarqon 10 February 2017 at 07:31

    hai selamat pagi finansialku.

    salam kenal saya zarqon, saya mau bertanya, saya mempunyai startup, kebetulan ada investor yang ingin mengembangkan usaha saya, investor itu memberikan dana 1M kepada saya, sedang kan saya mempunyai partner di dalam startup saya, gimana saya membagikan dana untuk partner saya yg adil? brp % untuk saya dan brp % untuk partner saya, agar berjalannya usaha di bidang digital ini.

    • Finansialku
      Finansialku 16 February 2017 at 14:16

      Hi Pak Zarqon terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai pembagian hasil dengan co-founder.
      Pada awal pendirian Anda dan co-founder, sebaiknya dibahas dulu bagian masing-masing.
      Pembagian tersebut sebaiknya mempertimbangkan kontribusi masing-masing orang.
      Apakah 50% : 50% atau 60% : 40%.
      Biasanya dalam bisnis startup ada seseorang yang memiliki bagian paling besar,
      Bagian yang besar tersebut berarti orang terseut memegang tanggung jawab paling besar.

      Setelah Anda deal dengan co-founder baru lakukan perhitungan dan negosiasi dengan investor baru.
      Semoga jawbaan kami dapat berguna

  19. Nova 3 March 2017 at 13:56

    Selamat sore Finansialku.com

    Rencananya setelah tamat kuliah (sy kuliah di luar negri) saya akan bekerja di sini (luar negri) karena ada tawaran dr teman. Dan teman saya berencana membuka cabang di Indonesia, kemungkinan saya yang akan mengelolah.
    Saya sama sekali buta tentang bisnis. Rencana awal dari saya adalah ketika bisnis tersebut dibuka di Indonesia, saya yang menyediakan tempat (tanah), teman saya menyediakan modal uang (untuk pembangunan gedung, gaji karyawan, operasional sehari-hari dll).
    Intinya dari saya: tanah + saya juga ikut bekerja.
    Teman saya: modal uang (untuk semua operasional ) + tidak akan bekerja full time, kemungkinan hanya diawal bisnis dimulai.

    Sebagai catatan: Bisnis ini akan memberikan keuntungkan setelah 6 bulan.

    Pertanyaan saya
    1. Jadi setelah akhir tahun, seandainya kita memiliki keuntungan. Bagaimana cara membagi keuntungan?
    2. Misalnya setelah dihitung pengeluaran teman saya 500 jt selama setahun. dan sy ingin memberikan 250 jt (agar jumlah keuntungan yg saya dapat semakin tinggi utk tahun berikutnya). Apakah cara ini sudah benar? kalau tidak bagaimana yang seharusnya?
    3. Apa yang harus sy lakukan agar pada akhirnya kepemilikan usaha ini menjadi 50:50 antara saya dan teman sy?

    Terima kasih Finansial.com
    Maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak dan sangat dasar 🙂

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:30

      Halo Ibu Nova, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.

      Untuk pertanyaan pertama, keuntungan bisnis harus dihitung sesuai kontribusi pemiliknya. Kontribusi yang dimaksud adalah modal yang disetorkan, baik dalam bentuk uang maupun waktu. Misalnya Ibu menyediakan tanah seharga Rp 250 juta, maka kontribusi Ibu adalah Rp 250 juta. Tetapi jika Ibu yang mengelola bisnis maka kontribusi waktu juga harus dipertimbangkan, misalnya kontribusi waktu dinilai Rp 50 juta. Dengan begitu total kontribusi Ibu adalah Rp 300 juta. Di samping itu, orang yang mengelola bisnis (turut bekerja dalam proses bisnisnya setiap hari) harus mendapatkan gaji layaknya memiliki karyawan. Jika teman Ibu mengeluarkan dana Rp 500 juta dan tidak mengelola bisnis maka kontribusinya adalah Rp 500 juta. Dengan begitu total aset usahanya adalah Rp 800 juga, maka pembagian keuntungannya adalah Ibu mendapatkan 300/800 (37,5%) plus gaji, sementara teman Ibu mendapatkan 500/800 (62,5%).

      Untuk pertanyaan kedua dan ketiga, bisa saja Ibu menambahkan modal. Tetapi hal ini harus dibicarakan dengan partner, jika partner setuju maka tidak ada masalah untuk mengubah persentase kepemilikan.

      Semoga jawaban kami bermanfaat.

  20. Deva 6 March 2017 at 17:25

    Hallo finansialku,
    Saya mau tanya, jika saya memiliki suatu unit usaha. Didalamnya hanya saya lah pemilik tunggal selama 3 taun ini, di tahun ke 4 ini tiba-tiba teman saya ingin ikut mananam modal di usaha saya ini contoh 30jt. Usaha saya ini sudah balik modal di pertengahan tahun ke 2 dan setelah itu saya hanya ambil hasilnya / deviden nya saja (selain saya pun dapat gaji karna saya bekerja/berkontribusi)
    bagaimana cara saya mencatat perubahan modal ekuitas tersebut ya ?
    kira-kira berapa share yang harus saya kasih ke teman saya? dan kapan biasanya modal tersebut bisa kembali ke teman saya ?
    apakah sesuai perjanjian (misalnya setahun) atau setelah perusahaan kembali saya mengalami pendapatan 30jt ?

    mohon informasinya ya

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:40

      Halo Bu Deva, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com

      Pertama-tama Ibu harus menghitung terlebih dahulu berapa nilai perusahaan tersebut sekarang. Nilai perusahaan ini termasuk seluruh aset serta potensi keuntungan ke depannya. Setelah itu baru ditambahkan dengan modal yang akan ditanamkan oleh teman Ibu. Setelah itu baru jumlah modal teman Ibu dibagi dengan total nilai perusahaan. Itulah yang akan menjadi persentase share teman Ibu. Untuk balik modal itu tergantung berapa besarnya share teman Ibu serta berapa pendapatan bisnis tersebut per tahunnya, biasanya tidak ada dana yang disiapkan khusus untuk mengembalikan modal, kecuali jika Ibu memiliki perjanjian khusus dengan partner baru tersebut.

      Semoga jawaban kami bermanfaat.

      • Deva 20 March 2017 at 08:58

        Terimakasih jawabannya,

        saya ada pertanyaan lagi.

        1. jika dia hendak mengambil modal yang tertanam dikita (sebelum investasi, tersebut balik modal) itu pencatatannya disebut “prive” ya ? kira-kira untuk perusahaan sendiri gimana perhitungan selanjutnya, sebenernya hal ini boleh dilakukan atau tidak ? biasanya perjanjian apa yang mengikat supaya tidak terjadi pengambilan dana ?

        2. jika misalkan anggaplah teman saya sudah kembali modalnya, dan sekarang sisanya adalah keuntungan. kira-kira sampai kapan teman saya dianggap mendapat keuntungan usaha ? atau memang tidak terbatas?

        3. jika misalkan perusahaan mengalami kerugian. (sebelum balik modal) Apakah teman saya berhak mengambil/menagih kembali uang yang di investasikan ?

        terimakasih

Comments are closed.