Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor

Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah artikel sambungan dari penjelasan sebelumnya mengenai bagaimana cara bagi hasil keuntungan usaha. Kali ini Perencana keuangan independen Finansialku akan berbagi cara bagi hasil keuntungan usaha fokus pada investor.

 

rubrik Finansialku:

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha

Sebelumnya Finansialku sudah menjelaskan tiga jenis rekan kerja, yaitu:

  1. Pemberi modal sekaligus Rekan kerja: rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal sekaligus terlibat mengurus usaha bersama dengan Anda. Rekan kerja jenis ini disebut dengan rekan kerja aktif.
  2. Pemberi modal (dalam bentuk saham): rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal saja (Investor) dalam bentuk saham. Rekan kerja jenis ini disebut dengan investor.
  3. Pemberi modal (dalam bentuk utang): rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal saja (investor) dalam bentuk utang usaha (ada pokok utang, bunga dan waktu jatuh tempo). Rekan kerja jenis ini disebut dengan kreditur.

Berikut ini Finansialku akan fokus pada cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor. 

Artikel terkait: Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk rekan kerja aktif.

Artikel terkait: Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk kreditur.

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor

Definisi cara bagi hasil keuntungan usaha ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pembagian keuntungan karena rekan Anda aktif terlibat operasional harian dengan mendapat gaji bulanan.
  2. Pembagian keuntungan karena rekan Anda sebagai pemodal mendapat dividen (keuntungan usaha, biasanya dibagikan di akhir tahun).

 

Khusus cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah pembagian dividen (biasanya di bagikan di akhir tahun).

 

Contoh

Anto, Budi dan Charlie bersama-sama ingin membuka usaha rental mobil. Anto dan Budi sebagai pelaksana harian dan Charlie sebagai investor.

  • Anto mengeluarkan modal Rp 100 juta
  • Budi mengeluarkan modal Rp 100 juta
  • Charlie mengeluarkan modal Rp 300 juta.
  • Total biaya investasi rental mobil Rp 500 juta.

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor - Partner - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Maka kepemilikan perusahaan:

  • Anto memiliki 20% kepemilikan perusahaan (Rp 100 / Rp 500)
  • Budi memiliki 20% kepemilikan perusahaan (Rp 100 / Rp 500)
  • Charlie memiliki 60% kepemilikan perusahaan (Rp 300 / Rp 500)

 

Ketiganya membuat kesepakatan bahwa Anto dan Budi sebagai pengelola harian akan mendapatkan gaji sebesar Rp 5 juta. Charlie sebagai investor (rekan kerja yang pasif) tidak mendapatkan gaji bulanan.

 

Tips: Jangan habiskan keuntungan usaha bulanan untuk gaji owner. Pastikan ada dana untuk modal bulan depan, biaya promosi dan investasi bulan depan.

 

Diakhir tahun ternyata rental mobil memiliki keuntungan bersih sebesar Rp 500 juta. Maka cara membagi keuntungannya adalah sebagai berikut:

  • Keuntungan usaha                  Rp 500 juta
  • Investasi tahun depan             Rp 300 juta
  • Biaya operasional                   Rp 100 juta
  • Deviden                                   Rp 100 juta

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Perhitungan cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor dan pengelola adalah:

  • Deviden untuk Anto  20% x Rp 100 juta        = Rp 20 juta
  • Deviden untuk Budi  20% x Rp 100 juta         = Rp 20 juta
  • Deviden untuk Charlie  60% x Rp 100 juta    = Rp 60 juta

 

Tips Keuntungan tahunan perusahaan jangan dihabiskan hanya untuk dividen pemilik usaha. Pastikan ada bagian untuk pengembangan usaha (investasi dan operasional tahun depan).

 

Berapa penghasilan Anto, Budi dan Charlie selama setahun dari bisnis rental mobil?

Total pendapatan Anto selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Gaji Rp 5 juta x 12 bulan        = Rp 60 juta
  • Deviden Rp 20 juta                 = Rp 20 juta
  • Total                                        = Rp 80 juta

 

Total pendapatan Budi selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Gaji Rp 5 juta x 12 bulan        = Rp 60 juta
  • Deviden Rp 20 juta                 = Rp 20 juta
  • Total                                        = Rp 80 juta

 

Total pendapatan Charlie selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Deviden Rp 60 juta                 = Rp 60 juta
  • Total                                        = Rp 60 juta

 

Kesimpulan

Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah :

  1. Pengelola usaha memiliki pendapatan bulanan (gaji) dan pembagian keuntungan dividen.
  2. Investor mendapat pembagian dividen.

 

Sumber:

  • Car Golden SV6 Blue – http://goo.gl/e3gsjS
  • Partner – http://goo.gl/p9PVvn

 

Download Slide Kecerdasan Keuangan Keluarga

Download Sekarang

 

 

By | 2016-12-06T12:45:04+00:00 June 14th, 2015|Categories: #IndonesianDreams, Bisnis, Investasi|Tags: , |226 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

226 Comments

  1. Agus Fuad 20 January 2016 at 12:30 - Reply

    Ternyata dari dulu saya sudah salah memperhitungkan… Astaghfirullah… Saya sebagai pengelola tidak digaji…

    • Finansialku
      Finansialku 30 January 2016 at 23:23 - Reply

      Hi, Pak Agus
      Ya Pak pengelola selain mendapatkan keuntungan usaha juga harus mendapatkan gaji.
      Semoga artikel di atas dapat membantu, terima kasih.

  2. Al Fauzan 8 February 2016 at 19:06 - Reply

    Maaf mau tanya.
    saya udah menjalankan bisnis 1 tahun.
    sekarang saya butuh tambahan modal 50.000.000
    teman saya ada yang bersedia. cuma saya bingung untuk menghitung share kepemilikan yang layak untuk dia.
    terima kasih banyak

    • Finansialku
      Finansialku 17 February 2016 at 22:44 - Reply

      Hi Pak Fauzan, Terima kasih atas pertanyannya.
      Pertama Anda harus menilai bisnis Anda (bahasa Finansial: melakukan Valuasi bisnis)
      Valuasi = asset (mesin, rahasia perusahaan, piutang) – kewajiban + potensi bisnis ke depan.
      Contoh bisnis Anda saat ini divaluasi dengan harga Rp 100.000.000

      Bagian Anda Rp 100.000.000
      Teman Anda Rp 50.000.000
      Total Rp 150.000.000

      Jadi bagian Anda adalah 100jt/150jt = 66,6%
      bagian teman Anda adalah Rp 50jt/150jt = 33,3%

      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  3. Josh 15 March 2016 at 09:13 - Reply

    Hi, Saya ingin bertanya, bagaimana cara menentukan gaji yang 5 juta itu ya kalau pakai contoh di atas? Terima kasih banyak.

    • Finansialku
      Finansialku 15 March 2016 at 10:05 - Reply

      Hi Pak Josh, Terima kasih telah mengunjungi Finansialku.
      Pertanyaan yang bagus Pak, mengenai bagaimana cara menentukan gaji bulanan?
      Mengenai gaji Bapak dapat berdiskusi atau negosiasi dengan investor.
      Investor juga pastinya memahami, mengenai gaji bulanan.

  4. haryono 27 March 2016 at 13:56 - Reply

    Hi. saya ingin bertanya, bagaimana menentukan bagi hasil untuk situasi investor terdiri dari beberapa orang (modal minimal tidak bisa dipenuhi oleh satu investor saja) dan sebagai pengelola hanya bermodalkan keahlian saja (bidang usahanya property)
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 3 April 2016 at 09:19 - Reply

      Hi Pak Haryono, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com

      Sebuah usaha memerlukan modal 100 dan terdapat 3 orang pendiri
      investor A berinvestasi 50
      investor B berinvestasi 50
      pelaksana C tidak berinvestasi dan sebagai pelaksana

      Biasanya para investor akan mendiskusikan apakah pelaksana C akan mendapat bagian saham?
      Jika ya, mereka juga akan membahas besaran saham yang diberikan kepada pelaksana C.

      Semoga menjawab ya Pak, terima kasih.

  5. ibnu syawal 3 April 2016 at 15:44 - Reply

    Hi, pak saya mau tanya
    Di pembagian hasil tahun pertama ada investasi untuk tahun kedua
    Sementara 300jt investasi untuk tahun depan tersebut dari keuntungan perusahaan, nah bagai mana kita menghitung pembagian persen untuk masing2 investor? Sementara aset sudah bertambah 300jt.
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 15:19 - Reply

      Hi Ibnu, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak:
      Dalam ilmu keuangan perusahaan, pembagian hasil usaha:

      Keuntungan bersih perusahaan = Rp 100jt
      investasi tahun depan (capex) = Rp 30 jt
      modal kerja tahun depan (opex) = Rp 30 jt
      pembagian keuntungan kepada pemilik saham (dividen) = Rp 40 jt.

      Nah Bapak dapat membagi keuntungan Rp 40 sesuai dengan persentase pembagian yang telah disepakati bersama.

  6. Sopri 4 April 2016 at 12:00 - Reply

    Haloo Kak, saya mau tanya boleh ya..
    saya ada usaha, udah mulai berjalan, tapi biasa.. ada kendala.
    Di awal usaha, modal untuk belanja barang murni dari saya. karena produk yg saya jual adalah produk baru di Jakarta, jadi modal awal yg sudah berupa barang sebagian besar habis utk promosi, sebagian saya jual dengan sistem bayar tempo. sedangkan stock barang sudah mulai habis. Karena barang yang saya jual aalh barang fast moving, saat ini seharusnya saya sudah order barang dimana pembayarannya harus tunai ke produsen, Modal saya ada yg belum kembali dan ada yg sy anggap hilang utk promosi.

    Saat ini saya butuh modal utk belanja barang, dan kabar baiknya ada investor yang bersedia memberikan modal untuk belanja barang.
    Saya butuh saran, sebaiknya model profit sharingnya seperti apa? Atau apa lbih baik modal tersebut dijadikan sebagai pinjaman saja?
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 2 July 2016 at 00:25 - Reply

      Hi Sopri, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Sopri, sebenarnya ada banyak sistem model pendanaan. Jika memang barang Sopri termasuk fast moving dan pesanan ada, mungkin Sopri bisa mempertimbangkan pendanaan melalui utang usaha. Jadi Sopri cukup bayar bunga dan mengembalikan pokok utang.
      Jika Sopri ingin mencari investor dan sharing profit, sebenarnya Sopri dapat negosisasi dengan investor mengenai pembagian modalnya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  7. Rizal 7 April 2016 at 17:26 - Reply

    Salam Hormat Finansialku.
    saya ingin meminta pandangan, seorang sahabat (investor) mengajak saya untuk mengelola sebuah badan usaha dengan ketentuan 10% akan dibagikan kepada sebuah organisasi. kemudian, berapa persen bagian inverstor dan berapa bagian saya? apakah harus ada bagian yang lain lagi memandang adanya operasional dan gaji pekerja bulanan? terimakasih Finansialku.

    • Finansialku
      Finansialku 2 July 2016 at 00:28 - Reply

      Hi Rizal, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mengenai pembagian hasil usaha, sebenarnya tergantung dengan value atau komitmen Anda dan teman dalam usaha.
      Misal:
      Anda : komitmen modal + pengetahuan operasional, komitmen Anda dihargai senilai Rp 100 juta.
      Teman : komitmen modal + ide usaha + memilki pembeli potensial, komitmen Anda dihargai senilai Rp 400 juta.

      Jadi pembagiannya adalah:
      Anda : 100 / 500 = 20%
      Teman Anda : 400 / 500 = 80%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  8. muhammad 8 April 2016 at 22:13 - Reply

    hi saya ingin bertanya pak, saya ingin mendirikan usaha peternakan, saya sudah ada investor yang ingin investasikan uangnya 25.000.000, dan juga sudah saya sudah ada 1 kariawan yang siap bekerja, disini saya tidak terjunlansung kedalam usaha itu tapi saya hanya pencari investor dan pembuat konsep usaha dan pengontrol saja pak . kira-kira gimana cara perhitungan pembagian keuntungannya pak ?

    • Finansialku
      Finansialku 2 July 2016 at 00:33 - Reply

      Hi Pak Muhammad, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pak mengenai pembagian hasil, kami lebih cocok dengan konsep persentase sesuai dengan peran dan komitmen masing-masing orang.
      Dalam bahasa Inggrisnya disebut: What Value, do you bring to the table?

      Contoh dalam kasus Bapak :
      Komitmen investor : modal awal saja senilai Rp 25.000.000
      Komitmen Anda: ide usaha + pengetahuan operasional + calon pembeli. Komitmen Anda dihargai Rp 175.000.000

      Maka pembagian keuntungannya:
      Investor = 25/ 200 = 12,5%
      Anda = 175 / 200 = 87,5%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

      • Lili 4 September 2016 at 06:18 - Reply

        Bisa tolong tanya pembagian hasil untuk investor yang hanya menanam modal. Saya memiliki olshop yang sudah berjalan sktr 4th tapi tersendat modal sehingga setahunterakhir saya hanya berjalan dg cara pre order secara periodik, sy putuskan tidak stok barang lagi, stok brg sblmnya sdh habis. Karena peluang cukup bagus, respon customerbagus, Misal saya ingin memulai dari awal kembali menyetok barang dan dana full 100% dari investor sehingga pembelian tidak tersendat tunggu barang habis baru order ( waktu order ckp lama ), saya hanya menjalankan dan mengembangkan usaha ini seperti saat ini, bagaimana pembagian hasil yang adil ?
        Terima kasih

        • Finansialku
          Finansialku 6 September 2016 at 12:24 - Reply

          Hi Lili, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku
          Sebelumnya kami mengapresiasi Lili, karena mampu menjual barang melalui online shop.
          Untuk pendanaan Lili, mungkin bisa menggunakan KUR (Kredit Usaha Rakyat), karena bayar bunganya cuma 9%.
          Investor biasanya minta bagi hasil lebih dari 9%.
          Lili bisa coba cek artikel kami: KUR, Kredit Usaha Rakyat salah satu pendanaan untuk UMKM.
          Semoga jawaban kami dapat membantu.

      • Andi 29 January 2017 at 19:09 - Reply

        Pak bagaimana bapak bisa menentukan nilai komitmen ide+ pengetahuan+ calon pembeli + atau lainnya sebesar 175 juta. Apakah ada aturan pasti nya secara tertulis atau bagaimana ? Terima kasih.

        • Finansialku
          Finansialku 31 January 2017 at 10:07 - Reply

          Hi Pak Andi terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
          Menjawab pertanyaan Pak Andi cara menilai ide pengetahuan dan lainnya memang tidak ada aturan secara tertulis.
          Misal mengenai skill atau pengalaman kerja, Bapak bisa melakukan perbandingan berapa gaji orang dengan kemampuan yang sama.

          Semoga jawaban kami dapat membantu.

          • Andi 1 February 2017 at 10:22

            1.Oh jadi kita harus mampu menilai diri kita dan dibandingkan dengan gaji orang lain yang mempunyai kemampuan yang sama, tentunya dengan berdiskusi dengan rekan kerja kita untuk mendapatkan kesepakatan. tetapi jika sulit menerima kesepakatan kita bisa mengundang tim ahli keuangan untuk memberi masukan sehingga enak di kedua belah pihak antara saya dan partner saya. Termasuk mengundang tim finansialku.com sebagai konsultan keuangan. Begitu ya pak ? Terima Kasih sebelumnya.
            2. Artinya bisa saja nilai komitmen “pengetahuan” saya bisa lebih tinggi dari nilai komitmen “pengetahuan” teman saya karena pengetahuan saya lebih luas dari dia misalkan begitu. Sah sah saja ya Pak ?

          • Andi 1 February 2017 at 10:27

            Tambahan :
            3. Berarti bisa saja nilai komitmen saya bisa lebih besar dari modal yang saya tanamkan atau nilai komitmen kami berdua bila ditotal bisa lebih besar dari modal total yang kami berdua tanamkan. Benarkan Pak ?

  9. Yuli 10 April 2016 at 22:39 - Reply

    Salam, Saya Mau nanya, Misal nya Butuh modal 30jt. Si A, B dan C @ investasi 10jt. Si C hanya pemberi modal. Sedangkan Si A dan B membantu menjalankan dan mengawasi usaha setiap hari dengan menyewa karyawan karena A&B masih kerja di perusahaan lain. Bagaimanakah perhitungan bagi hasil kasus spt itu?? Terima Kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 2 July 2016 at 00:48 - Reply

      Hi Yuli, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      mengenai bagi hasil C hanya menndapat bagi hasil yang lebih sedikit dibanding A dan B.
      Mengenai persentasenya, tergantung hasil negosiasi awal dan kesepakatan awal.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  10. AnwarCollin 16 April 2016 at 20:11 - Reply

    Selamat malam admin.saya mahu tanya apa sudah benar usaha yang saya jalani sekarang atau masih ada sesuatu yang harus di benahi.
    Saya menjalankan usaha sendiri dan kebetulan yang mempunyai modal adalah teman saya.dari situ saya di beri bagian 40% dari hasil laba/bulan.dan temen saya 60%. Dan usaha ini saya yang menjalankan tanpa temen saya.saya tidak dapat gaji kecuali yg 40% tersebut.
    Sedangkan aset dimiliki temen saya.
    Pertanyaan saya apa yang perlu di benahi dari hal itu atau sudah benarkah cara bagi hasil trsebut.
    Terimakasih . Jazakallahukhairankatsyiraa.

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 16:45 - Reply

      Halo Pak Anwar, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, sebaiknya Bapak sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap operasional perusahaan, idealnya mendapatkan gaji atau penghasilan bulanan. Selain bagi hasil. Semoga jawaban kami dapat membantu dan berguna untuk Pak Anwar, terima kasih

  11. Asep Ramdan 8 May 2016 at 10:54 - Reply

    Tulisan yg sangat bagus.
    Finansialku…saya seorang Chef dan saya mempunyai aset,tempat yg sangat bagus dan saya mempunyai konsep dan keahlian dlm memasak. saya ingin mengembangkan aset tersebut untuk membuat suatu ” Restaurant Sky View 180 degree”.
    Tapi yg menjadi hambatan saya lg mencari Investor yg bisa memberikan Modalnya untuk rencana sy tsb.
    Saya mohon bantuannya dan solusi nya.mudah2han dgn ” Financialku” ini bisa membantu rencana saya.
    Dan ini alamat email sy: [email protected]. Trims

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 09:45 - Reply

      Halo Pak Asep Ramdan, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pak Asep, mohon maaf, kami tidak dapat membantu mengenai pendanaan usaha atau investor.
      Saran kami Bapak dapat membuat rencana bisnis (business plan) dan coba tawarkan kepada investor.

  12. Rio 14 May 2016 at 02:37 - Reply

    hi…salam kenal. Perusahaan kami akan mendapatkan modal investasi dari kreditur. yang ingin saya tanyakan.
    1. bagaimanakah sistim pembayaran yang ideal
    2. bagaimana apabila usaha tersebut baru bisa menghasilkan pada bulan ke 3
    3. Lazimnya berapa persenkah bunga yang harus dibayar dari modal pinjaman tersebut
    4. kapankah waktu terbaik untuk mengembalikan pokok pinjaman
    Terima Kasih

    • Finansialku
      Finansialku 15 May 2016 at 08:45 - Reply

      Hi Rio, Terima kasih telah berkunjung ke Finansialku
      Kami akan coba jawab:
      1. Sistem pembayaran yang ideal sebernanya seperti sistem pembayaran di bank.
      2. Sebenarnya untuk modal usaha, jangan 100% utang.
      3. Persentase untuk KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah 9% per tahun. Kalau Kredit Multi Guna berkisar 10% – 14%.
      Pemerintah berusaha agar Kredit menjadi di bawah 10%.
      4. Pengembalian pokok tergantung sistem perhitungan cicilan. Jika menggunakan sistem anuitas, Pak Rio juga mencicil pokok.

  13. wiwin wahyudi 14 May 2016 at 20:13 - Reply

    Hi,,,saya ingin bertanya.saya hanya bermodal 2 jt,dalam usaha tas,dan ada seseorg yg memberi saya modal sbesar 20 jt,,,jadi pertanyaannya ,bagaimna saya membagi hasil dengan penanam modal tsb.terima kasih….

    • Finansialku
      Finansialku 15 May 2016 at 08:41 - Reply

      Hi Pak Wiwin Wahyudi
      Terima kasih telah berkunjung ke Finansialku
      untuk persentase pembagian hasil:
      * Kalau perusahaan perseorangan: Anda dapat negosiasi dengan pemodal.
      * Kalau perusahaan PT : Anda harus sesuai dengan akta pendirian.

      Untuk informasi dan contoh pembagiannya, dapat dicek pada artikel ini.

  14. Hari 20 May 2016 at 07:50 - Reply

    Permisi.
    Saya mau bertanya.
    Sy memiliki ide bisnis. Lalu sy mencari pemodal dengan maksud bahwa modal tersebut akan sy kembalikan dalam jangka waktu tertentu.
    Tp ternyata investor menolak. Dia hanya ingin sistem bagi hasil.
    Jadi situasinya, disini sy hanya memiliki ide dan akan menjalankan operasional sehari2 dan modal 100% berasal dari investor.
    Bagaimanakah cara yg tepat utk bagi hasilnya?
    Terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 4 June 2016 at 18:06 - Reply

      Hi Pak Hari, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mengenai pembagian hasil dengan investor, sebenarnya Anda dapat bernegosiasi dengan calon investor.
      Sebagai bahan negosiasi, Anda dapat mengkuantifikasi (menghitung) nilai masing-masing orang.
      Contoh:
      Pak Hari (ide dan operasional) = Rp 100.000.000
      Investor (modal) = Rp 300.000.000

      Maka bagian
      Pak Hari = 1/3 (33,33%)
      Investor = 2/3 (66,67%)

      Semoga penjelasan di atas dapat membantu Pak Hari.

  15. Ryan Isra 21 May 2016 at 16:44 - Reply

    itu kalau untung…
    tapi kalau rugi?
    charlie rugi paling besar, sedangkan sisanya rugi sedikit, karena porsi modal sedikit, ditambah gaji bulanan…
    gimana?

    • Finansialku
      Finansialku 4 June 2016 at 18:09 - Reply

      Hi Pak Ryan Isra, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pertanyaan bagus Pak, bagaimana kalau rugi?
      Apakah investor yang paling banyak sahamnya harus menanggung risiko paling besar?

      Jawabannya tergantung dengan badan usaha perusahaan.
      Jika perusahaan Bapak berbadan hukum PT (Perseoran Terbatas),
      maka rugi perusahaan akan mengurangi nilai investor di PT, tetapi tidak menggerus kekayaan pribadi.

      Contoh:
      Pak Charlie memiliki bagian 20% di PT. ABCDEF.
      Kebetulan perusahaan PT. ABCDEF, mengalami kerugian.
      Nah kerugian maksimal Pak Charlie, adalah 20% tersebut.
      Kecuali kerugian perusahaan karena permasalahan pajak.

  16. Watik 21 May 2016 at 23:47 - Reply

    Maaf pak,saya mo nanya,.. agak bingung sich karna saya bukan orang manjmen atw ekonomi, rencanaya kami ber 9 mo melakukan usaha bersama, ceritanya mo buka usaha konveksi,per orang kita ngeluarin modal 20jt.. jd ber 9 terkumpul 180jt,sebagai pelaksana aktih hanya 4 orang, gimana cara menentukan gaji ug 4 orang ini sebagai pelaksana aktif, trus gimana cara menghitung persenan keuntungan per th unt unt kita ber 9 baik pelaksana usaha ataupun investor. Terima kasih atas jawabanya sy tunggu ya… karna sy butuh sekali penjelasanya

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 09:41 - Reply

      Halo Ibu Watik, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      kami akan coba bantu jawab pertanyaan ibu:
      1. gimana cara menentukan gaji ug 4 orang ini sebagai pelaksana aktif? Anda diskusikan dengan 9 rekan bisnis Anda mengenai gaji. Tanyakan ekspetasi gaji dari 4 orang yang akan bekerja aktif dan tanyakan juga kira-kira 5 rekan yang lain apakah merasa keberatan atau tidak.
      2. trus gimana cara menghitung persenan keuntungan per th unt unt kita ber 9 baik pelaksana usaha ataupun investor? cara menentukan pembagian hasil keuntungan, tentu saja disesuaikan dengan persentase kepemilikan saham. Misal masing-masing mendapat bagian 1/9 dari keuntungan usaha yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  17. Hary 24 May 2016 at 08:48 - Reply

    Hi,

    Saya ingin membuka 1 usaha bisnis dibidang jasa.

    1. Jika saya berencana untuk mencari investor pada awalnya dan saya pengelola tanpa modal dimana setiap keputusan diambil oleh saya yang artinya investor hanya suntik dana. Bagaimana pembagian modal yang cocok dalam situasi ini?

    2. Jika No.1 sudah disepakati dan berjalan 1 tahun. Di tahun berikutnya, perusahaan membutuhkan dana lebih, misalnya untuk promosi dsb.
    a. Apakah dana tersebut hanya diambil dari keuntungan perusahaan di tahun pertama?
    b. Jika dana perusahaan tidak mencukupi, apakah dapat menggunakan suntikan dana dari investor yang sama?
    c. Jika menggunakan investor yang sama, bagaimana pembagian keuntungannya?

    Mohon pendapatnya. Sekian dan terima kasih.

    Salam,
    Hary

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 09:38 - Reply

      Halo Pak Hary, Terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Kami akan coba menjawab pertanyaan Pak Hary

      1. Jika saya berencana untuk mencari investor pada awalnya dan saya pengelola tanpa modal dimana setiap keputusan diambil oleh saya yang artinya investor hanya suntik dana. Bagaimana pembagian modal yang cocok dalam situasi ini?
      Mengenai pembagian modal, Bapak dapat diskusikan dengan calon investor.
      Mengenai pembagian keuntungan usaha, Bapak sebaiknya buat badan usaha seperti PT. Ikuti aturan main dalam keuangan PT.

      2. Jika No.1 sudah disepakati dan berjalan 1 tahun. Di tahun berikutnya, perusahaan membutuhkan dana lebih, misalnya untuk promosi dsb.
      a. Apakah dana tersebut hanya diambil dari keuntungan perusahaan di tahun pertama? ya tentu saja bisa, keuntungan usaha di tahun ini memang seharusnya dianggarkan untuk investasi tahun depan, modal kerja tahun depan dan baru bagi hasil ke pemegang saham.

      b. Jika dana perusahaan tidak mencukupi, apakah dapat menggunakan suntikan dana dari investor yang sama? Ya tentu saja bisa, asalkan investor tersebut masih mau mendanai perusahaan Bapak. Jika tidak, Bapak harus cari investor lain atau menggunakan kredit.

      c. Jika menggunakan investor yang sama, bagaimana pembagian keuntungannya? Anda perlu mendiskusikan dengan investor tersebut, apakah tambahan modal tersebut, digolongkan pinjaman atau tambahan saham. Jika kredit, artinya perusahaan perlu membayar pokok utang dan bunga. Jika sebagai saham, Anda perlu merubah akta perusahaan dan ikuti aturan keuangan perusahaan untuk membagi hasil keuntungan usaha (deviden).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  18. Trian Dicky 28 May 2016 at 09:06 - Reply

    Hi, selamat pagi
    Saya ingin bertanya, saat ini, saya berencana akan membuka usaha dan telah mendapatkan investor yang bersedia membiayai seluruh ide usaha saya. dicontohkan sebagai berikut:
    1. A sebagai pemiliki modal (misal: 100juta)
    2. B sebagai pemiliki ide usaha
    3. C sebagai pengembang usaha (yang menjalankan operasional (tidak secara keseluruhan))

    Bagaimana sistem bagi hasil yang baik (dalam prosentase) untuk semuanya?
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 1 June 2016 at 16:00 - Reply

      Hi Pak Trian Dicky,
      terima kasih sebelumnya telah berkunjung ke Finansialku.com

      Pak Trian, apakah bisnis Bapak berbadan hukum PT (Perseoran Terbatas)?
      Bapak bisa menegosiasikan kepemilikan atau saham masing-masing orang,

      contoh, mengkuantifikasikan peranan masing-masing orang:
      A : Pemilik Modal dinilai Rp 100 juta
      B : Pemilik ide, dinilai Rp 25 juta
      C : Pelaksana operasional, dinilai 25 juta

      Maka
      A mendapat bagian = 100 / 150 = 67%
      B dan C mendapat bagian masing-masing = 16,5%

      C disarankan juga mendapat gaji bulanan.
      Semoga jawaban kami membantu Pak

  19. harry marga 5 June 2016 at 23:23 - Reply

    Comment…selamat malam pak..mohon dibantu..saya sudah 11 bulan ini membuka usaha bersama teman saya..pelaksana hariannya saya..jadi saya mengurus semuanya..teman saya memberikan modal dalam bentuk tempat usaha..properti beserta tetek bengeknya..yg jadi pertanyaan untuk bagi hasilnya seperti apa?karna disini saya yg capek..kerja keras demi jalannya sistem..teman saya hanya mnerima uang dan laporan..bagaimana ini pak?saya hanya mndapat gaji bulanan..trimakasih sekali.

    • Finansialku
      Finansialku 7 June 2016 at 16:03 - Reply

      Hi Pak Harry, Terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Begini Pak Harry, kami ingin bertanya apakah dari awal teman Pak Harry mengajak Bapak ikut andil sebagai pemilik perusahaan? Hal itu perlu diperjelas Pak Harry.

      Sebaiknya Bapak ajak ketemu teman Bapak dan tanyakan : apa kewajiban, tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak Bapak. Termasuk apakah Bapak juga menjadi pemilik perusahaan atau hanya bagian manajemen. Terima kasih.

  20. Taqin 9 June 2016 at 23:09 - Reply

    Halo Finansialku,

    Mohon info, saya memiliki usaha rental mobil, usaha ini sudah berjalan kurang lebih 2-3 tahun, tapi karena management nya kurang bagus terutama dalam management keuangannya, maka saya belum menyisihkan banyak untuk pengembangan usaha itu sendiri.

    Pertanyaannya, sekarang saya hendak melakukan pengembangan, yaitu pembuatan garasi dan pembentukan sistem management kantor itu sendiri, untuk pengembangan memakai kantong sendiri itu tidak memungkinkan, karena memang tidak dipersiapkan sebelumnya, dan sekarang ada investor yang hendak memberikan modal, bagaimana baiknya ya pak? modal untuk pengembangan itu sendiri saya butuh sekitar 100juta.

    Apakah menarik jika saya memberikan deviden sebesar 15% selama satu tahun?

    • Finansialku
      Finansialku 14 June 2016 at 09:32 - Reply

      Hallo Pak Taqin, terima kasih telah mengunjungi website Finansialku.com
      Mengenai permodalan usaha tersebut, sebaiknya Bapak diskusikan dengan calon investor.
      Diskusikan ekspetasi Bapak dan ekspetasi calon Investor.

      Pendanaan ada 2 jenis Pak, bisa dari utang atau setoran modal.
      Kalau Bapak menawarkan pengembalian 15%, mungkin bisa dicoba dengan kredit atau utang.
      Biasanya orang-orang yang mau berinvestasi pada bisnis, berharap penghasilan di atas 20% per tahun, karena potensi risiko yang mereka terima cukup besar.

      Saran kami, jika Bapak melibatkan investor dan memiliki bagian saham, sebaiknya Bapak pertimbangkan badan usaha PT (Perseroan Terbatas).
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  21. naila 16 June 2016 at 01:32 - Reply

    saya mau tanya, apabila ada 3 orang, si A mempunyai ide bisnis tapi tidak punya modal lalu mengajak si B dan si C untuk menginvestasikan uangnya. lalu mereka menjalankan bisnis, si A sebagai pelaksana, si B sebagai pemodal+pelaksana, si C hanya sebagai pemodal. Bagaimana baiknya sistem bagi hasilnya? Dan apakah investasi si B dan C ada jangka waktunya? Lalu apa bisa bila di tengah jalan si C meminta kembali modalnya? terima kasih atas jawabannya

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 15:09 - Reply

      Hi Naila, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Naila:
      1. Sistem bagi hasil adalah A dan B sebagai pelaksana mendapatkan gaji bulanan dan bagi hasil. C mendapatkan bagi hasil.
      Besarnya bagi hasil disesuaikan dengan negosiasi atau hasil diskusi di awal.
      2. Investasi B dan C biasanya tidak ada jangka waktunya.
      3. Harus ada diskusi awal, apa yang harus dilakukan jika investor keluar dari bisnis. Biasanya yang dilakukan perusahaan di Perseroan Terbatas adalah,
      investor akan menjual saham miliknya kepada pemegang saham lain. Jika tidak ada pemegang saham yang mau membeli, investor tersebut dapat menawarkan pada orang lain.

      Semoga jawaban kami dapat membantu .

  22. Alecis 16 June 2016 at 02:53 - Reply

    Klo seandenya sy harus mengembalikan modal awal perusahaan sampe 100%,, trus seandenya sy tidak melanjutkan usaha itu,, bagaimana dengan alat2,, yg dulu dibeli,, dan sudahbsy kembalikn semuanya.

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 15:06 - Reply

      Hi Pak Alecis, menjawab pertanyaan Bapak.
      Saran kami adalah diskusikan terlebih dahulu dengan rekan Anda.
      Termasuk jika Bapak keluar dari bisnis, diskusikan bagaimana cara menilai hasil kerja Bapak dan modal yang sudah disertakan dalam bisnis.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  23. Alecis 16 June 2016 at 03:07 - Reply

    Halo finansialku,, sy mw tanya ini,,kebetulan sy sedang menjalnkan usaha bagi hasil,, dalm usaha ini sy tidak mengeluarkn modal sama sekali,, hNya hnya modal ketrampilan,, usaha yg dijalani adalh, percetakan,,modal awal, fasilitas tempt semua disediakan,, ,modal awl lumayan besar untuk sekelas percetakan,, dan saya swbagai lider, dan pengelola,, ud hampir 7 bulan sy tak mengambil gaji,, jadi sy mendaptkan sisa pendapan bulanan,, setelah dipotong gaji karyawan,, cicilan modal dan lain2,, tp dist kdng sy merasa sedih,, karena yg saya dptkn tidak sesuai dengan jerih payah yg saya kerjkn,, mlh pendapatan sy kalah sm karyawan2 saya.. dalm sistem ini,, apkh nanti saya harus mengembalikn tital modal awal perusaan,, atau sy harus mengembalikn setengahnya,, dan klo sy harus mengembalikn modal semuanya,, andai sudah terbayr semuw,, trus saysa tudak melanjutkan usaha itu,, bagaimana dengan alat2 yg dibeli dulu semua,, pdhl modal pembelian alt sudah sy kembalikn semua,, trus gmn nasib saya,, apkh mendapatkn hak atas alt itu,, atsu tidak sama sekali,, mohon pencerahanya,, terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:59 - Reply

      Hi Alecis, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.
      Mengenai hal ini saran kami:
      1. Bapak diskusikan mengenai modal awal perusahaan
      2. Ekspetasi kewajiban dan hak Bapak sebagai pengelola

      Dalam hal ini kami melihat, Bapak sedang bingung mengenai perhitungan usaha.
      Saran kami ajak diskusi teman usaha Bapak dan ceritakan ekspetasi dan kebutuhan Bapak.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  24. Gilang Aswar 16 June 2016 at 10:11 - Reply

    Halo, Finansialku..
    Jika saya menanamkan modal untuk suatu kegiatan usaha dalam jangka waktu tertentu berdasarkan surat perjanjian kerjasama, misalnya1 bulan (saya sebagai investor pasif), apakah saya ada kewajiban PPh atas keuntungan yang diperoleh? Atau “saya dan para investor pasif lainnya hanya terima bersih”, karena PPh sudah diurus oleh pengelola?
    Jika PPh diurus oleh pengelola, apakah perihal ini perlu dinyatakan secara eksplisit dalam surat perjanjian kerjasama? Misalnya seperti ini: “Dana investasi pihak pertama akan digabungkan dengan dana investasi pihak kedua menjadi suatu KESATUAN MODAL. Pembayaran pajak yang terjadi atas kegiatan usaha yang didanai oleh kesatuan modal ini dilaksanakan oleh pihak kedua sebagai pengelola kegiatan usaha.”
    Mohon penjelasannya, saya masih sangat awam sehubungan dengan perpajakan di bidang ini. Terimakasih.

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:56 - Reply

      Hi Pak Gilang Aswar, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak terkait PPH, adalah: PPH atau Pajak Penghasilan Pribadi tetap dibayarkan oleh investor atas bagian keuntungan usaha yang diterima oleh investor. Contoh Pak Gilang sebagai investor menerima bagi hasil keuntungan (dividen) sebesar Rp 10.000.000, maka Pak Gilang wajib membayar PPH atas dividen tersebut.
      Semoga jawaban kami dapat membantu Pak Gilang.

  25. budiantoni 22 June 2016 at 01:33 - Reply

    hi finansialku,sy baru akan memulai usaha kecil dlm bentuk kuliner,pertanyaan sy
    1.bagaimana penghitungan masalah prosentase terhadap pengelola usaha sy,dikarnakan sy hanya sebatas pemilik modal dan aset
    2.bagaimana penghitungan masalah modal yang sy keluarkan pada saat pembagian hasil nantinya
    3.idealnya untuk usaha seperti itu,kira2 butuh waktu berapa lama untuk pemnghitungan bagi hasilnya
    4.terima kasih banyak atas tanggapan pertanyaan sy td

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:51 - Reply

      Hi Budiantoni, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak:
      1. cara bagi hasil selama belum berbadan hukum Perseroan Terbatas, Bapak bisa negosiasi dengan pengelola usaha.
      2. Modal bapak dikembalikan, dari hasil keuntungan usaha Bapak. Dalam negosiasi Bapak bisa saja seperti ini (hanya contoh):
      Sampai balik modal pembagian keuntungan Bapak Budi 65% dan pengelola usaha 35% + gaji bulanan.
      Setelah balik modal pembagian usaha menjadi Bapak Budi 55% dan pengelola usaha 45% + gaji bulanan.
      3. Tergantung scope bisnisnya Pak, ada yang bagi hasil keuntungan per tahun (lebih direkomendasikan) dan ada juga yang bagi hasil usaha per bulan.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Bapak.

  26. harry marga 22 June 2016 at 08:17 - Reply

    hai financialku.com..bagaimana pembagian hasil yg adil bagi pengelola dan investor pasif?saya yg mengelola di lapangan..dan rekan saya adalah pemodalnya..mohon saran..trimakasih..sukses.

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 15:04 - Reply

      Hi Pak Harry Marga, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pembagian hasil sebaiknya didiskusikan lebih awal antara Investor Pasif dan pengelola.
      Selama perusahaan Bapak belum berbadan hukum Perseroan Terbatas, sebenarnya belum ada ketentuan yang mengharuskan pembagian hasil. Masih ada ruang untuk negosiasi antara investor dan pelaksana.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  27. Elok Dwi renaning 24 June 2016 at 07:36 - Reply

    Ini sy mau tny, tmn suami sy membuka usaha counter trs mengajak suami untuk bekerja sama dg suami hrs menanam modal 20 juta awalnya n meminta dana lg 10 juta. Dg mengunakan jasa pegawai ! Kira2 laba yg harus di bagi itu brp persen masing2 individu ?

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:47 - Reply

      Hi Bu Elok, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mengenai bisnis, sebaiknya dibicirakan terlebih dahulu berapa dana yang dibutuhkan di awal dan penggunaan dana tersebut.
      Jadi tidak ada penambahan modal tiba-tiba, tanpa rencana di awal.
      Mengenai pembagian hasil, jika usaha counter masih belum berbadan hukum perseroan terbatas,
      sebenarnya masih bisa dinegosiasi antara suami Ibu dan teman suami Ibu.

      Contoh suami ibu dan teman suami ibu keduanya hanya modal uang tanpa ada komitmen lainnya.
      suami ibu sudah mengeluarkan modal Rp 30 juta.
      teman suami ibu sudah mengeluarkan modal Rp 70 juta.
      total modal Rp 100 juta, maka suami ibu mendapat 30% dan teman suami ibu 70%.

      Lain cerita jika ternyata tidak hanya komitmen modal, tetapi juga menjadi pelaksana harian dan mengelola bisnis.
      Jika ada tambahan komitmen, maka seharusnya ada tambahan pembagian hasil.

      Semoga jawaban kami dapat membantu. Terima kasih.

  28. Afan 27 June 2016 at 01:50 - Reply

    Hi Financialku.com

    Saya ingin bertanya
    Saya sedang melaksanakan usaha ber 4, dengan modal dari 2 orng investor(pasif) saja 1 orng contoh bermodal 45jta dan 1 orng mermodal 20juta. Sedangkan 2 orng lagi hanya pelaksana. Kami membayar uang sewa sebesar 110jta dan dicicil selama 3 kali dalam 1tahun. Adapun pembelian aset, modal barang, gaji karyawan dan beban/pengeluaran diambil dari uang yg ada dari transaksi/putaran. Nah bagaimanakan pembagian hasil yg baik dari model usaha seperti ini? Dan beban kerugiannya jika mengalami kerugian(dalam 1 tahun). Mohon info dan masukuannya ya.
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:42 - Reply

      Hi Afan, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Begini Afan, agar tidak terlalu memusingkan sebaiknya disetujui modal dasar atau modal awal perusahaan.
      Katakanlah total Rp 200 juta.
      Investor A dan B perlu menyatakan komitmen pendanaan usaha, meskipun harus dicicil dalam beberapa tahap.
      Mengenai pembagian hasil, jika perusahaan Pak Afan belum berbadan hukum Perseoran Terbatas (PT), Pak Afan dan teman-teman lainnya masih dapat bernegosiasi.
      Sebagai pelaksana, Pak Afan dan salah seorang teman berhak untuk mendapat gaji bulanan.

      Pembagian hasil sebaiknya sesuai dengan komitmen dan kemampuan, contoh:
      Investor A hanya modal uang untuk investasi (misal dinilai 25%)
      Investor B modal uang investasi + potential buyer (misal dinilai 25%)
      Pelaksana 1 memiliki keterampilan usaha, memiliki potential buyer dan ide bisnis. (misal dinilai 30%)
      Pelaksana 2 memiliki buyer dan menguasai produksi. (misal dinilai 20%)

      Satu hal yang perlu dipertegas adalah: nilai perusahaan tidak melulu hanya dari modal awal yang disertakan, tetapi juga ada ide bisnis, operasional bisnis, potential buyer, pembeli yang sudah ada sekarang dan lain sebagainya.
      Nah dari komitmen yang dibawa masing-masing orang, kemudian dinilai persentasenya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

      • Andi 3 February 2017 at 15:05 - Reply

        Siang Pak mau bertanya, berdasarkan jawaban bapak diatas,
        1. jika dari modal yang di tanamkan dengan total 200 juta, sementara misakan keuntungan pertahun 100 juta, dan ditahun ke 2 investor B ingin menjual sahamnya/mengambil bagiannya, maka cara menghitungnya berarti : total aset perusahaan, baik yang ada di kas, maupun dalam bentuk barang (tentunya ada penurunan nilai barang) kemudian ditambahkan dengan perkiraan keuntungan lalu dikalikan dengan 25% sahamnya investor B, artinya ada kemungkinan jumlah yang akan diterima bisa lebih kecil dari modal yang sudah ditanamkan nya pertama kali pada waktu buka perusahaan itu ? apakah begitu pak ? karena kan ada penurunan nilai aset barang yang sudah dibeli.
        2. Jika investor B menarik modal sebelum tutup tahun misalnya dipertengahan tahun, apakah deviden juga akan dihitung dari total keuntungan bersih awal tahun sampai dengan bulan berjalan, atau tidak mendapatkan deviden sama sekali ? karena belum tutup tahun. Terima Kasih

  29. Hadari 30 June 2016 at 17:22 - Reply

    Hai Financialku.com, saya Punya USaha Taksi dan Rental MObil yg sudah berjalan sejak tahun 2009, sangat menjadi inspirasi sekali untuk perubahan sistem manajemen usaha saya ke depan dapat artikel ini, ada hal yang saya tanyakan, bagaimana menghitung bagi hasil atau prosentase keuntungan orang yang menitipkan atau katakan investor, dalam artian yang Menitipkan Mobilnya tetapi Mobilnya tidak cash alias masih kredit di lesing, mohon penjelasannya?

    • Finansialku
      Finansialku 1 July 2016 at 14:35 - Reply

      Hi Hadari, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.
      Ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan:
      1. Apakah investor Bapak membuat akad atau kontrak dengan Bapak mengenai bagi hasil?
      2. Jika belum ada akad tersebut, apakah Bapak memiliki skema bagi hasil usaha dengan calon investor?

  30. Nanda Priantara 5 July 2016 at 01:11 - Reply

    Hi Finansialku.com , saya ingin mendapatkan masukan dalam bisnis saya. Saya memiliki usaha kuliner yang telah berjalan selama 4 bulan. Saya telah memiliki omset dan 2 karyawan tetap. Sejak awal merintis say telah menghabiskan modal 65juta. Dan kebetulan, sebentar lagi usaha saya akan saya tinggalkan karena keluar kota jadi saya ingin berikan teman saya untuk memegangnya.
    Yang akan terjadi:
    *Saya akan menitipkan usaha saya kepada teman. Saya tidak akan terlibat langsung tetapi teman saya akan terlibat langsung dalam kelangsungan bisnis saya.
    Pertanyaan:
    1. Berapa sistem gaji/imbalan yang harus saya beri kepada teman saya?
    2. Berapakah presentase pembagian kepemilikan saham terhadap usaha saya?
    Terimakasih, sangat ditunggu saran dan masukannya:)

    • Finansialku
      Finansialku 5 July 2016 at 11:28 - Reply

      Hi Pak Nanda, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai:
      1. berapa gaji yang pantas, sebaiknya disesuaikan dengan kesepakatan bersama antara Anda dan teman Anda.
      yang penting teman Anda tidak terlalu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan fokus membesarkan bisnis Anda.
      2. Mengenai tingkat bagi hasil, sebelum bisnis Anda berbadan hukum Perseroan Terbatas, sebenanyar Anda dapat melakukan negosiasi bagi hasil.
      Ada banyak cara membagi hasil, contoh:
      – cara flat = dari keuntungan bersih dipotong investasi (beli kompor baru, beli mesin baru), modal kerja baru teman Anda mendapat bagian x%.
      – cara variabel = dari keuntungan bersih dipotong biaya. Jika hasilnya 0-Rp 20juta maka dapat bagian x%. Jika keuntungan Rp 20 juta – Rp 40 juta dapat bagian
      x+5% dan seterusnya.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Pak Nanda.

  31. Asep rizal 7 July 2016 at 14:52 - Reply

    Yang terhormat admin nama saya ARIZAL mau tanya mengenai cara bagi hasil keuntungan..saya punya usaha sendiri tapi modal saya tidak cukup butuh modal besar..kebetulan ada kenalan dari saudara saya yang mau kasih modal usaha sebesar 200 juta..bgmna cara bagi hasilnya sementara ini saya tidak punya modal sama sekali ..sy menjalankan usaha dari pemodal 200 jt..bisa di bilang pemodal pasif ..dan saya sebagai pelaksananya ..apa yang harus saya lakukan untuk bagi keuntungan karena saudara saya juga minta bagian hasil dari keuntungan..baiknya bgmn apakah tiap bulannya saya harus wajib setor ke pemodal ..kira kira berapa persennya yang harus saya setorkan ke pemodal..dan kalau bagi hasilnya di akhir tahun kira kira berapa persennya saya harus bagi hasil ..pemodal..saudara dan sya sebagai pelaksana dan 1 orang karyawan …trus mengenai omset tiap bulan saya bisa dapat 400 jta tiap bulannya kadang bisa lebih dari itu..mohon petunjuknya kepada yth admin

    • Finansialku
      Finansialku 7 July 2016 at 22:18 - Reply

      Hi Arizal, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Persentase pembagian hasil, sesuai dengan negosiasi awal dengan pemodal.
      Mas Arizal pastinya memahami, jika bisnis tidak hanya butuh modal saja,
      tetapi juga butuh operasional, pengetahuan dan lain sebagainya.
      Nah oleh sebab itu Anda negosiasikan pembagian keuntungan yang menguntungkan Anda dan pemodal.

      Anda dapat menilai Contoh:
      Investor
      modal awal Rp 200 juta

      Anda =
      ide Rp 25 juta
      cara kerja Rp 25 juta
      customer atau pembeli yang sudah ada = Rp 50 juta

      total nilai perusahaan = Rp 300 juta.
      Bagian investor = Rp 200 / 300 = 67%
      Bagian Anda = Rp 100 / 300 = 33%.

      Mas Arizal sebagai pelaksana juga berhak untuk mendapatkan gaji bulanan, seperti contoh di atas.
      Semoga jawaban kami membantu.

  32. Rezqi 11 July 2016 at 18:14 - Reply

    Anto, Budi dan Charlie bersama-sama ingin membuka usaha rental mobil. Anto dan Budi sebagai pelaksana harian dan Charlie sebagai investor.

    Anto mengeluarkan modal Rp 100 juta
    Budi mengeluarkan modal Rp 100 juta
    Charlie mengeluarkan modal Rp 300 juta.
    Total biaya investasi rental mobil Rp 500 juta.

    Diakhir tahun ternyata rental mobil memiliki keuntungan bersih sebesar Rp 500 juta. Maka cara membagi keuntungannya adalah sebagai berikut:

    Keuntungan usaha Rp 500 juta
    Investasi tahun depan Rp 300 juta
    Biaya operasional Rp 100 juta
    Deviden Rp 100 juta

    Pertanyaanya adalah total aset yang dimiliki sebelum mendapatkan keuntungan adalah Rp. 500 juta, namun setelah mendapatkan keuntungan, Total aset menjadi Rp 800 Juta karena ada penambahan “investasi tahun depan” sebesar Rp 300 Juta yang didaptkan dari keuntungan bersama. Untuk persentase dividen kedepannya/tahun cara perhitungannya bagaimana ya?

    Terimakasih.

    • Finansialku
      Finansialku 12 July 2016 at 15:51 - Reply

      Hallo Resqi, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Pertanyaan yang bagus, bagaimana cara bagi dividennya?

      Oke, kita anggap perusahaannya mereka sudah berbadan hukum PT ya,
      1. Penambahan investasi, tidak mengubah komposisi saham para pemegang saham.
      2. Perhitungan berapa yang dibutuhkan untuk porsi investasi, porsi operasional (modal kerja) dan porsi dividen disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Ada aturan-aturan akuntansi dan keuangan perusahaan untuk menghitung kebutuhan investasi dan operasional.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  33. Waldi 13 July 2016 at 06:19 - Reply

    Halo finansialku

    Saya ingin bertanya, saya dan teman saya telah menjalankan usaha makanan dan sedang mencari investor utk pengembangan usaha. Saya dan teman saya akan bertindak sebagai pelaksana harian yg saya ingin tanyakan apakah gaji saya dn teman saya sbagai pelaksana harian ini masuk ke biaya operasional bulanan?
    Lalu analisa keuangan apa saja yg saya harus berikan kepada investor dalam memberikan proposal usaha dan bagaimana menghitungnya terima kasi

    • Finansialku
      Finansialku 13 July 2016 at 23:21 - Reply

      Hi Waldi, terima kasih sudah megunjungi Finansialku.com
      Kami akan coba jawab pertanyannya:
      1. Ya betul, gaji bulanan Anda berdua masuk ke biaya operasional bulanan perusahaan.
      2. Mas Waldi dapat mengecek laporan keuangan : laba/rugi, cash flow bulanan, laporan keuangan lengkap dan rasio-rasio keuangan.
      Kami sarankan Mas Waldi untuk menggunakan jasa pembuat laporan keuangan.
      Mas Waldi dapat menggunakan jasa:kenalan mahasiswa akuntansi atau akuntan freelance untuk membuat pembukuan.
      Mas Waldi harus tahu cara membaca laporan keuangan tersebut, tetapi gunakan waktu Mas Waldi untuk mengembangkan bisnis (bukan untuk membuat laporan keuangan).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  34. Rohman Nudin 13 July 2016 at 08:19 - Reply

    Alhamdulillah nemu artikel yang sangat membantu. Sempet bingung cara bagi hasil dengan investor, karena saya pengusaha pemula.

    • Finansialku
      Finansialku 13 July 2016 at 22:21 - Reply

      Hi Rohman Nudin, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Semoga artikel ini dapat berguna.

  35. willy 14 July 2016 at 09:42 - Reply

    salam finansialku..

    mau tanya:

    jika kondisinya seperti ini bagaimana pembagian yg adil?
    1. A adalah pemilik tempat usaha restoran
    B adalah pemilik ide usaha dan pemegang kunci berjalannya usaha (contoh: resep makanan)
    2. modal awal A (25) B (75)

    terimakasih banyak

    • Finansialku
      Finansialku 15 July 2016 at 16:36 - Reply

      Hi Willy, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Jika perusahaan Anda belum berbadan hukum PT, sebenarnya lebih banyak ruang untuk negosiasi.
      Dalam bisnis, tentu saja peniliaian bisnis bukannya hanya uang atau modal, contoh:

      A : modal Rp 25 jt + tempat Rp 100 = Rp 125 jt.
      B : modal Rp 75 jt + ide, operasional Rp 75 jt = Rp 150 jt.
      Total nilai perusahaan adalah 125 + 150 = Rp 275 jt.

      Bagian A adalah 125 / 275 = 45%
      Bagian B adlah 150 / 275 = 55%

      Nah semoga gambaran di atas, dapat membantu dan menjawab pertanyaan Anda.

  36. Adie 24 July 2016 at 07:38 - Reply

    Salam Financial..

    Saya memiliki usaha bengkel dan menjual jasa dan material.. Sya mempunyai tehnisi dimana tehnisi tersebut sudah kta berikan fasilitas tempat tinggal dan kesehatan. Pelaksanaan sehari hari.. Tehnisi hanya bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan saja sedangkan marketing,keuangan dan belanja sehari hari kebutuhan bengkel pemilik modal ikut andil..
    Untuk pembagian keuntungan adalah Kesepakatan dengan tehnisi bagi hasil dari jasa dan gaji pokok.

    Terima kasih atas penjelasannya
    salam.

    Mohon di berikan penjelasan berapa yg wajar jika bagi hasil di berikan kepada tehnisi dan jika akan di berikan gaji pokok nya…

    Demikian semoga

    • Finansialku
      Finansialku 27 July 2016 at 20:23 - Reply

      Hi Adie, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Begini Mas Adie, gaji pokok tentu disesuaikan dengan UMR, keahlian dan pengalaman.
      Mengenai bagi hasil, karena sifatnya bisnis perorangan Mas Adhie dapat negosiasi dengan teknisi Mas,
      atau Mas Adhie dapat menganggap sebagai bonus.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  37. Ian 31 July 2016 at 10:09 - Reply

    Artikel yg sangat bermanfast. Mungkin ke depannya bisa ditulis mengneai contoh perjanjian usaha. Agar ke depannya antara investor n pengusaha bisa sama2 terlindungi. Jadi, pengusaha nggak asal “nendang” investor begitu saja ketika usahany sdh maju, begitu pula sebaliknya.

    • Finansialku
      Finansialku 2 August 2016 at 21:37 - Reply

      Hi Ian, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Terima kasih juga atas masukkannya.
      Semoga artikel ini dapat berguna, terima kasih.

  38. zee 2 August 2016 at 10:22 - Reply

    Salam finansialku…

    saya mau bertanya .. salah satu perusahan laundry mengajak saya untuj bekerja sama , dgn ketentuan sbg berikut :

    1.mesin dari perusahaan
    2.karyawan dari perusahaan
    3.tempat dari saya sendiri
    4.dan saya sebagai pengelolah

    Yg sy mau tanyakan..bagaimana permbagian hasil / persentase yang sewajarnya dlm hal itu ?
    krn dlm kasus ini modal tidak berupa angka nominal yg bs di hitung ..bs tlg bantu utk pembagiannya ..trmksh

    • Finansialku
      Finansialku 2 August 2016 at 21:48 - Reply

      Hi Zee, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Zee:
      Mengenai bagi hasil sebaiknya Zee diskusikan dengan perusahaan.
      Anggap saja kita hitung
      – berapa biaya mesin cuci (bisa dicek di toko elektronik atau internet), contoh Rp 100 juta
      – biaya untuk merekrut karyawan + training, contoh Rp 5 juta
      – berapa biaya kontrak di tempat Zee, contoh Rp 60 juta
      – pengelola + marketing Rp 20 juta.

      Jadi perusahaan dapat bagian = 105 / 185 = 57%
      dan bagian Zee adalah = 43%

      Meskipun contoh di atas bisa diterapkan, namun tidak mutlak seperti itu juga.
      Ada baiknya Zee ajak diskusi dan negosiasi perusahaan tersebut.
      Semoga jawaban kami dapat membantu Zee dan kerja samanya dapat berjalan lancar.

  39. Alvin 19 August 2016 at 14:24 - Reply

    Pak saya mau bertanya

    Saya A dan B memiliki ide usaha counter pulsa, perhitungan modal 15jt…saya saat ini hanya mempunyai 5jt….berniat mencari investor dengan dana 10jt,tanpa perlu menjalankan…..hariannya lebih banyak B yg menjalankannya karena B blm mempunyai modal,sedangkan A hanya seminggu 2-3kali jaga tmpt….

    1. Kalau sistem bagi hasil,apakah modal 10jt yg saya pinjam itu harus dibalikkan atau tidak ke investor?
    2.kalau dapat investor, berapa bagian A dan B dengan keadaan B tidak mempunyai modal?

    • Finansialku
      Finansialku 24 August 2016 at 13:51 - Reply

      Hi Alvin, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      menjawab pertanyaan Alvin:

      Pertanyaan pertama
      modal harusnya dibalikkan tetapi skemanya berbeda, jika bersifat sebagai utang, maka Alvin harus kembalikan bunga dan pokoknya.
      Jika sifatnya saham, maka investor dapat pembagian hasil.

      Pertanyaan kedua
      Sebenarnya pembagian keuntungan, dapat didiskusikan tergantung kontribusi yang dapat diberikan kepada perusahaan.
      Misal Anda memberi modal Rp 5 juta.
      A dan B hanya tenaga masing-masing dihargai Rp 500.000.

      Jadi bagian Anda adalah Rp 5 juta / Rp 6 juta = 83,33%
      Bagian A dan B adalah Rp 1 juta / Rp 6 juta = 16,67%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  40. wawan 27 August 2016 at 10:27 - Reply

    Selamat Pagi Pak…..
    Mohon pencerahannya Pak..
    Saya diajak bergabung untuk mengkelola pabrik (Cv) oleh investor yang seluruhnya modal dari dia, saya hanya sebagai motor penggerak : Ukuran Lahan yang di butuhkan, jenis barang yang di beli, konstruksi bangunan dan fasilitas bekerja, menentukan harga beli, harga jual, SOP pekerjaan, marketing…(seluruhnya saya yang kendalikan).
    Dalam hal ini apakah :
    1. saya dapat gaji (berapa sepantasnya) ?
    2. selama ini investor sudah banyak konsultasi dengan saya (tidak ada hitungannya) padahal lokasi yang saya kunjungi jauh
    3. pembagian yang di berikan berdasarkan berat tonase (50 ton = 10%; 100 ton = 20%; penjualan per bulan) dibagi team = 5 orang termasuk saya
    Apakah perhitungannya seperti ini? atau ada perhitungan lain? Mohon pencerahannya Pak….

    • Finansialku
      Finansialku 6 September 2016 at 12:14 - Reply

      Hallo Pak Wawan, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan pak Wawan:
      1. Mengenai gaji, mungkin Pak Wawan bisa melakukan perbandingan dengan fungsi dan jabatan seperti bapak di perusahaan lain.
      2. Bapak bisa saja bicara dengan investor, mengenai kompensasi finansial setiap kali konsultasi.
      3. Mengenai pembagian hasil, sebenarnya Bapak bisa diskusikan dengan investor. Apakah perhitungan cuma dilihat dari hasil penjualan atau
      ada hal-hal lain yang dapat dipertimbangkan (contoh: koneksi, metode kerja, sop, manajemen dan lainnya).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  41. Ale 2 September 2016 at 15:13 - Reply

    Pak saya mau tanya

    Saya bekerja di salah satu perusahaan di jakarta, kebetulan posisi kerja saya sebagai pemegang kegiatan wirausaha karyawan(non koperasi).rencana saya skarang ini ingin membuka peluang usaha bagi karyawan yang akan menanamkan modal usaha.Jika saya sebagai pelaksana, apakah ada kewajiban mendapatkan gaji dan persentase dari keuntungan usaha?dan apakah perusahaan mendapatkan bagian dari keuntungan usaha tersebut?mohon penjelasan bapak

    • Finansialku
      Finansialku 6 September 2016 at 12:19 - Reply

      Hi Ale, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Ale, adalah: Ale tetap mendapatkan gaji sebagai pengelola.
      Kemudian untuk bagi hasil, tentunya setiap orang yang berperan (termasuk memberikan modal) tentunya mendapatkan bagi hasil.
      Termasuk perusahaan, jika perusahaan juga mengeluarkan modal tentu saja perusahaan juga dapat bagi hasil.
      Kecuali perusahaan mengeluarkan modal dan dicatat sebagai sumbangan.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  42. Firdaus Bahar 6 September 2016 at 14:43 - Reply

    Dear Finansialku

    Saya Firdaus, Salam kenal

    saya ingin bertanya, saya dan teman mendirikan sebuah usaha (UKM) dibidang transportasi, modal awal kami adalah 100juta rupiah yang kemudian terkumpul hanya sekitar 70jt sekian dan masih kurang sekitar 30jutaan. Karena kami sudah mentok dan bingung ingin mencari modal kemana lagi, akhirnya kami memutuskan untuk membuat “space” bagi investor masuk join dengan kami

    Dengan rincian modal awal menjadi 70% pemilik usaha dan 30% Investor
    Dengan pemahaman yang diberikan situs ini, saya semakin berani untuk mulai menawarkan kerjasama ini dengan Calon Investor, namun yang ingin saya tanyakan,

    1. Apakah kontrak Investor minimal harus 1 Tahun?
    2. Jika dalam waktu 1 Tahun perusahaan kami tidak bisa membuat Investor BEP apakah kami mendapatkan penalti atau bagaimana?
    3. Apa resiko yang dapat kami terima ketika Jumlah dividen Jauh dari ekspektasi Profit akhir taun?

    Terimakasih atas jawabannya. Salam Sukses untuk kita Semua

    Wassallam

    • Finansialku
      Finansialku 6 September 2016 at 15:50 - Reply

      Hallo Pak Firdaus, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku
      Menjawab pertanayan bapak mengenai bagi hasil dengan investor adalah:

      Sebelumnya kami luruskan terlebih dahulu investor disini bertindak sebagai penanam modal dan mendapatkan saham atau memberikan pinjaman dana?
      – Jika investor sebagai penanam modal maka jangka waktunya bukan 1 atau 2 tahun, melainkan sampai investor tersebut menjual sahamnya diperusahaan Anda.
      – Jika sebagai pemodal, maka Anda cukup membayar pokok dan bunga pinjaman

      Poin nomor 2 mengenai investasi dengan investor, biasanya bukan penalti Pak. Namun penalti bisa memungkinkan jika memang tertulis dalam akta perjanjiannya.

      Poin ketiga: mohon maaf kami kurang jelas dengan pertanyaan Bapak. Dividen (bagi hasil) biasanya dihitung setelah perusahaan profit, dikurnagi biaya modal kerja tahun depan.

      Terima kasih, semoga jawaban kami dapat membantu.

  43. Alfin Pangestu 6 September 2016 at 22:30 - Reply

    Selamat malam admin finansialku.com. Trimakasih sekali, karna ilmu Anda sangat bermanfaan khususnya untuk saya.
    kebetulan saya punya usaha kuliner yang kami jalankan ber4, total modal dll kami untuk usaha adalah 100jt. Kami ber4 adalah pelaksana usaha sekaligus pemegang kunci usaha (resep dll). kemudian ada investor yang ingin memasukan dana kisaran 100 jt. pertanyaan saya adlh:
    1. apakah pembagian hasil nantinya akan 50:50? dengan catatan kami di berikan gaji setiap bulanya?
    2. ketika menggunakan sistem investasi, pada jangka waktu tertentu pengembalian modal apakah saya mengembalikan modal sebesar 100jt?
    3. apakah jika nanti terjadi kerugian, pakah pantas jk kerugian tsb di bagi sama rata?
    trimakasih banyak, semoga tuhan membalas kebaikan Anda

    • Finansialku
      Finansialku 18 September 2016 at 22:52 - Reply

      Hi Pak Alfin P, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyana Bapak:
      1. Pembagian persentase keuntungan, sebaiknya disesuaikan dengan kontribusi masing-masing orang.
      Contoh angka perhitungan (sesuaikan dengan angka Anda)
      Anda dan teman-teman : modal awal Rp 100 juta + resep, bisnis yang sudah jalan (dihargain Rp 150 juta) = Rp 250 juta.
      Investor : tambahan modal = Rp 100 juta
      Total nilai perusahaan Rp 350 juta.

      Bagian Anda dan teman=teman = Rp 250 juta / Rp 350 juta = 71%
      Bagian investor Rp 100 jt / Rp 350 juta = 29%

      Anda dan teman-teman sebagai pelaksana bulanan juga harus tetap mendapatkan gaji.
      Besaran gaji disesuaikan dengan kesepakatan bersama.

      2. Investor selalu berharap adanya pengembalian modal, tetapi sistemnya adalah dari pembagian hasil.
      Contoh setiap bulan Anda mampu membagi keuntungan untuk investor sebesar Rp 10 juta.
      Maka invetsor akan balik modal setelah 10 bulan.

      Sedangkan bagi hasil pada bulan ke – 11 dan seterusnya dianggap keuntungan investor.

      3. Kerugian tentunya juga ditanggung oleh para pemegang saham.
      Jika perusahan berbadan hukum PT, kerugian hanya sebatas pada modal yang disetor.
      Untuk usaha Anda jika belum berbadan hukum PT, perlu didiskusikan sejak awal, bagaimana dengan pembagian risiko.

      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  44. muhdiarto arto 9 September 2016 at 08:59 - Reply

    Salam Finansialku,
    Bagimana system bagi hasil usaha yang lazim dalam agrobisnis ?
    bagi ( saya) pemilik lahan dalam budidaya singkong dengan penggarap lahan,, tanpa saya mengeluarkan biaya operasional untuk menghasilkan panen komoditas singkong . Semua biaya infrastruktur untuk mengolah lahan ditanggung oleh penggarap mulai dari bibit singkong, pupuk, obat-obatan/pestisida dan tenaga kerja. Trimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 17 September 2016 at 10:12 - Reply

      Hi Pak Muhdiarto Arto, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Mohon maaf kami tidak terlalu memahami binsis agrobisnis.
      Pak Muhdiarto dapat berkonsultasi dengan konsultan agrobisnis
      atau orang-orang yang sudah menjalankan usaha di bidang agrobisnis
      Mohon maaf dan semoga jawaban kami dapat membantu.

  45. Dimas 21 September 2016 at 18:08 - Reply

    Dear admin
    Saya dan teman saya membuka sebuah warung kopi.Lahan bangunan yang dipakai buat warung adalah milik saya.Dan saya juga mengeluarkan uang 1,5jt buat peralatatan warung.Sedangkan teman saya mengeluarkan uang 6jt untuk membeli peralatan dan isi (bahan membuat minuman) .Kami sama” terjun langsung di warung,tetapi jumlah jam kerjanya berbeda.Saya 12jam/hari sedangkan teman saya hanya 6jam.
    Yang saya tanyakan berapakah pembagian hasil keuntungannya??

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 10:54 - Reply

      Hi Dimas,
      Terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com

      Menjawab pertanyaan Dimas, apakah pembagian hasilnya sama atau tidak,
      disesuaikan dengan kontribusi masing-masing.
      Misal
      Anda = modal awal Rp 1,5 juta + jam kerja 12 jam/hari diberi nilai total kontribusi Rp 7,5 juta
      Teman Anda = modal awal Rp 6 juta + jam kerja 6 jam/hari diberi nilai total kontribusi Rp 9 juta
      Jadi total nilainya adalah 7,5 + 9 = 16,5

      Porsi bagian Anda = 7,5 / 16,5 = 45,5%
      Porsi bagian teman Anda = 9 / 16,5 = 54,5%

      Anda dapat membahas bersama rekan Anda mengenai hal tersebut,
      mengingat perusahaan Mas Dimas adalah perusahaan perseorangan.
      Semoga jawbaan kami dapat membantu.

  46. gogot wiji utomo 25 September 2016 at 17:41 - Reply

    hallo pak admin, mau tanya, saya adalah seorang mahasiswa semester 5, saya selain kuliah kesibukan saya bekerja frelance, saya kepikiran mau membuka usaha advertising, tapi saat ini saya tidak punya modal. saya mau buka usaha dan ada orang yang siapa mendanai saya untuk membeli mesin dll, tapi saya bingung,pembagiannya itu gimana, kalau saya yang bekerja dan menjalankan, dan yang pemilik modalnya, terimakasih banyak.
    mohon balasannya

  47. Chandra 27 September 2016 at 06:26 - Reply

    Maaf pak…
    Kalau boleh saya berpendapat tentang tulisan bapak,saya kurang setuju dengan cara bapak membuat pembagian nya dengan menggunakan istilah GAJI atau cara pengGAJIan di sini.
    Dan yg kedua saya kurang setuju dgn sistim PINJAMan dan BUNGA bagi pemodal pasif.

    Yg pertama soal pembagian.
    Menurut saya pembagian lebih tepat menggunakan sistem persenan(%).
    Contoh:
    Pemodal:70%
    Pelaksana:30%
    Dan semua nya setelah di hitung keuntungan bersih nya.
    Berarti di luar (sewa tempat,operasional,gaji karyawan dll)

    Contoh:
    Modal seluruh nya 500jt.
    Si A 400jt
    Si B 100jt
    Modal nya berarti si A 80%
    Dan si B 20%
    Tapi di sini si B tidak bekerja atau tdak ikut mengelola.
    Sementara si A sebagai pemodal dan pengelola jg.
    Dan di akhir pembukuan mereka dapat keuntungan bersih 1 miliar(biar gampang hitung nya)
    Dari untung bersih 1 miliar itu kita pisahkan untuk deviden 70% dan pengelola 30%
    Berarti 700jt deviden dan 300jt untuk pengelola.
    Dan dari deviden nya ini di bagi 2 lagi sesuai persenan modal awal tadi.
    Si A dapat 80% x 700jt = 560jt.
    Si B dapat 20% x 700jt = 140jt

    Tapi si A jg dapat persenan dari mengelola sebesar 30% dari untung bersih tadi yaitu 1miliar.
    30% x 1000jt = 300jt.
    Berarti si A dapat keseluruhan 560jt + 300jt = 860jt.
    Dan si B dapat 140jt.
    Dan menurut saya ini lebih logis dari pada menggunakan sistim pengGAJIan.
    Karna klu dgn sistim gaji kita tau tau pasti harga gaji yg pantas,yg cocok,yg sesuai untuk di berikan pada teman kita.dan gaji nilai nya tetap.sementara usaha untung nya berubah2.
    Contoh nya apa kah kita akan tetap menggaji rekan bisnis kita dgn jumlah yg sama walaupun hasil bisnis nya berbeda??
    Tentu di bisa di buat seperti itu.
    Blm lagi klu usaha nya blm ada untung.otomatis anggaran pengembangan,anggaran operasional akan di rusak hanya untuk memenuhi gaji rekan bisnis kita.

    Sebagai contoh kalau saya menggaji rekan bisnis saya 5jt/bln.
    Tp di awal usaha kmi blm ada untung.
    Alias masih rugi.
    Ga mungkin kita bakal merusak modal yg ada!!
    Klu gtu,lama2 modal nya habis buat gaji teman kita aja!!
    Trus kalau usaha nya berkembang pesat oleh kinerja teman kita sebagai pengelola sampai2 usahanya mendapatkan untung bersih 1 triliun.
    Sangat tidak adil klu kita cuma menggaji teman kita yg sudah mengembangkan usaha sampe segitu untung nya cuma di gaji 5jt!!
    Kalau pun mau di rubah2 jumlah gaji nya sesuai perkembangan perusahaan,maka itu tdak akan terasa adil!
    Pasti ada pertikaian.
    Tp klu persenan,ga di rubah2 pun gpp.
    Karn itu udah persetujuan dri awal.
    Kalau perusahaan untung besar,maka kedua nya dapat membagilan keuntungan mreka.
    Tp Kalau perusahaan rugi,maka kedua nya tidak ada keuntungan yg harus di bagi.
    Kalau sistim gaji,perusahaan untung atau rugi,dia tetap di gaji!!
    Dan ini terasa kurang adil bagi pemodal pasif…

    Sekian dlu pandangan saya.
    Kalau ada salah kata,saya mohon maaf.
    Itu hanya pandangan saya sbg org awam.
    Saya hanya seorang tamatan smk jurusan listrik,jd mungkin pandangan saya tentang ini tidak cocok dalam hal ekonomi,silahkan di koreksi.

    • Finansialku
      Finansialku 11 October 2016 at 15:51 - Reply

      Hi Pak Chandra, terima kasih telah berkunjung ke Finansialku.com
      Terima kasih juga sudah memberikan sharing yang sangat bermanfaat.
      Pak Chandra, yang kami sampaikan dalam artikel di atas adalah sistem yang umum digunakan oleh perusahaan-perusahaan, khususnya untuk perusahaan yang bakal berbadan hukum.

      1. Terkait dengan gaji, begini Pak:
      Kita perlu membedakan antara Rekan Bisnis dalam konteks pemegang saham dan pelaksana operasional.
      Sebagai operasional rekan bisnis harus mendapat gaji, karena mereka menukarkan waktu, tenaga dan pikiran untuk bisnis.

      Bagaimana jika penghasilan tidak cukup untuk menggaji?
      Hal ini sangat lumrah terjadi, yang perlu dilakukan adalah bayar untuk memenuhi kebutuhan hidup rekan bisnis.
      Kalau mau jujur, kita perlu menempatkan diri dalam posisi rekan bisnis juga donk, apakah mau bekerja ga dapat gaji?

      Kemudian jika harusnya gaji Rp 5 juta, tetapi perusahaan hanya mampu membayar Rp 2 juta,
      maka perusahaan bayar Rp 2 juta dan sisanya Rp 3 juta dianggap utang perusahaan kepada pengurus.

      2. Terkait dengan Bunga, begini Pak
      Pemodal bisa bertindak sebagai kreditur atau investor.
      Jika pemodal memberikan pendanaan sebagai kreditur, artinya nama pemodal tidak sebagai pemegang saham. Pemodal hanya berhak mendapatkan pengembalian modal dan bunga.
      Jika pemodal memberikan pendanaan sebagai investor, artinya nama pemodal ada di daftar pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.

      Pandangan Pak Chandra tidak salah, karena bisnis yang belum berbadan hukum PT atau CV, memang berlandaskan pada negosisasi. Jika negosiasi di awal seperti sistem Bapak, tidak ada masalah. Semoga jawaban kami dapat membantu.

  48. Chandra 27 September 2016 at 06:38 - Reply

    Oy,masalah nominal atau persenan yg saya tulis itu hanya sbgi contoh.
    Klu realitanya pengelola lebih besar dari pada investor persenan nya(usaha kecil menengah)
    Umum nya untuk usaha menengah:
    Investor : 30% – 40%
    Pengelola : 60% – 70%

    Tp smua tergantung usaha nya.

    Ada jg perusahaan besar yg memberikan keuntungan 80% – 90% pada pemodal.

    • Finansialku
      Finansialku 11 October 2016 at 09:30 - Reply

      Hi Pak Chandra, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Terima kasih atas sharing informasi dan opininya.
      Semoga dapat berguna untuk kami dan para pembaca.

  49. aldi 27 September 2016 at 06:55 - Reply

    Salam Finansialku,
    pak, bagaimana saya akan merencanakan keuangan yang baik?
    Termasuk, bagaimana penawaran saya kepada investor apabila usaha saya untung dan bagaimana dengan investor, apabila usaha saya rugi?

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 10:58 - Reply

      Hi Pak Aldi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.
      Terkait dengan perencanaan keuangan perusahaan (corporate financial planning),
      Anda dapat menggunakan jasa konsultan bisnis atau konsultan keuangan untuk perusahaan.
      Mereka akan membantu menjawab lebih detil, termasuk untuk kondisi untung dan rugi.
      Investor biasanya lebih merasa aman dan nyaman dengan perusahaan berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas).
      Anda dapat melakukan cek peraturan UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  50. ahmad 1 October 2016 at 16:29 - Reply

    salam kenal pak saya tanya kalau saya pemilik bangunan apotek dan kekurangan modal teman saya menginvestasikan modal dari usaha apotek yg tengah berjalan mohon gedung dan selaga perlengkapan usaha milik sy yg mengelola apotek saya sendiri dan modal usaha 50% modal saya teman saya hanya menginvestsikan 50% dari modal dan tidak ikut aktif mengelola mohon pak rumus membagian keuntungan untuk teman saya pgmna ya????

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:42 - Reply

      Hi Pak Ahmad, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Ahmad, sebenarnya Bapak dapat menghitung masing-masing kontribusi.
      Contoh perhitungan kontribusi:

      Pak Ahmad : Modal awal (gedung peralatan) Rp 200 juta + Manajemen Rp 100 juta = Rp 300 juta.
      Teman : Modal awal Rp 200 juta.
      Total modal = Rp 500 juta.

      Maka bagian Pak Ahmad adalah = 300 juta / 500 juta = 60%
      dan bagian teman adalah = 40%

      Perhitungan di atas adalah contoh, Pak Ahmad dapat sesuaikan angka dengan data Bapak.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  51. Ferdian 9 October 2016 at 17:30 - Reply

    Salam finansialku
    Saya mau bertanya, saya dengan teman saya akan menjalankan usaha di bidang kontruksi, di sini saya sebagai penanam modal dan teman saya sebagai pelaksana, berapa % idealnya untuk pembagian modalnya?apakah tetap akan digaji jika saya dan teman saya sebagai pelaksana kegiatan.
    Berapa idealnya pembagian modal antara direktur dan komisaris.
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 11 October 2016 at 09:12 - Reply

      Hi Pak Ferdian, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Sebelumnya apakah perusahaan patungan Bapak berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas)?
      Untuk persentase yang ideal di industri konstruksi, kami tidak tahu Pak.
      Bapak dapat bertanya langsung pada pelaku industri konstruksi.
      Namun pembagian hasil, idealnya disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pihak.
      Terkait dengan pembagian modal, Pak Ferdian dapat langsung berdiskusi dengan rekan bisnis Bapak.
      Sebagai pelaksana Pak Ferdian tetap mendapatkan gaji.

  52. Asih 11 October 2016 at 19:36 - Reply

    Salam Finansialku. Saya mau tanya, saya bersama teman hendak membuka sebuah usaha kuliner. Modal keseluruhan milik teman saya, beserta tempat juga peralatan yang sudah ada. Bagaimana sistem bagi hasil yang adil? Disini saya yang mengelola seluruhnya. Teman hanya minta laporan saja. Terimakasih.

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:57 - Reply

      Hi Asih, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Asih, mengenai pembagian modal kami belum bisa menjawab lebih detil, karena kekurangan data.
      Namun saran kami diskusikan dan negosiasikan dengan teman Anda.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  53. Cahyo 11 October 2016 at 22:46 - Reply

    Hai Finansialku.
    Saya sudah menjalankan usaha selama 1 tahun lebih. saat ini ada investor yg ingin bergabung.
    Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara saya menghitung valuasi bisnis saya?
    apa saja yg termasuk dalam asset saya? apakah besaran sewa gedung slama 1 tahun keblakang trmasuk dalam asset?

    Terimkasih

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:59 - Reply

      Hi Pak Cahyo, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami sarankan Bapak menggunakan jasa appraisal untuk melakukan valuasi bisnis Bapak.
      Sebagai perencana keuangan, area kami tidak untuk melakukan valuasi perusahaan.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  54. Syaiful hidayat 17 October 2016 at 11:31 - Reply

    Salam finansial ku
    Saya dan teman saya akn mnjakankan usaha di bidang jasa pemotongan rambut dan modal kami berdua 40 jt orang.rencana kami memakai 4 karyawan dan teman saya sekaligus sebgai pekerja dan pemodal. Sedangkan pembagian hasil nya 50:50 dengan karyawan.50 untuk kryawan 50 lg untuk kami bagi dua. sedangkan teman sya yang sekaligus sebgai pekerja nya mengambil penuh dan tidak ada pembagian. saya cuma sebagai pemodal.dan dia sebgai pemodal dan pekerja. Saya ingin bertanya. Apakah sya bisa ikut andil untuk mengelola. Agar saya dapat gaji bulanan.dan sya ingin mnta saran nya gimana pembagian nya. Trmksih

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:56 - Reply

      Hi pak Syaiful, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak.

      Apakah Bapak bisa menjadi pengelola? Jawabannya tergantung, apakah Bapak memiliki skill / kemampuan untuk membesarkan bisnis potong rambut tersebut. Tergantung juga dengan kesepakatan awal dengan teman Anda.
      Mengenai pembagian seperti di atas, dirasa sudah cukup fair Pak, karena pekerja berhak mendapatkan keuntugan. Dan kami rasa wajar, jika teman Bapak mendapat keuntungan usaha (bagi hasil) sebagai karyawan dan pemodal. Hal tersebut karena teman Bapak menjalankan dua fungsi yang berbeda.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  55. Robin 18 October 2016 at 12:23 - Reply

    Selamat siang Finansialku.
    Mohkn izin bertanya, teman saya mengajak saya utk terlibat dalam project catering yg sdg dijalani dengan nilai projek Rp. 235jt.
    Utk pembagian deviden yg benar seharusnya bagaimana yah?
    Saya hanya sebagai investor saja. Dan nilai yg bisa saya investkam sebesar 100jt/235jt.

    Mohon petunjuk dari Finansialku.

    Thanks,

    Regards.

    • Finansialku
      Finansialku 25 October 2016 at 14:52 - Reply

      Hi Robin, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Saran kami sebaiknya Pak Robin obrolin di awal dengan pemilik project.
      Sebaiknya perjanjiannya dibuat di notaris agar sah.
      Untuk pembagian deviden, kami belum bisa menjawab lebih lengkap karena data Bapak kurang lengkap.
      Mohon maaf kami belum dapat membantu lebih banyak.

  56. Kusmaryanto 26 October 2016 at 06:43 - Reply

    Test mau bergabung

    • Finansialku
      Finansialku 26 October 2016 at 09:12 - Reply

      Hi Pak Kusmaryanto, terima kaish sudah mengunjungi Finansialku.com
      ada yang bisa kami bantu?

  57. Kiyosaki 30 October 2016 at 00:45 - Reply

    Hallo Finansialku, terima kasih atas artikel & websitenya yg sangat menginspiratif.
    saya ada pertanyaan, saat ini saya sudah memiliki dua usaha dan dikelola oleh istri saya, dan dalam waktu dekat rencananya saya akan membuka satu usaha lagi dibidang jasa bersama teman saya dan seorang investor.

    dalam usaha jasa ini saya bertindak sebagai pengelola sekaligus konseptor tanpa mengeluarga uang sepeserpun, dengan konsep & sistem yg saya buat usaha jasa ini memiliki potensi pemasukan terkecil ditahun pertama katakan saja sebesar Rp.500juta/tahun dengan keuntungan bersih sebesar Rp.400Juta/tahun.
    dalam usaha ini saya dibantu seorang teman. dan teman saya ini hanya bermodalkan keahlian, dan tugasnya sebagai teknisi, tanpa teman saya ini saya akan kesulitan untuk mengembangkan usaha jasa ini.
    dan seorang lagi adalah investor pasif yang hanya menanamkan modalnya sebesar Rp.420Juta tanpa terlibat dlm oprasional usaha secara lngsng.

    dari contoh diatas, kira-kira berapa persen keuntungan bagi hasil yg ideal untuk masing-masing orang ?

    jika di akhir tahun kelima ternyata investor memilih keluar & menarik seluruhan modalnya apakah ditahun keenam dan seterusnya investor masih berhak atas pembagian keuntungan dari perusahaan ? jika tidak berhak, bagaimana pembagian hasil untuk selanjutnya. Mohon pencerahaanya dari Finansialku. Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:05 - Reply

      Hi Pak Berlin, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com

      Menjawab pertanyaan Bapak mengenai persentase pembagian keuntungan :
      Jika pembagian persentase keuntungan berdasarkan kontribusi masing-masing pihak, maka Bapak dapat menerapkan perhitungan, sebagai berikut
      Anda = pengelola + konseptor + sistem dihargai Rp 100 juta.
      Teman Anda 1 = teknisi + keahlian dihargai Rp 100 juta.
      Teman Anda 2 = modal usaha Rp 420 juta.
      Maka total modal = Rp 620 juta.

      Bapak dapat berdiskusi dengan teman Anda untuk membahas besaran angka “dihargai”. Perhitungan di atas hanyalah contoh dan ilustrasi.

      Pembagian sesuai kontribusi
      Anda = 100 / 620 = 16%
      Teman Anda 1 = 100 / 620 = 16%
      Teman Anda 2 = 420 / 620 = 68%

  58. Adnan 1 November 2016 at 09:01 - Reply

    Selamat siang Finansialku..
    mohon petunjuknya,
    saya mempunya CV dalam bidang Tour & Travel sudah 3tahun, selama ini masih online dan tidak mempunyai kantor, operasional jualan hanya dirumah saja, ada calon investor bersedia untuk memberikan modal berupa sewa kantor/sewa ruko, tetapi saya juga ingin meminta dana untuk modal operasional. pertanyaan saya:
    – berapa modal yang harus sy ajukan ke calon investor diluar sewa ruko?
    – bagaimana pembagian hasilnya? apa perbulan atau per tahun? calon investor modalnya dari dia, sedangkan saya hanya legalitas dan operasional saja, dan belum juga memiliki karyawan, hanya saya saja.

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:08 - Reply

      Hi Pak Adnan, menjawab pertanyaan Bapak :

      1. Mohon maaf kami tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai modal yang harus Anda ajukan kepada investor.
      Kami membutuhkan data lebih komprehensif untuk menjawab pertanyaan tersebut.
      Namun kami sarankan modal yang diminta adalah biaya sewa kantor + operasional selama beberapa tahun.
      Penjelasan beberapa tahun disesuaikan dengan strategi bisnis Pak Adanan.

      2. Pembagian hasil pun kami tidak bisa menjawab lebih detil, karena kurangnya informasi dari Pak Adnan.
      Untuk pembagian berdasarkan kontribusi, Pak Adnan bisa menerapkan contoh perhitungan di atas.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Pak Adnan.

  59. Benny 7 November 2016 at 07:14 - Reply

    Hi Finansialku,

    Saya ingin bertanya beberapa hal yang sangat penting sebelum saya melakukan investasi pada sebuah bisnis yang sudah berjalan selama kurang lebih tiga (3) tahun.

    Teman saya A memiliki usaha penjualan suatu produk ke luar negeri. Dia mengambil barang dari produsen dan mejualnya ke buyer di luar negeri berdasarkan order yang masuk dengan metode pembayaran 50% pada waktu order dan 50% lagi pada saat pengiriman barang (shipment). Selama ini dia mendapatkan 4 – 6 order dengan total laba bersih 130 – 200 juta pertahun. Jadi dia tidak memiliki aset fisik apapun namun memiliki ide bisnis dan potential buyer dengan nilai tersebut. Sekarang dia ingin mencari inverstor untuk dapat berproduksi sendiri (syarat dari buyer di luar negeri agar tetap memberikan order kepada teman saya). Saya B dan teman saya lainnya C ingin bergabung dalam bisnis tersebut.

    Pertanyaan saya:

    1. Menurut Anda adakah valuasi nilai bisnis tersebut, mengingat tidak adanya aset fisik dan fluktuasi order ? Jika perlu dinilai berapa kira-kira valuasi yang wajar?

    2. Bagaimana komposisi kepemilikan saham jika A akan menyertakan modal 100 juta, B akan menyertakan modal 200 juta dan C memiliki bangunan yang akan digunakan sebagai tempat produksi (ditaksir nilai sewa bangunan tersebut adalah 100 juta pertahun).

    3. Ketiga pihak akan ikut menjadi pengelola sesuai dengan kapasitas masing-masing, dan mengangkat A sebagai direktur. Apakah A, B, dan C lebih baik mendapatkan gaji?

    Terimakasih sekali,
    Best Regards.

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:14 - Reply

      Hi Pak Benny, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak,

      1. Menurut Anda adakah valuasi nilai bisnis tersebut, mengingat tidak adanya aset fisik dan fluktuasi order ? Jika perlu dinilai berapa kira-kira valuasi yang wajar?
      Dalam kasus Bapak, apakah perusahan si A, sudah berbadan hukum?
      Anda bisa melakukan valuasi berdasarkan nilai perusahaan A.

      2. Bagaimana komposisi kepemilikan saham jika A akan menyertakan modal 100 juta, B akan menyertakan modal 200 juta dan C memiliki bangunan yang akan digunakan sebagai tempat produksi (ditaksir nilai sewa bangunan tersebut adalah 100 juta pertahun).
      Pembagian berdasarkan kontribusi :
      A = ilmu + operasional + uang Rp 100 juta dinilai Rp 250 juta.
      B = modal Rp 200 juta
      C = bangunan senilai Rp 100 juta
      Total modal Rp 550 juta.

      Jadi bagian
      A = 250 / 550 = 46%
      B = 200 / 550 = 36%
      C = 100 / 550 = 18%

      3. Ketiga pihak akan ikut menjadi pengelola sesuai dengan kapasitas masing-masing, dan mengangkat A sebagai direktur. Apakah A, B, dan C lebih baik mendapatkan gaji?
      A. B dan C sebagai pengelola sebaiknya mendapatkan gaji.

      Semoga jawaban kami dapat membantu Bapak.

  60. Hendi saputra 12 November 2016 at 13:35 - Reply

    Selamat siang finansial.com
    Mau tanya, kalau usaha dalam bidang perkebunan sawit, saya selaku pemilik lahan 10 hektar, teman 1 saya selaku pemodal bibit, dan teman 2 selaku pengelola kebun (merawat, memupuk, n menyeprot n memanen). Pembagi hasil ny seperti apa ya,?
    Ataw ada saran bagai mana bagus ny dlm kerjasama dalm bidang perkebunan tsb.?
    Sekian terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:16 - Reply

      Hi Pak Hendi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Kami tidak mengetahui pembagian hasil terkait industri sawit secara spesifik.
      Jika Bapak menggunakan cara bagi hasil secara kontribusi, Bapak bisa melakukan perhitungan seperti contoh di atas.
      Terima kasih, semoga jawaban kami dapat membantu.

  61. LA ODE ENDO 19 November 2016 at 01:42 - Reply

    selamat pagi bapak kebebasan finansial, saya mau bertanya nich pak tentang bagi2 hasil! ceritanya seperti ini : saya mendirikan cv yang bergerak di bidang pelayanan jasa, cv itu milik saya, tetapi di sini saya mengajak 5 orang untuk membantu mengurus cv tersebut, dalam mengembangkan usaha tersebut sehingga pada saat akhir bulan pendapatan cv mencapai di angka 100 jt ( contoh ni pak) jadi sistem pembagian hasilnya seperti apa itu pak,,,,terimah kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:25 - Reply

      Hi Pak Kevin Ode, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai pembagian hasil, Bapak bisa menerapkan
      pembagian hasil berdasarkan sistem kontribusi.
      Misal
      Kontribusi Bapak = modal Rp 100 dan teknis = Rp 200juta.
      Tenaga kerja masing-masing Rp 10 juta, jadi
      kontribusi teman = 5 x Rp 10 = 50 juta.
      Jadi total = Rp 200 + Rp 50 = Rp 250 juta.

      Maka bagian Bapak = 200 / 250 juta = 80%
      Maka bagian teman = 20%

      Selain cara pembagian dengan menggunakan sistem kontribusi, Bapak bisa menggunakan sistem komisi untuk masing-masing tenaga kerja.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  62. revi paut 21 November 2016 at 20:15 - Reply

    syalom saya mau tanya apakah bagi hasil 10% dari keuntungan bersih perbulan sudah efektif atau belum.?

    • Finansialku
      Finansialku 4 December 2016 at 19:10 - Reply

      Hi Pak Revi Paut, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pembagian 10% sudah efektif atau belum, tergantung pada jenis usaha, industri, bisnis dan aturan yang berlaku.
      Semoga jawaban kami dapat membantu. Terima kasih.

  63. Earlys Maharizky 29 November 2016 at 12:22 - Reply

    Pak , maaf saya boleh tanya ya . .bagaimana sistem investor yang memiliki modal 100 juta dan ingin 30% dari laba kotor atau bersih . . .bagaimana penghitungannya ???
    mohon jawabnya pak .

    Thanks ,

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:42 - Reply

      Hi Pak Earlys M, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak,
      ==> Investor minta 30% dari laba kotor
      Misal keuntungan kotor (laba kotor) bisnis = Rp 100 juta, maka Anda memberikan Rp 30 juta kepada investor.
      Laba kotor = penjualan (Revenue) – modal produksi (COGS)

      ==> Investor minta 30% dari laba bersih
      Misal keuntungan bersih (laba bersih) bisnis = Rp 15 juta, maka Anda memberikan Rp 4,5 juta kepada investor.
      Laba bersih = laba kotor (gross profit) – pengeluaran operasional (operating expenses).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  64. wansetia 29 November 2016 at 23:56 - Reply

    Say punya toko..
    Benar ga hitungan syaa.,dari hasil per hari ,komisi
    Misal omset 100000 x100:30%, nah,dari hasilnya kami bagi 2..
    Mohon pencerahan..!!!
    Tks

    • Finansialku
      Finansialku 12 December 2016 at 08:11 - Reply

      Hi Wansetia, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pembagian hasil tidak ada rumusan baku, karena disesuaikan dengan industri dan jenis bisnis.
      Sebaiknya, diskusikan dengan teman Anda mengenai komisi.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  65. Caroline 30 November 2016 at 10:48 - Reply

    Salam Kenal Finansialku,

    Saya dan teman saya mencoba membangun usaha pesenan kue rumahan. Modal keseluruhan dari saya dan channel yang akan membeli/mengorder pesenan kue (potensial) juga dari saya dan saya juga ikut terlibat aktif dalam pekerjaan operasional sehari-hari. Teman saya hanya dari segi resep dan pengalaman membuat kue dan bekerja operasional sehari-hari. Yang ingin saya tanyakan dalam pembagian hasil bagaimana ya perhitungannya antara saya dan teman saya?
    Karena teman saya seolah ingin dibagi rata dalam keuntungan karena merasa lebih pengalaman dari segi resep dan pembuatan kue?
    Terima kasih

    Regards,

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:49 - Reply

      Hi Ibu Caroline, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Dalam kasus ibu Caroline, sebenarnya pembagian dapat disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pihak.
      Misal
      kontribusi Ibu modal usaha + channel + operasional dinilai Rp 10 juta.
      kontribusi Teman ibu resep dinilai Rp 5 juta.
      Maka total nilainya = Rp 10 + Rp 5 = Rp 15 juta

      Bagian Ibu = 10 / 15 = 67%
      Bagian Teman ibu = 5 / 15 = 33%

      Penilaian di atas hanyalah contoh, ibu sebaiknya diskusikan dengan teman Ibu.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  66. rezki fill ardhianto 10 December 2016 at 14:30 - Reply

    Siang Finansialku,, saya rezki, saya mempunyai rencana untuk membuka sebuah cafe, tetapi modal yang saya punya hanya 30 jt sedangankan dana yg dibutuhkan sebesar 130 jt, ada teman saya yg ingin menanamkan modal sebesar 100 jt dan dia sebagai invstor pasif..di sini saya sebagai pengelola. dan untuk pembagian hasil disini sebesar 70% untuk pengelola 30% + fix cost 2jt (pengembalian modal/bulan) untuk investor.. dan pengembalian modal untuk investor selama 4 tahun.. setelah 4 tahun investor hanya mendapatkan 30% dari profit.. yang ingin saya tanya kan apakah untuk setiap investasi harus ada berapa lama pembagian hasil yang yg diterima investor setelah BEP dan harus menambah investasi lagi jika ingin terus menerima profit? atau pembagian hasil profit setelah BEP berlangsung selama cafe itu berjalan? dan bagaimana ideal nya..

    terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:53 - Reply

      Hi Rezki, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Rezki, sebenarnya disesuaikan dengan badan usaha.
      Jika Rezki memiliki usaha berbadan hukum PT, maka aturannya sesuai degan UU no 40 tahun 2007.
      Jika usaha Rezki belum berbadan hukum PT, Rezk dapat negosiasi dengan investornya.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  67. joko 11 December 2016 at 16:19 - Reply

    Salam.,
    Saya mau tanya pak/bu
    Saya akan memulai bisnis makanan dengan teman., jadi sewa tempat sama modal tiap harinya dari saya.,temen saya cuman yang nunggu saja
    Kalau seperti itu gimana ya pembagian hasilnya ?

    • Finansialku
      Finansialku 12 December 2016 at 07:59 - Reply

      Hi Pak Joko, terima kasih sudah berkunjung ke Finansialku.com
      Mengenai pembagian hasil, sebaiknya Pak Joko diskusikan dengan teman Bapak.
      Pak Joko juga bisa mencari informasi dengan teman-teman yang sudah menjalankan bisnis rumah makan.
      Pak Joko juga dapat mempertimbangkan untuk memberikan gaji tetap dan bonus jika ada peningkatan penjualan.

  68. Cikal 13 December 2016 at 23:44 - Reply

    Jika saya investasi sebesar 100%. Disini saya investor pasif. Ada 3 teman saya sebagai pengelola operasional sehari-hari. Jika total biaya investasi Rp 500 juta. Bagaimana untuk pembagian yang adil?

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:31 - Reply

      Hi Pak Cikal, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak mengenai pembagian yang adil, sesuai kontribusi masing-masing pihak
      Pak Cikal = Rp 500 juta.
      Teman A, B dan C masing-masing kontribusinya dinilai Rp 100 juta.
      Jadi total nilai Rp 500 + (3 x Rp 100) = Rp 800 juta.

      Bagian Bapak = 500 / 800 = 63%
      Masing-Masing Teman = 100 / 800 = 12,3%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  69. Asy shahid am 14 December 2016 at 12:34 - Reply

    Permisi pak, saya mau nanya.
    Jadi saya ber-4 temen saya (pekerja/aktif) punya usaha makanan trus saudara temen saya mau kasi modal (pemodal/pasif) dan insyaAllah dalam setahun bisa balik modal. Pertanyaan saya, bagaimana pembagian keuntungan Setelah balik modal? Apakah benar perorang 20% ? Atau pemodal dapat 30% dan kami berempat 70% (dibagi 4 orang).
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 14 December 2016 at 16:37 - Reply

      Hi Pak Asy Shahid Am, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Pembagian hasil sebenarnya dapat disesuaikan hasil negosiasi antara investor dan pelaku usaha.
      Atau ada juga cara pembagian hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak.
      Pak Asy Shahid dapat mempraktekkan contoh perhitungan di atas untuk usaha Bapak.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  70. evi juniarti 15 December 2016 at 00:06 - Reply

    permisi pak, numpang tanya. saya baru bergerak di bidang konstruksi. saya sebagai pemilik perusahaan sekaligus investor dan ikut terjun dilapangan. saya mempunyai mitra. dia melobi atau yang mendapatkan kontrak kerja dan juga turut terjun dilapangan. gimana ya pak cara pembagian keuntungannya. mohon penjelasannya ya pak. terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 15 December 2016 at 09:02 - Reply

      Hi ibu Evi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan ibu, mengenai cara bagi keuntungan sebaiknya diperjelas dulu kontraknya.
      Apakah mitra ibu ingin join venture, akuisisi atau membuat usaha baru.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  71. Firman Rosyidi 16 December 2016 at 19:48 - Reply

    Artikel anda sangat bagus ( Singkat, Padat Jelas ) Semoga ilmu anda bermanfaat bagi anda dan orang banyak

    • Finansialku
      Finansialku 16 December 2016 at 19:55 - Reply

      Hi Pak Firman, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Semoga artikel kami dapat bermanfaat, terima kasih.

  72. Ade FP 18 December 2016 at 00:09 - Reply

    Permisi pak..saya mau nanya..
    Saya dan keluarga membuka suatu usaha jual beli. untuk saat ini saya adalah pemodal/investor sekaligus bagian pembukuan, 1 orang utk pelaksana dilapangan dan 2 orang pekerja dilapangan. kami tidak memakai sistem penggajian bulanan, tetapi kami memakai sistem pembagian keuntungan saja. bagaimana cara pembagian keuntungan yang benar dan jika mengalami kerugian, siapa yang harus menanggung kerugiannya? dan jika ada penambahan pemilik modal 1-2 orang lagi, bagaimana cara pembagiannya? trims sebelumnya..

    • Finansialku
      Finansialku 19 December 2016 at 16:02 - Reply

      Hi Pak Ade, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Untuk pembagian keuntungan, Pak Ade bisa menggunakan metode kontribusi masing-masing orang.
      Misal :
      Pak Ade : modal uang tunai dan tenaga pembukuan senilai Rp 20 juta.
      Teman Pak Ade 3 orang, masing-masing Rp 10 juta.
      Maka total bisnis Pak Ade = 20 + (3 x 10) = 50 juta.

      Maka bagian Pak Ade adalah 20/50 = 40%
      Dan bagian masing-masing teman Pak Ade adalah = 20%

      Jika ada teman atau investor baru, Pak Ade silakan lakukan perhitungan kontribusi masing-masing orang seperti di atas.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  73. Mr. Green 19 December 2016 at 19:14 - Reply

    Sehat selalu buat mimin, dari awal sampe akhir saya baca komen. Saya jadi lebih faham, tapi begini min, masih ada yang.membingungkan dalam pembukuaannya.

    Contoh :
    Akumulasi modal tertotal 120 juta.
    Si jojon : investor pasir setor cash 50 juta.

    Si Onong : Pengelola punya value ;
    Ide : 10 juta
    Teknis dan pengalaman lapangan 5 tahun : 20 juta
    Koneksi pemasaran : 40 juta

    Deal. Sebulan kemudian mereka mendirkkan PT. Lalu, yang menjadi pertanyan. Modal tersebut valuenya 120 juta. Namun, modal cash on bank adalah 50 juta. Nah, yang 70 juta ditulis apa dalam jurnal akuntasi . . dan itu masuk debit atau kredit.

    Saya berfikir, itu membingungkan..

    • Finansialku
      Finansialku 20 December 2016 at 09:14 - Reply

      Hi, Pak Noto terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Noto, dalam pembuatan PT kan ada pembagian saham.
      Badan hukum PT memang sedikit lebih kompleks, karena kepemilikan saham di PT hanya berdasarkan modal uang disetor.
      Pada kenyataan di lapangan, kita tidak hanya melihat modal disetor.
      Kita juga perlu melihat kontribusi masing-masing pihak.
      Total 120 juta itu adalah diskusi dan value antara pemegang saham (share holder).
      Sedang dalam akuntansi, modal disetornya sebesar 50 juta.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  74. Aji 20 December 2016 at 11:46 - Reply

    Pak mau tanya.ada tmn saya mau ngasih modal sebagai investor.tpi saya di suruh ngelola ama resep.resep makanan nya dari saya..giman bagihasil nya..

    • Finansialku
      Finansialku 21 December 2016 at 07:57 - Reply

      Hi Pak Aji, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Aji, mengenai pembagian hasil
      Sebenarnya ada banyak cara untuk menentukan bagi hasil antara Bapak dan pemilik modal.
      Salah satunya dengan pembagian sesuai dengan kontribusi.
      Contoh :
      Investor memberikan modal sebesar Rp 30 juta.
      Bapak sebagai pengelola dan resep dihargai senilai Rp 20 juta.
      Maka total nilai bisnis Rp 50 juta.

      Bagian investor adalah (30jt / 50jt) x 100% = 60%
      Bagian Bapak adalah 40%.

      Perhitungan di atas adalah contoh, dan nilainya silakan Bapak sesuaikan dengan kondisi.
      Semoga jawaban kami dapat membantu. Terima kasih.

  75. Mushaf Al Farizi 25 December 2016 at 23:22 - Reply

    Selamat malam Finansialku.com,
    Saat ini saya mempunyai keinginan buka cafe, sedangkan untuk soal modal saya belum ada, tetapi ada teman saya yang menawarkan modal kepada saya, dan saya sebagai pengelola cafe tersebut, sistem pembagian hasil seperti apakah yang saya harus jalankan, dengan ketentuan suatu saat kami bisa usaha masing – masing

    • Finansialku
      Finansialku 26 December 2016 at 23:15 - Reply

      Hi Pak Mushaf Al Farizi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, tampaknya Bapak perlu diskusi dan negosiasi dengan calon investor.
      Termasuk bagaimana model bisnis, partnership, termasuk bagian kepemilikan perusahaan dan
      kemungkinan untuk membuat usaha masing-masing.
      Saran kami diskusikan terlebih dahulu dengan matang kepada investor Anda.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  76. Fahmi 26 December 2016 at 14:27 - Reply

    Pak saya mempunyai usaha kuliner yang selama ini sudah berjalan secara online melalui kurir pesan antar saya sudah punya produk dan pelanggan yang jelas dan sudah dikenal kami ingin membuka outlet dengan investor, investor yang menyediakan tempat usaha seisinya katakanlah 50.000.000 sedangkan kami yang menyediakan bahan baku dan menjalankan bisnisnya katakanlah bahan baku dll hanya 5.000.000 ini pembagian bagi hasilnya gimana y pak?

    • Finansialku
      Finansialku 26 December 2016 at 23:12 - Reply

      Hi Pak Fahmi, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Mengenai pembagian hasil tersebut, apakah Pak Fahmi juga sudah mempertimbangkan opsi seperti Kredit Usaha Rakyat ?
      Cek link –> Mengenal pendanaan KUR untuk pengusaha UMKM.

      Mengenai pembagian hasil, Pak Fahmi dapat menggunakan metode persentase berdasarkan kontribusi.
      Anda = bisnis + uang tunai senilai Rp 5 juta total di nilai Rp 150 jt.
      Investor = uang tunai sebesar Rp 50 jt
      Total nilai = 200 jt.

      Bagian Anda = 150 / 200 = 75%
      Bagian Investpr = 50 / 200 = 25%
      Angka – angka di atas adalah contoh, silakan diskusi dan negosiasi dengan investor Anda.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  77. sandy kurniawan 2 January 2017 at 14:56 - Reply

    selamat siang finansialku saya mau tanya terkait pembagian hasil.. saya berdua buka kedai kofee saya owner dan ivestor aktif dan teman saya sbagai barista ,kita berdua merencanakan bisnis tersebut dan kesepakatan pembagian hasil di akhir taun sudah jelas.. namun diperjalanan kami 1 minggu jual kofee kami merekrut lg 1 orang sebagai marketing pemasaran…. yang A sebagai barista/ dia punya ilmu si B sebagai marketing pemasaran .. saya owner , investor dan sekaligus memanage perusahaan ,, yang saya tnyakan adalah di akhir tahun si B dapet jatah enggak?? atau hanya gaji bulanan saja yang ia dapat terimaksih mohon pencerahanya

  78. yohana 4 January 2017 at 12:50 - Reply

    selamat siang pak, saya mohon tanya, apakah seorang pemilik modal hanya menyerahkan satu kali saja modal di awal ? dan di tahun-tahun berikutnya sudah tidak menyerahkan tambahan modal lagi? karena semua pengeluaran usaha dan sewa kios di ambil dari pemasukan / keuntungan usaha. apakah harus seperti itu pak? terima kasih sebelumnya.

    • Finansialku
      Finansialku 4 January 2017 at 22:11 - Reply

      Hi Yohana, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Yohana: Apakah pemodal (investor) cukup bayar sekali atau setiap tahun?
      Jawabannya : disesuaikan dengan kesepakatan awal dan kondisi keuangan perusahaan.
      Berikut ini beberapa contoh kesepakatan awal :
      – jika investor cukup bayar sekali maka ya sekali saja.
      – Jika perusahaan rugi, maka investor harus menambah modal. –> Tentu saja investor harus menambah modal.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  79. Didik Prasetyo 7 January 2017 at 17:38 - Reply

    Salam Finansialku, begini pak 8 bulan lalu saya mempunyai ide dan konsep penjualan bakwan malang, yang rencana modal melalui pinjaman bank 50juta untuk 20 konsep etalase bertenda minimalis, namun ketika sedikit sharing dengan dua orang teman tentang ide tersebut, ternyata kedua teman saya tertarik investasi, teman A&B @25juta dengan patokan investasi syariah. kesepakatan bagi hasil teman A&B 60:40 saya, per hari 1 kali perputaran produksi selama 5 tahun dengan BEP 10 bulan, saya menggaji 27 pekerja & saya tanpa gaji. 3 bulan berjalan normal dan omset meningkat. pembukuan lengkap.
    Bulan ke 4 & 5 saya memutar 40% saya untuk 6 etalase menjadi 2 putaran produksi perhari termasuk biaya tambahan pekerja, hasil 1putarannya tersebut murni 100% masuk saya.
    Masuk bulan ke 6 terjadilah masalah, dengan perdebatan yang tidak menemui solusi kedua teman berencana menarik seluruh modalnya atau sarana produksi & etalase karena saya dianggap tidak fair, saya tawarkan solusi 6 etalase saya menambah biaya sewa tetapi teman menganggap itu bagian dari modal sehingga harus masuk 60:40.
    padahal sesuai akad 1 x putaran produksi, dan saya ingin berkembang dari bagian 40 tersebut, yang kebetulan dibidang yg sama, coba kalo 40nya saya putar di jual beli, apa masih terhitung juga? lalu saya mempertanyakan di akad saya tanpa gaji, padahal sy menggaji pekerja dan saya juga bekerja didalamnya, tapi menurut teman kan saya sudah dapat bagian hasil 40nya, yang menurut pemahaman saya hasil & upah kerja harus dibedakan.
    mohon solusi terbaiknya pak, apa saya salah dalam hal ini? lalu mengenai hak kepemilikan aset/etalase tersebut bagaimana? menurut saya etalase/aset didalamnya sepenuhnya hak saya karena teman memberi modal dalam bentuk nominal dan kalau usaha lancar akan kembali ditahun ke 5, tidak mungkin saya mematikan usaha berjalan dengan menjual aset untuk mengembalikan modal dan tidak ingin putus hubungan hanya karena kesalahpahaman. mohon mendapat solusi terbaik dan menjadi studi kasus bagi yang lain, terimakasih.

    • Finansialku
      Finansialku 8 January 2017 at 16:41 - Reply

      Hi Pak Didik, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Kami memahami permasalahan Bapak, mengenai kesalahpahaman dengan investor.
      Saran kami coba diskusikan kembali aturan mainnya, dan tulis perjanjian di bawah akta notaris.
      Jika Anda ingin menggunakan akad Syariah, pastikan Anda dan para investor memiliki pemahaman yang sama mengenai akad Syariah.
      Jangan sampai ada perbedaan pandangan.
      Mengenai gaji, saran kami tetap sebagai pelaksana harus memiliki gaji (seperti contoh penjelasan di atas).
      semoga jawaban kami dapat membantu.

  80. Didik Prasetyo 8 January 2017 at 20:58 - Reply

    oke pak, thanks, pembelajaran nih walaupun partner teman atau saudara betul seharusnya perjanjian dibawah akta notaris.

  81. Singgih 13 January 2017 at 01:13 - Reply

    Salam finansialku. Pak saya punya usaha berdua kawan saya di bidang sembako. Dan saya baru sekali terjun di wirausaha ini. Usaha sudah berjalan 1 tahun.

    Dengan modal awal :

    A. 10jt + mengelola
    B. Ide + mengelola

    3 bulan kemudian modal bertambah masing – masing :

    A.3jt
    B.3jt

    Berjalan 6 bulan bertambah modal :

    A.15jt

    Nah saat ini ada orang ingin investasi 30jt..

    Saya punya langganan lebih dari 50 orang
    Dan barang hasil dari pengembangan usaha untuk oprasional sebesar 3jt.

    Bagaimana hitungan bagi hasilnya ?

    Dan bagaimana jika saya kembalikan uang investor tersebut dalam jangka waktu tertentu atau tidak tertentu apakah di bolehkan?

    • Finansialku
      Finansialku 17 January 2017 at 08:47 - Reply

      Hi Pak Singgih, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Untuk pembagian modal Bapak dapat menggunakan cara kontribusi:
      A = 10 + 3 + 15 + mengelola = 50 juta.
      B = ide + mengelola + 3 = 40 juta.
      C = modal tambahan = Rp 30 juta.
      Jadi total = 120 juta.

      Angka di atas dapat Anda sesuaikan dengan hasil negosiasi dan lainnya.
      A = 50 / 120 = 41,67%
      B = 40 / 120 = 33,33%
      C = 30 / 120 = 25,00%

      Semoga jawaban kami dapat membantu Anda.

  82. jauhar 13 January 2017 at 06:28 - Reply

    salam sukses finansialku,
    saya Ardy,
    misalnya desepakati:
    – total modal dari investor 100jt
    – rentang pengembalin modal selama 5 tahun (kontrak 5 tahun)
    – pembagian devidennya : investor 60%, pengelola 40%
    – bagi hasil akhir tahun : 50% untuk investasi tahun depan, 25% modal kerja tahun depan dan 25% pembagian keuntungan.
    jadi apakah benar : ?
    – untuk bagi hasil di tahun pertama sampai tahun ke-4, setiap tahunnya, hak investor sebagai berikut,
    a. pengembalian modal 100jt/5tahun = 20jt
    b. pembagian keuntungan = (25% dari keuntungan bersih)x60%(deviden investor).
    pengembalian modal+pembagian keuntungan
    – lalu bagaimana hak investor di akhir tahun ke-5, selain pengembalian cicilan modal terakhir (20jt). Apakah dalam pembagian keuntungan akhir tahun ke-5 masih hanya berupa (25%dari keuntungan bersih)x60%. Atau seluruh keuntungan bersih langsung dikali 60%(sebagai deviden investor).
    – bagaimana menurut bapak, mengenai perhitungan diatas, apakah wajar atau ada alternatif perhitungan lain yg lebih sesuai?

    Terimakasih sebelumnya,

    • Finansialku
      Finansialku 17 January 2017 at 08:41 - Reply

      Hi Pak Jauhar, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami melihat skema yang diajukan oleh bapak adalah skema pembayaran kepada kreditur.
      Silakan cek artikel kami : Cara Bagi Hasil Bisnis untuk Kreditur.
      Umumnya jika pembagiannya untuk investor, skemanya tidak ada pembagian modal 100/5, investor mendapat keuntungan dari pembagian hasil.
      Kreditur baru mendapat keuntungan dari pengembalian modal plus bunga pinjaman.
      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  83. Rico Putra 20 January 2017 at 19:13 - Reply

    Salam hangat finansialku..
    Saya ingin bertanya, ayah saya mempunya usaha travel umroh, usahanya sudah berjalan lancar kurang lebih 1 tahun.

    Ada jamaah nya yang ingin menanam saham sebesar 400 juta. Jamaah tersebut akan aktif terlibat di dalam perusahaan. Begitupun ayah saya.
    (Nantinya suntikan dana sebesar 400 juta tersebut akan dialokasikan untuk sewa ruko, biaya operasional 1 tahun ke depan, software system, budgeting promo dll)

    Nah yang ingin saya tanyakan..

    1. apakah ada fee pembelian saham travel ayah saya ini di luar 400 juta? (Kalau franchise semacam franchise fee)
    atau sudah termasuk di dalam 400 juta tersebut?

    2. Pihak mereka meminta pembagian saham 40% dan ayah saya 60% apakah ideal?

    3. Ada biaya booking tiket untuk airlines sebanyak 2500 seat. Nah apakah biaya tersebut terhitung di dana 400 juta tersebut atau di luar?

    Semoga bisa berkenan untuk segera di balas karena kami akan melakukan meeting lusa. Jadi sangat butuh pencerahan hehehe

    Terima kasih banyak sebelumnya..
    Berkah dan semakin sukses untuk finansialku ^^

    • Finansialku
      Finansialku 26 January 2017 at 08:48 - Reply

      Hi Pak Rico, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.
      Mohon maaf kami baru menjawab pertanyaan Bapak.
      Menjawab pertanyaan Bapak Rico mengenai pembagian saham:

      Menjawab pertanyaan nomor 1 dan nomor 2
      1. Apakah ada fee pembelian saham travel ayah saya ini di luar 400 juta?
      2. Pihak mereka meminta pembagian saham 40% dan ayah saya 60% apakah ideal?

      Pembelian saham perusahaan, berbeda aturannya dengan pembelian franchise.
      Jika seseorang membeli saham perusahaan, yang harus dilakukan adalah
      Pak Rico sebagai pemilik perusahaan melakukan valuasi (menilai) berapa harga perusahaan Bapak.
      Anda dapat menggunakan jasa professional jasa penilai (appraisal).

      Misal harga perusahaan Bapak adalah Rp 10.000.000.000 dan terdapat 1.000.000 lembar saham.
      maka harga saham perusahaan Bapak adalah Rp 10.000 per lembar saham.
      Jika ada investor yang tertarik berinvestasi di perusahaan Bapak sebesa Rp 400.000.000,
      maka investor tersebut akan memegang = Rp 400 juta / Rp 10.000 = 40.000 lembar saham.

      3. Ada biaya booking tiket untuk airlines sebanyak 2.500 seat. Nah apakah biaya tersebut terhitung di dana 400 juta tersebut atau di luar?
      Bisa Anda masukan sebagai modal kerja, karena memang diperlukan untuk booking tiket airlines sebanyak 2.500 seat.

      Semoga jawaban kami dapat membantu, terima kasih.

  84. Fitri andriani 22 January 2017 at 09:43 - Reply

    Assalamu alaikum wr. Wb
    Salam sukses.

    Sy mau bertanya, sy akan membuka satu usaha dgn 1 investor. Bgmn sistemnya klo sy ingin bagi hasil tetapi sekaligus mengembalikan kan modal investornya. Sy tdk ingin memakai cara utang usaha. Sy ingin ketika sy membagi hasil usaha ato omset itu sdh termasuk ddgn oengembalian modal. Apakah bs seperti itu? Atokah sy membagi hasil tiap bulan, dan dlm jangka yg d tentukan sy mengembalikan modalnya.

    Mohon tuntunannya.

    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 26 January 2017 at 08:51 - Reply

      Hi Ibu Fitri Andriani,

      Terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.
      Menjawab pertanyaan Ibu, mengenai cara pembagian hasil untuk investor ibu dapat membaca lebih jelas skemanya pada artikel di atas.
      Ada perbedaan antara permodalan usaha dari investor (saham) dan kreditur (utang).
      Silakan ibu bandingkan perbedaanya :
      Bagi hasil bisnis untuk investor
      Bagi hasil bisnis untuk kreditur

  85. Angga 23 January 2017 at 11:36 - Reply

    Hi Finansialku… Saya mau tanya saya mau bikin usaha, dengan 2 orang investor, sedangkan saya tidak mengeluarkan modal materi, saya hanya pelaksana, bagaimana sistem pembagiaannya, dan sampaikapan pembagiannya ini, apakah ada batasan waktu untuk pembagian keuntungan ini ke investor atau selamanya, dan berapa persen pembagian perbulan kepada investor…

    terima kasih, mohon dibantu…

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 09:43 - Reply

      Hi Pak Angga, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Angga, sebenarnya disesuaikan dengan negosiasi awal.

      Seperti contoh di atas, mengenai pembagian hasil berdasarkan kontribusi.
      Jadi kontribusi setiap orang diberi nilai dan pembagian keuntungan usaha disesuaikan dengan kontribusi masing-masing orang.
      Termasuk kontribusi pengalaman dan kemampuan Anda.

      Sistem pembagiannya seperti pembagian deviden pada perusahaan Perseroan Terbuka (biasanya per semester atau per tahun).

      Mengenai batasan waktu, sebenarnya disesuaikan dengan perjanjian awal. Sebagai permbandingan dalam perseroan terbuka, pembagian selalu terjadi jika perusahaan untung dan orang itu masih memegang saham perusahaan (belum menjual saham / kepemilikannya ke orang lain).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  86. agammujahid 25 January 2017 at 12:56 - Reply

    Hai admin saya mau tanya tentang sistem penggajian bagi hasil
    Misalkan saya punya modal 10 juta dan berniat buka usaha kuliner dengan rekan saya 1 orang, rekan saya ini cuma ada modal pengalaman di bidang kuliner. Saya punya. Berperan aktif operasional pelaksanaan usaha tsb. Bagaimana perhitungan gaji tiap bulannya. Mohon penjelasannya admin

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 09:30 - Reply

      Hi Pak Agam, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan pak Agam, mengenai gaji bulanan.
      Dalam bisnis sendiri atau bisnis patungan, harus ada pos pengeluaran untuk karyawan yang bekerja.
      Seperti pada contoh artikel di atas, orang-orang yang bekerja mendapatkan gaji bulanan dan deviden.
      Meskipun karyawan yang bekerja adalah Anda dan partner bisnis (berdua saja).
      Mengenai besaran gaji bulanan, Anda sebaiknya diskusi dengan partner atau rekan bisnis.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  87. Theresia Irna Susilojati 26 January 2017 at 17:53 - Reply

    Halo , saya mau tanya saya sudah menjalan bisnis coffee shop selama setahun, saat ini terkendala di modal . Ada investor datang menawarkan kerjasama bagi hasil, beliau menawarkan tempat, berikut dengan air dan listrik beliau tanggung permasalahannya, modal yg saya keluarkan kurang lebih 300jt, beliau hanya modal di tempat yg tadi saya sampaikan, yang agak berat si investor mau bagi hasil 50-50 , tidak ikit mengelola hanya terima hasil saja. Ada masukan?

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 09:38 - Reply

      Hi Ibu Irna, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.comhttps://www.finansialku.com/wp-admin/edit-comments.php?comment_status=moderated#comments-form
      Menjawab pertanyaan Ibu, coba ajukan perhitungan pembagian keuntungan dengan sistem kontribusi.
      Misal
      Anda modal usaha sebesar Rp 300 juta dan pengalaman bisnis dinilai total Rp 350 juta.
      Investor A, sewa tempat 2 tahun Rp 75 juta dan uang bulanan (selama setahun) total nilai Rp 100 juta.
      Maka total nilai usaha = Rp 350 + Rp 100 = Rp 450 juta.

      Maka pembagian keuntungan :
      Anda = 350 / 450 = 78%
      Investor = 100 / 450 = 22%

      Jika calon investor Anda tetap pada pembagian hasil 50% : 50%, maka pertimbangkan mengenai mana yang lebih mahal, antara cari alternatif sewa tempat lain atau pembagian hasil 50%:50%.

      Misal
      Sewa tempat lain : Rp 35 juta setahun (atau Rp 70 juta dalam 2 tahun).
      Total keuntungan bersih setelah pajak : Rp 100 juta setahun (maka kalau 50%:50%, Anda dapat Rp 50 juta dan investor Anda Rp 50 juta).
      Dalam kasus ini pilihan sewa tempat lain lebih menguntungkan daripada keuntungan usaha dibagi 2.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  88. fajar ari wijayanto 28 January 2017 at 16:17 - Reply

    Assalamualaikum..
    Jika sebuah usaha sudah berjalan yg dinaungi 3 orang, dan perhitungan sudah masuk. Kemudian ditengah perjalanan ada pemodal yang ingin ikut bergabung..
    Pembagian hasilnya bagaimana jika :
    1 pemodal aktif
    2 pemodal tidak aktif

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 09:52 - Reply

      Hi Pak Fajar, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawan pertanyaan Bapak mengenai pembagian hasil.
      Jika ada pemodal baru yang mau masuk, maka Bapak perlu melakukan re-evaluasi perusahaan.
      Lakukan perhitungan kembali berapa nilai perusahaan sekarang.

      Kemudian hitung, persentase atau kontribusi tambahan modal baru. Maka bagian tersebut adalah bagian dari investor baru.
      Seperti contoh perhitungan di atas,
      Pemodal Aktif = gaji bulanan dan pembagian hasil keuntungan usaha (deviden)
      Pemodal Pasif = pembagian hasil keuntungan usaha (deviden)

      Semoga jawaban kami dapat membantu dan berguna.

  89. Andi 29 January 2017 at 19:51 - Reply

    Pak saya ingin minta konfirmasi cara berpikir saya apakah benar seperti ini ?
    1. Saya dan teman saya membuka usaha misalkan. Modalnya 100 jt, itu berarti saya punya saham 50 persen dan teman saya 50 persen dan modal kami habis sama sekali, ditengah jalan kami kekurangan modal dan kami mendapatkan bantuan modal misalkan 300 juta, nah yang ada dipikiran saya tentang pembagian saham nya dengan investor adalah:
    Saya = 50 jt
    Teman saya = 50 jt
    Investor = 300 jt
    Total = 400 juta
    Artinya :
    saham saya = 50/400 = 12,5
    Teman saya = 50/400 = 12,5
    Investor = 300 / 400 = 75

    Apabila ada investor B yg ikut menanamkan modalnya misalnya 500 jt, maka
    Saya = 50 jt
    Teman saya = 50 jt
    investor A = 300 jt
    Investor B = 500 jt
    Total = 900 jt
    Pembagian saham adalah :
    Saya = 50 /900 = 5,6
    Teman saya =50/900 = 5,6
    Investor A = 300/900 = 33,3
    Investor B = 500/900 = 55,5
    Apakah benar demikian pemahaman saya tersebut ? Terima Kasih Pak

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 10:08 - Reply

      Hi Pak Andi terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertannyaan Bapak, bisa dilakuakn perhitungan seperti itu.
      Dengan asumsi tidak ada kontribusi lain, selain modal disetor (Anda mengabaikan pengalaman, know how dan lain sebagainya).

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

      • Andi 1 February 2017 at 11:21 - Reply

        1. Artinya Pak : Bila ingin membicarakan pembagian deviden maka selain angka modal yang kita tanam maka ada nilai seperti ide, nilai pengetahuan, nilai marketing dan lain sebagainya yang dapat dituangkan sebagai angka diluar dari modal yang sebenarnya.
        2. Contoh bapak berikut:
        “Diakhir tahun ternyata rental mobil memiliki keuntungan bersih sebesar Rp 500 juta. Maka cara membagi keuntungannya adalah sebagai berikut:

        Keuntungan usaha Rp 500 juta
        Investasi tahun depan Rp 300 juta
        Biaya operasional Rp 100 juta
        Deviden Rp 100 juta”

        Berapa persenkah idealnya deviden tersebut untuk perusahaan PT biasa atau yang bergerak dibidang transaksi misalnya tiket.com, atau semacam bukalapak.com ? jika persentase sudah ketemu apakah dihitung dari keuntungan usaha (500 juta) atau dari sisa nya setelah dikurangi modal investasi tahun depan dan modal operasional (sisanya 100 juta) ?
        maksudnya jika dihitung dari keuntungan usaha : 20% x 500 juta.
        jika dihitunga dari sisanya :20% x 100 juta
        Sementara dalam kalimat bapak : sisanya 100 jt dianggap sebagai deviden semua apakah tidak ada buat sebagai tabungan ?
        Jika deviden dihitung dari sisanya : 20% x 100 juta = 20 juta , maka 80 juta adalah tabungan.

        Mohon penjelasannya ya Pak, sebagai masukan buat saya. terima kasih sebelumnya.

  90. Theissen 30 January 2017 at 20:27 - Reply

    Salam, saya memiliki ide untuk membuka usaha laundry dengan biaya franchise 30jt dan biaya tempat dll 20jt dengan total 50jt. Saya sebagai pelaksana dan pemodal 25jt dan rekan saya hanya sebagai inbestor pasif 25 jt…bagaimana pembagian hasilnya dan skema bisnisnya.terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 31 January 2017 at 10:04 - Reply

      Hi Bapak/Ibu Theissen terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Anda dapat menggunakan sistem pembagian hasil berdasarkan kontribusi, misal :
      Anda = modal awal 25 juta dan harian dinilai Rp 30 juta.
      Teman = modal awal 25 juta
      Jadi total usaha 55 juta.

      Bagian kepemilikan Anda = Rp 30 juta / Rp 55 juta = 54,5%
      Bagian teman Anda = Rp 25 juta / Rp 55 juta = 45,5%

      Semoga jawaban kami dapat membantu

  91. Ocur 31 January 2017 at 20:33 - Reply

    Salam kenal..
    Saya mau nanya, saya membuka usaha dengan teman. Dengan modal saya 60% dan dia 40%.
    Tapi saya hanya sebatas modal, dia yang menjalankan semuanya.. bagaimana cara bagi hasilnya.. dan misalkan kalau saya ambil alih modal 100% cara pembagiannya gimana..
    Terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 1 February 2017 at 09:02 - Reply

      Hi Bapak/Ibu Ocur, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak/Ibu :
      1. Pembagian keuntungan
      Anda = 60% dari bagian dividen yang dibagikan
      Teman Anda = 40% dari bagian dividen yang dibagikan + gaji bulanan.

      bagian dividen yang dibagikan = keuntungan bersih setelah pajak – modal kerja tahun depan – biaya untuk investasi

      2. Jika Anda ingin mengambil alih 100% caranya :
      – Lakukan reevaluasi ulang perusahaan dengan menggunakan jasa appraisal.
      – Misal nilai perusahaan sekarang Rp 1.000.000, karena teman Anda memiliki 40%, maka bagiannya adalah Rp 400.000.000.
      – Jika teman Anda bersedia menjual kepemilikannya, teman Anda berhak dan wajar untuk menjual sebagian atau seluruh bagiannya.
      Harga jualnya bisa Rp 400 juta (untuk 40%) atau lebih tinggi dari Rp 400 juta.
      – Jika Anda sudah memiliki 100% perusahaan, maka Anda berhak mendapat 100% dividen dan teman Anda mendapatkan gaji.
      Perhatikan jika perusahaan Anda adalah Perseoran Terbatas, maka harus ada 2 orang pemegang saham.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  92. Ani 3 February 2017 at 19:28 - Reply

    Salam kenal,…..
    Pak saya mau bertanya bagaimana cara pembagian hasil usaha. Saya membuka usaha dengan teman sebanyak 3 orang dengan rincian investor A. Pemilik tempatnya dan ikut serta dalam operational, investor B memberikan modal rp. 20 juta tidak ikut serta dalam kegiatan operational , dan investor C memberikan modal rp. 80 juta dan tidak ikut dalam kegiatan operational. Saya mau bertanya bagaimana cara saya membagikan hasil usahanya pak. Dan saya perlu memakai sistem apa. Krn saya masih bingung tidak mempunyai pengalamn dalam bekerja sama seperti ini. Mohon bantuannya. Atau ada sistem lain yg perlu saya lakukan. Yg jelas salah satu dr temanku itu adalah pemilik tempat restorannya. Mohon sarannya kalau kasus seperti ini

    • Finansialku
      Finansialku 3 February 2017 at 21:19 - Reply

      Ibu ibu Ani, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Untuk pembagian keuntungan, sebenarnya ibu Ani dapat menyesuaikan dengan kontribusi masing-masing investor.
      Misal :
      Investor A (ibu Ani) = sewa tempat + pengalaman operasional dinilai harga Rp 50 juta.
      Investor B = modal Rp 20 juta, dinilai harga Rp 20 juta.
      Investor C = modal Rp 80 juta, dinilai harga Rp 80 juta.

      Total nilai perusahaan Rp 130 juta.
      Bagian A = 50 / 150 = 33,3%
      Bagian B = 20 / 150 = 13,3%
      Bagian C = 80 / 150 = 53,4%

      Perhitungan di atas adalah contoh saja, untuk nilai silakan di bicarakan dengan investor.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  93. Ilham 6 February 2017 at 03:08 - Reply

    Hy finansial ku. Artikel ini sungguh sangat bermanfaat.
    Saya ingin bertanya. Apabila usaha ini mengalami kerugian dan menimbulkan hutang (bisa disebabkan kecelakaan, kelalaian, atau musibah). bagaimana pembagian pelunasan hutangnya?

    • Finansialku
      Finansialku 7 February 2017 at 16:54 - Reply

      Hi Pak Ilham, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Ilham, mengenai utang bisnis.
      Dalam berbisnis memang sangat dimungkinkan untuk berutang.
      Utang bisnis idealnya dibayar atau dilunasi oleh bisnis Anda.

      Mengenai pembagian pelunasan tergantung dengan badan usaha.
      Jika usaha Anda berbadan hukum perseroan terbatas, Anda harus merujuk pada aturan PT.
      Jika usaha Anda adalah perusahaan perseorangan, maka masing-masing pemegang saham idealnya juga membayar sesuai kepemilikan.
      Namun dalam prakteknya pasti ada negosiasi atau pembicaraan lebih lanjut agar ketemu jalan tengah atau win-win solution.

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  94. rico 9 February 2017 at 12:47 - Reply

    siang pak, saya mau tanya, seandainya saya hanya sebagai investor misalkan 50 jt, dan rekan saya tidak inves, dia hanya modal pengetahuan dan teknik kerja. jadi pembagian hasilnya gmn pak (supaya adil)?. terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 16 February 2017 at 13:12 - Reply

      Hi Pak Rico, terima kasih sudah mnegunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Rico mengenai pembagian keuntungan,
      Anda dapat menggunakan metode pembagian berdasarakan kontribusi.
      Seperti pada contoh di atas,
      Misal (angka di bawah ini adalah contoh, nilai aslinya disesuaikan dengan diskusi Bapak dengan teman Anda).
      Pak Rico = modal awal sebesar Rp 50 juta.
      Teman Anda = ide, tenaga dan know how dinilai sebesar Rp 25 juta.
      Maka total nilai perusahaan adalah Rp 75 juta.

      Bagian Pak Rico = 50 / 75 = 67%
      Bagian Teman Pak Rico = 25 / 75 = 33%

      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  95. somin 9 February 2017 at 17:57 - Reply

    Halo finansialku. Com :
    Bagaimana cara perhitungan bagi hasil yg umum terjadi di ibukota jkt ini,
    Dimana,, bhw sy mau di bantu tmn,, utk memberikan dp mobil baru (contoh 20 jt),, buat dp 1 unit mobil. Tenor kredit selama 4 thn

    Dengan catatan/perjanjian sy kepada teman : bahwa,,,

    Uang dp akan sy kembalikan,, sambil berjalan nya waktu (,, +- selama 1 thn 5 bln)..

    Biaya2 yg timbul selama mobil tsb masih kredit,, menjadi tanggung jawab saya,, contoh biaya yg timbul tsb adalah : pergantian oli, pajak tahunan, pergantian ban…

    Setelah mobil lunas ke leasing,, janji sy adalah membagi hasil….

    Kira2 spt apa dan bagaimana yah,, cara bagi hasil nya, dgn kasus sy spt ini… Trimss

  96. faisal 9 February 2017 at 21:01 - Reply

    hi slamat malam..
    saya mau bertanya bagaimana cara pembagianya… saya beserta temen membikin cv di bidang kontruksi, karna teman saya memiliki peluang dan koneksinya lebih luas maka dia sebagai direkturnya, sedangkan saya pemodalnya di bagian keuangan saja. kira 300 juta untuk modal awal da itu dari saya semua tp kita menjalankan bersama2,, yg jadi pertanyaan nyah baiknya bagaimna cara pembagian saham nyah? dan kemungkinan kedepan butuh banyak modal lagi dan seandainya tambah pemodal lagi bagaimana cara mengaturnya? mohon untuk dijawab pak.. saya sangat butuh masukanya terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 16 February 2017 at 14:19 - Reply

      Hi Pak Faisal terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak mengenai cara bagi hasil.
      Dalam CV sebenarnya tidak ada saham. Istilah saham lebih tepat digunakan dalam badan usaha Perseroan Terbatas.
      Pak Faisal dapat melakukan perhitungan seperti contoh di atas,
      Bapak = pemodal dan keuangan rihargai Rp 300 juta.
      Teman = koneksi pemmasaran dan know how dihargai Rp 200 juta.
      Total Rp 500 juta.
      Jadi bagian Pak Faisal = 300 / 500 = 60%.
      Teman Bapak = 200 / 500 = 40%.

      Angka di atas adalah contoh perhitungan, untuk angka pastinya Bapak perlu diskusi dengan partner.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  97. Dicka 15 February 2017 at 18:35 - Reply

    Halo pak mau nanya ni, kalau pembagian di hitung perbulan apakah bisa? Atau harus tahunan?
    Trus untuk kita tahu sudah BEP atau belum diukur dari mana ya? Total omzet atau profit?

    • Finansialku
      Finansialku 16 February 2017 at 12:30 - Reply

      Hi Pak Dicka terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Dicka, mengenai perhitungan.
      – Dapat saja dihitung per bulan, tetapi lebih umum dihitung setiap tahun.
      – Untuk menghitung BEP (Break Event Point) adalah modal / profit bersih.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat, terima kasih.

  98. David 21 February 2017 at 10:42 - Reply

    Hallo, Finansialku.com

    Saya dan dua teman sedang menjalankan bisnis nasi goreng. Untuk permodalan Saya dan Teman Saya (A) sementara itu temen Saya (B) modal skill memasak nasi goreng. Saya intens dalam operasional dan teman saya (A) kadang ikut dalam Kegiatan operasional. Yang Saya Mau tanyakan Bagaimana cara pembagian keuntungan, apakah ada gaji dan deviden? berapa persentase yang ideal?.

    Terima Kasih

    Salam

    • Finansialku
      Finansialku 22 February 2017 at 11:02 - Reply

      Hi Pak David, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, kami butuh beberapa gambaran yang lebih detil lagi.
      Jika A investor aja, maka hanya mendapat dividen.
      Jika B pemilik selaku operasional, maka mendapat gaji dan dividen.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  99. Billy CH 23 February 2017 at 10:27 - Reply

    hi finansialku.com

    saya mau bertanya cara pembagian hasil, contoh kasusnya saya ingin mengajukan bisnis ke teman saya, saya hanya bermodalkan ide usaha dan pelaksana usaha dan teman saya menjadi investror modal usaha, mohon pencerahanya untuk pembagian hasilnya itu brp persen? dan pembagianya itu apakah setiap bulan (seperti setoran) atau di akhir tahun (deviden) terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 24 February 2017 at 08:52 - Reply

      Hi Pak Billy, terima kasih sudah menggunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf sebelumnya, karena kami tidak bisa memberikan simulasi perhitungan.
      Hal ini dikarenakan, data yang kurang jelas.
      Menjawab pertanyaan Pak Billy, Bapak dapat melakukan perhitungan berdasarkan kontribusi masing-masing pihak.
      Investor dan Anda sebagai pelaksana.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  100. Denz 24 February 2017 at 18:47 - Reply

    Hallo, Finansialku.com
    Mohon arahannya. Saya memiliki rumah makan yang sudah berdiri 2 tahun. Saya berencana untuk membuka cabang, dan mengajak teman saya sebanyak 5 orang sebagai investor. Dana yang dibutuhkan bernilai 1.5 M, karena semua dimulai dari awal. dimana penggunaan nya untuk sewa lahan selama 5 tahun, mendirikan bangunan, perlengkapan, dan operasional. Dalam hal ini, saya sebagai pemilik usaha hanya mengelola dan sama sekali tidak mengeluarkan dana. Pertanyaan saya :
    1. Bagaimana menentukan pembagian keuntungan antara pemilik usaha dan investor yang terdiri dari 5 orang?
    2. Apakah memang sudah ketentuan baku pembagian dividen per tahun? Atau sesuai kesepakatan saja?

    Terima kasih sebelumnya

    • Finansialku
      Finansialku 27 February 2017 at 16:28 - Reply

      Ho Pak Denz, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda,
      1. Cara bagi hasil sebaiknya disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pihak. Seperti pada contoh di atas.
      Lakukan penilaian kontribusi masing-masing pihak dan mulai hitung nilainya.
      2. Pembagian deviden biasanya setiap tahun, namun tidak menutup kemungkinan jika pembagian dividen setiap bulan.

      Terima kasih, semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  101. Hari 28 February 2017 at 12:35 - Reply

    Ingin tanya, jika saya ada usaha sudah berjalan lalu setelah divaluasi nilainya 500jt.
    Investor masuk dengan modal 500jt juga. Namun jika ada kebutuhan di atas 500jt nantinya bagi 2 (50:50) ~ maksudnya jika dana 500jt sudah tidak cukup untuk meningkatkan usaha, misal 700jt berarti 500+100 dan pengelola 100jt.
    Saya murni sebagai pengelola. Bagi hasil berapa yg adil?
    Jika 60% pengelola, 40% investor apakah fair? diambil dari 50:50 (tapi ada masing2 10% golden share untuk pengelola).
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 2 March 2017 at 13:44 - Reply

      Hi Pak Hari, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Hari,

      Bapak dapat menggunakan perhitungan berdasarkan kontribusi masing-masing pihak.
      Misal Investor total modal disetor = Rp 600
      Anda sebagai pelaksana dan modal = Rp 400
      maka
      Investor memiliki bagian 600 / 1000 = 60%
      Anda memiliki bagian 400 / 1000 = 40%.

      Jika Anda memiliki beberapa pertimbangan sebagai goodwill, misal brand usaha Anda, pembeli langganan dan lain sebagainya, maka Anda dapat meningkatkan nilai Anda. Semoga jawaban kami dapat membantu dan berguna.

  102. Alif fachreza deyan 7 March 2017 at 13:54 - Reply

    selamat siang pak saya mau menanyakan jika saya memiliki modal 100 jt dan saya berikan kepada pengelola,seperti saya baca di atas bahwa si pengelola mendapatkan gaji dan keuntungan bagi hasil.yang saya ingin tanya pak ,bagaimana dengan modal awal kita pertama yang 100 jt itu apa itu terhitung hutang bagi dia atau bagaimana pak terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 7 March 2017 at 15:02 - Reply

      Hi Pak Alif, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak,

      Jenis perhitungannya adalah modal yang disetor, sehingga Bapak memiliki bagian atas kepemilikan perusahaan. Karena Bapak, memiliki perusahaan maka Pak Alif berhak mendapat bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham (disebut dividen). Selain itu Bapak memiliki hak voting dalam pengambilan keputusan di perusahaan

      Jika Bapak menganggap Rp 100 juta sebagai utang, maka Bapak tidak berhak memilki perusahaan. Karena sifatnya utang, maka Bapak mendapat pengembalian modal (Rp 100 juta) dan ditambah bunga. Pembayaran pokok dan bunga dilakukan dalam periode tertentu (misal 1 tahun, 3 tahun atau sesuai dengan kesepakatan).

      Semoga jawaban kami dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

  103. hani 8 March 2017 at 21:29 - Reply

    Misalnya gini ya..temen aku yang ngurus tapi semua modal dari aku.gimana?

    • Finansialku
      Finansialku 11 March 2017 at 12:30 - Reply

      Hi bu Hani terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan bu Hani, pada dasarnya pembagian hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.

      Dalam kasus ini,
      Ibu Hani berkontribusi pada modal awal bisnis, misal modal disetor Rp 40 juta
      Teman Ibu berkontribusi pada tenaga, misal tenaganya dihargai Rp 10 juta
      maka total nilai perusahaan Rp 50 juta.

      Bagian ibu Hani adalah Rp 40 juta / Rp 50 juta = 80%
      Bagian teman ibu adalah 20%

      Angka di atas dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Ibu Hani.
      Semoga jawbaan kami dapat membantu dan bermanfaat.

  104. Mustopa 12 March 2017 at 11:53 - Reply

    Selamat siang pak,saya selaku pemilik perusahaan yang sudah berjalan dan lagi membutuhkan tambahan modal kebetulan ada 2 rekan saya yang mau bantu dari segi modal dan mereka juga ingin terlibat untuk kegiatan usaha,dalam pembagian keuntungan nya bagai mana dan masukah mereka sebagai pemilik perussahaan saya yang sudah berjalan ini.terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 15 March 2017 at 16:59 - Reply

      Hi Pak Mustopa, terima kasih sudah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak mengenai pembagian keuntungan,
      sebaiknya dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.
      Besaran kontribusi, kami belum dapat menjelaskan lebih detil karena data yang kurang lengkap.
      Contoh pembagian hasil berdasarkan kontribusi dapat bapak cek dari artikel di atas.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  105. kuri 12 March 2017 at 23:45 - Reply

    selamat malam finansialku

    saya mau bertanya
    saya dan teman saya akan membuka usaha
    modal awal 50 jt. bagaimana cara membagi hasilnya bila saya hanya sebagai pemodal saja dan teman saya yang menjalankanya

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:19 - Reply

      Halo Pak Kuri, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.

      Pembagian hasil itu tergantung kontribusi dalam bisnisnya. Jika Bapak menyetorkan modal sebesar 50 juta berarti kontribusi Bapak adalah 50 juta. Kemudian kontribusi waktu yang diberikan teman Bapak untuk menjalankan bisnis tersebut juga harus dinilai, misalnya jika kontribusi teman Bapak dinilai sebesar 10 juta maka total modal dianggap 60 juta. Dengan begitu persentase keuntungan bapak adalah 50/60 sementara teman Bapak mendapat 10/60 bagian. Tetapi selain 10/60 bagian, teman Bapak juga harus mendapatkan gaji sebagai pekerja.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  106. Andi musa 14 March 2017 at 12:06 - Reply

    Siang finansialku sy mau tanyà, rencana akan kami memulai bisnis. Ada teman saya yg tahu bisnis tsbt dan sy diajak dan sy punya lahan 2000m2 u pakbrik tsbt. Trus teman sy kenal investor yg akan membeli 1 unit alat sbesar 1.5 m yg bisa memberikan keuntungan 20jt perhari namun bila alat tsbt dipasang memerlukan waktu 3 bulan dan 3 bulan tsbt sebelum alat tsbt berjalan mengumpulkan bahannya. Sy mhn penjelasannya pak pembagiannya dgn si investor dan teman saya, adapun sy sebagai pengelolanya dan nantinya membawahi pekerja 20 orang serta operasional pabrik dan lain2nya. Juga gaji bulanan yg saya terima besarannya gimana pak tks

    • Finansialku
      Finansialku 15 March 2017 at 17:35 - Reply

      Hi Pak Andi Musa, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Andi, tetap hitung sesuai dengan kontribusi masing-masing orang,
      seperti contoh artikel di atas.
      Jadi Bapak hitung kontribusi Bapak, kontribusi teman Bapak dan kontribusi investor.
      Kemudian bagi persentase sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.
      Mohon maaf kami belum dapat melakukan perhitungan untuk kasus Bapak, karena data yang kurang lengkap.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  107. Aries munandar 15 March 2017 at 16:35 - Reply

    halo mas saya mau tanya, saya memiliki usaha yang Sudah berjalan selama 8bulan dengan total aset 140juta, lalu ada teman saya yang mau invest sebesar 40 juta secara pasif tanta kontribusi dalam bisnisnya, kira2 berapa persentase yang pantas uituk teman saya yaa?? terimakasih

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:01 - Reply

      Hai Pak Aries, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.

      Untuk menjawab pertanyaan Bapak, tidak ada angka yang standar untuk menentukan persentase tersebut karena itu tergantung keputusan Bapak sebagai perintis bisnis. Tetapi sebaiknya persentasenya lebih kecil daripada persentase keuntungan Bapak karena kontribusi Bapak tentu lebih besar, mengingat waktu yang harus dihabiskan untuk menjalankan bisnis tersebut. Sebaiknya persentase keuntungan teman Bapak tidak langsung diperhitungkan dengan rasio 40juta dari 140 juta = 28,5%, karena 140 juta hanyalah nilai aset. Seharusnya 40 juta tersebut dibandingkan dengan nilai total perusahaan. Nilai ini termasuk berapa peluang keuntungan ke depan, dll.

      Semoga jawaban kami bermanfaat.

      • Aries munandar 15 March 2017 at 17:41 - Reply

        misal saya nilaikan usaha ini 200 juta, dan pembagian hasil dibagi setiap bulannya, berapa persentase saham yang diberikan kepada teman saya ?? sehingga saya tau hasil yg dibagikan dengan teman saya

  108. Aries munandar 15 March 2017 at 17:40 - Reply

    misal saya nilaikan usaha ini 200 juta, dan pembagian hasil dibagi setiap bulannya, berapa persentase saham yang diberikan kepada teman saya ?? sehingga saya tau hasil yg dibagikan dengan teman saya

  109. Ali 19 March 2017 at 23:58 - Reply

    Malam,
    Bisnis saya 1,3 tahun berjalan dan saya nilai valuasinya= 100jt dan saya butuh teman investor pasif untuk menambah modal berapapun katakanlah 100jt. Berarti saham dan devidennya, saya 100/200 = 50% ; teman 100/200 = 50% juga? Lalu apakah setelah ini saya juga harus mendapat gaji? sekitar berapa?

    Oh iya valuasi = asset (mesin+rahasia perusahaan+piutang) – kewajiban + potensi bisnis kedepan. Apakah saldo uang + stok barang saat ini bisa ditambahkan (+) ?

    Terimakasih atas semua jawabannya ya.. ^_^

    • Finansialku
      Finansialku 22 March 2017 at 16:22 - Reply

      Hi Pak Ali, terima kasih sudah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Ali:
      1. Sebagai pelaksana, Pak Ali harus mendapatkan gaji
      2. Saldo uang dan stok barang termasuk dalam aset likuid pak. Jadi sudah termasuk dalam aset.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  110. awang setiaji 24 March 2017 at 06:50 - Reply

    pagi saya ingin bertanya prihal Valuasi , valuasi itu berupa = asset
    – mesin,
    -rahasia perusahaan
    – piutang
    – kewajiban –
    – potensi bisnis ke depan.

    , pertanyaan saya bagaimana cara perhitungan Rahasia Perusahaan & memperhitungkan potensi bisnis kedepan, apakah ada rumus perhitungnya ? hingga kita bisa mengestimasikannya ?
    terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 28 March 2017 at 21:04 - Reply

      Hi Pak Awang, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai rahasia perusahaan dan potensi bisnis kedepan.
      Rahasia perusahaan sebenarnya dapat divaluasi oleh pemilik perusahaan.
      Misal rahasia perusahaan :berapa nilai bumbu masakan, nilai teknik pembuatan perhiasan dan lainnya.
      Mengenai potensi bisnis kedepan, Anda dapat menggunakan proyeksi dan Discounted Cash Flow (DCF)
      Terima kasih, semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

Leave A Comment