facebook_pixel

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor

Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah artikel sambungan dari penjelasan sebelumnya mengenai bagaimana cara bagi hasil keuntungan usaha. Kali ini Perencana keuangan independen Finansialku akan berbagi cara bagi hasil keuntungan usaha fokus pada investor.

 

rubrik Finansialku:

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha

Sebelumnya Finansialku sudah menjelaskan tiga jenis rekan kerja, yaitu:

  1. Pemberi modal sekaligus Rekan kerja: rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal sekaligus terlibat mengurus usaha bersama dengan Anda. Rekan kerja jenis ini disebut dengan rekan kerja aktif.
  2. Pemberi modal (dalam bentuk saham): rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal saja (Investor) dalam bentuk saham. Rekan kerja jenis ini disebut dengan investor.
  3. Pemberi modal (dalam bentuk utang): rekan kerja Anda adalah orang yang memberikan modal saja (investor) dalam bentuk utang usaha (ada pokok utang, bunga dan waktu jatuh tempo). Rekan kerja jenis ini disebut dengan kreditur.

Berikut ini Finansialku akan fokus pada cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor. 

Artikel terkait: Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk rekan kerja aktif.

Artikel terkait: Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk kreditur.

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor

Definisi cara bagi hasil keuntungan usaha ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pembagian keuntungan karena rekan Anda aktif terlibat operasional harian dengan mendapat gaji bulanan.
  2. Pembagian keuntungan karena rekan Anda sebagai pemodal mendapat dividen (keuntungan usaha, biasanya dibagikan di akhir tahun).

 

Khusus cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah pembagian dividen (biasanya di bagikan di akhir tahun).

 

Contoh

Anto, Budi dan Charlie bersama-sama ingin membuka usaha rental mobil. Anto dan Budi sebagai pelaksana harian dan Charlie sebagai investor.

  • Anto mengeluarkan modal Rp 100 juta
  • Budi mengeluarkan modal Rp 100 juta
  • Charlie mengeluarkan modal Rp 300 juta.
  • Total biaya investasi rental mobil Rp 500 juta.

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor - Partner - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Maka kepemilikan perusahaan:

  • Anto memiliki 20% kepemilikan perusahaan (Rp 100 / Rp 500)
  • Budi memiliki 20% kepemilikan perusahaan (Rp 100 / Rp 500)
  • Charlie memiliki 60% kepemilikan perusahaan (Rp 300 / Rp 500)

 

Ketiganya membuat kesepakatan bahwa Anto dan Budi sebagai pengelola harian akan mendapatkan gaji sebesar Rp 5 juta. Charlie sebagai investor (rekan kerja yang pasif) tidak mendapatkan gaji bulanan.

 

Tips: Jangan habiskan keuntungan usaha bulanan untuk gaji owner. Pastikan ada dana untuk modal bulan depan, biaya promosi dan investasi bulan depan.

 

Diakhir tahun ternyata rental mobil memiliki keuntungan bersih sebesar Rp 500 juta. Maka cara membagi keuntungannya adalah sebagai berikut:

  • Keuntungan usaha                  Rp 500 juta
  • Investasi tahun depan             Rp 300 juta
  • Biaya operasional                   Rp 100 juta
  • Deviden                                   Rp 100 juta

 

Cara Bagi Hasil Keuntungan Usaha untuk Investor - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Perhitungan cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor dan pengelola adalah:

  • Deviden untuk Anto  20% x Rp 100 juta        = Rp 20 juta
  • Deviden untuk Budi  20% x Rp 100 juta         = Rp 20 juta
  • Deviden untuk Charlie  60% x Rp 100 juta    = Rp 60 juta

 

Tips Keuntungan tahunan perusahaan jangan dihabiskan hanya untuk dividen pemilik usaha. Pastikan ada bagian untuk pengembangan usaha (investasi dan operasional tahun depan).

 

Berapa penghasilan Anto, Budi dan Charlie selama setahun dari bisnis rental mobil?

Total pendapatan Anto selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Gaji Rp 5 juta x 12 bulan        = Rp 60 juta
  • Deviden Rp 20 juta                 = Rp 20 juta
  • Total                                        = Rp 80 juta

 

Total pendapatan Budi selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Gaji Rp 5 juta x 12 bulan        = Rp 60 juta
  • Deviden Rp 20 juta                 = Rp 20 juta
  • Total                                        = Rp 80 juta

 

Total pendapatan Charlie selama setahun dari rental mobil adalah:

  • Deviden Rp 60 juta                 = Rp 60 juta
  • Total                                        = Rp 60 juta

 

Kesimpulan

Cara bagi hasil keuntungan usaha untuk investor adalah :

  1. Pengelola usaha memiliki pendapatan bulanan (gaji) dan pembagian keuntungan dividen.
  2. Investor mendapat pembagian dividen.

 

Sumber:

  • Car Golden SV6 Blue – http://goo.gl/e3gsjS
  • Partner – http://goo.gl/p9PVvn

 

Download Slide Kecerdasan Keuangan Keluarga

Download Sekarang

 

 

By | 2016-12-06T12:45:04+00:00 June 14th, 2015|Categories: #IndonesianDreams, Bisnis, Investasi|Tags: , |252 Comments

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

252 Comments

  1. Hari 28 February 2017 at 12:35 - Reply

    Ingin tanya, jika saya ada usaha sudah berjalan lalu setelah divaluasi nilainya 500jt.
    Investor masuk dengan modal 500jt juga. Namun jika ada kebutuhan di atas 500jt nantinya bagi 2 (50:50) ~ maksudnya jika dana 500jt sudah tidak cukup untuk meningkatkan usaha, misal 700jt berarti 500+100 dan pengelola 100jt.
    Saya murni sebagai pengelola. Bagi hasil berapa yg adil?
    Jika 60% pengelola, 40% investor apakah fair? diambil dari 50:50 (tapi ada masing2 10% golden share untuk pengelola).
    Terima kasih

    • Finansialku
      Finansialku 2 March 2017 at 13:44 - Reply

      Hi Pak Hari, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Hari,

      Bapak dapat menggunakan perhitungan berdasarkan kontribusi masing-masing pihak.
      Misal Investor total modal disetor = Rp 600
      Anda sebagai pelaksana dan modal = Rp 400
      maka
      Investor memiliki bagian 600 / 1000 = 60%
      Anda memiliki bagian 400 / 1000 = 40%.

      Jika Anda memiliki beberapa pertimbangan sebagai goodwill, misal brand usaha Anda, pembeli langganan dan lain sebagainya, maka Anda dapat meningkatkan nilai Anda. Semoga jawaban kami dapat membantu dan berguna.

  2. Alif fachreza deyan 7 March 2017 at 13:54 - Reply

    selamat siang pak saya mau menanyakan jika saya memiliki modal 100 jt dan saya berikan kepada pengelola,seperti saya baca di atas bahwa si pengelola mendapatkan gaji dan keuntungan bagi hasil.yang saya ingin tanya pak ,bagaimana dengan modal awal kita pertama yang 100 jt itu apa itu terhitung hutang bagi dia atau bagaimana pak terima kasih.

    • Finansialku
      Finansialku 7 March 2017 at 15:02 - Reply

      Hi Pak Alif, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak,

      Jenis perhitungannya adalah modal yang disetor, sehingga Bapak memiliki bagian atas kepemilikan perusahaan. Karena Bapak, memiliki perusahaan maka Pak Alif berhak mendapat bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham (disebut dividen). Selain itu Bapak memiliki hak voting dalam pengambilan keputusan di perusahaan

      Jika Bapak menganggap Rp 100 juta sebagai utang, maka Bapak tidak berhak memilki perusahaan. Karena sifatnya utang, maka Bapak mendapat pengembalian modal (Rp 100 juta) dan ditambah bunga. Pembayaran pokok dan bunga dilakukan dalam periode tertentu (misal 1 tahun, 3 tahun atau sesuai dengan kesepakatan).

      Semoga jawaban kami dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

  3. hani 8 March 2017 at 21:29 - Reply

    Misalnya gini ya..temen aku yang ngurus tapi semua modal dari aku.gimana?

    • Finansialku
      Finansialku 11 March 2017 at 12:30 - Reply

      Hi bu Hani terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan bu Hani, pada dasarnya pembagian hasil sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.

      Dalam kasus ini,
      Ibu Hani berkontribusi pada modal awal bisnis, misal modal disetor Rp 40 juta
      Teman Ibu berkontribusi pada tenaga, misal tenaganya dihargai Rp 10 juta
      maka total nilai perusahaan Rp 50 juta.

      Bagian ibu Hani adalah Rp 40 juta / Rp 50 juta = 80%
      Bagian teman ibu adalah 20%

      Angka di atas dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Ibu Hani.
      Semoga jawbaan kami dapat membantu dan bermanfaat.

  4. Mustopa 12 March 2017 at 11:53 - Reply

    Selamat siang pak,saya selaku pemilik perusahaan yang sudah berjalan dan lagi membutuhkan tambahan modal kebetulan ada 2 rekan saya yang mau bantu dari segi modal dan mereka juga ingin terlibat untuk kegiatan usaha,dalam pembagian keuntungan nya bagai mana dan masukah mereka sebagai pemilik perussahaan saya yang sudah berjalan ini.terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 15 March 2017 at 16:59 - Reply

      Hi Pak Mustopa, terima kasih sudah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak mengenai pembagian keuntungan,
      sebaiknya dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.
      Besaran kontribusi, kami belum dapat menjelaskan lebih detil karena data yang kurang lengkap.
      Contoh pembagian hasil berdasarkan kontribusi dapat bapak cek dari artikel di atas.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  5. kuri 12 March 2017 at 23:45 - Reply

    selamat malam finansialku

    saya mau bertanya
    saya dan teman saya akan membuka usaha
    modal awal 50 jt. bagaimana cara membagi hasilnya bila saya hanya sebagai pemodal saja dan teman saya yang menjalankanya

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:19 - Reply

      Halo Pak Kuri, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.

      Pembagian hasil itu tergantung kontribusi dalam bisnisnya. Jika Bapak menyetorkan modal sebesar 50 juta berarti kontribusi Bapak adalah 50 juta. Kemudian kontribusi waktu yang diberikan teman Bapak untuk menjalankan bisnis tersebut juga harus dinilai, misalnya jika kontribusi teman Bapak dinilai sebesar 10 juta maka total modal dianggap 60 juta. Dengan begitu persentase keuntungan bapak adalah 50/60 sementara teman Bapak mendapat 10/60 bagian. Tetapi selain 10/60 bagian, teman Bapak juga harus mendapatkan gaji sebagai pekerja.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  6. Andi musa 14 March 2017 at 12:06 - Reply

    Siang finansialku sy mau tanyà, rencana akan kami memulai bisnis. Ada teman saya yg tahu bisnis tsbt dan sy diajak dan sy punya lahan 2000m2 u pakbrik tsbt. Trus teman sy kenal investor yg akan membeli 1 unit alat sbesar 1.5 m yg bisa memberikan keuntungan 20jt perhari namun bila alat tsbt dipasang memerlukan waktu 3 bulan dan 3 bulan tsbt sebelum alat tsbt berjalan mengumpulkan bahannya. Sy mhn penjelasannya pak pembagiannya dgn si investor dan teman saya, adapun sy sebagai pengelolanya dan nantinya membawahi pekerja 20 orang serta operasional pabrik dan lain2nya. Juga gaji bulanan yg saya terima besarannya gimana pak tks

    • Finansialku
      Finansialku 15 March 2017 at 17:35 - Reply

      Hi Pak Andi Musa, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Andi, tetap hitung sesuai dengan kontribusi masing-masing orang,
      seperti contoh artikel di atas.
      Jadi Bapak hitung kontribusi Bapak, kontribusi teman Bapak dan kontribusi investor.
      Kemudian bagi persentase sesuai dengan kontribusi masing-masing orang.
      Mohon maaf kami belum dapat melakukan perhitungan untuk kasus Bapak, karena data yang kurang lengkap.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  7. Aries munandar 15 March 2017 at 16:35 - Reply

    halo mas saya mau tanya, saya memiliki usaha yang Sudah berjalan selama 8bulan dengan total aset 140juta, lalu ada teman saya yang mau invest sebesar 40 juta secara pasif tanta kontribusi dalam bisnisnya, kira2 berapa persentase yang pantas uituk teman saya yaa?? terimakasih

    • Stacia Edina Hasiana Sitohang
      Stacia Edina Hasiana Sitohang 15 March 2017 at 17:01 - Reply

      Hai Pak Aries, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com.

      Untuk menjawab pertanyaan Bapak, tidak ada angka yang standar untuk menentukan persentase tersebut karena itu tergantung keputusan Bapak sebagai perintis bisnis. Tetapi sebaiknya persentasenya lebih kecil daripada persentase keuntungan Bapak karena kontribusi Bapak tentu lebih besar, mengingat waktu yang harus dihabiskan untuk menjalankan bisnis tersebut. Sebaiknya persentase keuntungan teman Bapak tidak langsung diperhitungkan dengan rasio 40juta dari 140 juta = 28,5%, karena 140 juta hanyalah nilai aset. Seharusnya 40 juta tersebut dibandingkan dengan nilai total perusahaan. Nilai ini termasuk berapa peluang keuntungan ke depan, dll.

      Semoga jawaban kami bermanfaat.

      • Aries munandar 15 March 2017 at 17:41 - Reply

        misal saya nilaikan usaha ini 200 juta, dan pembagian hasil dibagi setiap bulannya, berapa persentase saham yang diberikan kepada teman saya ?? sehingga saya tau hasil yg dibagikan dengan teman saya

  8. Aries munandar 15 March 2017 at 17:40 - Reply

    misal saya nilaikan usaha ini 200 juta, dan pembagian hasil dibagi setiap bulannya, berapa persentase saham yang diberikan kepada teman saya ?? sehingga saya tau hasil yg dibagikan dengan teman saya

  9. Ali 19 March 2017 at 23:58 - Reply

    Malam,
    Bisnis saya 1,3 tahun berjalan dan saya nilai valuasinya= 100jt dan saya butuh teman investor pasif untuk menambah modal berapapun katakanlah 100jt. Berarti saham dan devidennya, saya 100/200 = 50% ; teman 100/200 = 50% juga? Lalu apakah setelah ini saya juga harus mendapat gaji? sekitar berapa?

    Oh iya valuasi = asset (mesin+rahasia perusahaan+piutang) – kewajiban + potensi bisnis kedepan. Apakah saldo uang + stok barang saat ini bisa ditambahkan (+) ?

    Terimakasih atas semua jawabannya ya.. ^_^

    • Finansialku
      Finansialku 22 March 2017 at 16:22 - Reply

      Hi Pak Ali, terima kasih sudah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Ali:
      1. Sebagai pelaksana, Pak Ali harus mendapatkan gaji
      2. Saldo uang dan stok barang termasuk dalam aset likuid pak. Jadi sudah termasuk dalam aset.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  10. abram 23 March 2017 at 15:21 - Reply

    hi finalsialku….
    ada pertanyaan yang sangat sederhana dan mudah namun tidak bagi orang yg awam seperti saya.
    saya tinggal di daerah padat mahasiswa pendatang. kebutuhan akan tempat tinggal (kost) sangat tinggi, disini saya mempunyai niat untuk mendirikan bangunan untuk dijadikan kost, saya sebagai penanggung jawab dari awal pembangunan sampai 100% jadi hingga penggelolaan kost namun saya hanya memiliki modal 1 miliyar untuk pembiayaan
    kebutuhan modal:
    tanah seluas 1000m² dengan harga 2,5jt/m² (harga yg sudah sya cek)
    anggaran pembangunan kisaran 3 miliyar
    dengan jumlah kamar 70 unit (2 lantai)
    jadi total anggaran 5,5 miliyar
    harga 1 kamar 1,2jt/bulan
    perhitungan dengan kurang dari 6 tahun sudah balik modal 100% (termasuk pembiayaan listrik, air, dan security)
    ikatan perjanjian dg investor 10 th dengan profit 100% dari modal keseluruhan
    pertanyaan, jadi saya sebagai management sekaligus penanggung jawab dengan gaji atas kesepakatan yg nanti disepakati
    yg saya tanyakan
    1. bagaimana kelanjutan hak kuasa setelah perjanjian 10 tahun selesai??
    2. apakah saya bisa memiliki property yg sudah dibangun setelah perjanjian selesai??
    3. apakah investor bersedia menerima atas perjajian sebagaimana yg diterangkan pada nomor 2 setelah semua modal serta profit yang sudah saya berikan??
    terimakasih finansialku

    • Finansialku
      Finansialku 6 August 2017 at 22:27 - Reply

      Hi Pak Abram, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Abram:
      1. Kelanjutan hak kuasa dapat diatur dalam perjanjian. Bapak dapat melakukan negosiasi atau perundingan mengenai hak kuasa setelah perjanjian 10 tahun selesai.
      2. dan 3. Tergantung dengan isi perjanjian Bapak dengan investor.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  11. awang setiaji 24 March 2017 at 06:50 - Reply

    pagi saya ingin bertanya prihal Valuasi , valuasi itu berupa = asset
    – mesin,
    -rahasia perusahaan
    – piutang
    – kewajiban –
    – potensi bisnis ke depan.

    , pertanyaan saya bagaimana cara perhitungan Rahasia Perusahaan & memperhitungkan potensi bisnis kedepan, apakah ada rumus perhitungnya ? hingga kita bisa mengestimasikannya ?
    terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 28 March 2017 at 21:04 - Reply

      Hi Pak Awang, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Bapak, mengenai rahasia perusahaan dan potensi bisnis kedepan.
      Rahasia perusahaan sebenarnya dapat divaluasi oleh pemilik perusahaan.
      Misal rahasia perusahaan :berapa nilai bumbu masakan, nilai teknik pembuatan perhiasan dan lainnya.
      Mengenai potensi bisnis kedepan, Anda dapat menggunakan proyeksi dan Discounted Cash Flow (DCF)
      Terima kasih, semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  12. Lucky 25 March 2017 at 15:45 - Reply

    Terima kasih, Artikel ini Sangat inspiratif,

    cuma saya mau tanya, kebetulan saya sedang menjalankah bisnis clothing,
    kalo menurut Anda, apakah deviden (pembagian Tahunan) bisa diganti dengan pembagian Bulanan? dengan sistem pembagian untuk investor 50% dan pengelola 50% dan didalamnya ada pengembalian modal sebesar 20% kpd investro.
    Mohon pencerahannya.

    berapa sih pembagian keuntungan yang layak bagi si investor & si pengelola? apakah 50:50 ? atau lebih banyak investor atau sebaliknya? karena sudah ada SPK dengan sistem yang sudah saya katakan diawal.

    TERIMA KASIH………

    Salam sukses bagi semua………..

    • Finansialku
      Finansialku 31 March 2017 at 15:39 - Reply

      Hi Pak Lucky terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Pak Lucky, sebenarnya bisa saja poembagian hasilnya diganti bulanan, sesuai dengan kesepakatan bersama.
      Mengenai pembagian, Bapak dapat melakukan perhitungan seperti contoh di atas,
      namun jika sudah ada SPK, bapak dan pihak-pihak yang terkait harus mematuhi aturan tersebut.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  13. Dior 27 March 2017 at 21:10 - Reply

    Saya pemegang saham murni, temanku yang menjalankan alias pengelola. Udah lebih dari 1 tahun tapi saya belum mencicipi satu rupiah pun dari untungnya. Ini bulan pertama untuk tahun ke 2 dan sudah ku bayar uang sewa untuk 3 bulan ke depan dari uangku sendiri dan di tambahkan ke modal yang sudah kumasukkan di tahun pertama. Apakah saya harus membayar uang sewa perbulan dari kantong saya atau dari income usaha?. Apakah pengeluaran seperti ganti lampu, beli lap tangan and so on harus dari kantong saya atau dari untung usaha?. Berapakah persentasi pendapatan antara saya sebagai pengobservasi serta pengkajian langsung ke usaha demikian juga pengawai dan berapa pula persentasi untuk temanku yang sebagai pengelola usaha?. Pendapatan Mr/Mrs sangat saya hargai. Terima kasih banyak..

    • Finansialku
      Finansialku 31 March 2017 at 15:41 - Reply

      Hi Bapak/Ibu Dior, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Anda, sebenarnya lebih tepat jika pengeluaran dibayarkan oleh perusahaan.
      Mengenai persentase pembagian hasil, sebaiknya Anda dapat menghitung berdasarkan kontribusi setiap pihak.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  14. stevani 23 June 2017 at 15:35 - Reply

    saya mau bertanya.
    saya mau memulai usaha event organizer.
    dan modal dari saya, saya juga ikut bekerja didalamnya, saya yang memimpin saya jg yang mengarahkan atau jadi seksi repot jg. ada 2 teman saya yang membantu, yang pertama membantu menghitung segalanya bagian keuangan dan detail jg. yang kedua bagian makanan design jg, makanan sepenuhnya dari dia sendiri tidak ada moda dri saya tapi saya jg tidak ambil untung karena hitungnya dia sudah buka usaha makanan itu duluan jd seperti kerja sama. keduanya tidak ada gaji tetap, bagi hasil setiap event saja seperti itu, bagaimana cara membagi hasilnya? untuk 3 org team inti ini.
    makasih.

    • Stacia E. H. Sitohang CFP®
      Stacia E. H. Sitohang CFP® 17 July 2017 at 10:27 - Reply

      Hi Stevani, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com. Pada dasarnya tidak ada aturan yang baku mengenai pembagian keuntungan bisnis. Hal ini dikarenakan setiap pemilik bisnis memiliki karakteristik tersendiri. Karena itu sebaiknya diskusikan secara terbuka dengan setiap partner bisnis mengenai kesepakatan pembagian keuntungan. Hanya saja saran kami, jangan lupa mempertimbangkan kontribusi setiap orang sebagai ‘modal’. Termasuk kontribusi Ibu sendiri sebagai pemimpin event organizer walaupun tidak mengeluarkan modal berbentuk barang atau uang. Semoga bermanfaat.

  15. Adhim 6 July 2017 at 04:01 - Reply

    Saya Adhim, Wirausaha muda berumur 20thn, saya pemilik usaha clothing, sudah punya banyak stok baju, usaha saya telah berjalan sekitar 2 tahun, lalu ada teman ingin tanamkan modalnya 15 juta kepada usaha saya.

    Yang mau saya tanyakan:
    – Bagaimana cara menghitung kontribusi saya sebagai owner untuk bagi hasil ke teman saya ini?
    – Pembagian yang fair menurut admin berapa persen?
    – Berapa lama jangka waktu ketika pembagian hasil untuk si investor? Apakah selama usaha ini berjalan?

    • Finansialku
      Finansialku 25 July 2017 at 20:45 - Reply

      Hi Pak Adhim, terima kasih telah mengunjungi Finansialku.com
      Mohon maaf Pak, kami belum dapat menjawab pertanyaan Bapak karena info yang kurang lengkap.
      Apakah boleh tahu modal bapak ditambah stok baju yang ada.
      terima kasih.

  16. Marthen 10 July 2017 at 00:31 - Reply

    Saya akan memulai usaha rumah makan bersama teman, saya yg bayar sewa tempat dan perlengkapannya sementara teman saya yang belanja bahan bakunya dan memasaknya menjadi makanan. Saya berikan juga sebuah kamar untuk tempat tinggal teman saya ditempat usaha yg saya sewa. Pertanyaan saya bagaimana cara bagi hasil usahanya yah…???

    • Stacia E. H. Sitohang CFP®
      Stacia E. H. Sitohang CFP® 17 July 2017 at 10:56 - Reply

      Hi Marthen, terima kasih sudah mengunjungi Finansialku.com. Tidak ada aturan yang baku mengenai pembagian keuntungan usaha karena setiap bisnis dan pemiliknya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sebaiknya kebijakan tersebut ditentukan berdasarkan diskusi dan kesepakatan bersama secara terbuka untuk menghindari konflik. Namun jangan lupa untuk mempertimbangkan setiap kontribusi, termasuk peminjaman kamar tersebut. Semoga bermanfaat.

  17. popy 25 July 2017 at 08:32 - Reply

    Pagi saya mo bertanya .. Saya akn memulai usaha dengan modal 50 juta dan teman ku punya tempat yg akn d sewakan 15 juta prthun v sy tidak aktip dia yg mengelola y v sy juga ngasih transfortasi kndaran .. nah tu bagaimana cara bagi hasily kalau sy hitung dari untung y doang perhari misalkn ada keuntungan 100 ribu..apa 50% …50% ..pa gimna mohon pencerahan y trimakasih ..

    • Finansialku
      Finansialku 25 July 2017 at 19:39 - Reply

      Hi Popy terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Popy, cara bagi hasilnya dapat sesuai dengan kesepakatan awal atau dengan menghitung kontribusi masing-masing orang.
      Bu Popy mohon maaf kami tidak bisa membantu menghitung, karena penjelasan ibu kurang jelas.
      Mohon bantuan untuk penjelasan lebih detil.
      Terima kasih.

  18. budi 27 July 2017 at 13:42 - Reply

    selamat siang, mohon pencerahannya. sy terpilih menjadi ketua BUM Desa dengan modal awal 227jt. dana tersebut sudah terbagi untuk beberapa unit usaha dengan perhitungan bagi hasil prosentasi. yang sy bingungkan, bagaimana sy cara menghitung gaji yg layak untuk sekertaris, pengawas & bendahara inti, karena meraka tidak turut serta dalam unit usaha, melainkan hanya merekap laporan” dari kepala unit usaha. terimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 6 August 2017 at 22:36 - Reply

      Hi Pak Budi, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Pak Budi dapat melakukan diskusi atau menggunakan perbandingan dari jam kerja dan UMR di kota.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  19. Ali 27 July 2017 at 14:59 - Reply

    Sore,
    Valuasi perusahaan yang “potensi bisnis kedepan” itu yg dimaksud apakah Intangiable Asset? Seperti Brand, dll

    • Finansialku
      Finansialku 1 August 2017 at 17:23 - Reply

      Hi Pak Ali, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan bapak, yang dimaksud dengan potensi bisnis kedepan termasuk intangible asset dan termasuk potensi keuntungan yang didapat perusahaan di masa yang akan datang.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  20. sasu 18 August 2017 at 15:01 - Reply

    Selamat siang finansialku, mohon masukannya,
    saya ada buka usaha jasa, nah udh berjalan sekitar 5bln dan pengeluaran dibulan ke 5 ini udh mulai berkurang, nah bagaimana cara saya mengatur persentase standar pengeluaran tiap bulannya tetap minim yang mana biaya pengeluarannya saya ambil dari omset yg ada. kemudian bagaimana supaya saya tau rumus perhitungan persentase yang cocok untuk usaha saya ini agar persentase yg saya gunakan nnti tidak mengalami rugi.?

    Trimakasih

    • Finansialku
      Finansialku 20 August 2017 at 00:44 - Reply

      Hi Sasu, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Kami sarankan Ibu coba gunakan anggaran. Dengan membuat anggaran Ibu memiliki panduan untuk menggunakan uang.
      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat. Terima kasih.

  21. sasu 18 August 2017 at 15:14 - Reply

    Selamat siang finansialku, mohon masukannya,

    Berapa persentase budget maksimum pengeluaran dari omset per bulan dalam dunia ekonomi?

    Trimakasih..

    • Finansialku
      Finansialku 20 August 2017 at 00:38 - Reply

      Hi Pak Sasu, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Pak mohon maaf, masing-masing bisnis tentunya memiliki angka yang berbeda-beda.
      Saya sarankan Bapak dapat melakukan perbandingan dengan perusahaan di industri yang sama dengan usaha Bapak.
      Semoga jawaban kami dapat membantu.

  22. Sylvia 18 August 2017 at 16:34 - Reply

    Mau tanya. Saya ad rencana bisnis cake n catering brsm tmn mama. Beliau yg menawarkan. Krn dia tdk pandai dlm hal promosi trmasuk mmbuat selebaran dn sosial media, penentuan nama atau membuat iklan promo menarik utk event2 tertentu.
    Kami hanya modal dengkul. Dimana tante trsebut memiliki byk rekanan n dia jago masak. Rencananya saya hanya akan membuat beberapa jenis kue yg pernah beliau ajarkan saja. Sisanya utk catering akan dikerjaaan sendiri olehnya dan asistenya.

    Bgmn untuk pembagian hasil nya untuk:
    – hal2 yg kami kerjakan masing2 pribadi. Sprti dr keuntungan catering yg dia laksanakan sndiri trhadap sy atau sebaliknya keuntungan jual kue sy trhdp dia.
    – utk hal promosi apakah sy mndpt bonus fee tetap n tersendiri utk setiap penjualan? Brp bsrnya yg pas?
    – mhn info / saran apakah afa bisnis yg sprti itu? Atau apakah trhdp bisnis kami ini sebaiknya ttp akan dimulai atau bgmn dilihat dr sikon nya.

    Mhn info . trims

    • Finansialku
      Finansialku 20 August 2017 at 00:57 - Reply

      Hi Sylvia, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Sylvia:
      1. Cara bagi hasilnya sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak. Saran kami buatlah sebuah perusahaan seperti pada contoh di atas. Jadi masing-masing pihak jelas pembagian hasilnya.
      2. Besarnya fee sesuai dengan kesepakatan bersama.
      3. Bu mohohn maaf kami tidak bisa memberikan saran, karena kami belum memiliki data yang lengkap.

      Semoga jawaban kami dapat bermanfaat.

  23. anggraini 19 August 2017 at 11:34 - Reply

    Hi financialku
    saya mau bertanya mengenai berapa persen budget pengeluaran maksimum dari omset perbulan yg sewajarnya dalam dunia ekonomi?

    Lalu bagaimana cara mengatur persentase standar pengeluaran perbulan dalam usaha jasa yg sedang saya jalankan yg sudah berjalan 5bln ini yang mana biaya pengeluarannya saya ambil dari omset perbulan, agar seterusnya usaha saya ada patokan angka perhitungan persentase pengeluaran yg cocok dalam usaha saya ini.

    trimakasih..

    • Finansialku
      Finansialku 20 August 2017 at 00:54 - Reply

      Hi Ibu Anggraini, terima kasih telah menghubungi Finansialku.com
      Menjawab pertanyaan Ibu, sebenarnya masing-masing usaha tentu saja berbeda.
      Ibu dapat melakukan perbandingan dengan bisnis yang serupa dengan Ibu.
      Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Leave A Comment