Libur lebaran telah berlalu guys, sekarang saatnya kamu memperbaiki keuangan, apalagi buat kamu yang dana daruratnya sempat jebol untuk keperluan lebaran.

Yuk menghitung dana daruratnya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Hidup Tak Selalu Diatas

Seorang teman bernama Niko, anak gaul Jakarta yang bekerja sebagai photographer professional, specialist photographer produk tapi tak jarang juga memotret model.

Untuk ukuran seorang yang masih berstatus lajang, Niko bisa dibilang sangat berkecukupan, tinggal di apartemen yang sudah lunas, dengan pendapatan per bulan sekitar 12-15 juta. Lumayan besar bukan?

Pendapatan itu belum termasuk dengan bonus perjalanan pemotretan luar kota atau luar negeri, yang bayarannya bisa dua hingga tiga kali lipat.

Melihat pendapatannya yang cukup besar seharusnya Niko punya banyak uang tabungan dong?

Cinta Fotografi Ketahui Situs Menjual Foto dengan Harga Tinggi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Karyawan Milenial, Sudah Siapkan Dana Darurat di Tahun 2019?]

 

Tapi sayang… Niko punya kebiasaan buruk, yaaap terbiasa dengan gemerlapnya hiburan malam.

Uang hasil keringatnya sering habis dipakai foya-foya, beli minuman keras, dan dipakai untuk hal-hal yang tidak penting.

Alhasil pendapatan Niko motret selama beberapa tahun kebelakang tidak membuahkan apa-apa.

Bahkan yang asalnya kemana-mana pakai mobil pun sekarang terpaksa menggunakan kendaraan umum karena mobilnya diambil pihak leasing akibat tidak bisa membayar angsuran.

Apesnya lagi Niko terserang penyakit ginjal karena kebiasaan buruknya itu, kesehatannya menurun drastis, dan harus sering checkup ke rumah sakit yang pastinya bakalan ngabisin banyak uang.

Karena punya prinsip YOLO (You Only Live Once) Niko tidak punya tabungan sama sekali bahkan karena merasa pekerjaannya aman dan merasa akan selalu sehat Niko tidak punya asuransi, parah kan?

Akhirnya Niko melakukan pengobatan dengan sisa-sisa gaji yang tak seberapa, dan pinjam ke Bank sebesar Rp50 juta.

Dari cerita Niko, kita bisa ambil pelajaran untuk hidup sehat dan persiapkan dana darurat sedini mungkin, right?

 

Apa Sih Dana Darurat Itu? Apa Manfaatnya?

Dana darurat adalah uang yang kamu simpan atau kumpulkan, yang berfungsi meng-cover keuangan ketika terjadi keadaan darurat. Tidak ada hukum pasti berapa dana darurat yang seharusnya kamu simpan.

Tapi pada umumnya, jumlah minimal dana darurat yang kamu kumpulkan harus bisa memenuhi kebutuhan kamu dan keluarga selama 3 bulan tanpa ada penghasilan tambahan.

Dana darurat berfungsi sebagai pelindung, penyokong dan penyelamat di saat risiko atau musibah terjadi, seperti kecelakaan, sakit keras/kronis, terkena PHK, dan lain-lain.

Banyak yang masih meremehkan manfaat dana darurat untuk kondisi keuangannya. Makanya orang-orang termasuk kamu wajib tau 3 manfaat utama yang dapat dirasakan dengan adanya dana darurat.

 

#1 Menghindari dari Utang

Setuju atau tidak, meminjam uang dengan tidak bijak akan menimbulkan masalah guys. Sederhananya, di dalam kehidupan ekonomi sebuah keluarga ada dua pilihan yang bisa kamu ambil.

Pilihan pertama adalah kerja keras untuk menyiapkan dana darurat sebelum permasalahan terjadi.

Pilihan kedua adalah bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi.

Buruknya, kebanyakan orang di Indonesia memilih yang kedua dan memutuskan untuk hidup dari utang, baik utang kartu kredit atau utang pinjaman hanya karena mereka tidak ingin bekerja keras.

Walaupun terdengar penuh strategi, tetapi meminjam uang untuk membayar utang sama dengan peribahasa “gali lubang, tutup lubang”.

Ada hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum berutang, yakni mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sanggup mengambil utang lain. Yuk kenali cara mengatur utang lainnya! Kebutuhan dan keinginan dalam hidup terus bertambah seiring berjalannya waktu. Tak jarang kita temui orang yang mengambil utang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Apakah Anda juga suka mengambil utang demi memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda? Jika iya, mari kenali cara mengatur utang ala Finansialku! Rubrik Finansialku Pernah Mengalami Hal yang Sama? KOMIK Apakah Anda pernah mengalami kondisi seperti Budi di atas? Di mana Anda terpaksa lembur dan mengambil kerjaan tambahan untuk melunasi utang-utang Anda? Memang mengambil utang tidak haram, jika secara finansial Anda mampu untuk melunasinya. Tapi, apakah perencana keuangan profesional akan menyarankan Anda untuk mengambil utang? Meskipun banyak orang awam yang sangat tidak menganjurkan untuk berutang, tetapi di satu sisi utang dapat menjadi solusi terbaik untuk Anda. Sebelumnya, Anda harus memahami dulu bahwa utang terdiri dari dua jenis, yakni utang konsumtif dan utang produktif. <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8067508406429587" data-ad-slot="6363419649" data-ad-format="auto"></ins><script>(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});</script> Utang konsumtif adalah utang yang dipakai untuk pemenuhan kebutuhan pribadi tanpa ada hasil yang produktif. Utang konsumtif biasa digunakan untuk membeli aset yang akan mengalami depresiasi atau penyusutan nilai. Aset apa saja yang dapat mengalami depresiasi? Aset yang mengalami depresiasi adalah seperti motor, mobil, handphone, laptop dan barang elektronik atau barang konsumtif lainnya. Utang konsumtif ini digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi bukan untuk kebutuhan, sehingga peminjam secara impulsif menggunakan kartu kreditnya atau mengajukan KTA demi memenuhi keinginannya tersebut. [Baca Juga: Polling: Menurut Anda, Apa Tujuan Berutang?] Lalu, bagaimana dengan utang produktif? Utang produktif ini sendiri kebalikan dari utang konsumtif, berarti utang produktif ini merupakan utang yang digunakan untuk membeli sebuah aset yang bisa menghasilkan pemasukan. Jika utang konsumtif untuk membeli keinginan, maka utang produktif digunakan untuk membeli kebutuhan. Selain itu, utang produktif ini juga bisa menghasilkan penghasilan tambahan untuk Anda. Contoh kasus utang konsumtif adalah seperti ini: Sony memiliki arus kas bersih sebesar Rp90.000.000 per tahun, dan memiliki utang beli mobil sebesar Rp20.000.000 per tahunnya. Maka, Sony mendapatkan arus kas bersih tahunan sebesar Rp70.000.000 per tahun. Dari contoh di atas, mari kita tinjau neraca keuangan Sony: Aset konsumsi Sony bertambah, arus kas bersih Sony berkurang, dan rasio utang Sony bertambah. Karena masih berada di batas aman, Sony masih bisa bernapas lega. Tapi bagaimana jika rasio utangnya melewati ambang batas aman? Apakah Sony siap untuk menerima risikonya? Nah, sekarang saya akan berikan contoh utang produktif. Jika Anda mengambil utang produktif, maka Anda dapat menambahkan aset tidak lancar, yang kemudian meskipun Anda memiliki utang, Anda memiliki tambahan penghasilan. Contoh kasus utang produktif: Total arus kas bersih Anda Rp90.000.000 per tahun, kemudian Anda membeli sebuah ruko dengan cicilan Rp30.000.000 per tahun. Lalu ruko tersebut Anda sewakan dengan uang sewa Rp20.000.000 per tahunnya. Dengan demikian, total arus kas bersih Anda (setelah ditambah penghasilan dari sewa dan dikurangi dengan utang membeli ruko) adalah sebesar Rp80.000.000. Lebih menguntungkan bukan? Apalagi setelah Anda selesai membayar cicilan, total arus kas bersih Anda menjadi Rp110.000.000 per tahun. BANNER So, apakah kita tidak boleh memiliki utang konsumtif? Jawabannya adalah boleh, tetapi Anda harus memperhitungkan apakah Anda bisa membayarnya atau kesulitan dalam membayar. Jika Anda tidak ingin kesulitan dalam membayar utang, berikut ini saya berikan tips-tips mengenai hal apa saja yang harus Anda lakukan sebelum mengajukan utang konsumtif. Oh iya, sebelum mengambil utang, ada baiknya Anda cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Anda bisa cek kesehatan keuangan Anda melalui tautan di bawah ini. Nantinya Finansialku akan memberi tahu bagaimana rasio keuangan Anda. Yuk segera cek kesehatan keuangan Anda! BANNER CEK KESEHATAN Tips Sebelum Mengajukan Pinjaman/Utang Anda ingin membeli barang yang Anda idamkan, tetapi belum mempunyai cukup uang untuk membeli barang tersebut. Lalu, Anda bertanya-tanya: “Apa yang harus saya lakukan? Bolehkah saya berutang?” Untuk menjawab kebingungan Anda, berikut saya berikan tips yang dapat Anda lakukan sebelum mengajukan utang! #1 Cek Kesehatan Keuangan Saat akan mengambil utang, ada baiknya Anda cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Sebelumnya, saya sudah berikan tautan bagi Anda untuk mengecek kesehatan keuangan di website Finansialku. Nah selain itu, Anda dapat mengecek kesehatan keuangan Anda lewat Aplikasi Finansialku juga lho!  [Baca Juga: Anda Harus Paham! Apakah Utang Selalu Buruk?] Bagi Anda pengguna Android, bisa download aplikasinya sekarang juga di Google Play Store. Setelah sign up dan mengisi data-data yang diperlukan, Anda akan mendapatkan hasilnya. jika rasio kemampuan kelunasan utang yang Anda miliki kurang dari 35%, maka Anda masih memiliki proporsi utang yang ideal. #2 Meminjam Sesuai Tingkat Idealitas Rasio Kemampuan Kelunasan Utang Setelah mengetahui besaran utang yang bisa Anda ambil, maka Anda dapat mengambil utang yang sesuai dengan keuangan Anda. Jangan sampai Anda mengambil utang yang tidak mampu Anda sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Anda harus ingat, utang merupakan uang pinjaman yang harus Anda kembalikan tepat waktu. <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8067508406429587" data-ad-slot="6363419649" data-ad-format="auto"></ins><script>(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});</script> Jika Anda terbiasa mengambil utang sesuai dengan kemampuan Anda, secara tidak langsung Anda belajar juga menjadi debitur yang bertanggung jawab. Anda bisa saja mengambil pinjaman sekaligus untuk beberapa barang. Tapi, ingatlah untuk terus menahan diri Anda. Jangan membeli barang karena keimpulsifan semata. #3 Bayarlah Utang Anda Secara Tepat Jumlah dan Waktu Setelah akhirnya mengambil pinjaman, berarti Anda memiliki utang yang harus dibayarkan selama periode tertentu. Apa yang akan terjadi jika Anda membayar tagihan tidak tepat waktu atau bahkan tidak tepat jumlah? Hal itu akan memperngaruhi riwayat kredit Anda. Anda akan menanggung beberapa akibat seperti berikut ini: Utang semakin menumpuk Munculnya denda atau bunga yang besar karena telat membayar Mempengaruhi riwayat kredit Anda, di mana akan mempersulit diri Anda sendiri saat akan mengajukan kredit yang baru di masa depan Pastikan Anda memiliki pengingat untuk membayar utang Anda. Jangan sampai melupakan tenggat waktunya! Kenali Kondisi Keuangan Anda Sebelum Berutang Anda perlu mengenali kondisi keuangan Anda sendiri sebelum mengajukan utang konsumtif ataupun utang produktif. Jangan sampai Anda mengajukan pinjaman tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu. Jika Anda masih kebingungan bagaimana sebaiknya Anda memperlakukan utang Anda, baca selengkapnya di seri ebook perencanaan keuangan dari Finansialku. Finansialku memiliki dua ebook perencanaan keuangan, untuk usia 20-an serta usia 30-an. Pilihlah yang sesuai dengan usia Anda. Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an <div class="fusion-button-wrapper fusion-align"center""><a class="fusion-button button-"" fusion-button-"" button-"" button-"default" button-2 fusion-button-span-"default" fusion-no-small-visibility fusion-no-large-visibility fusion-animated """ data-animationType="""In"left"" data-animationDuration=""0.3"" data-animationOffset="""" target=""_blank"" title=""Download" href="#" data-toggle="modal" data-target=".fusion-modal.""" id=""""><span class="fusion-button-text">Download Ebook Sekarang</span><i class=" fa fa-"" button-icon-"left""></i></a></div> Semoga dengan artikel ini, Anda tahu jelas apa yang harus Anda lakukan sebelum mengambil pinjaman dan tahu bagaimana cara menghadapi utang tanpa harus menyiksa hidup Anda! Setelah membaca artikel ini, saya yakin Anda telah mengetahui bahwa melakukan perencanaan sebelum berutang sangat penting untuk kondisi keuangan Anda. Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui bagaimana caranya merencanakan utang untuk masa depan Anda. Sumber Gambar: Mengatur utang - https://goo.gl/DLxhVu

[Baca Juga: Sudah 5 Tahun Nikah, Tapi Dana Darurat Keluarga Belum Terkumpul? Gini Cara Mengatasinya!]

 

Berutang berarti berani mengambil risiko keuangan, karena di setiap utang selalu ada biaya ekstra dari bunga pinjaman yang harus kamu bayarkan.

Sebagai contoh, cerita Niko yang butuh uang tunai sebesar Rp50 juta untuk pengobatan ginjalnya.

Jika Niko punya dana darurat, sudah pasti Niko bisa pakai dana darurat tersebut untuk membayar pengobatannya.

Lain halnya jika Niko harus berutang untuk membayar biaya tersebut. Niko harus membayar kembali utang beserta bunga pinjaman.

Dengan tingkat bunga 10% saja Niko harus membayar Rp5 juta ekstra, dengan catatan mampu membayar angsuran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Bahkan, jika dana darurat yang terkumpul tidak mencukupi kebutuhan, Niko tetap akan mendapatkan manfaat karena ia tidak perlu membayar bunga pinjaman sebesar Rp5 juta.

Dari contoh kasus ini kamu bisa lihat bahwa dana darurat akan membantu kamu terhindar dari lilitan utang dan melindungi hasil kerja keras kamu.

 

#3 Menciptakan Keuangan Yang Tenang

Buat kamu yang pernah mengalami kejadian buruk yang harus menghabiskan uang banyak, kamu pasti merasakan bagaimana berada dibawah tekanan masalah keuangan, iya kan guys?

Menurut studi, seseorang yang tidak memiliki margin keuangan seperti dana darurat, akan mempunyai tingkat stres yang lebih tinggi daripada normal, segala masalah yang terjadi akan menjadi ancaman bagi kondisi keuanganmu.

Coba bayangin kalo kamu tidak punya dana darurat, dan tiba-tiba kamu kehilangan pekerjaan, tentu ini akan membuatmu lebih stres memikirkan nasib diri sendiri dan keluarga daripada fokus untuk mencari pekerjaan baru.

Walaupun kamu tidak dapat memperkirakan kapan risiko akan terjadi, kamu bisa lebih tenang menghadapi masalah tersebut.

 

#2 Dana Darurat Membantu Mengurangi Pengeluaran Bulanan

Berbeda dengan pendapat umum di mana dana darurat hanya menambah pengeluaran bulanan, dana darurat sebenarnya membantu kamu untuk mengurangi pengeluaran.

Memang dana darurat tidak dapat membantu mengurangi belanjamu karena hal ini berhubungan dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing. Tetapi dana darurat dapat membantu pengeluaran bulanan secara keseluruhan.

Salah satu manfaat yang diberikan dana darurat adalah mengurangi biaya untuk asuransi, iya kan?

12 Cara Mengubah Lifestyle yang Tidak Anda Sadari dapat Menghemat Pengeluaran Bulanan 07 Finansialku

[Baca Juga: Sudah Saatnya Karyawan Mempersiapkan Dana Darurat Supaya Hidup Lebih Tenang]

 

Kalo kamu tidak punya dana darurat, maka kamu membutuhkan asuransi untuk melindungi keuanganmu. Contohnya, dengan uang pertanggungan Rp500 juta, tentu kamu harus membayar premi bulanan yang cukup besar.

Tapi kalo kamu punya dana darurat misalnya Rp100 juta, mungkin kamu tidak perlu pusing mengeluarkan Rp20 juta untuk membayar biaya perawatan dan rumah sakit.

Dengan adanya dana darurat tersebut, kamu tidak wajib membeli produk asuransi kesehatan dengan uang pertanggungan Rp500 juta, kamu bisa membeli produk yang lebih murah.

Hal ini berlaku untuk seluruh asuransi yang kamu punya.

Kalo kamu bisa menghemat Rp1 juta untuk masing-masing asuransi, dan kalo kamu memiliki total 5 asuransi, setiap bulannya kamu bisa menghemat Rp5 juta hanya dengan memiliki dana darurat.

Jika kamu bingung bagaimana cara mengumpulkan dana darurat, kamu bisa tonton video dari channel youtube Finansialku berikut ini:

 

Cara Mudah Menghitung Dana Darurat Dengan Aplikasi Finansialku

Pastikan saat ini di smartphone kamu sudah ter-install Aplikasi Finansialku, kalo belum kamu bisa download pada link di bawah ini atau melalui Google Play Store. Buruan mumpung gratis!

Setelah download coba ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka menu aplikasi Rekeningku kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”.
  2. Klik tanda + pada bagian kanan bawah untuk menambahkan Rencana Keuangan.
  3. Pilih Dana Darurat.
  4. Masukkan pengeluaran bulanan: besarnya pengeluaran kamu setiap bulan
  5. Pilih status perkawinanmu saat ini: lajang, menikah (belum punya anak), menikah dan memiliki anak.

 

Saatnya kamu tau berapa dana darurat yang kamu perlukan, yuk segera hitung dengan Aplikasi Finansialku.

Kamu juga bisa merencanakan keuangan kamu dengan membaca ebook GRATIS dari Finansialku di bawah ini, selamat membaca..

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Nah, sudah tergambar kan bagaimana caranya menghitung dana darurat? Tunggu apalagi? Ayo segera hitung dan bagikan juga artikel ini ke teman-teman lainnya ya. Terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Dana Darurat – http://bit.ly/2XoLSGn