Cek Kesehatan Keuangan Anda dan Keluarga. Banyak perencana keuangan yang mengatakan cek kesehatan keuangan Anda, sebelum melakukan investasi atau perencanaan keuangan lainnya.

Jadi apa itu cek kesehatan keuangan (dalam bahasa kerennya: financial health check up)? Apa tujuan atau manfaatnya?

Apa saja yang dicek, dan bagaimana cara melakukannya?

 

Kali ini Finansialku akan membahas mengenai cek kesehatan keuangan.

 

Apa itu Cek Kesehatan Keuangan (Financial Check Up)?

Cek kesehatan keuangan adalah istilah yang digunakan untuk mengetahui keadaan atau kondisi keuangan seseorang.

 

Apa Tujuan atau Manfaatnya?

Tujuan atau manfaat dari Financial Check Up adalah untuk mengetahui kondisi keuangan pada suatu periode tertentu.

Seorang perencana keuangan biasanya akan memulai mengecek kondisi kesehatan keuangan kliennya, agar dapat mengetahui bagian-bagian yang kurang sehat kemudian diperbaiki baru melakukan rencana keuangan ke depan.

 

Apa Saja yang Dicek?

Cara melakukan cek kesehatan keuangan dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan pribadi atau keluarga.

 

Contoh Hasil Cek Kondisi Kesehatan Keuangan Keluarga Finansialku

 

Hal-hal yang dicek pada saat melakukan cek kesehatan keuangan menurut Financial Planning Standards Boards Indonesia (FPSB Indonesia):

  1. Rasio Likuiditas: ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa lama (satuan bulan) uang kas atau asset setara kas kita dapat memenuhi pengeluaran bulanan. Jadi misal uang dan asset setara kas kita Rp 20.000.000 dan pengeluaran bulanan kita adalah Rp 5.000.000 maka kita dapat memenuhi 4 bulan pengeluaran dengan uang kas atau asset setara kas.
  2. Rasio Aset Likuid terhadap Nilai Bersih Kekayaan: ukuran ini menyatakan dari seluruh kekayaan bersih kita seberapa besar sih uang kas atau asset setara kas kita. Misal kekayaan bersih kita adalah Rp 100.000.000 dan uang kas atau asset setara kas kita Rp 60.000.000 apa artinya? Artinya uang kita sebagian besar tidak berkembang karena ada di tabungan.
  3. Rasio Tabungan: Ukuran yang menyatakan bagian dari pendapatan kita yang kita gunakan untuk investasi atau tabung.
  4. Rasio Perbandingan Utang terhadap Asset: Ukuran yang menyatakan seberapa besar utang kita dibandingkan dengan asset yang kita punya.
  5. Rasio Kemampuan Pelunasan Utang: Ukuran yang menyatakan berapa banyak kita mampu melunasi utang kita hanya dengan pendapatan kita.
  6. Rasio Kemapuan Pelunasan Utang Non Hipotek: Sifatnya seperti rasio kemampuan pelunasan utang diluar utang kredit properti.
  7. Rasio Perbandingan Nilai Bersih Asset Investasi terhadap Nilai Bersih Kekayaan: ukuran yang menyatakan investasi kita dibandingkan kekayaan bersih kita.
  8. Rasio Solvabilitas: ukuran yang menunjukkan dalam persentasi tingkat potensi kebangkrutan seseorang.

 

Bagaimana Cara Melakukan Financial Check Up?

Cara perhitungannya adalah dengan melakukan pembagian antara sebuah item dengan item lainnya.

  • Input     = laporan keuangan: neraca dan arus kas.
  • Proses  = melakukan persentase atau membagi antara variabel yang satu dengan yang lain.
  • Output  = rasio-rasio keuangan.

 

Kalau Anda terlalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari dan tidak punya waktu senggang untuk melakukan cek kesehatan keuangan, Anda bisa memanfaatkan fitur ‘Financial Check Up‘ di aplikasi Finansialku.

Panduan Melakukan Financial Check Up di Aplikasi dan Website Finansialku 1-2

 

Lewat fitur ini, Anda hanya perlu mengisi formulir-formulir yang sudah disediakan, kemudian hasil akan didapatkan saat itu juga. Sehingga Anda tidak perlu mengorbankan waktu berharga Anda, karena kini Financial Check Up bisa dilakukan dalam waktu 10 menit saja.

 

Apakah Anda masih punya pertanyaan terkait hal ini? Silakan tuliskan di kolom komentar, maka kami akan membantu menjawabnya.

Anda juga bisa membagikan informasi ini kepada teman-teman atau keluarga lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!