Kenali bagaimana ciri-ciri investasi bodong, agar terhindar dan tidak jadi korban penipuan. Tahu banyak lebih baik.

Artikel berikut akan menyajikan informasi selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Investasi, Cara Baru Memperoleh Profit

Bagi sebagian orang hal investasi tidaklah asing. Tapi untuk sebagian orang, investasi masih dianggap hanya untuk orang-orang berpenghasilan besar. Investasi merupakan kegiatan memberi atau menanamkan modal kepada pengembang (perusahaan) dengan tujuan memperoleh profit besar dimasa depan.

Ada yang berani menanam modal besar untuk investasi, tetapi saat ini dengan modal Rp 100.000 anak muda biasanya bisa mulai berinvestasi. Namun tidak sedikit orang yang justru terjebak dalam rayuan investasi bodong. Imbasnya, bukan untung malah buntung.

MeMiles, Investasi Bodong yang Seret Judika Hingga Ello 01

[Baca juga: Bingung Mau Investasi, Pahami Dulu 7+ Keuntungan Investasi Berlian]

 

Tiga Januari lalu, investasi bernama MeMiles menambah daftar panjang kasus penipuan berkedok investasi di Indonesia. Anda perlu mengenali ciri investasi bodong alias palsu. Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya.

 

5 Ciri-Ciri Investasi Bodong

Jika tidak cermat, perbedaan investasi asli dan investasi bodong agak kabur. Oknum di balik kejahatan ini begitu rapi menyembunyikan fakta perusahaan fiktif mereka.

Untuk kebaikan Anda dan semua calon investor Indonesia, berikut ciri-ciri investasi bodong yang perlu dihindari:

 

#1 Tidak Memiliki Legalitas

Jelas, perusahaan fiktif tidak mungkin memiliki lisensi. Kalaupun ada perusahaan asli yang melakukan penipuan, bisa jadi, sebelumnya mereka adalah bagian dari investasi fiktif. Industri pasar modal, perbankan, asuransi, dan sebagainya berada di bawah otoritas OJK.

Sementara itu, perdagangan berjangka dan komoditi diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi di bawah Kementerian Perdagangan. Perusahaan keuangan tidak cukup hanya memiliki izin pendirian perseroan.

Jika Anda ditawari investasi yang berulang kali mengatakan sudah mengantongi izin, Anda bisa mengabaikannya.

 

#2 Menawarkan Keuntungan Tidak Wajar

Investasi beriringan dengan risiko. Semakin  tinggi profit yang bisa dihasilkan, semakin tinggi juga risikonya. Jangan pernah percaya dengan investasi yang menawarkan bunga berlimpah.

Investasi bodong akan menyebut keuntungan hingga 240% per tahun plus janji-janji manis lain yang membuat setiap orang berbunga-bunga.

Skema Ponzi Modus Klasik Investasi Bodong - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Catat! Begini Kerugian Freelance Jika Tidak Berinvestasi Sekarang!]

 

Anda juga tidak boleh sepenuhnya percaya dengan mereka yang mengklaim pasti untung, untung besar, atau dijamin untung. Sebab, sejatinya keuntungan dalam investasi tidak pasti, melainkan prospek dan ekspektasi.

 

#3 Aset Dasar Tidak Jelas

Investasi harus memiliki underlying aset yang jelas. Sebagai contoh, reksa dana saham akan memiliki aset berupa saham. Dana yang diinvestasikan akan diolah oleh manajer untuk memperoleh profit.

Dalam dunia investasi bodong, tidak ada kejelasan perputaran uang investasi. Jadi, investor buta informasi mengenai dana yang telah mereka kucurkan.

 

#4 Tidak Ada Transparansi

Investasi legal akan menjelaskan kemungkinan risiko, kerugian profit, dana sebagainya kepada investor. Sementara itu, investasi bodong menghindari hal tersebut.

Mereka hanya fokus menebar pesona dengan iming-iming profit selangit dan tanpa risiko. Padahal, dalam investasi, keuntungan yang besar berbanding lurus dengan risiko yang dihadapi.

 

#5 Bergantung pada Investor Baru dan Menjual Nama Tokoh Terkenal

Anda harus curiga dengan sistem pembagian keuntungan yang tidak jelas. Selain itu, cermati bagaimana mereka begitu haus menarik investor baru untuk masuk lingkaran.

Umumnya investasi bodong menggunakan skema pembagian keuntungan ponzi, yakni tidak ada keuntungan nyata, melainkan dari uang investor sendiri juga peserta lain.

Investasi bodong juga tidak segan-segan menjual nama tokoh terkenal untuk menggaet calon korban, dari artis hingga pejabat negara.

7 Investasi Bodong Terbaru dari OJK dan Cara Menghindari Investasi Bodong 1 - Finansialku

[Baca Juga: Waduh! Baru Diresmikan, 3 Saham Sudah Kena Auto Reject BEI!]

 

Padahal, nyatanya tokoh tersebut bukan bagian mereka sama sekali. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari investasi bodong, yakni:

  1. Lakukan riset sebelum melakukan investasi. usahakan Anda memahami sistemnya, alokasi dana, profit yang didapat, risiko, hingga legalitasnya.
  2. Jangan segan untuk bertanya kepada rekan yang lebih paham. Anda bisa meminta bantuan kepada teman, saudara, atau perencana keuangan. Dengan begitu Anda bisa meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi.

  3. Cermati dokumen perusahaan dengan saksama. Dokumen yang diserahkan biasanya terdiri dari model investasi, profil, keuangan, risiko, dan informasi terkait orang-orang di balik perusahaan.
  4. Cek legalitasnya di OJK. Anda bisa mengeceknya dengan menghubungi 1500655 atau email waspadainvestasi2ojk.go.id.
  5. Jangan tamak, karena investasi biasanya menyasar mereka yang gelap mata ketika mendengar profit segunung.

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Praktis Investasi Reksa Dana Pertama

Ebook Reksa Dana Pertama Kamu

Download Ebook Sekarang

 

Cermat Memilih Investasi

Investasi memiliki risiko yang tinggi, sejalan dengan profit yang dihasilkan. Dengan begitu, tidak ada hitung-hitungan pasti untuk mematok keuntungan seperti halnya investasi bodong.

Untuk menghindari penipuan, sebaiknya Anda lebih cermat memilih investasi. salah satu cara termudahnya adalah dengan meminta rekomendasi rekan yang lebih dahulu terjun.

 

Dengan mengetahui ciri-ciri investasi bodong di atas, Anda dapat menghindarinya di kemudian hari.

Mungkin ada saudara atau rekan kerja Anda yang belum mengetahui ciri-ciri investasi bodong ini, bagikan artikel ini pada mereka, supaya mereka juga tahu seperti Anda yang kini sudah tahu. 

 

Sumber Referensi:

  • Adisha .3 Januari 2020. Investasi Bodong: Sejarah, Ciri-Ciri & Cara Mencegahnya. Tokopedia.com – https://bit.ly/2TDIZic
  • Dion. 23 Januari 2020. Awas Tertipu, Kenali 5 Ciri-Ciri Investasi Bodong Lebih Jeli. Avrist.com – https://bit.ly/2xrtAcb
  • Tina Santia. 19 Januari 2020. Jangan Sampai Tertipu, Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Berikut Ini. Liputan6.com – https://bit.ly/2veApx6