Kondisi perusahaan yang kurang apresiatif ternyata tidak sehat lho! Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah perusahaan lebih apresiatif?

Kali ini Finansialku akan membahas tentang kondisi perusahaan yang kurang apresiatif dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Reinforcement, Kekuatan Psikologis Karyawan dalam Perusahaan

Dalam istilah psikologi, yang dimaksud dengan reinforcement adalah sebuah penguatan untuk melakukan sesuatu.

Istilah ini lebih banyak diterapkan pada dunia psikologi dan pendidikan. Namun, sebuah perusahaan pun perlu menerapkan reinforcement berupa apresiasi dalam meningkatkan kinerja karyawan agar dapat mempengaruhi kualitas layanan maupun produk.

 

Apresiasi Karyawan yang Kerap Diabaikan, Apa Akibatnya?

Sebagai manusia biasa, setiap orang tentu memiliki sisi emosional. Sisi emosional ini bila disentuh sesuatu dengan sesuatu yang positif maka akan menghasilkan output yang positif pula. Sebaliknya, bila disentuh hal negatif, maka akan menghasilkan output negatif.

Dengan tetap mempertahankan sikap profesional, mengapresiasi hasil kerja akan selalu mempengaruhi kinerja karyawan, baik terlihat kasat mata ataupun tidak.

Walau pengaruhnya besar dan sangat diperlukan, pada kenyataannya apresiasi karyawan masih sering terabaikan.

Apa akibat sebuah perusahaan yang kurang apresiatif? Jika Anda merasa hal ini tidak akan banyak membawa dampak buruk, maka pikirkan sekali lagi.

Ada banyak akibat kondisi perusahaan yang kurang apresiatif kepada karyawan dan akan merugikan Anda.

Akibat jangka pendek dari perusahaan yang kurang apresiatif adalah bisa mengurangi tingkat kinerja. Apalagi bila perusahaan tersebut bekerja di bidang layanan customer.

Sementara akibat jangka panjangnya yaitu daya saing perusahaan dibanding kompetitor lain menurun dan ujung-ujungnya dapat menyebabkan kebangkrutan.

Untuk mengapresiasi karyawan Anda, berikan ilmu yang dapat menunjang kesejahteraan mereka. Misalnya ebook perencanaan keuangan usia 30-an dari Finansialku.

Ebook ini dapat menjadi panduan bagi karyawan perusahaan Anda untuk dapat merencanakan keuangan dengan cermat. Dengan demikian, mereka dapat mencapai segala tujuan keuangannya.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Tips Menghidupkan Semangat dan Jadi Perusahaan Apresiatif

Agar tidak berujung pada minimnya kinerja karyawan, maka sebuah perusahaan yang kondisinya tidak atau kurang apresiatif harus menghidupkan semangat dengan berbagai cara.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan kestabilan atmosfer di kantor agar menjadi semakin hidup.

 

Tips 1: Menanyakan Pertanyaan Apresiatif

Jika Anda masih bertanya-tanya tentang efek positif dari pertanyaan apresiatif, mungkin sepenggal kisah ini bisa menggugah pikiran.

Kisah tersebut dimulai dari Southwest Airlines, satu-satunya maskapai penerbangan yang mampu bertahan ketika mengalami masalah besar.

Bagaimana Southwest Airlines bisa bertahan? Bukan suatu hal yang mudah untuk bisa bertahan dalam krisis antara hidup dan mati. Namun pengelolaan yang dilakukan pihak manajemen sungguh di luar dugaan.

Kondisi Perusahaan yang Kurang Apresiatif Kepada Karyawan Akan Merugikan Perusahaan Anda 02 Finansialku

[Baca Juga: Kata-kata Motivasi Robert T. Kiyosaki: Pikiran Anda Adalah Aset Terbesar]

 

Pihak manajemen kerap melakukan analisis kesalahan dan memperbaikinya melalui pertanyaan-pertanyaan apresiatif seperti “Apa yang bisa dilakukan?” “Apa yang bisa memperbaiki kondisinya?” atau “Apa yang menambah nilainya?”.

Meskipun kedengaran sederhana, namun pertanyaan yang dilontarkan ketika rapat tersebut banyak menyumbang untuk motivasi karyawan.

 

Tips 2: Mengombinasikan Kekuatan

Semua orang harus tahu, tidak ada karyawan yang dapat melakukan segala hal. Bisa jadi dengan berkembangnya teknologi ada saja hal-hal yang harus dilakukan bersama atau melalui tim.

Sebuah tim pun tidak selamanya dapat menjalin sinergi secara maksimal, karena itu sangat diperlukan suatu formula agar setiap karyawan bisa mengombinasikan kekuatan.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Lalu, bagaimana cara agar setiap karyawan dapat mengkombinasikan kekuatannya terhadap tim?

Pastikan karyawan bisa selalu bahagia, minimal tidak ada hal yang membebaninya ketika ia sedang bekerja.

Fokus karyawan yang kondisi psikologisnya stabil dan tidak tentulah jauh berbeda, hal ini bisa jadi sangat berpengaruh pada kontribusi terhadap tim.

 

Tips 3: Memotivasi Karyawan Untuk Kerja Cerdas

Saat ini masih banyak perusahaan yang menuntut karyawannya untuk bekerja lembur. Yang lebih parah lagi, ketika karyawan telah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari orang lain, maka ada saja pekerjaan tambahan dengan dalih belum waktunya pulang kerja.

Padahal, jika karyawan sudah menyelesaikan tugas sesuai SOP, apalagi jika di atas standar tersebut secara cepat maka tidak ada alasan membebaninya lebih berat.

Mengapa demikian?

Kondisi Perusahaan yang Kurang Apresiatif Kepada Karyawan Akan Merugikan Perusahaan Anda 03 Finansialku

[Baca Juga: Apa Manfaat dan Jenis-jenis Insentif Bagi Karyawan dan Perusahaan? Simak Penjelasannya Berikut ini!]

 

Karena jika ditambah lagi dengan pekerjaan baru, maka jam pulang karyawan spesial tersebut akan tetap sama.

Ketika seseorang bekerja lebih baik atau cepat, maka tindakan apresiatif dari kerja cerdas tersebut adalah memberinya reward.

Seperti halnya anak sekolah yang diperbolehkan istirahat lebih awal, maka hal ini juga bisa diterapkan pada karyawan. Dengan demikian, para karyawan lain akan termotivasi untuk bisa bekerja cerdas juga sehingga hasilnya lebih efisien serta menguntungkan semua pihak.

 

Tips 3: Berlomba-Lomba dalam Kreativitas

Pikiran manusia yang kreatif dan berkembang memang selalu layak diberikan apresiasi.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan semangat dalam suasana kerja diperlukan penguatan yang berupa apresiasi terhadap kreativitas.

Pada setiap rapat atau ketika ada project, pastikan untuk mengapresiasi ide-ide tentang pengembangan produk serta layanan.

 

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Promosi jabatan dan hadiah berupa liburan atau lainnya bisa menjadi salah satu cara meningkatkan semangat berlomba-lomba dalam kreativitas.

Motivasi internal yang muncul pada diri karyawan ketika ingin meraih sesuatu akan meningkat dan menciptakan suasana kondusif serta apresiatif dalam perusahaan.

 

Tips 4: Tidak Memojokkan dan Membuat Karyawan Merasa “Dikejar”

Jika seseorang merasa dikejar, maka akan muncul perasaan ingin melarikan diri.

Hal ini juga terjadi pada karyawan yang banyak dituntut melakukan pekerjaan di luar kemampuannya, tetapi dalam waktu singkat.

Jika kapasitas kerja yang wajar yaitu 8 jam terlampaui, maka bisa jadi inilah awal permasalahan perusahaan menjadi kurang apresiatif.

Bagaimana mungkin seseorang bisa bekerja maksimal jika perasaannya terbebani? Tentu sangat sulit untuk tetap berfokus pada satu hal jika tuntutannya banyak dan tidak terstruktur.

Hidup-di-Kota-Besar-Tidak-Mudah-3-Karyawan-Finansialku

[Baca Juga: Kegunaan dan Manfaat Nutrisi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan]

 

Oleh karena itu, jangan sampai karyawan dibebani pekerjaan di luar batas kemampuannya.

Memojokkan adalah salah satu senjata yang dimiliki atasan ketika pekerjaan mulai tidak terkontrol atau belum selesai sesuai deadline.

Sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dari masalah ini. Apakah karyawan memang kurang produktif atau pekerjaannya tidak sebanding dengan tenaga, waktu serta pikirannya?

Jadi, hindari memojokkan karyawan jika tidak ingin mereka hengkang dari perusahaan.

Pastikan karyawan bekerja secara fokus sesuai jam kantor dan mempunyai waktu untuk merelaksasi pikiran ketika akhir pekan.

Jika tidak mendesak, hindari menelpon karyawan ketika libur atau cuti, karena hal ini akan membuat pikiran mereka terbebani meskipun secara fisik tidak berada di lokasi kerja.

 

Jadilah Leader, Bukan Hanya Bos

Banyak buku motivasi menjelaskan perbedaan dari bos yang sifatnya hanya mengatur dan menyuruh dengan seorang leader.

Perbedaan mendasar dari keduanya adalah cara menyikapi pekerjaan di sebuah perusahaan dan segala aktivitas karyawannya.

Jadilah seorang leader yang mengarahkan dan memberi ruang para karyawan sebagai manusia, bukan robot.

 

Jika tips-tips di atas sudah Anda lakukan, maka selamat! Anda adalah calon pemilik perusahaan sukses yang apresiatif terhadap karyawan.

Bagikan informasi penting ini pada rekan-rekan yang ingin menghindarkan perusahaannya dari kondisi kurang apresiatif, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Eileen Rachman. 20 Mei 2011. Tumbuhkan Budaya Apresiatif pada Karyawan. Lifestyle.kompas.com – https://goo.gl/EdPMBo

 

Sumber Gambar:

  • Memotivasi Karyawan 1 – https://goo.gl/images/he4eAM
  • Memotivasi Karyawan 2 – https://goo.gl/BQe4jm
  • Memotivasi Karyawan 3 – https://goo.gl/images/ssEfwL