Akhir-akhir ini dikabarkan nilai tukar rupiah menguat dari dolar AS. Apa sajakah penyebab rupiah saat ini bisa menguat?

Kali ini Finansialku akan membahas mengenai Nilai Tukar Rupiah yang Menguat. Agar lebih jelasnya mari simak pembahasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Rupiah Menguat Karena Bantuan Modal Asing

Seperti yang kita ketahui nilai tukar merupakan salah satu kunci bagi setiap Negara dalam bertransaksi dengan Negara lainnya. Perbedaan nilai mata uang setiap Negara, mengharuskan adanya kurs atau nilai tukar.

Sistem pembayaran yang dilakukan baik dalam negeri atau luar negeri mau tidak mau harus terikat dengan nilai tukar tersebut. Di Indonesia sendiri nilai tukar rupiah sempat melemah hingga mencapai Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Kondisi rupiah di Indonesia ini seringkali naik turun. Namun di tahun ini nilai tukar rupiah kembali menguat. Rupiah di pasar spot sempat menguat dan berada di angka Rp13.996 per dolar.

Prediksi! Apakah Penguatan Rupiah Hanya Bersifat Sementara 04 Penguatan Rupiah 2 - Finansialku

[Baca Juga : Dianggap Melemah Karena CAD, Rupiah Kembali Menguat Tipis]

 

Bank Indonesia menyebutkan bahwa penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik. Seperti yang dilansir di Kompas.com, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah mengatakan:

“Penguatan rupiah dipengaruhi pelepasan valas oleh investor asing yang masuk ke pasar surat berharga Negara (SBN).”

 

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia saat ini telah mencapai Rp49,6 triliun. Dilihat dari derasnya aliran modal asing ini menunjukan bahwa adanya kepercayaan antara investor dalam negeri atau pun luar negeri.

Dengan masuknya dana asing ke Indonesia tersebut, Dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ditopang oleh melemahnya dolar Amerika Serikat dalam skala global.

Hal ini terjadi setelah Amerika menunda kenaikan tarif barang-barang China yang awalnya akan ditetapkan pada 1 Maret 2019 setelah adanya negosiasi perdagangan dengan China.

Maka dari itu menguatnya nilai rupiah ini dipengaruhi oleh investor terhadap kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China.

Jika aliran modal asing ini di rinci kembali, masuknya modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN)  itu sebesar Rp32,4 triliun, saham sebesar Rp15,1 triliun dan Rp2 triliun masuk ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Dengan derasnya aliran modal asing ke Indonesia ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi membaik.

Selain dari modal asing, menguatnya rupiah pun terjadi di tengah pasar valuta asing yang cukup likuid didukung dengan mekanisme pasar yang efisien. Terlihat pada spread kurs jual beli di pasar antar bank yang ada diantara Rp5 – Rp10.

Dengan terjadi pelemahan dolar AS ini ternyata berdampak pada mata uang Negara G10 yang membuat indeks dolar AS turun 0,10% ke level 96,41.

Aliran modal asing ini akan terus menguat sepanjang tahun dikarenakan Bank Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah akan menempuh kebijakan untuk menarik penanaman modal asing.

Untuk menjaga konsistensi dalam nilai tukar rupiah ini, Bank Indonesia tetap mendukung likuiditas pasar Domestic Non-deliverable Forward (DNDF) dengan mengadakan lelang setiap harinya pukul 8.30 WIB.

Lelang yang telah dilakukan setiap pagi ini menjadikan kurs NDF luar negeri terkendali, sehingga ini dapat membantu terjaganya kurs spot rupiah.

 

Nilai Tukar Rupiah Menguat Hingga 26 Poin

Pada Selasa (26/2/2019) nilai tukar rupiah menguat 26 poin atau 0,19% ke level Rp13.996 per Dolar Amerika Serikat, sebelumnya Rp14.018 per dolar.

Namun sepanjang hari nilai rupiah ini terus bergerak menuju arah yang lebih baik. Nilai di kisaran Rp13.976 per dolar AS hingga Rp14.005 per dolar AS atau naik sebesar 0,29%.

Dianggap Melemah Karena CAD, Rupiah Kembali Menguat Tipis 01 - Finansialku

[Baca Juga : Prediksi! Apakah Penguatan Rupiah Hanya Bersifat Sementara?]

 

Sedangkan kurs tengah di Bank Indonesia, rupiah menguat menjadi Rp13.990 per dolar AS dibanding hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.007 per dolar AS.

Dengan menguatnya nilai rupiah yang ada di kisaran Rp13.976 ini membuat rupiah menjadi mata uang peringkat dua terbaik di Asia setelah won Korea Selatan yang naik 0,21% menjadi 1.180 won per USD.

Dan mata uang lain yang melemah terhadap USD diantaranya , bath Thailand -0,12%, ringgit Malaysia -10%, rupee India -0,10%, yuan China -0,08% dan peso Filipina -0,05%.

Kini Dolar Amerika Serikat dirasa di titik lemah beriringan dengan kemajuan kesepakatan dagang dengan China. USD melacak greenback terhadap enam mata uang yang melemah ke 96,399 setelah sesi sebelumnya yang ada di level 96,6.

Kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pada 25/2/2019 pukul 15:58 WIB:

Periode

Kurs

1 Pekan

Rp13.981,5

1 Bulan

Rp14.024

2 Bulan

Rp14.078,5

3 Bulan

Rp14.133,5

6 Bulan

Rp14.304

9 Bulan

Rp14.484

1 Tahun

Rp14.679

2 Tahun

Rp15.444,4

 

Berikut ini adalah kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 10:54 WIB :

Periode

Kurs

1 Bulan

Rp14.024

3 Bulan

Rp14.130

 

Kurs Dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 11:44 WIB:

Bank

Harga Beli

Harga Jual

Bank BNI

Rp13.905

Rp14.065

Bank BI

Rp13.920

Rp14.060

Bank Mandiri

Rp13.800

Rp14.050

Bank BTN

Rp13.905

Rp14.055

Bank BCA

Rp13.823

Rp14.123

CIMB Niaga

Rp13.880

Rp14.070

 

 

Dampak dari Menguatnya Rupiah Bagi Kita

Salah satu penyebab melemahnya nilai rupiah yang pernah ada di posisi Rp15 ribu per USD adalah dengan adanya gejolak global. Seperti dampak dari kenaikan suku bunga US, perang dagang antar Negara, hingga kenaikan harga minyak dunia.

Saat ini kondisi rupiah Indonesia menjadi lebih baik. Rupiah kembali menguat dan memiliki peringkat nilai yang dominan dibandingkan dengan Negara lainnya terutama di kawasan Asia.

Kini dengan turunnya harga minyak memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah. Harga minyak mentah dunia berdampak kepada impor BBM yang jadi semakin murah sehingga berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Menguatnya nilai rupiah ini sangat dirasakan dampaknya oleh para kalangan pelaku usaha atau produsen. Ini bisa terjadi dikarenakan biaya impor bahan baku otomatis akan menurun sehingga biaya produksinya pun ikut turun.

Tetapi bagi penjualan ekspor sepertinya kurang merasakan dampak positifnya karena nilai mata uang USD yang selama ini jadi mata uang utama transaksi mengalami penurunan.

Dampak positif lainnya pun dirasakan oleh para konsumen atau masyarakat Indonesia, dimana masyarakat akan merasakan peningkatan konsumsi barang impor dengan jumlah pengeluaran yang sama.

Menguatnya rupiah terhadap dolar AS ini pun rupanya akan membawa dampak positif bagi produk makanan Indonesia. Harga baku impor yang selama ini dibeli masyarakat Indonesia akan menurun dan berimbas pada daya saing produk.

Bahan makanan impor dengan harga yang murah tentu akan menjadi sumber penghasilan lebih bagi para produsen dan konsumen itu sendiri.

Selain memperhatikan kondisi rupiah yang menguat, Apakah kondisi keuangan Anda sudah kuat? Jangan biarkan kondisi keuangan Anda melemah, ayo rencanakan dan kelola keuangan Anda dengan matang.

Anda bisa menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Selain itu, Anda bisa membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS, agar tujuan keuangan Anda dapat tepat sasaran.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Setelah membaca artikel diatas bagaimana pendapat Anda mengenai Nilai Tukar Rupiah Yang Menguat? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Aloysius. 25 Februari 2019. Hari Ini Nilai Tukar Rupiah Menguat 26 Poin. Tribunnews.com – https://goo.gl/5kj6Si
  • Benedicta Prima. 25 februari 2019. BI:Rupiah Menguat Karena Masuknya Dana Asing. Ekonomi.kompas.com – https://goo.gl/G2q287
  • Hidayat Setiaji. 26 Februari 2019. Penutupan Pasar : Rupiah Menguat Ke Rp. 13.98/US$. Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/uDKbic

 

Sumber Gambar:

  • Nilai Tukar Rupiah – https://goo.gl/trbFyP