Sudahkah Anda mengetahui definisi arus kas atau yang mungkin lebih kerennya disebut cash flow? Yuk ketahui apa itu arus kas atau cash flow.

Pengetahuan akan cash flow baik dalam konteks keluarga atau rumah tangga maupun perusahaan amatlah penting. Kali ini kami akan membahasnya untuk Anda, jadi simak terus artikelnya ya!

 

Definisi Arus Kas atau Cash Flow

Secara garis besar arus kas atau cash flow menggambarkan adanya arus uang masuk (cash in flow) dan uang yang keluar (cash out flow).

Tentunya kedua arus kas tersebut bisa kita terapkan dan evaluasi dalam cakupan rumah tangga maupun perusahaan.

Ada beberapa perbedaan cash flow dalam konteks keluarga atau rumah tangga dengan perusahaan. Konteks cash flow dalam keuangan keluarga cash flow sesuai dengan cash basis.

  • Cash Flow yang positif berarti: penghasilan Anda lebih besar dari pada pengeluaran
  • Cash Flow yang negatif berarti: penghasilan Anda lebih kecil dari pada pengeluaran

 

Nah, permasalahan yang sering dijumpai dalam konteks keluarga yakni permasalahan dalam mengurus keuangan atau kegagalan dalam mengurus arus kas atau cash flow.

Aliran cash flow yang dimiliki oleh orang pada umumnya antara lain sebagai berikut:

Definisi Arus Kas atau Definisi Cashflow adalah 01 - Finansialku

Gambar Alur Cash Flow Pada Umumnya

[Baca Juga: Menata Keuangan Tidak Sama dengan Ngirit atau Tidak Menikmati Hidup]

 

Jika dilihat dari skema diatas gaji/penghasilan bulanan yang didapatkan akan dipotong untuk membayar pajak, membayar utang maupun cicilan, dan kebutuhan rumah tangga.

Setelah semua kewajiban terpenuhi, uang tersebut bisa diinvestasikan atau ditabung.

Memang menyisihkan uang merupakan pekerjaan yang tidaklah mudah. Akan lebih mudah jika Anda lebih memprioritaskan penghasilan untuk ditabung maupun diinvetasikan.

Nah, demi membantu Anda dalam mengatur cash flow, Finansialku membagi skema arus kas seperti pada gambar berikut:

Definisi Arus Kas atau Definisi Cashflow adalah 02 - Finansialku

Gambar Cashflow Yang Seharusnya Dilakukan

[Baca Juga: Sudahkah Anda Mengurus Keuangan dengan Benar?]

 

Jika dilihat dalam skema diatas penghasilan yang didapat setelah membayar pajak dan potongan, maka uang tersebut digunakan untuk beramal.

Tentu beramal atau berdonasi merupakan hal yang penting sebagai wujud rasa syukur kita akan rezeki yang didapatkan.

Setelah itu tentu saja kita prioritaskan untuk berinvestasi/menabung, dan juga membayar premi asuransi. Sisanya baru digunakan untuk membayar utang/cicilan dan kebutuhan rumah tangga.

Tentunya dengan merubah urutan aliran kas tersebut, permasalahan keuangan Anda akan cepat terselesaikan.

Jika Anda amati lebih dalam, maka Anda menemukan dua jenis cash flow, antara lain:

  • Pemasukan (cash in flow): uang masuk ke dalam rekening atau dompet Anda.
  • Pengeluaran (cash out flow): uang keluar dari rekening atau dompet Anda.

 

3 Jenis Pemasukan Dalam Cash Flow Individu dan Keluarga

Salah satu aspek dalam arus kas adalah pemasukan. Nah pemasukan dalam arus kas atau cash flow pun terdapat 3 jenis antara lain penghasilan aktif, penghasilan dari keuntungan investasi, dan penghasilan pasif.

Definisi Arus Kas atau Definisi Cashflow adalah 03 - Finansialku

[Baca Juga: Karyawan Juga Bisa Kaya dengan Cara Ini]

 

Nah ketiga jenis pemasukan memiliki definisi dan juga manfaatnya tersendiri, antara lain:

  • Penghasilan Aktif adalah penghasilan yang didapatkan karena seseorang bekerja menukarkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mendapatkan uang. Contoh gaji, bonus, tunjangan, fee, honor, komisi dan lain sebagainya.
  • Penghasilan Hasil Investasi adalah penghasilan yang didapatkan karena uang Anda bekerja menghasilkan pemasukan. (Jadi uang bekerja untuk mendapatkan tambahan uang). Contoh penghasilan dari bunga deposito, penghasilan dari keuntungan penjualan saham, penghasilan dari dividen saham, keuntungan dari kupon obligasi dan lain sebagainya.
  • Penghasilan Pasif adalah penghasilan yang didapatkan karena aset Anda bekerja menghasilkan pemasukan. (Jadi aset bekerja untuk mendapatkan uang). Contoh penghasilan dari uang sewa rumah tahunan, penghasilan dari royalty musik, penghasilan, penghasilan dari iklan di website dan lain sebagainya.

 

2 Jenis Pengeluaran Dalam Cash Flow Individu dan Keluarga

Selain arus kas dalam konteks pemasukan, terdapat juga arus kas dalam konteks pengeluaran. Secara umum pengeluaran terdapat dua jenis antara lain yakni pengeluaran produktif dan pengeluaran konsumtif, definisinya antara lain:

  • Pengeluaran produktif adalah pengeluaran yang bertujuan untuk membeli aset (baik aset kertas maupun aset nyata)
  • Pengeluaran konsumtif adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup (baik keinginan maupun kebutuhan)

Definisi Arus Kas atau Definisi Cashflow adalah 04 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Alasan yang Membuat Seseorang Menjadi Susah Kaya]

 

Bagaimana Cara Mengatur Cash Flow atau Arus Kas Keluarga dan Pribadi

Nah pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengatur arus kas keluarga maupun pribadi? Tentu yang pertama adalah mindset serta ketekunan secara pribadi untuk memulai melakukan pencatatan keuangan.

Catatan keuangan tersebut antara lain anggaran keuangan rumah tangga, hingga catatan keuangan harian. Nah kini melakukan pencatatan keuangan tentu lebih mudah dengan aplikasi Finansialku.

Anda bisa memanfaatkan fitur yang terdapat dalam aplikasi untuk mencatat dan menganggarkan keuangan, bahkan mengonsultasikannya dengan Perencana Keuangan yang telah tersertifikasi.

Tidak hanya itu Anda juga bisa mengetahui kesehatan keuangan yang dimiliki. Finansialku menggunakan 3 rasio keuangan utama, antara lain:

  1. Rasio Tabungan: Rasio yang membandingkan antara jumlah uang yang ditabung atau diinvestasikan terhadap pemasukan seseorang. Nilai idealnya adalah minimal 20%. Lebih besar dari 20% berarti lebih baik.
  2. Rasio Pembayaran Cicilan: Rasio yang membandingkan kemampuan seseorang melunasi atau membayar tagihan, dibandingkan dengan penghasilan. Nilai idealnya adalah maksimal 35%. Lebih dari 35% adalah angka yang buruk (terlebih jika Anda utang konsumtif).
  3. Rasio Pendapatan Pasif: Rasio yang membandingkan antara pendapatan pasif dengan total pendapatan seseorang. Angka yang ideal adalah minimal 50%. Lebih besar dari 50% berarti lebih baik.

 

Sebagai perencana keuangan dan perusahaan yang berpengalaman, kami meyakini bahwa mengurus keuangan adalah hal yang penting dalam hidup Anda. Segeralah mulai mengatur keuangan Anda, agar Anda tidak diatur oleh uang.

Finansialku juga sudah menyiapkan sebuah apresiasi untuk Anda yang sudah membaca artikel ini sampai akhir, yaitu sebuah e-book panduan mengatur keuangan untuk karyawan.

Tenang, Anda bisa mengunduh e-book nya secara GRATIS hanya dengan menekan tombol berwarna oranye di bawah ini sekarang!

 

Unduh Gratis E-book Finansialku tentang Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan

Mockup Ebook Karyawan

Unduh Gratis di Sini

 

Anda ingin bisa mengatur keuangan lebih baik lagi? Finansialku punya video yang mungkin dapat bermanfaat untuk Anda berikut.

 

Yuk share artikel ini kepada rekan terdekat Anda supaya mereka mengetahui juga informasi tentang cash flow atau arus kas. Terima kasih!

 

Sumber Gambar:

  • Dana Rupiah – https://goo.gl/9OfD0I