Definisi Kliring Adalah

Kliring adalah cara perhitungan utang atau piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga jangka pendek obligasi dari satu bank ke bank lainnya.

Kini bank sudah menjadi sebuah lembaga keuangan yang umum di masyarakat.

Sayangnya masih banyak yang belum memahami tentang kliring bank, kliring antar bank, contoh kliring, mekanisme kliring, peserta kliring, syarat menjadi kliring dan sebagainya.

 

Apa itu Kliring?

Kliring merupakan sebuah istilah perbankan yang berasal dari bahasa Inggris yakni clearing.

Kliring pada dasarnya adalah sebuah cara perhitungan utang atau piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga jangka pendek obligasi dari satu bank ke bank lainnya.

Tujuannya adalah memudahkan penyelesaian transaksi dan menjamin keamanannya serta memperlancar dalam transaksi dalam bentuk pembayaran giral.

Pengertian uang giral sendiri adalah simpanan dari pihak ketiga yang cara penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan cek, pemindahbukuan dan surat perintah pembayaran lainnya.

Definisi Kliring Adalah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda, Apa Bedanya Pinjaman Uang dan Pembiayaan?]

 

Dilansir dari Wikipedia, kliring merupakan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Tetapi tentunya definisi kliring dalam setiap aplikasinya bisa saja berbeda.

Nah, penasaran dengan definisi-definisi kliring lainnya? Finansialku sudah merangkum serba-serbi mengenai kliring yakni sebagai berikut:

 

Definisi Kliring Antar Bank dan Bank yang Tercakup di Dalamnya

Setelah mengenal apa itu kliring, kini Anda akan dikenalkan pada istilah kliring antar bank.

Definisi dari kliring antar bank adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama bank atau nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

 

#1 Bank yang Tercakup di Dalamnya dan Penyebab Larangan Kliring

Bank yang menjadi peserta kliring.adalah bank umum yang berada di dalam wilayah kliring tertentu dan tidak dihentikan kepesertaannya dalam kliring oleh Bank Indonesia.

Bisa muncul sebuah larangan bagi bank untuk mengikuti kliring karena berbagai alasan. Alasan tersebut umumnya berkenaan dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan dari Bank Indonesia atau ketidakmampuannya untuk menyelesaikan kewajiban giralnya.

Sebagai contoh, apabila jumlah kewajiban dari suatu peserta melampaui jaminan kliring yang tersedia pada penyelenggara, maka peserta yang bersangkutan diberi kesempatan untuk menyelesaikan saldo negatif itu dalam 30 menit setelah pertemuan kliring retup ditutup.

Setelah Resmi Bergabung, Apa Saja Keunggulan 4 Bank BUMN 01 - Finansialku

[Baca Juga: Lakukan Simulasi Kredit Terlebih Dahulu, Sebelum Ajukan Kredit Agar Keuangan Anda Tidak Berantakan]

 

Jika sampai batas waktu tersebut yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan juga, maka penyelenggara dapat memperpanjang batas waktu tersebut sampai hari kliring berikutnya sebelum kas dari kantor penyelenggara dibuka atas persetujuan Bank Indonesia.

Nah, pada akhirnya jika saldo negatif tidak dapat diselesaikan juga, maka peserta itu dapat dihentikan untuk sementara dari keikutsertaannya dalam kliring.

Kliring sendiri diselenggarakan setiap hari kerja, sedangkan pertemuan kliring diadakan dua kali sehari yang jadwalnya ditetapkan oleh penyelenggara.

Jika salah satu peserta kliring karena suatu hal tidak dapat turut serta dalam kliring, peserta tersebut wajib mengajukan permohonan pengunduran diri dengan alasan berikut:

  • Kesulitan keuangan sehingga tidak dapat memenuhi syarat-syarat ikut kliring.
  • Masalah dalam kepengurusan seperti perselisihan dan lain-lain.

 

#2 Syarat untuk Menjadi Peserta Kliring

Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi oleh suatu bank umum agar dapat menjadi peserta kliring yaitu:

  1. Suatu kantor bank umum diwajibkan ikut serta dalam kliring, setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.
  2. Mempunyai izin yang sah.
  3. Keadaan administrasi dan keuangan memungkinkan bank itu untuk memenuhi kewajibannya dalam kliring.
  4. Simpanan masyarakat dalam bentuk giro dan kelonggaran tarik kredit yang diberikan oleh kantor tersebut telah mencapai sekurang-kurangnya 20% dari syarat modal disetor minimum bagi pendirian bank baru diwilayahnya.
  5. Menyetor jaminan kliring sebesar 50% rata-rata kewajiban 20 hari terakhir dikurangi 40% rata-rata tagihan harian 20 hari terakhir. Kewajiban ini hanya berlaku bagi kantor bank yang baru menjadi peserta kliring atau yang baru direhabilitasi. Jaminan kliring ini hanya berlaku 6  bulan terhitung sejak tanggal penyetoran. Kewajiban menyetor jaminan kliring ini tidak berlaku bagi peserta tidak langsung atau peserta yang pindah wilayah kliring.
  6. Bank peserta menunjukkan minimal orang wakil tetap pada lembaga kliring

 

Ketahuilah Cara Pinjam Uang Di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Jenis Kartu Kredit yang Cocok untuk Wanita Milenial: Jenis, Contoh dan Manfaatnya]

 

Jenis-jenis Kliring

Kliring sendiri ada bermacam-macam jenisnya dan umumnya terbagi menjadi 3 yakni sebagai berikut:

 

#1 Kliring Umum

Kliring umum merupakan sarana perhitungan warkat-warkat antara bank yang pelaksanaannya diatur oleh BI.

 

#2 Kliring Lokal

Sedangkan kliring lokal adalah sarana perhitungan warkat antar bank yang berada dalam suatu wilayah kliring (telah ditentukan).

 

#3 Kliring Antar Cabang

Kliring antar cabang adalah sarana perhitungan warkat antar kantor cabang suatu bank peserta yang biasanya berada dalam satu wilayah kota.

 

Sistem Penyelenggaraan Kliring

Beberapa sistem yang digunakan dalam penyelenggaraan kliring adalah sebagai berikut:

Bagaimana Jika Bank Kustodian Reksa Dana Bangkrut - Finansialku 01

[Baca Juga: Apakah Bisa Mengajukan KTA Tanpa Kartu Kredit? Jawabannya Bisa! Ini Syaratnya]

 

#1 Sistem Manual

Sistem manual yaitu sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilihan warkatnya dilakukan secara manual oleh setiap peserta.

 

#2 Sistem Semi Otomatis

Sesuai namanya, sistem semi otomatis yaitu sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dilakukan secara otomatis, namun pemilihan warkat dilakukan secara manual oles setiap peserta.

 

#3 Sistem Otomatis

Sistem ketiga yakni sistem otomatis dimana sistem penyelenggaraan kliring dan pemilihan warkat dilakukan oleh penyelenggara secara otomatis.

 

Mekanisme Kliring

Kini mari memasuki mekanisme atau cara kerja kliring. Mekanisme ini terbagi menjadi 2, yakni sebagai berikut:

 

#1 Kliring Penyerahan (Perpindahan Dana)

Sebelum dilakukan kliring penyerahan, maka perlu dilakukan beberapa hal ini terlebih dahulu:

  • Warkat dicap yang memuat sebutan kliring dan dicantumkan nomor kode kelompok peserta.
  • Persetujuan penyelenggara dan peserta lain.

 

5+ Cara Ampuh agar Kredit Usaha Anda Disetujui oleh Bank - Finansialku

[Baca Juga: Berikan Pinjaman US$300 Juta, Bank Dunia Akan Perkuat Reformasi Fiskal Indonesia]

 

Kemudian proses kliring penyerahan akan dilanjutkan sesuai urutan berikut:

  1. Warkat-warkat akan dikelompokkan sesuai dengan peserta.
  2. Warkat debit dan kredit dirinci nilai nominalnya dalam suatu daftar.
  3. Berlanjut ke langkah penjumlahan nilai nominal dan banyaknya warkat dalam daftar kliring.
  4. Serah terima warkat kliring yang telah ditandatangani oleh wakil peserta kliring.
  5. Apabila terjadi perbedaan pendapat mengenai dapat tidaknya warkat diperhitungkan dalam kliring, maka keputusan terakhir diserahkan kepada penyelenggara.
  6. Penyusunan neraca kliring kembali ke bank masing-masing untuk menentukan layak tidaknya warkat yang diterima dari bank lain untuk diselesaikan.

 

#2 Kliring Elektronik

Selain kliring penyerahan, ada kliring elektronik. Dalam pelaksanaan kegiatan kliring secara otomatis melalui ACH, bank penarikan tidak perlu bertemu langsung dengan bank tertarik. 

Bank peserta kliring yang terlibat dalam transaksi kliring akan saling mengkliring warkat-warkatnya melalui media elektronik komputer yang online dengan ACH. 

Transaksi Elektronik dari ATM, sampai Mobile Banking - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tentang Bank Syariah dan Bedanya Dengan Bank Konvensional]

 

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Warkat secara fisik dikirimkan langsung ke BI untuk tujuan pengendalian dan pemantauan kegiatan kliring ACH. Disini pihak bank penarikan akan berbeda sikapnya dengan bank tertarik.
  2. Bank penarik akan bersikap lebih agresif dalam melakukan kliring keluar atas warkat debet keluarnya. Disini akan terjadi percepatan penarikan dana dari warkat kliring karena harus memperhitungkan jumlah hari atau jam pengendapan dana kliring tersebut. Dengan demikian bank penarikan tidak akan membiarkan dananya menganggur belum tertarik walau sehari. Dipihak lain bank tertarik akan bersikap pasif. Bank tertarik tidak akan mempermasalahkan kapan bank tertarik akan melakukan kliring.

Bank Indonesia sebagai bank penyelenggara kliring melalui ACH dituntut untuk memiliki administrasi yang sempurna yang dapat membantu seluruh arus dana yang masuk dan keluar dari semua peserta kliring yang terlibat.

 

Kenali Kliring Sekarang Juga

Melalui penjabaran di atas, apakah Anda masih bingung dengan definisi kliring dan serba-serbinya?

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, bagikan sekarang juga kepada teman-teman Anda yang masih kebingungan akan istilah perbankan dan keuangan. Anda bisa share artikel ini media sosial yang Anda miliki.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai definisi kliring lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ilmu Ekonomi. Pengertian Mekanisme dan Contoh Kliring Bank Lengkap. Ilmuekonomi.net – https://goo.gl/AtjkwT
  • Kliring. Id.wikipedia.org – https://goo.gl/ma2n8L

 

Sumber Gambar:

  • Kliring Adalah – https://goo.gl/ZGAv4Z
  • Kliring Bank – https://goo.gl/kPgYg9

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By | 2017-12-07T16:50:14+00:00 December 7th, 2017|Categories: Istilah Keuangan|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download