Saat ini banyak orang yang memilih membeli barang secara kredit. Namun, apa sih definisi kredit yang sesungguhnya itu?

Agar lebih jelas, simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Definisi Kredit

‘Kredit’ diambil dari bahasa Yunani ‘credere’ yang artinya kepercayaan akan kebenaran atau ‘credo’ yang berarti saya percaya.

Definisi kredit adalah pemberian penggunaan suatu uang atau barang kepada orang lain di waktu tertentu dengan jaminan atau tidak dengan jaminan, dengan pemberian jasa atau bunga, atau tanpa bunga.

Sedangkan, Undang-undang Perbankan RI No. 10 tahun 1998 tentang perbankan menjelaskan bahwa,

“Kredit adalah penyediaan uang/ tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan/ kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.”

 

Definisi Kredit: Fungsi dan Tujuan

Dalam praktiknya, tujuan pemberian kredit adalah:

Definisi Kredit Adalah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Lakukan Simulasi Kredit Terlebih Dahulu, Sebelum Ajukan Kredit Agar Keuangan Anda Tidak Berantakan]

 

Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk mendapatkan keuntungan dan diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

Kredit bertujuan untuk membantu nasabah yang memerlukan dana, baik dan untuk investasi maupun dana untuk modal kerja atau konsumsi.

Dalam hal ini baik bank maupun nasabah sama-sama diuntungkan.

Prinsipnya, semakin banyak kredit yang disalurkan bank menandakan adanya kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan di berbagai sektor terutama sektor rill.

 

Pemberian kredit juga memiliki fungsi antara lain:

Pemberian kredit menjadikan uang semakin berguna untuk menghasilkan barang dan jasa bagi si penerima kredit, sekaligus dapat digunakan debitur untuk mengelola suatu barang yang semula tidak berguna menjadi bermanfaat.

Uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya hingga ke daerah yang kekurangan uang.

Barang dari satu daerah ke daerah lain dapat beredar, sehingga jumlah barang dari satu wilayah ke wilayah lain bertambah.

Kredit yang diberikan dapat menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat.

Penerima kredit dapat meningkatkan gairah keusahaan karena adanya tambahan modal yang banyak.

Jika sebuah pabrik diberikan kredit, maka akan tercipta lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Pemberian kredit oleh negara lain dapat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, sehingga dapat menciptakan perdamaian dunia.

 

Jenis Kredit

Jenis kredit dibedakan berdasarkan sudut pandang pendekatan yang kita lakukan, yaitu:

Ketahuilah Cara Pinjam Uang Di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 01 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Jenis Kartu Kredit yang Cocok untuk Wanita Milenial: Jenis, Contoh dan Manfaatnya]

 

  1. Kredit Jangka Pendek: Paling lama satu tahun.
  2. Kredit Jangka Menengah: Antara satu sampai tiga tahun.
  3. Kredit Jangka Panjang: Lebih dari tiga tahun.

  1. Kredit Aksep: Kredit bank yang pada hakikatnya hanya merupakan pinjaman uang biasa sebanyak plafond kredit (L3/BMPK)-nya.
  2. Kredit Penjual: Barang telah diterima, pembayarannya dilakukan kemudian. Misalnya Usance L/C.
  3. Kredit Pembeli: Pembayaran telah dilakukan, tetapi barang diterima belakangan atau pembelian dengan uang muka. Misalnya Red Caluse L/C.

  1. Kredit Pertanian: Kredit yang disalurkan kepada perkebunan, peternakan, dan perikanan.
  2. Kredit Perindustrian: Kredit yang disalurkan kepada beraneka macam industri kecil, menengah, dan besar.
  3. Kredit Pertambangan: Kredit yang disalurkan kepada beraneka macam pertambangan.
  4. Kredit Ekspor-Impor: Kredit yang disalurkan kepada eksportir dan atau importir beraneka barang.
  5. Kredit Koperasi: Kredit yang disalurkan kepada jenis-jenis koperasi.
  6. Kredit Profesi: Kredit yang disalurkan kepada beraneka macam profesi, seperti dokter dan guru.

  1. Kredit Agunan Orang: Kredit yang diberikan dengan jaminan seseorang terhadap debitur bersangkutan.
  2. Kredit Agunan Efek: Kredit yang diberikan dengan agunan efek-efek dan surat-surat berharga.
  3. Kredit Agunan Barang: Kredit yang diberikan dengan agunan barang ini harus memperhatikan Hukum Perdata Pasal 1132 sampai dengan Pasal 1139.
  4. Kredit Agunan Dokumen: Kredit yang diberikan dengan agunan dokumen transaksi, seperti Letter Of Credit (L/C).

  1. Golongan Ekonomi Lemah: Kredit yang disalurkan kepada para pengusaha yang kekayaan maksimumnya sebesar Rp600 juta, tidak termasuk tanah dan bangunannya, seperti KUK, KUT, dan lain-lain,
  2. Golongan Ekonomi Menengah dan Konglomerat: Kredit yang diberikan kepada pengusaha menengah dan besar.

 

Kredit Rekening Koran (Kredit Perdagangan):

  • Dapat ditarik dan dilunasi setiap saat,
  • Besarnya sesuai dengan kebutuhan,
  • Penarikan dapat ditarik setelah plafond kredit disetujui melalui cek, bilyet giro, atau pemindah bukuan,
  • Pelunasannya melalui setoran-setoran,
  • Bunga dihitung dari saldo harian pinjaman saja.

 

Kredit Berjangka:

  • Dapat ditarik sekaligus sebesar plafond-nya,
  • Pelunasan dilakukan setelah jangka waktunya habis, baik cicilan atau sekaligus, tergantung perjanjian.

 

Prinsip Kredit (6C dan 4P)

Prinsip dasar yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan kredit, yakni:

Pahami Perbedaan Karakteristik Antara Kartu Debit dan Kartu Kredit. Yang Mana Pilihan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda, Apa Bedanya Pinjaman Uang dan Pembiayaan?]

  1. Character (Kepribadian/Watak): Sifat atau watak pribadi calon debitur dalam mendapatkan kredit, seperti kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.
  2. Capacity (Kemampuan): Kemampuan modal untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya, khususnya dalam likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan soliditasnya.
  3. Capital (Modal): Kemampuan debitur dalam melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan kredit dan mengembalikan pinjamannya.
  4. Collateral (Jaminan): Agunan atau jaminan yang harus disediakan sebagai bentuk pertanggungjawaban jika pihak debitur tidak dapat melunasi utangnya.
  5. Condition of Economic (Kondisi Ekonomi): Keadaan ekonomi suatu negara secara menyeluruh yang memberikan dampak kebijakan pemerintah di bidang moneter, terutama berhubungan dengan kredit perbankan.
  6. Constrain (Batasan atau Hambatan): Penilaian debitur yang dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan seseorang untuk usaha di suatu tempat.

  1. Personality (Kepribadian): Penilaian pihak bank mengenai kepribadian peminjam, misalnya: riwayat hidup, keadaan keluarga, social standing (pergaulan di masyarakat serta bagaimana masyarakat mengenai diri si peminjam), dan sebagainya. 
  2. Purpose (Tujuan): Bank menilai peminjam yang mencari dana mengenai tujuan atau keperluan atas penggunaan kredit, dan apakah tujuan dari penggunaan kredit itu sesuai dengan line of business.
  3. Payment (Pembayaran): Mengetahui kemampuan debitur mengenai pengembalian pinjaman yang diperoleh dari prospek kelancaran penjualan dan pendapatan sehingga diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman dapat ditinjau waktu jumlahnya dan tidak mengalami kredit macet.
  4. Prospect (Harapan): Harapan usaha di masa yang akan datang dari calon debitur untuk melihat kemungkinan pelunasan kredit.

 

Rahasia Mengatur Keuangan Saat Mulai Melakukan Kredit!

Sudahkan Anda mengerti definisi kredit? Jenis kredit apa yang akan Anda pilih? Jenis kredit apa yang akan Anda pilih?

Ingat, pertimbangkan dan bandingkanlah sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum mengambil keputusan. Maksimalkan penggunaannya dengan bijak!

Selain itu, pastikan selalu menyediakan alokasi dana khusus untuk membayar kredit Anda.

Jangan sampai Anda telat membayar karena biasanya Anda akan dikenai denda, sehingga biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

Untuk itu, diperlukan kemampuan kita untuk mengatur keuangan dengan sebaik mungkin, agar ketika jatuh tempo nanti, kita tidak kewalahan memenuhi kewajiban tersebut.

Ketahui bagaimana caranya menjadi cerdas mengelola keuangan Anda dengan membaca e-book GRATIS tentang Mengatur Keuangan untuk Usia 30-an!

 

DOWNLOAD GRATIS E-BOOK FINANSIALKU TENTANG PERENCANAAN KEUANGAN USIA 30-AN

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

UNDUH GRATIS DI SINI

 

Agar lebih mudah dan praktis mengatur keuangan, gunakan saja Aplikasi Finansialku untuk membuat anggaran dan perencanaannya. Unduh aplikasinya melalui Google Play Store.

Selain itu, simak video Finansialku satu ini yang akan memberikan Anda wawasan mengenai pelunasan utang:

 

Sobat Finansialku, tahukah Anda bahwa ada begitu banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk bertahan hidup selama pandemi ini? Benar! Mereka membutuhkan uluran tangan Anda…

Anda bisa memberikan sedikit harta Anda kepada mereka dengan menekan tombol di bawah ini. Donasi bersama Finansialku!

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi(1)

KLIK DI SINI UNTUK DONASI

 

Percayalah, donasi yang Anda berikan bisa menyelamatkan hidup masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Terima kasih untuk Sobat Finansialku!

 

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Kredit (Pengertian, Fungsi, Unsur, Macam, Prinsip, & Definisi Para Ahli). Artikelsiana.com – http://bit.ly/2pSK6xV
  • Bitar. 19 Agustus 2019. Pengertian Kredit – Tujuan, Jenis, Unsur, Persyaratan, Dasar, Pencegahan, Proses, Perjanjian, Para Ahli. Gurupendidikan.com – https://bit.ly/2Yqze7K
  • Clara Ayu Zilvana. 11 November 2015. Mengenali Kredit atau Pinjaman. Kompasiana.com – https://bit.ly/2YpG8Kw

 

Sumber Gambar:

  • Definisi Kredit – http://bit.ly/3a2c0KB
  • Kredit Adalah – http://bit.ly/386XC25