Definisi Kredit Adalah

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

 

Apa itu Kredit?

Kredit sudah menjadi sebuah jenis produk keuangan yang umum di tengah masyarakat. Sebagai contoh Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan lain-lain.

Tetapi sayangnya masih banyak yang belum memahami definisi kredit.

Kredit tentunya memiliki banyak definisi, misalnya saja jika diambil dari bahasa Yunani, kredit adalah “credere” yang artinya kepercayaan akan kebenaran atau “credo” yang berarti saya percaya.

Namun, secara umum, kredit dalam kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang-undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa kredit adalah:

Penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

 

Definisi Kredit Adalah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda, Apa Bedanya Pinjaman Uang dan Pembiayaan?]

 

Tetapi tentunya definisi kredit dalam setiap aplikasinya bisa saja berbeda.

Nah, penasaran dengan definisi-definisi kredit lainnya? Finansialku sudah merangkum serba-serbi mengenai kredit beserta beragam definisinya, yakni sebagai berikut:

 

Definisi Kredit Menurut Beberapa Ahli

Setiap ahli memiliki definisi kredit yang serupa tapi tidak sama. Berdasarkan penerapannya dan cakupannya, kredit bisa memiliki banyak arti.

Berikut beberapa contoh definisi kredit dari para ahli:

 


 

#1 Brymont P. Kent

Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban melakukan pembayaran pada waktu diminta atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang pada waktu sekarang. 

 

#2 Rolling G. Thomas

Kredit adalah kepercayaan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang. 

 

#3 Amir R. Batubara

Kredit adalah pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang di masa yang akan datang.

 

#4 Firdaus dan Ariyanti

Kredit menurut firdaus dan ariyanti adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkan dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang. 

 

#5 Melayu S.P. Hasibuan

Arti kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai perjanjian yang telah disepakati. 

 

#6 Anwar

Kredit adalah pemberian prestasi (jasa) oleh pihak yang satu ke pihak yang lain dan prestasinya dikembalikan dalam jangka waktu tertentu bersama uang sebagai kontra prestasinya (balas jasa). 

 

Ketahuilah Cara Pinjam Uang Di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 01 - Finansialku

[Baca Juga: Lakukan Simulasi Kredit Terlebih Dahulu, Sebelum Ajukan Kredit Agar Keuangan Anda Tidak Berantakan]

 

#7 Thomas Suyatno

Kredit adalah penyediaan uang yang disamakan tagihan-tagihannya yang sesuai dengan persetujuan antara peminjam dan meminjamkan. 

 

#8 Muljono

Pengertian kredit adalah kemampuan untuk menjalankan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar di waktu yang telah ditentukan. 

 

#9 Dr. Al-Amin Ahmad

Pengertian kredit adalah membayar hutang yang dilakukan secara berangsur-angsur pada tempi yang ditetapkan atau ditentukan. 

 

Fungsi Kredit

Pada awal perkembangannya, kredit memiliki fungsi untuk merangsang sikap saling menolong dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari-hari.

Dengan kata lain kredit diharapkan dapat membawa dampak positif secara sosial ekonomis bagi seluruh pihak (debitur, kreditur, atau masyarakat).

Pahami Perbedaan Karakteristik Antara Kartu Debit dan Kartu Kredit. Yang Mana Pilihan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Jenis Kartu Kredit yang Cocok untuk Wanita Milenial: Jenis, Contoh dan Manfaatnya]

Dewasa ini, kredit sudah banyak diterapkan dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan serta memiliki beberapa fungsi umum, yaitu sebagai berikut:

  1. Meningkatkan daya guna uang,
  2. Meningkatkan gairah dalam usaha, 
  3. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang,
  4. Menjadi salah satu alat stabilitas perekonomian,
  5. Meningkatkan hubungan internasional,
  6. Meningkatkan daya guna dan juga peredaran barang,
  7. Meningkatkan pemerataan pendapatan,
  8. Sebagai motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan dan perekonomian,
  9. Memperbesar modal dari perusahaan,
  10. Meningkatkan IPC (Income Per Capita) masyarakat, dan
  11. Mengubah cara berpikir dan tindakan masyarakat agar bernilai ekonomis.

 

Unsur-Unsur dalam Kredit

Sedangkan unsur-unsur yang terkandung dalam penyediaan fasilitas kredit adalah sebagai berikut:

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#1 Kepercayaan

Keyakinan penyedia kredit bahwa pinjaman akan dimanfaatkan dan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu.

Unsur ini dapat dicapai dengan pengecekan kemampuan penerima pinjaman untuk melunasi pinjaman selama periode tertentu secara eksteren dan interen.

 

#2 Kesepakatan

Kredit baru dapat terjadi setelah adanya unsur kesepakatan antara dua belah pihak akan seluruh syarat dan ketentuan dalam pengadaan pinjaman.

 

#3 Jangka Waktu

Masa pinjaman yang telah disepakati dimana pada akhir periode, penerima pinjaman diharapkan mengembalikan pinjamannya baik dengan atau tanpa bunga.

 

#4 Risiko

Unsur yang pasti ada dalam pengadaan kredit adalah unsur risiko dimana dalam jangka waktu yang ada, pasti ada risiko macetnya kredit. Risiko ini bisa saja merupakan risiko yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

 

#5 Balas Jasa (Prestasi)

Keuntungan atas pemberian sebuah kredit yang biasanya berupa bunga atau bagi hasil.

 

5 Jenis KTA - Kredit Tanpa Agunan, Salah Satunya KTA Tanpa Kartu Kredit 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Investor Properti! Kenali Cara Berpikir Bank Sebelum Mengajukan Permohonan Kredit]

 

Tujuan Kredit

Tentunya kredit juga digunakan dengan tujuan tertentu. Tanpa adanya tujuan, maka manfaat kredit di masyarakat akan menjadi kabur.

Beberapa tujuan kredit secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pinjaman bank dengan bunga kredit yang disepakati,
  2. Memaksimalkan pemanfaatan dana yang diperoleh,
  3. Menambah modal kerja atau usaha,
  4. Meningkatkan lalu lintas pembayaran, dan
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Prinsip Kredit (6C dan 4P)

Agar dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, terdapat beberapa prinsip dasar yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan kredit.

2 jenis prinsip yang umum digunakan adalah 6C dan 4P, yaitu sebagai berikut:

 

#1 6C

  1. Character (kepribadian/watak): sifat atau watak pribadi calon debitur dalam mendapatkan kredit, seperti kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.
  2. Capacity (kemampuan): kemampuan modal untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya, khususnya dalam likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan soliditasnya.
  3. Capital (modal): kemampuan debitur dalam melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan kredit dan mengembalikan pinjamannya.
  4. Collateral (jaminan): agunan atau jaminan yang harus disediakan sebagai bentuk pertanggungjawaban jika pihak debitur tidak dapat melunasi utangnya.
  5. Condition of Economic (kondisi ekonomi): keadaan ekonomi suatu negara secara menyeluruh yang memberikan dampak kebijakan pemerintah di bidang moneter, terutama berhubungan dengan kredit perbankan.
  6. Constrain (batasan atau hambatan): penilaian debitur yang dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan seseorang untuk usaha di suatu tempat. 

 

Para Pebisnis, Sebelum Ajukan Kredit Tanpa Agunan untuk Modal Usaha Ketahui Plus Minusnya 02 - Finansialku

[Baca Juga: KTA atau Kartu Kredit? Pilih yang Mana ya, yang Paling Menguntungkan Untuk Konsumen?]

 

#2 4P

  1. Personality (kepribadian): penilaian pihak bank mengenai kepribadian peminjam, misalnya: riwayat hidup, keadaan keluarga (istri atau anak), social standing (pergaulan di masyarakat serta bagaimana masyarakat mengenai diri si peminjam), dan sebagainya. 
  2. Purpose (tujuan): bank menilai peminjam yang mencari dana mengenai tujuan atau keperluan atas penggunaan kredit, dan apakah tujuan dari penggunaan kredit itu sesuai dengan line of business.
  3. Payment (pembayaran): mengetahui kemampuan debitur mengenai pengembalian pinjaman yang diperoleh dari prospek kelancaran penjualan dan pendapatan sehingga diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman dapat ditinjau waktu jumlahnya dan tidak mengalami kredit macet.
  4. Prospect (harapan): harapan usaha di masa yang akan datang dari calon debitur untuk melihat kemungkinan pelunasan kredit.

 


 

Klasifikasi Kredit

Karena kredit terus berkembang akibat tingginya demand, maka semakin banyak jenis kredit yang beredar di pasaran dewasa ini.

Untuk mempermudah Anda mengenal jenis-jenis kredit, berikut merupakan klasifikasi kredit yang umum digunakan.

 

  1. Kredit Perbankan: kredit dari bank negara atau swasta untuk kegiatan usaha atau konsumsi yang diberikan kepada masyarakat.
  2. Kredit Likuiditas: kredit yang diberikan oleh bank-bank sentral yang difungsikan sebagai dana dalam membiayai kegiatan perkreditan kepada bank-bank yang beroperasi di Indonesia.
  3. Kredit Langsung: kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada lembaga pemerintah atau semi pemerintah (kredit program). 
  4. Kredit Pinjaman Antar Bank: kredit yang diberikan kepada bank yang kekurangan dana oleh bank yang kelebihan dana.

  1. Kredit Jangka Pendek (short term loan): kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun. Bentuknya berupa kredit rekening koran, kredit penjualan, kredit wesel, dan kredit pembeli serta kredit modal kerja. 
  2. Kredit Jangka Menengah (medium term loan): kredit yang berjangka waktu antara satu tahun sampai dengan tiga tahun. 
  3. Kredit Jangka Panjang (long term loan): kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun. Umumnya berupa kredit investasi yang ditujukan untuk menambah modal perusahaan dalam rangka untuk melakukan rehabilitasi, ekspansi (perluasan) dan pendirian proyek baru.

  1. Kredit Konsumtif: kredit yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi atau keluarga tanpa hasil yang produktif. Misalnya kredit mobil, dan rumah untuk dirinya dan keluarganya.
  2. Kredit Modal Kerja atau Kredit Perdagangan: kredit yang digunakan untuk mencukupi modal usaha calon debitur. Kredit ini merupakan kredit yang produktif.
  3. Kredit Investasi: kredit yang digunakan untuk investasi yang bersifat produktif, tetapi baru menghasilkan jangka waktu yang relatif lama. Kredit jenis ini biasanya diberikan grace period, seperti kredit perkebunan kelapa sawit dan lain sebagainya. 

  1. Kredit Kecil: kredit yang diberikan kepada penguasa kecil, misalnya KUK (Kredit Usaha Kecil). 
  2. Kredit Menengah: kredit yang diberikan kepada penguasa dengan aset yang lebih besar daripada penguasa kecil.   
  3. Kredit Besar: kredit yang pada dasarnya jumlahnya besar, diberikan pada pengusaha besar.

  1. Kredit Tanpa Jaminan atau kredit blanko (unsecured down): kredit tanpa adanya agunan atau jaminan materiil (fisik). Untuk meminimalkan risiko kredit macet, pemberian kredit jenis ini sangat selektif dan ditujukan untuk nasabah besar yang telah teruji bonafiditas, kejujuran, dan ketaatannya, baik dalam transaksi perbankan maupun oleh kegiatan usaha yang dijalaninya. 
  2. Kredit dengan Jaminan: kredit untuk debitur yang didasarkan dari keyakinan atas kemampuan debitur dengan adanya agunan atau jaminan berupa fisik (collateral) sebagai antisipasi kredit macet.

  1. Kredit Aksep: kredit untuk bank yang berupa pinjaman uang, seperti plafon kredit (L3 atau BMPK)-nya.
  2. Kredit Penjual: kredit untuk penjual dan pembeli, artinya barang yang telah diterima pembayaran kemudian. Misalnya: Usanse L/C.
  3. Kredit Pembeli: pembayaran telah dilakukan penjual, namun barangnya diterima belakangan atau pembelian dengan uang muka, seperti red clause L/C. 

  1. Kredit Pertanian: kredit yang diberikan kepada sektor perkebunan, peternakan dan perikanan.
  2. Kredit Pertambangan: kredit yang ditujukan untuk beraneka macam pertambangan.
  3. Kredit Ekspor-Impor: kredit untuk eksportir dan importir macam-macam barang. 
  4. Kredit Koperasi: kredit untuk jenis-jenis koperasi.
  5. Kredit Profesi: kredit untuk macam-macam profesi, misalnya dokter dan guru. 
  6. Kredit Perindustrian: kredit untuk macam-macam industri kecil, menengah dan besar. 

  1. Kredit Rekening Koran: kredit yang dapat ditarik dan dilunasi setiap saat, besarnya sesuai dengan kebutuhan yang penarikannya dengan cek, bilyet, giro atau pemindahbukuan, pelunasan dengan melakukan setoran-setoran tersebut.
  2. Kredit Berjangka: kredit yang penarikannya sekaligus sebesar plafonnya. Pelunasan kredit dengan cara setelah jangka waktunya habis yang dapat dilakukan dengan mencicil atau perjanjian.  

  1. Kredit Rekening Koran Bebas: kredit dimana debitur menerima seluruh dari kreditnya dengan bentuk rekening koran kepadanya diberikan blanco cheque dan rekening korannya pinjamannya diisi berdasarkan besarnya kredit yang diberikan, debitur bebas melakukan penarikan selama kredit berjalan.  
  2. Kredit Rekening Koran Terbatas: kredit dengan adanya pembatasan tertentu bagi nasabah dalam melakukan penarikan uang rekeningnya. seperti pemberian kredit dengan uang viral dan perubahannya menjadi uang cartal dilakukan berangsur-angsur.  
  3. Kredit Rekening Koran Aflopend: penarikan kredit yang dilakukan dengan arti maksimum kredit di waktu penarikan bertambah sepenuhnya dengan digunakan oleh nasabah.  
  4. Revolving Kredit: sistem penarikan kredit sama dengan cara rekening koran bebas dengan masa penggunaan satu tahun, akan tetapi cara pemakaiannya berbeda. 
  5. Term Loans: sistem penggunaan dan pemakaian kredit yang fleksibel artinya nasabah dapat bebas menggunakan uang kredit untuk keperluan apa saja dan bank tidak mempedulikan tujuan kreditnya.

 

 

Kenali Kredit dan Manfaatkan Sesuai Kebutuhan

Melalui penjabaran di atas, manakah jenis yang akan Anda pilih?

Keputusan sepenuhnya berada di tangan Anda, sehingga pertimbangkan dan bandingkan sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum mengambil keputusan.

Kredit tentunya terbentuk akibat adanya permintaan dari masyarakat, dan kini tinggal Anda yang bebas memaksimalkan penggunaannya dengan bijak!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai definisi kredit lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Artikelsiana. Kredit (Pengertian, Fungsi, Unsur, Macam, Prinsip, & Definisi Para Ahli). Artikelsiana.com – https://goo.gl/tTU5ii
  • Sarjanaku. AKUNTANSI PERBANKAN: Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam, Prinsip, Definisi Kredit Menurut Para Ahli. Sarjanaku.com – https://goo.gl/K17JcQ

 

Sumber Gambar:

  • Definisi Kredit – https://goo.gl/j9GK2v
  • Kredit Adalah – https://goo.gl/9M438c

 

Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

By | 2017-10-12T10:47:22+00:00 October 12th, 2017|Categories: Istilah Keuangan|Tags: , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download