Baru mau memulai bisnis UMKM? Jangan sampai salah langkah, yuk hindari 8 kesalahan Pengelolaan Uang UMKM berikut!

Meski bisnis yang baru kita rintis bisa menjadi sarana yang tepat untuk mengembangkan passion, namun merintis bisnis juga harus dilakukan secara matang terutama dalam hal pengelolaan keuangan, supaya nantinya bisnis ini juga menghasilkan sesuatu.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

8+ Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM

Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Selain berperan di dalam pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan di dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan.

UMKM juga telah terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis. Ketika krisis menerpa pada periode 1997-1998, hanya UMKM yang mampu tetap berdiri kokoh.

Pengelolaan uang merupakan faktor utama yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan UMKM. Kesalahan pengelolaan uang UMKM bisa berdampak pada kekurangan dana untuk menjalankan operasional hariannya.

Pengelolaan dana yang buruk berakibat perusahaan tidak bisa mencegah, mendeteksi, atau mengoreksi kecurangan di perusahaan.

Nah, berikut ini kesalahan-kesalahan pengelolaan uang UMKM:

 

#1 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Menguras Kas Bisnis

Sungguh menyenangkan bila bisnis yang baru dirintis selama 2 hingga 3 bulan mengalami peningkatan yang begitu pesat. Sayangnya banyak yang terjebak memakai keuntungan ini untuk mengejar kemewahan.

Ingat bahwa peningkatan tidak selalu berjalan konstan. Ke depan, apa pun dapat terjadi.

Karenanya, alih-alih terburu-buru memanfaatkan keadaan ini untuk mengejar gengsi, gunakan keuntungan yang ada untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan sehingga reputasi bisnis yang kita rintis bisa semakin meningkat dan dikenal oleh masyarakat.

CEO Modern Automotive Performance (MAP), Chris Carey, bekerja lebih keras untuk menjaga arus kas. MAP merupakan perusahaan dengan 40 karyawan yang menyediakan onderdil untuk mobil dan truk.

Puncak bisnis biasanya berapa di musim semi ketika para sopir bersiap untuk mengendarai mobilnya. Salah satu cara Carey mengatasi kekurangan kas adalah dengan membayar tagihan selama musim dingin dengan meminta konsumen bayar di muka.

Hasil riset terbaru CB Insights menemukan bahwa 29% perusahaan rintisan gagal karena masalah krisis kas. Masalah ini merupakan penyebab terbesar kedua. (Penyebab terbesar pertama (42%) adalah kurang diminati produk di pasar).

 

#2 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Investasi Terlalu Besar Pada Hal Kurang Mendesak

Menciptakan kesan profesional memang penting, tapi jangan sampai tuntutan ini justru membuat usaha kecil Anda merugi dan bahkan terancam bangkrut.

Jika memang tidak terlalu mendesak, hindari membeli atau menyewa fasilitas kantor yang memang kurang cocok dengan kas pribadi/usaha Anda.

Modal yang ada akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk mengembangkan produk dan pelayanan ketimbang hal-hal yang sebenarnya tidak penting amat.

Investment Outlook 2020, Cara Berinvestasi Untuk Masa Depan 02

[Baca Juga: 3 Pengaruh dan Dampak Startup Terhadap UMKM Indonesia]

 

#3 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Tidak Memposisikan Diri Sebagai Karyawan

Karena demi usaha ini kita banyak mengeluarkan dana pribadi, maka ada kecenderungan kita merasa berhak memakai keuntungan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Ini sesungguhnya salah besar.

Alih-alih demikian, posisikan diri sebagai karyawan dari usaha Anda sendiri. Layaknya karyawan lain, Anda juga menetapkan gaji untuk sendiri.

Tapi ingat, jangan mentang-mentang Anda owner, Anda kemudian menetapkan jumlah gaji yang setinggi langit. Tetapkan gaji yang sesuai dengan kinerja dan kemajuan usaha Anda.

 

#4 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Tidak Mengantisipasi Kondisi Terburuk

Optimis usaha pasti laris dan semua berjalan lancar memang harus, tapi siapkah Anda jika ternyata perusahaan ada pada titik nadir?

Untuk berjaga-jaga dari kondisi terburuk, setidaknya Anda perlu menyiapkan dana untuk gaji karyawan selama 3 bulan pertama sejak usaha dirintis.

Jika usaha Anda sudah lumayan berkembang, daftarkanlah karyawan, peralatan dan berkas-berkas penting perusahaan Anda pada perusahaan asuransi jika memungkinkan, sehingga Anda siap andai kata terjadi kecelakaan kerja atau kesalahan operasional.

 

#5 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Tidak Memisahkan Aset Pribadi Dan Aset Perusahaan

Hindari menggunakan aset pribadi sebagai jaminan pinjaman usaha. Dalam kasus terburuknya (katakanlah usaha Anda gulung tikar), debt collector akan menyasar aset pribadi Anda.

Akibatnya, Anda tidak hanya kehilangan usaha, tapi juga aset pribadi yang mungkin sangat bermakna bagi keluarga Anda. Karenanya, pisahkan mana aset pribadi dan mana aset usaha.

Jika memang Anda ingin mengembangkan usaha dengan cara meminjam, gunakanlah aset bisnis atau perusahaan sebagai jaminan, sehingga Anda tidak perlu bertanggung jawab secara personal terhadap pinjaman modal usaha tersebut,

 

#6 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Menggunakan Kartu Kredit Pribadi untuk Tujuan Bisnis

Jika ini yang Anda lakukan, maka nantinya Anda akan mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang adalah transaksi pribadi dan mana yang transaksi perusahaan. Akibatnya, laporan keuangan pun terancam kacau.

Solusinya adalah Anda membuka rekening dan kartu kredit terpisah atas nama perusahaan Anda. Ingat, gunakan kartu kredit ini dengan bijak, dan sebaiknya hindari pemakaiannya jika memang tidak mendesak.

Penting sekali wawasan mengenai cara pengembalian utang, sangat diperlukan agar laporan keuangan Anda tetap tertata.

Top 6 Faktor Penilaian Bank Terhadap Pengajuan Kartu Kredit Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Dapat Modal UMKM? Begini Langkah Jitu Memajukan Bisnis UMKM Anda!]

 

#7 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Menggunakan Kas Perusahaan Untuk Memuaskan Nafsu Pribadi

Ini sama sekali tidak bicara soal kebutuhan pribadi, tapi nafsu pribadi dalam hal pengembangan usaha. Ketika usaha berkembang, banyak orang sering kali terjebak terlalu bernafsu mengembangkan usaha tanpa pemikiran yang matang.

Membeli mesin baru untuk menjawab permintaan pasar yang besar sementara mesin yang ada sebenarnya sudah cukup (hanya tinggal di upgrade). Pindah ke tempat yang lebih baru karena alasan gengsi padahal tempat yang sekarang sebenarnya masih cukup.

 

#8 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Mengabaikan Administrasi

Ketika merintis sebuah startup, wajar jika kita mengejar aspek penjualannya. Meski demikian, jangan lupakan pilar utama penunjang bisnis lainnya seperti administrasi dan keuangan.

Cash Flow-nya mungkin masih jarang, jumlahnya tidak terlalu besar, namun ketepatan dalam laporan ini akan sangat menentukan keputusan-keputusan bisnis Anda selanjutnya.

 

#9 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Tidak Punya Rencana Ke Depan Untuk Usaha

Tidak adanya rencana keuangan yang jelas pun akan membuat Anda bingung, mau dibelanjakan apa saja modal yang Anda miliki tersebut. Karena Anda tidak tahu apa yang harus Anda belanjakan, dan untuk kebutuhan apa saja keuangan yang ada saat ini. 

Tujuan membuat rencana mengembangkan usaha juga dapat untuk mengembangkan usaha Anda nantinya, serta dapat memperkecil risiko kerugian Anda.

Miliki Rencana Keuangan Pro Ala Kamu 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kisah UMKM: Sobir Lubis Bocorkan Inspirasi Bisnis dan Rahasia Kesuksesannya!]

 

#10 Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM: Tidak Memiliki Dana Darurat

Seorang pebisnis pemula akan dihadapkan pada sebuah situasi di mana keteguhan hati mereka terkait sisi finansial akan sangat diuji.

Salah satu contoh buruknya adalah ketika orang-orang biasa menggunakan dana darurat untuk menambal biaya produksi atau bahkan untuk menambah biaya produksi.

Mereka tak mau bersabar mengelola piutang atau menunggu berkembangnya keuntungan dalam menambah kuantitas produk.

Perencana keuangan ternama, Suze Orman menyebutkan bahkan para miliarder tak tergoda untuk menggunakan cadangan dana darurat untuk berinvestasi.

Menurut dia, keteguhan hati dalam konteks ini akan sangat mendukung kesuksesan seorang pebisnis.

Orman menyebutkan bahwa dana darurat adalah uang yang memang harus dipergunakan dalam situasi-situasi tak terduga.

Seseorang takkan pernah menggunakan dana darurat andai sukses mengatur keuangan pribadi maupun perusahaan secara berkala dan bertahap.

Anda bisa mulai mengelola keuangan pribadi dan bisnis Anda dengan membaca ebook dari Finansialku di bawah ini. Selamat membaca!

GRATISSS Download!!! Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Itulah 8+ kesalahan pengelolaan uang UMKM, pelajari baik-baik dan jadilah pebisnis UMKM yang sukses!

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda ya. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 10 Juni 2017. Beberapa Kesalahan dalam Mengelola Keuangan Usaha. Goukm.id – http://bit.ly/2ZOScFS
  • Budi Safa’at. 2015. 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
  • Iskandar Rumi. 3 Oktober 2017. Awas, Hindari 8 Kesalahan Mengelola Keuangan yang Sering Dilakukan Pengusaha. Solusiukm.com – http://bit.ly/36zhYRf
  • Miftahun Khoer. 17 Oktober 2018. 5 Kesalahan Pelaku UKM dalam Mengelola Keuangan. Cekaja.com – http://bit.ly/2QoNsnb

 

Sumber Gambar:

  • Kesalahan Pengelolaan Uang UMKM – http://bit.ly/2sLdGY9