Manajemen risiko atau Management Risk adalah pendekatan sistematis untuk menemukan dan memperlakukan risiko yang dihadapi oleh seseorang dan keluarganya. Dalam penjelasan ini, Finansialku.com membahas informasi lebih detail mengenai manajemen risiko untuk keluarga. Manajemen risiko adalah bagian dari perencanaan keuangan (financial planning) yang paling penting.

 

Tujuan manajemen risiko adalah:

  1. Tersedianya perlindungan, akan kemungkinan terjadinya semua risiko ekonomi yang utama, misal kehilangan penghasilan karena kematian dini tulang punggung keluarga atau cacat tetap.
  2. Rencana keuangan tidak terganggu, karena adanya musibah atau hal-hal yang tidak terduga.
  3. Penghasilan yang sudah diperoleh (penghasilan aktif, hasil investasi dan penghasilan pasif) dapat difokuskan untuk meningkatkan kekayaan bersih (memperbanyak aset).

Manajemen Risiko untuk Karyawan - Kenapa Karyawan Butuh Asuransi Jiwa Tambahan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Rencana Keuangan Kedua: Manajemen Risiko Pribadi]

 

Dalam kehidupan selalu ada hal-hal yang tak terduga dan ketidakpastian. Hal-hal yang tidak terduga dan ketidakpastian dalam keuangan dikenal dengan istilah risiko (bahasa Inggris: risk). Risiko sendiri selalu ada dan risiko tidak dapat dihilangkan. Risiko dapat dikelola atau di-manage, melalui pengendalian risiko dan pendanaan risiko.

Definisi Manajemen Risiko atau Management Risk adalah 2 - Finansialku

[Baca Juga: Perbedaan Berisiko dan Risiko dalam Investasi]

 

  1. Risk avoidance: menghindari kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan risiko tersebut. Misal orang tua yang ingin menghindari anak balitanya tenggelam di kolam renang belakang rumah, dengan cara membeli rumah tanpa kolam renang.
  2. Segregation (pemisahan): memisahkan orang-orang atau barang-barang yang dapat menyebabkan kerugian. Misal menempatkan dana untuk investasi diberbagai produk, daripada satu sarana investasi.
  3. Loss prevention: mengendalikan kerugian dengan cara melakukan pencegahan kerugian. Misal perawatan mobil berkala dapat mengurangi peluang terjadinya kecelakaan karena kegagalan sistem mekanik.
  4. Loss reduction: mengurangi dampak kerugian yang telah terjadi. Misal memasang stop loss untuk mengurangi kerugian saat investasi saham.
  5. Non insurance transfer: memindahkah risiko kepada pihak lain, dengan tanpa menggunakan kontrak asuransi. Misal ada seseorang pebisnis yang memiliki utang dalam bentuk mata uang asing (US Dollar). Pebisnis tersebut melakukan perjanjian dengan bank untuk membeli US Dollar dalam jumlah, tanggal dan harga yang telah disepakati bersama.
  6. Risk transfer: memindahkah risiko kepada pihak lain, dengan menggunakan kontrak asuransi. Misalnya konsep asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan dan lainnya.
  7. Risk retention: membiayai atau membayar kerugian seseorang (disebut juga dengan self assumption of risk atau self insurance). Misal orang-orang tidak mengasuransikan kehilangan handphone atau bolpen mahalnya. Jadi jika sampai terjadi kehilangan, maka kerugian ditanggung pemilik.

 

Berdasarkan besarnya kerugian yang dibayarkan (severity) dan frekuensi terjadinya risiko tersebut, maka manajemen risiko dibagi menjadi empat bagian utama:

Definisi Manajemen Risiko atau Management Risk adalah 3 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk Anda dan Keluarga]

 

Dalam perencanaan keuangan asuransi jiwa (life insurance) untuk tulang punggung keluarga adalah hal yang penting karena ada risiko kerugian finansial yang besar jika tulang punggung keluarga meninggal dunia. Oleh sebab itu jangan pernah meremehkan pentingnya asuransi jiwa.

 

4 Tahapan dalam Manajemen Risiko untuk Individu dan Keluarga

Tahapan-tahapan dalam manajemen risiko yaitu:

  1. Mengidentifikasi risiko: cari tahu apa saja risiko-risiko yang memiliki potensi terjadi.
  2. Pengukuran risiko: hitung berapa jumlah kerugian terbesar, agar dapat mengetahui perlindungan yang tepat.
  3. Pilih metode yang tepat untuk memperlakukan risiko: sesuaikan risiko dengan metode yang tepat untuk memperlakukannya.
  4. Administrasi: disiplin dalam mengadministrasikan risiko, misal disiplin dalam pembayaran premi asuransi jiwa.

 

Manajemen risiko (risk management) yang tepat membuat Anda menjadi lebih merasa aman dan nyaman dalam menghadapi potensi risiko yang bakal terjadi.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai manajemen risiko? Tuliskan pertanyaan Anda pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Risk Management – https://goo.gl/OhiKb6

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang