Sempat terindikasi kartel, ini dia daftar pengusaha minyak goreng di Indonesia dan merek produk yang beredar di pasaran!

Selengkapnya, dapat diketahui di artikel Finansialku berikut ini.

 

Daftar Pengusaha Minyak Goreng dan Merek Produknya!

Sejak beberapa waktu ke belakang, harga minyak goreng di Indonesia sempat mengalami kenaikan, di atas Rp 18.000 per liter, jauh dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 11.000 per liter.

Bukan cuma para pengusaha yang memanfaatkan minyak goreng sebagai bahan baku, tetapi juga pengguna minyak goreng rumahan juga turut kena imbasnya.

Dana belanja bulanan yang sudah kita anggarkan jadi molor, dan akhirnya harus menutup kekurangan dari dana anggaran lain.

Oleh karena itu, kadang kita memerlukan fleksibilitas pengaturan anggaran dana bulanan agar tidak kalang kabut ketika terjadi perubahan sewaktu-waktu.

Pertanyaannya, berapa persen dana yang harus kita siapkan di luar dana yang sudah dianggarkan sebagai dana fleksibel?

Sobat Finansialku bisa mendiskusikannya secara empat mata bersama perencana keuangan dari Finansialku dengan menekan tombol ini sekarang!

Yuk, Diskusikan Bersama Kami

 

Menanggapi hal ini, para pengusaha minyak goreng di Indonesia berdalih kalau kenaikan harga secara serentak ini diakibatkan oleh adanya kenaikan harga CPO (Minyak Sawit) di pasar global.

Bicara soal Kelapa Sawit, terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh pengusaha jika ingin membangun pabrik minyak goreng, yaitu setidaknya memiliki lahan sawit sebanyak 20% untuk mendukung produksinya.

Dengan syarat ini, tak ayal, hanya beberapa merek saja yang ada di pasaran, mengingat pengusaha butuh modal yang besar untuk membangunnya.

Berikut ini adalah beberapa daftar pengusaha minyak goreng dan merek dagang mereka, yang banyak kita temui di pasaran:

 

Bachtiar Karim

Pengusaha minyak goreng pertama adalah Bachtiar Karim. Bersama dengan saudaranya, Burhan dan Bahari, mereka membangun perusahaan sawit Grup Musim Mas.

Perusahaan ini merupakan salah satu yang paling besar di Indonesia, di mana pada 2019, penjualannya mencapai US$ 6,6 miliar. Adapun, merek produk yang beredar di pasaran di antaranya adalah Sanco, Amago, dan Voila.

 

Anthony Salim

Selanjutnya adalah Anthony Salim, yang merupakan pemilik perusahaan Indofood Agri Resources Ltd.

Terdapat dua perusahaan sawit selain yang ada di bawah perusahaan Indofood Agri Resources Ltd, yaitu Pt Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Beberapa merek produk yang beredar dan terkenal di pasaran di antaranya adalah Bimoli, Delima, dan Happy.

 

Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto merupakan pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI), yang bergerak di berbagai industri, salah satunya adalah perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical).

Adapun, merek produk yang terkenal dan beredar di pasaran adalah Camar.

 

Keluarga Widjaya

Keluarga pemilik grup Sinar Mas ini juga termasuk pengusaha minyak goreng besar di Indonesia. Merek produk minyak goreng yang berada di bawah bendera Sinar Mas adalah Filma.

 

Martua Sitorus

Terakhir adalah Martua Sitorus, sosok yang ada di belakang bisnis gurita Wilmar, yang juga pernah masuk sebagai salah satu perusahaan sawit di dunia pada 2018 lalu.

Saat pertama kali berdiri saja, perusahaan ini memiliki perkebunan sawit seluas kurang lebih 10.000 hektar di daerah Sumatera Utara. Adapun, merek yang beredar di pasaran adalah minyak goreng Fortune dan Sania.

 

Terindikasi Kartel

Meski sekarang sudah ditetapkan HET minyak goreng adalah Rp 14.000 per liter, beberapa waktu lalu, ini sempat jadi perbincangan, karena Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga adanya indikasi kartel.

Kartel merupakan sebuah aksi kerjasama antar kelompok produsen dalam melakukan produksi dan pemasaran barang dengan tujuan menetapkan harga, demi membatasi suplai dan kompetisi.

Dugaan ini datang dari perusahaan-perusahaan produsen minyak goreng yang kompak menaikkan harga dalam waktu yang sama.

“Kompak naiknya ini harga minyak goreng. Ini yang saya katakan ada sinyal terjadinya kesepakatan harga. Tapi ini secara hukum harus dibuktikan.” Kata Ukay Karyadi, Komisioner KPPU, mengutip laman money.kompas.com melalui Antara, Jumat (21/01).

 

Lewat paparan hasil penelitian KPPU selama tiga bulan, melaporkan bahwa kenaikan harga minyak goreng ditengarai oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit secara internasional.

“Ini perusahaan minyak goreng relatif menaikkan harga secara bersama-sama walaupun mereka masing-masing memiliki kebun sawit sendiri. Perilaku semacam ini bisa dimaknai sebagai sinyal bahwa apakah terjadi kartel.” Katanya.

 

Sementara itu, menanggapi hal ini, Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Renamanggala mengatakan kalau kenaikan harga CPO bisa membuat produksi minyak goreng dapat bersaing dengan CPO yang diekspor.

Sehingga ketika harga minyak sawit sedang naik secara global, maka produsen akan kesulitan mendapatkan bahan baku, karena produsen tentu bakal mengutamakan kebutuhan ekspor.

“Ini kami lihat agak sedikit aneh, karena sebenarnya produksi minyak goreng ini perusahaan di kelompok yang ekspor CPO atau yang punya kebun. Sepertinya pelaku usaha lakukan ekspor ini, meski punya usaha minyak goreng, mereka tetap mengutamakan pasar ekspor karena itu dapat meningkatkan keuntungan mereka.” Katanya.

 

Sementara itu, untuk menurunkan harga minyak goreng yang fantastis, pemerintah akhirnya menetapkan HET minyak goreng di harga Rp 14.000 untuk satu liternya.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mengambil kebijakan menyediakan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp 14.000 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia.” Tutur Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengutip laman ekonomi.bisnis.com, Rabu (05/01).

 

Harga ini diberlakukan selama 6 bulan, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan nantinya.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai kenaikan harga minyak goreng dan penetapan HET terbaru oleh pemerintah? Mari diskusikan di kolom komentar!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini kepada keluarga atau teman-teman terdekat lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Editor: Ratna SH

Sumber Referensi:

  • Dany Saputra. 06 Januari 2022. Hore! Pemerintah Tetapkan Harga Minyak Murah Rp14.000 per Liter. Ini 4 Poin Pentingnya. Ekonomi.bisnis.com – https://bit.ly/3KFwkDK
  • Muhammad Idris. 21 Januari 2022. Pasar Minyak Goreng di RI Dikuasai 4 Perusahaan Besar. Money.kompas.com – https://bit.ly/3qWvqLA
  • Muhammad Idris. 24 Januari 2022. Deretan Konglomerat Penguasa Minyak Goreng di Indonesia. Money.kompas.com – https://bit.ly/3IAlJs9