Salah satu etika menulis email lamaran kerja adalah dengan mencantumkan email formal. Namun selain itu, masih ada etika lain yang harus diketahui.

Yuk baca dulu etika menulis email lamaran kerja dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Etika Menulis Email Lamaran Kerja 

Apapun alasan tersebut, Anda harus menghindarinya. Pasalnya, jika Anda bisa menghindarinya maka potensi surat lamaran Anda dibalas oleh HRD akan semakin besar.

Tentunya kabar bagaimana kelanjutan lamaran yang Anda kirim adalah hal yang paling Anda tunggu bukan?

 

Terlebih Dahulu, Anda Sabar Menunggu

Jika dalam waktu satu atau dua hari Anda masih belum mendapat kabar kelanjutan lamaran Anda, jangan langsung asumsikan Anda ditolak atau pihak HRD tidak tertarik pada berkas Anda.

Mungkin saja, email atau surat Anda belum sempat dibaca oleh HRD karena saking banyaknya lamaran yang masuk.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-3-Finansialku

[Baca Juga: Mau Tahu Cara Mudah dan Cepat Untuk Mendapatkan Pekerjaan Baru? Simak Jawabannya!]

 

Ini juga berlaku jika Anda mengirim lamaran di hari libur. Anda harus paham bahwa HRD sama dengan karyawan lain yang mana hanya bekerja di jam dan hari kerja saja.

Oleh karena itu, sebelum melangkah ke poin sebelumnya Anda harus sabar menunggu dulu.

 

Pastikan Resume Anda Asli

Sudah menunggu lama namun tak kunjung mendapat balasan? Mungkin HRD telah mendeteksi atau mengetahui adanya kepalsuan di resume Anda.

Dalam dunia kerja, kejujuran adalah poin utama yang ditawarkan oleh karyawan.

Daripada memasukkan karyawan yang berpotensi tidak jujur, HRD akan membiarkan begitu saja lamaran yang terlihat palsu.

Ini bisa menjadi evaluasi terlebih dahulu sebelum Anda mengirimkan lamaran.

Pastikan lamaran, resume, dan berkas lainnya yang Anda kirim benar-benar asli atau tidak palsu.

 

Mengetik dengan Rapi, Hindari Typo

HRD biasanya akan membuktikan keseriusan Anda melamar dengan melihat bagaimana Anda mengetik atau membuat lamaran dan resume Anda.

Sebaiknya, Anda memastikan dokumen apapun yang Anda kirim sudah bebas dari salah ketik atau typo.

Jika kesulitan melakukan hal ini, Anda bisa mengandalkan aplikasi atau situs website yang menyediakan fasilitas cek pengejaan kata, Google Documents contohnya.

 

Menggunakan Email Formal

Alamat email apa yang Anda gunakan untuk mengirim berkas lamaran Anda? Apakah email formal yang hanya bertuliskan nama Anda, atau alamat email yang bernama kata-kata alay?

Mungkin inilah sebab pelamar-pelamar tak segera mendapat balasan dari HRD. Bukan email formal yang mereka gunakan, melainkan email yang kurang formal.

Terlebih jika Anda melamar di perusahaan besar atau perusahaan milik negara, email yang formal rasanya wajib Anda gunakan.

 

Body dan Subjek Email

Kebiasaan mengirim email dengan body dan subjek kosongan mungkin sudah melekat pada Anda. Namun, usahakan Anda tidak melakukan hal ini saat mengirim lamaran nantinya.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-1-Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Sukses Wawancara Kerja atau Interview Kerja untuk Para Fresh Graduate]

 

Jika email yang Anda kirimkan tidak ada subjek dan badan emailnya, bukanya membaca berkas lamaran Anda malahan HRD tidak tertarik untuk membuka email yang Anda kirim.

 

Etika Menulis Email Lamaran Kerja: Gunakan Bahasa Formal dan Tertata

Sebaiknya di bagian subjek Anda beri keterangan bahwa email yang Anda kirim adalah surat lamaran kerja. Sedangkan di badan email Anda bisa mengisinya dengan sapaan yang formal.

Catat apa saja yang berpotensi membuat lamaran Anda tak segera dibalas HRD. Jika sebelumnya Anda melakukan hal-hal tersebut, lakukan evaluasi supaya Anda tidak mengulanginya di kemudian hari.

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

Menjadi Karyawan yang Terencana

Finansialku yakin, tidak lama setelah Anda mengirim email yang benar dan sesuai dengan tips yang telah dijabarkan di atas, Anda akan menjadi karyawan tetap di perusahaan impian.

Tapi, menjadi karyawan bukanlah akhir dari perjuangan Anda. Setelah menjadi karyawan, Anda juga dituntut untuk memberikan performa yang maksimal demi kemajuan perusahaan.

Bukan hanya itu, Anda juga harus bisa menjadi karyawan yang cerdik dan pandai mengelola pemasukan, hingga memanfaatkan peluang sebagai ladang cuan.

Untuk menjadi karyawan yang terencana tentu tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan yang jelas. Setuju?

Oleh karena itu, Finansialku menyediakan e-book yang bisa membantu Anda menggapai impian sebagai karyawan yang terencana dan cerdas di segala hal, termasuk finansial. 

Jangan khawatir, Anda bisa dapatkannya secara GRATIS di sini!

 

Jika Sobat Finansialku ingin memiliki perencanaan karier yang baik dan tujuan keuangan yang jelas, Anda dapat berkonsultasi dengan Financial Planner Finansialku.

Yuk download aplikasinya di Google Play Store maupun Apple Apps Store sekarang! Nikmati konsultasi dan cek kesehatan keuangan dengan akses premium gratis selama 30 hari. 

Jika Anda merasa terbantu dengan aplikasi Finansialku premium, silakan gunakan kode voucher WEBTAHUNAN saat melakukan upgrade aplikasi premium dan dapatkan diskon langsung Rp 50 ribu.

 

Apakah setelah membaca artikel ini Anda lebih bisa merancang lamaran pekerjaan yang menarik? Jika ya, maka bagikan artikel ini pada teman-teman sesama pencari kerja, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Vina A. Muliana. 4 Desember 2017. Tak Kunjung Dibalas HRD? Ini Etika Menulis Email Lamaran Kerja. liputan6.com – https://goo.gl/P2oonL

 

Sumber Gambar:

  • https://goo.gl/MeCL9B
  • https://goo.gl/C4QZSt
  • https://goo.gl/iJED53