Salah satu etika menulis email lamaran kerja adalah dengan mencantumkan email formal. Namun selain itu, masih ada etika lain yang harus diketahui.

Yuk baca dulu etika menulis email lamaran kerja dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Melamar Kerja

Melamar pekerjaan memang memberikan kita sensasi tersendiri antara khawatir, cemas, dan terkadang gugup sekaligus.

Kekhawatiran wajar saja datang, karena sebagai pelamar pasti informasi diterima tidaknya atau kelanjutan dari surat lamaran pasti adalah informasi yang kita tunggu-tunggu.

Sayangnya, tak semua perusahaan memiliki orang HRD yang sama. Ada HRD yang sudah pasti akan membaca lamaran, resume, dan berkas-berkas secara totalitas.

Namun ada juga yang sudah tak tertarik dengan berkas pelamar karena suatu alasan.

 

Ketahui Etika Menulis Email Lamaran Kerja Berikut

Apapun alasan tersebut, Anda harus menghindarinya. Pasalnya, jika Anda bisa menghindarinya maka potensi surat lamaran Anda dibalas oleh HRD akan semakin besar.

Tentunya kabar bagaimana kelanjutan lamaran yang Anda kirim adalah hal yang paling Anda tunggu bukan?

 

#1 Terlebih Dahulu, Anda Sabar Menunggu

Jika dalam waktu satu atau dua hari Anda masih belum mendapat kabar kelanjutan lamaran Anda, jangan langsung asumsikan Anda ditolak atau pihak HRD tidak tertarik pada berkas Anda.

Mungkin saja, email atau surat Anda belum sempat dibaca oleh HRD karena saking banyaknya lamaran yang masuk.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-3-Finansialku

[Baca Juga: Mau Tahu Cara Mudah dan Cepat Untuk Mendapatkan Pekerjaan Baru? Simak Jawabannya!]

 

Ini juga berlaku jika Anda mengirim lamaran di hari libur. Anda harus paham bahwa HRD sama dengan karyawan lain yang mana hanya bekerja di jam dan hari kerja saja.

Oleh karena itu, sebelum melangkah ke poin sebelumnya Anda harus sabar menunggu dulu.

 

#2 Pastikan Resume Anda Asli

Sudah menunggu lama namun tak kunjung mendapat balasan? Mungkin HRD telah mendeteksi atau mengetahui adanya kepalsuan di resume Anda. Dalam dunia kerja, kejujuran adalah poin utama yang ditawarkan oleh karyawan.

Daripada memasukkan karyawan yang berpotensi tidak jujur, HRD akan membiarkan begitu saja lamaran yang terlihat palsu. Ini bisa menjadi evaluasi terlebih dahulu sebelum Anda mengirimkan lamaran.

Pastikan lamaran, resume, dan berkas lainnya yang Anda kirim benar-benar asli atau tidak palsu.

 

#3 Mengetik dengan Rapi, Hindari Typo

HRD biasanya akan membuktikan keseriusan Anda melamar dengan melihat bagaimana Anda mengetik atau membuat lamaran dan resume Anda.

Sebaiknya, Anda memastikan dokumen apapun yang Anda kirim sudah bebas dari salah ketik atau typo.

Jika kesulitan melakukan hal ini, Anda bisa mengandalkan aplikasi atau situs website yang menyediakan fasilitas cek pengejaan kata, Google Documents contohnya.

 

#4 Menggunakan Email Formal

Alamat email apa yang Anda gunakan untuk mengirim berkas lamaran Anda? Apakah email formal yang hanya bertuliskan nama Anda, atau kah alamat email yang bernama kata-kata alay?

Mungkin inilah sebab pelamar-pelamar tak segera mendapat balasan dari HRD. Bukan email formal yang mereka gunakan, melainkan email yang kurang formal.

Terlebih jika Anda melamar di perusahaan besar atau perusahaan milik negara, email yang formal rasanya wajib Anda gunakan.

 

#5 Isi Badan dan Subjek Email

Kebiasaan mengirim email dengan body dan subjek kosongan mungkin sudah melekat pada Anda. Namun, usahakan Anda tidak melakukan hal ini saat mengirim lamaran nantinya.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-1-Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Sukses Wawancara Kerja atau Interview Kerja untuk Para Fresh Graduate]

 

Jika email yang Anda kirimkan tidak ada subjek dan badan emailnya, bukanya membaca berkas lamaran Anda malahan HRD tidak tertarik untuk membuka email yang Anda kirim.

 

Etika Menulis Email Lamaran Kerja: Gunakan Bahasa Formal dan Tertata

Sebaiknya di bagian subjek Anda beri keterangan bahwa email yang Anda kirim adalah surat lamaran kerja. Sedangkan di badan email Anda bisa mengisinya dengan sapaan yang formal.

Catat apa saja yang berpotensi membuat lamaran Anda tak segera dibalas HRD. Jika sebelumnya Anda melakukan hal-hal tersebut, lakukan evaluasi supaya Anda tidak mengulanginya di kemudian hari.

 

Apakah setelah membaca artikel ini Anda lebih bisa merancang lamaran pekerjaan yang menarik? Jika ya, maka bagikan artikel ini pada teman-teman sesama pencari kerja, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Vina A. Muliana. 4 Desember 2017. Tak Kunjung Dibalas HRD? Ini Etika Menulis Email Lamaran Kerja. liputan6.com – https://goo.gl/P2oonL

 

Sumber Gambar:

  • Email Lamaran Kerja – https://goo.gl/MeCL9B
  • Email Lamaran Kerja 2 – https://goo.gl/C4QZSt
  • Email Lamaran Kerja 3 – https://goo.gl/iJED53