Apakah Anda tahu dongeng keuangan tentang tukang sepatu dan akuntan keuangan? Ternyata, ada hikmah dari dongeng keuangan tersebut lho. Yuk simak pembahasannya di artikel berikut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Keuangan dan Kebahagiaan

Seringkali orang berpikiran bahwa kebahagiaan hanya diukur dari harta yang dimiliki. Mereka menganggap bahwa orang kaya pasti bahagia. Namun, kenyataannya tidak semua kebahagiaan diukur dari harta yang dimiliki.

Orang kaya bisa bahagia, orang biasa-biasa saja juga bisa bahagia. Kebahagiaan sebenarnya bukanlah dicari, melainkan diciptakan. Andalah yang berhak memutuskan apakah Anda mau bahagia atau tidak.

Kebahagiaan bisa berasal dari cara Anda melihat sesuatu. Kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar. Kebahagiaan juga bisa datang dari hal kecil. Misalnya dengan bersyukur, jika Anda bersyukur maka Anda akan bahagia.

Dongeng Keuangan Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan 1 Finansialku

[Baca Juga: Cerita Dongeng Pendek: Belajar Keuangan dari 3 Babi Kecil dan Serigala]

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang butuh uang. Anda tentunya juga membutuhkan uang. Namun, Anda harus ingat bahwa uang bukanlah segalanya. Jangan jadikan diri Anda sebagai hamba uang. Jangan biarkan uang mengatur Anda. Tapi, Andalah yang harus mengatur uang. Anda adalah tuannya.

Sebelum kita mengambil hikmah dari dongeng keuangan, mari kita simak dulu yuk dongeng keuangan berjudul tukang sepatu dan akuntan keuangan berikut.

 

Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan

Pada zaman dahulu kala terdapat seorang tukang sepatu dan akuntan keuangan. Mereka tinggal bertetangga. Tukang sepatu adalah orang yang sangat gembira. Ia suka bernyanyi bahkan dari pagi hingga malam.

Sedangkan, akuntan keuangan sifatnya sangat berkebalikan dengan tukang sepatu. Akuntan keuangan ini hampir tidak pernah bernyanyi. Selain itu, ia juga tidak memiliki jam tidur yang cukup.

Saat ia bekerja dan kurang tidur semalaman, maka ia akan tidur sampai kesiangan. Sedangkan tukang sepatu sering bangun tepat waktu. Ia akan membangunkan tetangganya tersebut dengan lagu yang menyenangkan.

Tukang sepatu berkata bahwa sayang sekali apabila kita memiliki harta tetapi tidak bisa membeli tidur, selayaknya kita membeli makanan dan minuman di pasar. Mendengar hal itu, akuntan keuangan menjadi berpikir tentang dirinya yang selalu kurang tidur.

Hak-Karyawan-01-Karyawan-Lembur-Finansialku

[Baca Juga: Keuangan Keluarga Semua Serba Salah, Kalau Tidak Ada Anggaran]

 

Suatu ketika, akuntan keuangan mengundang tukang sepatu untuk datang ke rumahnya. Akuntan keuangan tersebut pun menanyakan berapa penghasilan tukang sepatu dalam setahun.

Tukang sepatu hanya berkata bahwa ia tidak tahu berapa jumlah pastinya, hanya selama ia bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari itu sudah cukup baginya. Penghasilannya dalam sehari pun tidak menentu, kadang lebih dan kadang kurang.

Kemudian, akuntan keuangan tersebut memberikan uang 100 pound sterling kepada tukang sepatu tersebut. Ketika tukang sepatu tersebut menerimanya, ia pun membayangkan bahwa ia membutuhkan waktu 100 tahun untuk mendapatkan uang sebanyak itu.

 

Setelah itu, tukang sepatu itu pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ia mengubur dan menyembunyikan uang tersebut di ruang bawah tanahnya. Semenjak saat itu, tukang sepatu tersebut pun berhenti bernyanyi. Selain itu, jam tidur tukang sepatu tersebut pun menjadi berkurang.

Tukang sepatu tersebut menjadi sering gelisah, curiga, dan mudah terkejut. Setiap harinya ia selalu mengawasi ruang bawah tanahnya. Bahkan ketika terdapat seekor kucing membuat keributan di malam hari, ia berpikir bahwa kucing tersebut akan mencuri uangnya.

Akhirnya, dalam keadaan tukang sepatu yang hampir putus asa, ia memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut kepada akuntan keuangan. Ia pun berkata bahwa ia ingin kegembiraan dalam hidupnya, lagunya, dan tidurnya kembali seperti dulu.

Anda ingin sukses finansial? Ketahui kiat mengelola keuangan lewat ebook Finansialku berikut ini: 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

3 Hikmah dari Cerita Dongeng Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan

Di artikel Finansialku kali ini, saya akan bahas hikmah yang dapat diambil dari cerita dongeng tukang sepatu dan akuntan keuangan. Berikut 3 hikmah dari cerita di atas:

 

#1 Kebahagiaan Tidak Bergantung pada Jumlah Harta yang Anda Miliki

Seperti yang kita lihat dari cerita di atas, kita tahu bahwa uang atau harta yang dimiliki oleh akuntan keuangan jauh lebih banyak dari pada yang dimiliki oleh tukang sepatu. Namun, bagaimana dengan kebahagiaan mereka?

Tukang sepatu walaupun tidak memiliki harta sebanyak akuntan keuangan tersebut, tetapi ia jauh lebih bahagia dari akuntan keuangan tersebut. Ia suka bernyanyi, memiliki jam tidur yang cukup. Ia seperti orang yang paling bahagia di dunia.

Ilustrasi Pilih Jadi Orang Kaya atau Orang Bahagia Kalau Mau Keduanya, Ini Caranya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Belajar Keuangan Pribadi, Gimana Caranya?]

 

Namun, akuntan keuangan yang memiliki uang yang banyak tidak sebahagia tukang sepatu. Ia hampir tidak pernah bernyanyi. Bahkan, untuk tidur pun ia tidak memiliki waktu yang cukup.

Oleh karena itu, kebahagiaan sesungguhnya tidak hanya berasal dari uang saja. Orang yang memiliki banyak uang belum tentu bahagia. Jangan jadikan uang sebagai ukuran kebahagian Anda.

 

#2 Bersyukur Dengan Apa yang Anda Miliki

Seperti yang dilakukan oleh tukang sepatu, ia bersyukur dan selalu merasa cukup. Walaupun pendapatan tukang sepatu tidak sebesar akuntan keuangan, ia tetap bisa bersyukur.

Bahkan, walaupun pendapatannya tidak menentu setiap harinya ia tetap bisa mencukupkan. Dengan rasa bersyukur itulah, ia menjadi bahagia. Ia tidak pernah merasa kekurangan.

Oleh karena itu, bersyukurlah dengan apa yang kita miliki karena hidup akan lebih indah jika kita bersyukur.

 

#3 Jangan Biarkan Harta Merusak Kebahagiaan Anda

Sebelum tukang sepatu memiliki uang yang sangat banyak dan menjadi orang kaya, ia adalah orang yang periang, suka bernyanyi, serta memiliki tidur yang cukup. Namun, setelah ia memiliki banyak uang seketika kebahagiaannya seperti menghilang.

Ia menjadi orang yang sering gelisah, curiga, bahkan tidurnya pun tidak cukup karena ia takut uangnya yang banyak itu dicuri. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk mengembalikan uang yang banyak tersebut.

Semenjak itu, ia menyadari bahwa kebahagiaannya jauh lebih berharga daripada harta yang ia miliki.

Oleh sebab itu, Anda bisa belajar bahwa jangan membiarkan harta merusak kebahagiaan Anda seperti yang terjadi pada tukang sepatu.

 

Belajar dari Dongeng Keuangan Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan

Setelah mengetahui hikmah dari cerita dongeng keuangan tentang tukang sepatu dan akuntan keuangan, Anda bisa belajar bahwa harta tidak selamanya membawa kebahagiaan. Ingat, kebahagiaan bukan dicari, tapi kebahagiaan itu diciptakan. Anda yang berhak menentukan apakah Anda mau bahagia atau tidak.

Jangan gantungkan kebahagiaan Anda pada harta yang Anda miliki. Tentunya jangan lupa untuk selalu bersyukur juga ya.

 

Apakah Anda mendapatkan hikmah lainnya dari dongeng keuangan tukang sepatu dan akuntan keuangan? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia.

Anda juga bisa membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jean de La Fontaine . 2018. Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan. Ceritakecil.com – https://goo.gl/KXqxFw

 

Sumber Gambar:

  • Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan – https://goo.gl/s9Swah
  • Tukang Sepatu dan Akuntan Keuangan 2 – https://goo.gl/tCuqVR