Alih-alih memutus rantai penularan Covid-19, Lockdown India berujung kekacauan.

Informasi selengkapnya bisa dibaca di Finansialku.com!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Pasca Lockdown, India Tak Kondusif

Lockdown atau karantina wilayah merupakan salah satu opsi untuk memutus penularan dan penyebaran Covid-19.

Kebijakan lockdown tentu membutuhkan strategi dan perhitungan yang matang dari pemerintah. Harus ada jaminan bagi pekerja yang kehilangan penghasilan, harus ada suplai untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan lain sebagainya.

Jika saja faktor-faktor itu tak tepat sasaran, maka yang akan timbul adalah kekacauan sosial, seperti yang sedang terjadi di India.

Masyarakat di ibu kota India New Delhi dan Mumbai, mulai tak terkendali untuk berbelanja.

Mereka mulai memenuhi toko-toko hingga apotek lantaran kekhawatiran kekurangan pasokan, terutama bahan pokok.

Ini tentu bahaya, mengingat bahwa keramaian atau orang yang berkumpul dengan jumlah banyak dapat berpotensi menularkan Covid-19.

Jalan Sepekan, India Lockdown Buahkan Kekacauan01

[Baca Juga: India Lockdown Sampai Nyaris Sebulan Ke Depan]

 

Dikutip dari Suara.co. dari BBC, Senin (30/3) berdasarkan data Organisasi Pekerja Internasional, setidaknya 90 persen tenaga kerja India bekerja di sektor informal seperti pedagang kaki lima, petugas keamanan, sopir angkutan dan buruh.

Mereka terancam kehilangan penghasilan ketika lockdown diberlakukan, hal tersebut mendorong mereka untuk pulang kampung dengan berjalan kaki dan memenuhi sepanjang jalan Ibu Kota.

Akibatnya kebijakan lockdown, bisa jadi, tak berhasil memutus rantai penularan virus Covid-19.

Sebetulnya otoritas India telah memberikan subsidi dengan total Rp22,5 juta pada masyarakat agar mematuhi kebijakan lockdown.

Bahan pangan dan dana tersebut bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan. Namun, persoalannya masih ada masyarakat yang keluar rumah bahkan pulang kampung alih-alih menuruti kebijakan lockdown.

Perdana Menteri, Narendra Modi menyadari betul bahwa kesulitan sedang dialami oleh masyarakat India.

Modi, menyatakan bahwa tidak ada cara lain untuk menghentikan rantai penularan Covid-19 selain bertahan di rumah.

“Saya rasa mereka pasti berpikir, perdana menteri seperti apa yang telah menempatkan kami dalam situasi buruk ini?” Kata Modi.

“Saya secara khusus memohon maaf,” Lanjutnya “Saya akui kalian dalam kesulitan, tapi tidak ada cara lain untuk memerangi virus. Ini adalah pertempuran hidup atau mati dan kita harus memenangkannya.”

 

Melansir dari CNBC Indonesia dari Economic Times menulis masyarakat India masih mencoba memahami lockdown a la Modi.

Lockdown juga menunjukkan ketidaksiapan India dalam mempersiapkan kebutuhan bagi jutaan pekerja yang diupah harian, menjaga pasokan barang pokok, dan pelayanan kepada masyarakat yang harus tinggal di rumah selama tiga pekan.

 

Bagaimana Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Kamu bisa lho berbagi pandangan jika lockdown betul-betul terjadi lewat kolom komentar di bawah ini.

Oh iya, sebarluaskan informasi ini kepada kawan dan sanak-saudara lewat platform yang tersedia di bawah ini.

Semoga bermanfaat, ya, dan ingat jika terpaksa keluar rumah terapkan jaga jarak dan seringlah mencuci tangan.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 30 Maret 2020. Lockdown, Ribuan Pekerja Lepas di India Mudik Berjalan Kaki. Tempo.co – https://bit.ly/2UqtSsW
  • Dany Garjito – Husna Rahmayunita. 30 Maret 2020. Lockdown Berujung Kisruh, Pemerintah India Bertindak Gegabah? Suara.com – https://bit.ly/2WSFart
  • Muhammad Idris. 30 Maret 2020. Akibat Lockdown, Banyak Orang India Tak Sanggup Bayar Kontrakan. Kompas.com – https://bit.ly/2WPeWWV
  • Rahajeng Kusomo Astuti. 29 Maret. Kacau! Lockdown India Picu Panic Buying & Kesenjangan Sosial. CNBC Indonesia – https://bit.ly/3aoLOJX

 

Sumber Gambar:

  • India – https://bit.ly/39tP6dN