Inflasi Indonesia tahun 2014 diramalkan masih dapat dikendalikan oleh Bank Indonesia. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan inflasi? Apa hubungannya dengan rencana keuangan keluarga? Finansialku.com akan membahas inflasi Indonesia tahun 2014 dan rencana keuangan keluarga.

Inflasi Indonesia Tahun 2014 dan Rencana Keuangan Keluarga

 

Apa itu Inflasi?

Inflasi secara sederhananya dapat diartikan sebagai kenaikan harga-harga barang yang disebabkan karena adanya mekanisme pasar (suplai, permintaan, peningkatan konsumsi masyarakat, uang beredar di pasar dan lain-lain). Inflasi juga dapat dikatakan sebagai menurunnya nilai mata uang, kalau di Indonesia Kita sebut menurunnya nilai Rupiah. Contoh sederhananya adalah: kenaikan biaya pendidikan per periode tertentu.

Inflasi secara umum dapat dikelompokan menjadi empat yaitu: inflasi ringan (di bawah 10% setahun), inflasi sedang (10%-30% setahun), inflasi berat (30%-100% setahun) dan hiperinflasi (di atas 100% setahun).

 

Data Historis Inflasi Indonesia

Berikut ini data historis inflasi Indonesia dari tahun 2010 sampai tahun 2013.

Inflasi Indonesia Tahun 2008 - 2013

Detil inflasi Indonesia pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:

Inflasi Indonesia Tahun 2013

Bagiamana dengan inflasi Indonesia tahun 2014? Menurut sumber website resmi kementerian keuangan, disebutkan bahwa Bank Indonesia optimis inflasi Indonesia tahun 2014 dapat berada di kisaran 4,5% dengan deviasi 1 (interval 3,5% – 5,5%).

 

Inflasi dan Rencana Keuangan Keluarga

Apa pengaruh inflasi terhadap rencana keuangan keluarga? Sederhananya seperti definisi di atas inflasi dapat diartikan adanya kenaikan harga atau menurunnya nilai mata uang. Inflasi akan sangat berpengaruh terhadap rencana keuangan keluarga jangka menengah dan jangka panjang.

Contoh ketika Kita sedang menghitung biaya pendidikan anak, maka perlu diperhatikan nilai inflasi yang tepat. Biaya kuliah di Jakarta untuk universitas swasta jurusan teknik (biaya pendidikan dari masuk hingga selesai pendidikan) berada di kisaran Rp 70.000.000 – Rp 200.000.000. Jika Kita ingin menabung dana kuliah untuk anak Kita, maka berapa dana yang harus disiapkan (tentunya dengan memperhitungkan inflasi)?

Inflasi juga perlu diperhitungkan untuk menentukan dana pensiun. Jika pengeluaran bulanan suami istri saat ini di Jakarta adalah Rp 15.000.000 per bulan, maka berapa dana yang harus disiapkan agar dapat pensiun 30 tahun lagi (tentunya dengan memperhitungkan inflasi)?

Nilai inflasi yang digunakan dalam perhitungan biasanya berupa asumsi. Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan asumsi adalah: jangan sampai asumsi itu tidak menggambarkan keadaan awal. Jangan sampai asumsi nilai inflasi membodohi Anda (asumsi dalam bahasa Inggris assume: ass-u-me). Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melihat atau memperhatikan data historis inflasi dan menggunakan rata-rata. Ketika Anda berkonsultasi dengan perencana keuangan, diskusikan bersama asumsi-asumsi yang digunakan oleh perencana keuangan.

 

Sumber data: www.bps.go.id

 

Kami akan sangat senang dan berterima kasih jika Anda mau berbagi kisah atau memberi komentar mengenai inflasi Indonesia dan hubungannya dengan rencana keuangan keluarga.

 

 

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuCara Kaya ala Chairul TanjungBaca
finansialkuKenali Perbedaan Perencana Keuangan dan Agen PenjualBaca
finansialkuSiapa Bilang Mengelola Keuangan Keluarga Hanya Urusan IstriBaca