Bagaimana cara menghitung dana renovasi rumah dengan mudah? Renovasi rumah adalah salah satu pengeluaran yang biasanya tidak murah. Untuk itu Anda perlu memperhitungkannya dengan akurat agar pengeluaran tersebut tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari lainnya. Berikut adalah cara mudah untuk menghitung dana renovasi rumah.

 

Rubrik Finansialku

 

Memperhitungkan Dana Renovasi Rumah

Setiap keluarga pasti dihadapkan dengan berbagai risiko kehidupan yang tidak terduga setiap harinya. Ada kalanya Anda harus mengeluarkan biaya untuk renovasi rumah. Renovasi rumah diperlukan entah karena kerusakan mendadak yang di luar dugaan atau karena umurnya yang sudah harus diganti. Apapun alasannya, tetap ada biaya yang harus dikeluarkan.

Biaya renovasi rumah bisa beragam, jika renovasi yang diperlukan hanyalah renovasi minor mungkin biayanya tidak terlalu besar. Tetapi jika renovasi rumah yang dimaksud adalah renovasi yang signifikan biasanya dana yang dikeluarkan tidak cukup banyak. Karena itu Anda disarankan mempersiapkan dana untuk renovasi besar-besaran.

[Baca Juga: Apakah Bisa Renovasi Rumah dengan Menggunakan Kredit?]

 

Mengapa Bukan Dana Darurat?

Jika Anda telah mengenal perencanaan keuangan yang baik, Anda dan keluarga pasti sudah tahu pentingnya dana darurat. Dana darurat berfungsi untuk menanggulangi seluruh biaya dari risiko kehidupan yang tidak dapat diduga. Renovasi rumah bisa dimasukkan ke dalam kategori dana yang dapat ditanggung dengan dana darurat. Kalau begitu mengapa Anda harus mempersiapkan dana renovasi rumah?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dana renovasi rumah bisa beragam tergantung dari seberapa besar taraf yang diinginkan. Biasanya dana renovasi rumah yang ditanggung dalam dana darurat adalah yang bersifat urgent atau mendesak. Namanya saja dana darurat, artinya dana ini digunakan untuk hal-hal yang bersifat mendesak. Misalnya jika kunci dari pintu rumah rusak, Anda terpaksa harus segera menggantinya karena jika tidak diganti maka siapapun bisa masuk. Hal-hal seperti ini bersifat urgent sehingga harus segera ditanggulangi. Berbeda halnya jika Anda ingin mengecat ulang rumah karena sudah bosan dengan warna yang saat ini digunakan. Renovasi tersebut tidak bersifat urgent sehingga berbeda dengan kebutuhan renovasi rumah yang dimaksud dalam dana darurat.

 

[Baca Juga: Persiapan Budget untuk Renovasi Rumah]

 

Untuk renovasi yang tidak bersifat urgen, sebaiknya Anda mempersiapkan dana baru tanpa mengganggu dana darurat yang telah dipersiapkan. Ingat, dana darurat tidak hanya dipersiapkan untuk renovasi rumah tetapi juga untuk berbagai risiko lainnya. Misalnya kerusakan mobil, kecelakaan, penyakit, dan risiko lainnya. Jangan sampai karena tidak bijaksana menggunakan dana darurat, Anda tidak terlindungi dari risiko-risiko lain selain dana renovasi rumah.

 

Simulasi Perhitungan

Dana renovasi yang tidak bersifat urgen harus direncanakan sejak jauh-jauh hari. Ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan dalam memperhitungkan besarnya dana yang harus dipersiapkan untuk merenovasi rumah. Anda harus memperhitungkan inflasi dan berapa return dari produk investasi yang akan digunakan. Jika harus menghitung secara manual Anda mungkin akan merasa kesulitan. Untuk mempermudah perhitungan ini Anda dapat menggunakan aplikasi Finansialku.

Mari kita lihat simulasi berikut ini agar Anda tidak kesulitan memperhitungkan dana renovasi rumah:

  [Baca Juga: Renovasi Apartemen? Ini Sumber Dana yang Patut Dipertimbangkan]

 

Pak Roni dan istrinya saat ini telah memiliki 2 orang anak. Anak pertama saat ini berusia 4 tahun, sementara anak kedua baru berusia 3 tahun. Saat ini kedua anak tersebut tidur di sebuah kamar yang sama. Tetapi ketika anak pertama berusia 6 tahun nanti Pak Roni dan istrinya ingin anak mereka masing-masing memiliki kamar sendiri. Karena itu Pak Roni ingin merenovasi rumahnya untuk menambah satu kamar lagi.

Setelah memperhitungkan berbagai biaya, diperkirakan total pengeluaran yang akan dibutuhkan adalah sebesar Rp20.000.000 dengan asumsi harga saat ini. Saat ini Pak Roni belum memiliki persiapan dana untuk merenovasi rumahnya. Inflasi di Indonesia diperkirakan sebesar 10%. Pak Roni berencana menggunakan produk investasi reksa dana dengan return sebesar 10% per tahun. Berapa dana yang harus diinvestasikan oleh Pak Roni setiap tahunnya?

Mari kita hitung dana renovasi rumah Pak Roni dengan menggunakan aplikasi Finansialku. Anda dapat menggunakan fitur perencanaan keuangan pada aplikasi Finansialku. Dana renovasi ini dapat dianggap sebagai sebuah barang yang ingin dibeli, karena itu Anda dapat menggunakan pilihan Dana Membeli Barang.

[Baca Juga: Cara Renovasi Dapur Minimalis dengan Dana Terbatas?]

 

Karena saat ini belum ada dana yang dipersiapkan maka dana yang kurang adalah sebesar Rp21.632.000 dengan asumsi inflasi sebesar 4% setiap tahunnya. Dengan begitu Pak Roni harus berinvestasi sebesar Rp817.940 per bulan selama 24 bulan pada produk investasi dengan return 10%.

 

Dana Renovasi Harus Dipersiapkan

Jika dilihat sekilas dana yang dibutuhkan Pak Roni untuk menambah kamar anak di rumahnya terlihat sangat mahal yaitu Rp20.000.000. Tetapi jika dipersiapkan sejak jauh-jauh hari maka dana yang perlu diinvestasikan hanya sekitar Rp820.000 per bulannya. Karena itu ada baiknya Anda mempersiapkan setiap tujuan keuangan sejak jauh-jauh hari sebelum akan membelinya. Dengan begitu persiapan dana tidak akan terasa terlalu memberatkan dan semua kebutuhan tetap dapat terpenuhi. Tidak perlu khawatir kesulitan memperhitungkan dananya, Anda dapat menggunakan aplikasi Finansialku untuk mempersiapkan berbagai tujuan keuangan.

 

Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan untuk memiliki dana renovasi rumah? Menabung? Berinvestasi? Bekerja keras membanting tulang? Atau kegiatan lainnya? Berikan pendapat dan pandangan Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Renovasi Rumah – https://goo.gl/pgFb6m
  • Jasa Renovasi – https://goo.gl/323kGA

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku