Dana darurat atau emergency fund dalam sebuah keluarga memiliki peran yang penting, khususnya dalam keadaan-keadaan genting atau dalam bahasa Inggrisnya ada ungkapan rainy day.  Dana darurat memiliki fungsi sebagai dana utama yang digunakan untuk membayar di awal atau istilahnya dapat dijadikan bumper.

Businessman's Empty Wallet Help

 

Finansialku akan membahas cara Kita untuk mempersiapkan dana darurat yang tentunya mudah dan dapat dipraktekan langsung untuk para pembaca. Di akhir artikel, Finansialku akan berbagi sebuah ide yang out of the box dari salah satu perencana keuangan di Amerika untuk mengamankan keuangan pribadi atau keuangan keluarga Kita.

 

Bagaimana cara mempersiapkan dana darurat ?

Langkah-langkah dalam mempersiapkan dana darurat adalah:

 

Tentukan target jumlah dana darurat

Banyak perencana keuangan independen di Indonesia yang menyatakan dana darurat adalah salah satu tujuan keuangan atau rencana keuangan yang harus disiapkan paling awal. Besar dana darurat yang harus dipersiapkan berkisar 4 sampai 12 bulan nilai pengeluaran Kita.

Beberapa perencana keuangan yang menyatakan apabila Kita single maka dana darurat yang diperlukan adalah cukup 4 atau 6 bulan pengeluaran. Jika sudah berkeluarga Kita memerlukan dana darurat sebesar 6 atau 12 bulan pengeluaran.

Tahapan pertama dalam dana darurat adalah memotong pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu misalnya sering-sering traktir orang, membeli pernak-pernik yang tidak dibutuhkan dan lain-lain. Kita harus realistis dalam menentukan pengeluaran bulanan, jumlah dana darurat dan tempat menyimpannya.

untung-ruginya-menggunakan-mewariskan-emas-batangan-1-finansialku

[Baca juga :Bagaimana Cara Merencanakan Keuangan yang SMART?]

 

Contoh: Pak A adalah seorang single yang memiliki gaji bulanan sebesar Rp 10.000.000 dan pengeluaran bulanannya adalah Rp 5.000.000. Kira-kira berapa jumlah dana darurat yang perlu dipersiapkan oleh Pak A?

Jawab: Dana darurat yang harus dipersiapkan Pak A adalah 20.000.000 – 60.000.000.

Dana darurat harus dirumuskan dengan SMART. Apa itu SMART?

 

Contoh rumusan tujuan keuangan Dana Darurat yang SMART:

Saya akan menabung uang sebesar Rp 1.000.000 per bulan sampai 20 bulan untuk dana darurat di tabungan X bank Y dengan imbal hasil 1% per tahun.”

Di akhir artikel “Dana Darurat Harus Ada” Anda dapat merumuskan dana darurat sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Jangan lupa diisi dan mulai mempersiapkan dana daruratnya.

 

Yuk Daftar Uber Driver
Yuk Daftar Uber Driver

 

Persiapkan dana darurat

Produk-produk keuangan apa yang dapat digunakan untuk persiapan dana darurat. Intinya dana darurat harus disimpan di produk-produk keuangan yang mudah diambil, aman dan tidak bersifat spekulatif. Orang-orang biasanya menyimpan dana daruratnya di tabungan, deposito, emas dan reksa dana pasar uang.

Gambar berikut adalah menjelaskan skema produk-produk keuangan:

Risiko-Imbal-Hasil

Penjelasan detil strategi persiapan dana darurat dapat di baca di

cara-berinvestasi-untuk-freelancer-yang-penghasilan-bulanan-tidak-tetap-2-finansialku

[Baca juga : Rencana Keuangan Pertama: Dana Darurat]

 

 

Monitor jumlah dana darurat

Monitor jumlah dana darurat yang sudah terkumpul, kurang berapa dan tentunya hati-hati dengan inflasi. Inflasi atau kenaikan harga-harga barang dapat meningkatkan jumlah pengeluaran bulanan Kita. Nah oleh sebab itu dana darurat juga harus direvisi jumlahnya.

Apabila terjadi inflasi yang cukup besar dan dana darurat Kita berkurang, apa yang harus dilakukan? Beberapa alternative yang dapat dilakukan adalah menambah dana darurat atau mencari produk-produk keuangan yang memiliki imbal hasil yang realistis.

Setelah Anda baca dana darurat di atas Anda tentunya sudah dapat membuat atau merumuskan tujuan keuangan pertama yaitu dana darurat. Silakan di Copy dan paste tulisan di bawah ini kemudian isi titik-titik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Saya akan menabung uang sebesar Rp ………………… per bulan sampai ………bulan untuk dana darurat di ………………… dengan imbal hasil sebesar ……… per tahun.

 

Pandangan lain mengenai Dana Darurat ?

Dana darurat saja seringkali kurang apabila terjadi pengeluaran yang sangat besar. Salah satu perencana keuangan di Amerika, Robert T. Kiyosaki memberikan alternative untuk meningkatkan pendapatan (baca: bukan meningkatkan gaji tetapi pendapatan).

Robert-T.-KiyosakiMenurut Kiyosaki, pendapatan seseorang dapat berasal dari 3 sumber yaitu pendapatan kerja (gaji bulanan, bonus dan tunjangan), pendapatan portofolio atau investasi dan pendapatan pasif. 

Mau tau ide dari pendapatan pasif, bukannya Kita bekerja untuk uang, tetapi uang yang bekerja untuk Kita.

beli-asuransi-perjalanan-untuk-proteksi-jika-sakit-saat-liburan-ke-luar-negeri-2-finansialku

[Baca Juga : Pendapatan Pasif : Uang Bekerja untuk Kita]

 

Setelah membaca artikel pendapatan pasif, Anda tentunya akan senang jika mempunyai pendapatan pasif. Pendapatan pasif sangat menyenangkan karena Kita dapat beristirahat (tidak perlu kerja keras) tetapi sistem bisnis bekerja menghasilkan uang untuk Kita. Nah sekarang kita lihat perbandingan biaya antara Pak X dan Pak Y.

man-orangeVERSUSman-blue
Pak-A Pak-B

Penjelasan Pak X

Pak X tidak memiliki pendapatan pasif, sehingga untuk menutup pengeluaran bulanannya Pak X memanfaatkan pendapatan dari gajinya.

Penjelasan Pak Y

Pak Y memiliki pendapatan pasif yang nilainya sama dengan pengeluaran bulanannya (Pendapatan pasif = pengeluaran bulanan).

Coba kita analisis singkat, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga pendapata gaji tiba-tiba menjadi 0, Siapa diantara pak X dan pak Y yang masih dapat hidup dengan memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan lifestyle? Yup tentu saja Pak Y yang memiliki pendapatan pasif sama dengan pengeluaran bulanannya.

 

Kesimpulan

Cara mempersiapkan dana darurat:

  1. Tentukan target jumlah dana darurat
  2. Persiapkan dana darurat
  3. Monitor jumlah dana darurat

 

 


Jangan lupa baca artikel Finansialku lainnya
.

finansialkuMengatur Keuangan Rumah Tangga: Mulai dari TabunganBaca
finansialkuMenabung Kok Menjadi Lebih Miskin?Baca
finansialkuBelajar Menabung untuk Masa DepanBaca
finansialkuMengatur Keuangan Keluarga: BOCOR HALUSBaca
finansialkuMengajarkan Anak untuk Mengelola KeuanganBaca