Berinvestasi emas bukan barang baru di Indonesia. Saat ada dana, orang Indonesia cenderung lari ke emas dibanding bentuk investasi lainnya. Apakah benar mayoritas masyarakat Indonesia suka berinvestasi emas? Mengapa demikian?

 

Summary

  • Survei yang dilakukan oleh Jakpat (2021) dan Inside ID (2018), menyebutkan bahwa emas merupakan primadona bentuk investasi yang paling diminati oleh masyarakat di Indonesia.
  • Alasan banyak orang memilih investasi emas cukup beragam, mulai dari ilmu yang turun temurun dari orang tua, risiko kerugian investasi yang lebih rendah, hingga likuiditasnya yang tinggi.

 

Mayoritas Orang Indonesia Berinvestasi Emas

Kalau Sobat Finansialku ada dana untuk berinvestasi, instrumen investasi apa yang langsung muncul dalam pikiran? Deposito? Reksa dana? Atau saham?

investasi mayoritas indonesia

Investasi Mayoritas Masyarakat Indonesia. Sumber: Katadata

 

Pada sebuah survei yang dilakukan oleh Jakpat pada bulan Februari 2021, menunjukkan bahwa mayoritas responden di Indonesia memilih investasi emas untuk portofolio investasinya.

Dalam survei yang mengambil responden di seluruh provinsi di Indonesia, 46% dari 1.207 responden menyatakan bahwa memiliki investasi emas.

Persentase tertinggi tersebut diikuti oleh jenis investasi lainnya, yaitu reksa dana (32%), deposito bank (30%), saham (22%), properti (18%), dan valuta asing (10%). Sementara masih ada 29% responden yang belum memiliki investasi.

Investasi emas memang bukan barang baru. Berdasarkan survei yang diadakan oleh Inside ID pada tahun 2018, emas juga merupakan primadona bentuk investasi yang paling diminati oleh responden di Indonesia.

Hampir sebagian besar masyarakat memiliki emas, baik dalam bentuk perhiasan, emas batangan, atau bahkan dalam bentuk emas digital yang ramai diminati belakangan ini.

Lalu, apa saja yang menjadi alasan mengapa banyak orang menyukai investasi emas? Terus baca artikel ini untuk menemukan jawabannya, ya.

[Baca Juga: Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi Emas Digital]

 

Alasan Investasi Emas

Kilau emas sudah dikenal sejak jaman dahulu di seluruh dunia. Mengutip Reuters, emas bahkan sudah ada sejak 4.500 SM dengan ditemukannya sisa-sisa peninggalan kuno.

Selama berabad-abad, masyarakat memilih emas karena selain nilainya tidak tergerus zaman dan daya tariknya tidak lekang oleh waktu.

Bahkan, pada saat kondisi ekonomi dan pasar sedang tidak baik, emas justru semakin berkilau dan banyak diminati sebagai investasi. Itulah beberapa alasan mengapa emas banyak diminati oleh masyarakat.

Selain itu ada beberapa alasan lain mengapa orang cenderung memilih emas sebagai investasi, berikut alasan lainnya:

 

Mengikuti Pengalaman Orangtua Dulu

Pengalaman dan pelajaran mengenai keuangan paling dini adalah didapat melalui didikan keluarga. Tidak terkecuali dalam hal investasi.

Zaman orangtua dulu, mungkin instrumen investasi belum sebanyak saat ini. Pengetahuan tentang menyimpan uang yang dimiliki untuk tujuan masa depan umumnya berkisar antara emas atau tanah.

Membeli perhiasan emas untuk dipakai sekaligus disimpan sebagai peninggalan bagi anak cucu kerap dilakukan oleh nenek maupun ibu kita. Saat terdesak pun, perhiasan tersebut bisa dengan mudah dijual sehingga bisa dianggap juga sebagai dana darurat.

[Baca Juga: Investasi Emas Sebagai Dana Darurat? Ini Caranya!]

Sebelum mengecek kenaikan nilai atau kaitannya dengan kondisi ekonomi, investasi emas kerap diminati oleh banyak orang karena mengikuti pengalaman yang dilakukan oleh orangtua sejak dulu.

Belum mengenal jenis investasi lain, namun memiliki dana lebih dan takut terpakai jika hanya menyimpan di tabungan menjadi alasan sederhana banyak orang yang membelanjakan uang tersebut menjadi emas guna disimpan dan dijadikan investasi.

Belum lagi keraguan dengan adanya berbagai berita terkait investasi, kurangnya pengetahuan dan pengalaman membuat pemilihan investasi pada emas menjadi keputusan yang simpel dan tergolong aman.

 

Relatif Aman Dalam Kondisi Kurang Baik

Apakah Sobat Finansialku familiar dengan istilah safe haven dalam investasi?

Istilah ini biasanya banyak muncul saat kondisi ekonomi sedang tidak baik, misalnya terjadi gejolak ekonomi dunia, kondisi perang, dan kondisi pandemi yang mengakibatkan terganggungnya stabilitas perekonomian.

Yap, safe haven bisa diartikan sebagai investasi yang diharapkan atau dapat meningkat nilainya saat pasar sedang bergejolak.

Saat kondisi pasar sedang tidak baik, investor cenderung memindahkan aset investasinya ke aset safe haven guna membatasi dari kerugian yang lebih besar dari penurunan pasar.

grafik harga emas

Grafik Harga Emas. Sumber: Logammulia

 

Seperti pada saat awal pandemi di tahun 2020 silam, jika melihat harga emas melalui halaman website logammulia.com bisa dilihat bahwa harga emas justru cenderung terus meningkat, hingga mencapai nilai tertingginya sepanjang sejarah yaitu melewati Rp 1 juta per gram pada bulan Agustus 2020.

Dari grafik harga tersebut bisa dikatakan bahwa minat masyarakat akan emas juga meningkat seiring kenaikan harga emas.

Saat itu, pasar saham bisa dikatakan terjun bebas dan banyak investor yang melarikan dananya ke emas atau aset safe haven lainnya untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat penurunan nilai pasar.

[Baca Juga: Mitos atau Fakta: Hindari Investasi Emas Di Gram Kecil]

 

Likuiditas Tinggi dan Mudah Diperjualbelikan

Alasan lain mengapa emas sering dijadikan investasi adalah sebagai sebuah aset, emas sangat mudah diperjualbelikan karena permintaannya yang selalu ada dan kemampuannya mempertahankan nilai dalam jangka panjang.

Di manapun, nilai emas sangat dihargai sehingga sangat mudah untuk mencairkannya menjadi uang tunai saat sedang mengalami krisis.

Bukan hanya terkait dengan keuangan pribadi, sebagian besar negara di dunia percaya bahwa dengan memiliki cadangan emas yang sangat besar bisa menjadi keuntungan untuk memerangi berbagai situasi, misalnya saat terjadi ketidakpastian finansial yang turun naik.

 

Kekurangan Investasi Emas

Setiap hal pasti memiliki sisi positif dan negatifnya, ada kelebihan ada pula kekurangannya. Demikian juga pada emas sebagai investasi.

Kilaunya memang tidak lekang dimakan zaman, namun ada juga kekurangan dari emas yang sebaiknya bisa kita pertimbangkan sehingga tahu risikonya sebelum mulai berinvestasi.

Lantas, apa saja kekurangan dari emas? Mari kita bahas dan bandingkan dengan jenis investasi lainnya.

 

Risiko Keamanan

Yang menjadi risiko terbesar dari berinvestasi dalam bentuk emas adalah risiko terkait keamanan, yaitu risiko kehilangan atau kecurian. Terutama emas dalam bentuk perhiasan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Biasanya terjadi karena perhiasan emas yang digunakan cukup banyak dan terlihat mencolok.

Bukan hanya itu, bagi investor yang menyimpan emas dalam bentuk batangan juga memiliki risiko kehilangan. Sehingga banyak investor yang menyewa safe deposit box untuk menyimpan emasnya.

Kalau Sobat Finansialku menggunakan emas untuk investasi tujuan keuangan jangka waktu pendek atau sebagai dana darurat, menyewa safe deposit box tentu memakan biaya ekstra.

Terlebih jika fasilitas tersebut hanya digunakan untuk menyimpan emas saja, dan tidak ada barang bernilai atau berkas berharga lainnya.

[Baca Juga: Emas Naik, Catat Dulu Tips Jual Emas Ini Agar Untung Maksimal!]

 

Jika keamanan menjadi perhatian khusus, maka kamu bisa mempertimbangkan untuk bentuk investasi lain, misalnya deposito.

Deposito adalah produk simpanan dari bank namun dalam penempatannya ada syarat jangka waktu dan suku bunga yang diberikan biasanya lebih besar dari bunga tabungan.

Memang masih ada risiko kehilangan atau pencurian terhadap bilyet deposito. Namun biasanya perlakuan bank terhadap pencairan deposito dengan bilyet fisik lebih ketat, karena memerlukan tanda tangan pemilik rekening.

Pada beberapa bank bahkan menetapkan dana hanya bisa dicairkan ke rekening dengan nama yang sama dengan pemilik deposito.

Bahkan saat ini, banyak bank yang menerapkan paperless dengan produk deposito yang penempatan serta pencairannya melalui layanan mobile banking. Sehingga, tidak perlu lagi menyimpan dokumen fisik bilyet depositonya.

 

Biaya Lain-Lain

Saat membuka tabungan emas, kamu perlu memperhatikan biaya apa saja yang akan dikenakan.

Biasanya, nasabah akan dikenakan biaya penitipan emas, yang berlaku untuk jangka waktu tertentu dan harus diperpanjang jika masa berlaku sudah habis. Perpanjangan biasanya dilakukan dengan cara memotong saldo yang ada dalam tabungan emas tersebut.

Demikian juga jika membeli emas dalam bentuk batangan. Pada saat kita menjual kembali maka akan dikenakan harga buyback serta dikenakan biaya tertentu bila tahun keluaran emas yang dimiliki cukup jauh dengan tahun kita menjual.

Pertimbangannya adalah konsumen biasanya lebih tertarik untuk membeli emas keluaran terbaru dibandingkan keluaran yang sudah lama. 

Itulah mengapa biasanya toko emas melakukan potongan dari harga jual karena mereka mempertimbangkan apakah emas tersebut masih laku tidaknya di pasaran.

[Baca Juga: Mengapa Harga Emas Naik dan Turun? Inilah Penyebabnya!]

 

Sebagai pembanding, kamu bisa melakukan diversifikasi aset investasi ke dalam bentuk reksa dana. Berbeda dengan emas yang harus dibanderol dengan nilai per gram, pada reksa dana bisa dilakukan dengan modal yang lebih kecil.

Kepemilikan reksa dana juga bukan dalam bentuk fisik, sehingga risiko kehilangan kecil.

Biaya yang dibebankan untuk reksa dana juga tergolong lebih ringan karena tidak perlu biaya penyimpanan dan biasanya dari manajer investasi sudah menyebutkan berapa biaya yang akan dibebankan untuk produk reksa dana.

Untuk mencairkannya pun relatif lebih mudah, karena sudah banyak yang bisa dilakukan lewat aplikasi sehingga praktis bisa dilakukan di mana saja.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai investasi reksa dana, yuk dengarkan audiobook berikut ini.

banner -mudah cara memilih reksa dana yang tepat

 

Investasi Jangka Panjang

Salah satu kelemahan dari investasi emas adalah harganya yang cenderung lambat. Harga emas mengalami peningkatan dengan cepat saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Ketika terjadi kondisi inflasi, bisa mengakibatkan harga emas melambung tinggi. Namun sebaliknya, saat kondisi ekonomi kembali stabil, masyarakat akan membelanjakan uang sewajarnya dan kembali berinvestasi pasar investasi.

Saat tersebut harga emas akan cenderung terkoreksi. Karena itu, investasi emas tidak cocok jika digunakan untuk mencari keuntungan jangka pendek.

Kecenderungan harga emas naik memakan waktu yang lama. Maka, untuk mendapatkan selisih dari harga beli dan harga jual emas yang tinggi tidak langsung bisa didapatkan dalam waktu singkat.

grafik harga emas 2015

Grafik Kenaikan Harga Emas. Sumber: Logammulia

 

Kembali melihat grafik dari logammulia.com, pada November 2016 harga emas dibanderol sekitar Rp 470.750 per gram. Pada 1 November 2021, harga bekisar pada angka Rp 824.751. Sehingga jika dihitung, terdapat kenaikan sekitar 75% selama 5 tahun atau 15% per tahun.

Bagaimana jika kita bandingkan dengan jika kita menempatkan aset investasi jangka panjang ke dalam bentuk saham, semisal saham PT Aneka Tambang (ANTM).

saham antm

Saham ANTM. Sumber: Yahoofinance

 

Berdasarkan data grafik harga dari halaman yahoo finance, didapatkan harga saham PT Aneka Tambang (ANTM) pada November 2016 adalah berkisar Rp 900 per lembar saham dan pada 1 November 2021 dibuka dengan harga Rp 2.360 per lembar saham.

Kenaikan harga saham ANTM dalam kurun 5 tahun jika dihitung mencapai 162% atau sekitar 32% per tahun. Ini bisa menjadi perbandingan jika kita menggunakan saham sebagai alat investasi untuk tujuan keuangan jangka panjang.

Jika memang tujuanmu adalah buy and keep, maka saham bisa menjadi pertimbangan untuk diversifikasi produk investasi jangka panjang. Namun tetap ingat, pilih saham jangan asal pilih, bekali diri dengan pengetahuan untuk melakukan analisis sebelum membeli.

Serta selalu lakukan reviu secara berkala terhadap performance investasi yang dimiliki. Jangan sampai niatnya mencari untung, malah buntung karena tidak melakukan pemantauan dan analisis yang baik.

Nah, untuk membekali dirimu dengan ilmu-ilmu dunia saham, kamu bisa gabung Grup Komunitas Belajar Saham Finansialku yang dipandu oleh Rivan Kurniawan sebagai pakar Value Investing dan CEO Finansialku Melvin Mumpuni.

Komunitas ini dilengkapi dengan webinar aktif setiap bulannya, jadi kamu bisa diskusi dan sharing terkait saham.

Gabung Sekarang! Komunitas BELAJAR SAHAM Finansialku

komunitas saham

SAYA MAU JOIN

 

Diversifikasi Aset Selain Emas

Tidak ada yang salah dengan berinvestasi dalam bentuk emas, terlebih setelah mengetahui keuntungan yang bisa kamu dapatkan melalui investasi emas. Selain kelebihan yang dimiliki, ada baiknya juga memperhatikan kekurangan serta risikonya.

Bagi Sobat Finansialku yang baru mulai investasi dan saat ini hanya memiliki emas sebagai aset investasi, ada baiknya bisa menambah pengetahuan terkait produk investasi lainnya sebagai diversifikasi aset.

Diversifikasi aset investasi diperlukan agar risiko terkait investasi kita bisa diminimalkan. Seperti pepatah lama, “Don’t put your eggs in one basket”. Dalam berinvestasi pun, sebaiknya kita tidak menaruh seluruh aset pada satu instrumen saja.

Sehingga jika terjadi sesuatu, misalnya kondisi pasar sedang tidak bagus, maka risiko yang ada bisa terbagi ke instrumen investasi lainnya. Dengan begitu, kamu bisa melakukan investasi dengan aman dan tujuan keuangan yang dibuat bisa segera tercapai.

 

Ayo, jangan ragu dalam memulai berinvestasi dan jangan ragu juga bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga agar mereka mendapatkan pengetahuan yang sama. Temukan juga artikel lainnya terkait investasi pada website finansialku.com.

Jika kamu punya pertanyaan atau komentar, silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

 

Editor: Ratna SH

Sumber Referensi:

  • Intan Nirmala Sari. 23 Juni 2021. Investasi Emas Syariah Bisa Dicicil, Begini Caranya. Katadata.co.id – https://bit.ly/3kh4Vga
  • Ropesta Sitorus. 9 Februari 2018. Orang Indonesia Lebih Suka Investasi Emas Ketimbang Saham. Finansial.bisnis.com – https://bit.ly/3ETCsET
  • Abdul Malik. 3 Agustus 2021. Ini Penyebab Emas Dianggap Sebagai Aset Safe Haven. Bareksa.com – https://bit.ly/3ovrnEZ
  • Wida Kurniasih. Keuntungan dan Kerugian Investasi Emas. Gramedia.com – https://bit.ly/3CYJkjA