Investment Outlook 11-15 Juli 2022: Market berpotensi melanjutkan penguatan terbatas, dengan sentimen berkurangnya kekhawatiran investor terhadap inflasi.

Meski ada bayang-bayang ancaman resesi dan sentimen lainnya dari pergerakan harga komoditas.

Yuk, simak review dan prediksi IHSG serta rekomendasi saham berikut ini.

 

IHSG Review: Seberapa Rendah Penurunan IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (8/7) menguat +1,32% ke level 6.740,219.

Total volume (shares) sebanyak RP 18,715 miliar dan total value Rp 10,829 triliun.

Nilai transaksi ini mengalami penurunan -10,39% dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp 12,17 triliun, dengan Market Cap Rp 8.877,784 triliun.

Adapun sektor yang menjadi katalis positif antara lain, teknologi yang menguat +2,99%, barang baku +2,69%, finansial +1,66%

IHSG pada akhir pekan lalu menandakan bahwa nilai transaksi masih tipis.

Sehingga IHSG diperkirakan kembali mengalami pergerakan variatif, yang tetap dalam kecenderungan menguat.

Selama sepekan perdagangan, BEI menerima empat perusahaan yang melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), antara lain:

  • PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID)
  • PT Cerestar Indonesia Tbk. (TRGU)
  • PT Chemstar Indonesia Tbk. (CHEM)
  • PT Arkoya Hydro Tbk. (ARKO).

Sehingga per 8 Juli 2022, terdapat 25 emiten baru yang mencatatkan saham di 2022.

 

[Baca IHSG Hari Ini]

 

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin (4-8 Juli 2022)

Investment Outlook Kinerja IHSG

Sumber: IDX

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan seminggu kemarin (4-8 Juli) ditutup menguat pada Jumat (8/7) sebesar 87.632 poin atau 1,32%.

Penguatan tipis IHSG ini diikuti oleh indeks LQ45 yang menguat 1,00 % dan indeks IDX30 yang menguat tipis 0,29%. Sementara 10 sektor pembentuk IHSG semuanya hijau.

Data per Minggu (10/7) Covid-19 dengan jumlah kasus sembuh yang lebih sedikit sebanyak 1.890.

Daily positivity rate tercatat sebesar 8,5%, overall positive rate: 9,11%; infection rate: 0,3%, recovery rate: 97,1% dan kasus aktif: 20.535.

[Baca Juga: Emiten Peternakan Ayam Siap IPO, DEWI Worth to Buy?]

 

Investor Asing

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Selama seminggu kemarin aliran dana asing masih terjadi capital outflow (keluar) dengan total dana asing keluar sebesar Rp 2,66 triliun.

Dengan rincian net foreign buy total sebesar Rp 4,20 miliar.  

Sementara di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 47,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar Rp 71,9 miliar.

Adapun top leading movers adalah BBRI, GOTO, dan BEBS. Sedangkan BYAN, TLKM, dan UNVR menjadi top lagging movers.

 

3 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar dalam Mingguan (Dibeli Asing)

Investment Outlook Net Buy Asing

Sumber Data: RTI Business

 

Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler tercatat oleh saham BBRI (Rp 101,7 miliar), AMRT (Rp 64,8 miliar), dan TLKM (Rp 34,2 miliar).

 

3 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

Investment Outlook Net Sell Asing

Sumber Data: RTI Business

 

Sedangkan untuk net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh saham BBCA (Rp 93 miliar), PNLF (Rp 45,7 miliar), dan GOTO (Rp 44,8 miliar).

 

Investment Outlook IHSG Minggu Ini: 11- 15 Juli 2022

Adanya candle marobozu pada penutupan IHSG di hari Jumat (8/7), IHSG cenderung akan menguat dengan resisten di area 6.733-6.840.

Selain itu, juga terkonfirmasi dengan adanya volume perdagangan yang naik. Sehingga kita lihat saja apakah akan tembus atau tertahan pada minggu ini.

Investment Outlook IHSG

 

Ingat! segala bentuk keputusan pembelian produk investasi harus disertai dengan analisa yang memadai.

Harapannya, Sobat Finansialku terlebih dahulu mempelajari dan menganalisa secara komprehensif baik kualitatif maupun kuantitatif agar psikologi kita tidak terganggu dengan naik turunnya saham yang kita miliki.

Ketika IHSG semakin diskon, seharusnya kita justru berbahagia dan ketika mengalami kenaikan pun tidak perlu terlalu berpesta pora.

Sebagai referensi untuk meningkatkan literasi seputar investasi saham, Sobat Finansialku bisa baca ebook gratis dari Finansialku berikut ini:

Ebook GRATIS, Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham

Banner Iklan Ebook Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham - HP
Banner Iklan Ebook Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham - PC

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Domestik:

Kalendar ekonomi Indonesia minggu ini:

Investment Outlook Kalendar Domestik

Sumber: Investing.com

 

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia per Juni 2022 berada di level ekspansi yaitu 50,2. Sedikit menurun dari bulan sebelumnya yakni 50,8.

Peningkatan aktivitas produksi masih terbayangi oleh kenaikan harga bahan baku, yang berpengaruh pada kenaikan harga barang.

Kendala rantai pasok global akibat kondisi geopolitik masih menghambat laju ekspansi manufaktur Indonesia.

Menurut estimasi beberapa analis dan ekonom dalam negeri, peningkatan harga pangan akan mempengaruhi kenaikan inflasi pada Juli 2022, yang berada pada kisaran 4,4% yoy hingga 4,5% yoy

 

Data Global:

Kalendar ekonomi global minggu ini:

Investment Outlook Kalendar Global

Sumber: Investing.com

 

Rabu, 13 Juli 2022 data ekonomi utama inflasi CPI AS dengan estimasi +8,8% yoy dan +1,1% MoM.

Pertumbuhan pekerjaan di Amerika Serikat pada bulan Juni 2022 bergerak lebih cepat dari perkiraan.

Hal ini menunjukkan bahwa pilar utama ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap kuat meskipun ada kantong-kantong kelemahan.

Pasar bereaksi terhadap data nonfarm payroll AS di bulan Juni, yang tercatat berada di angka 372.000, jauh diatas ekspektasi (250.000).

Tingkat pengangguran adalah 3,6%, tidak berubah dari Mei 2022 dan sesuai dengan perkiraan.

Data menunjukkan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat, dengan perkembangan yang positif.

Namun sejumlah investor masih khawatir bahwa data ini akan membuat The Fed makin agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk melawan inflasi.

Bank-bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi, memicu kekhawatiran bahwa kenaikan biaya pinjaman dapat menghambat pertumbuhan.

Sementara pengujian massal Covid-19 di Shanghai minggu ini, menyebabkan kekhawatiran tentang potensi penguncian yang juga dapat menekan permintaan minyak.

Inflasi, suku bunga dan ancaman resesi masih akan mempengaruhi laju pergerakan Bursa Global dan IHSG.

 

Data Komoditas:

Investment Outlook Komoditas 1

Investment Outlook Komoditas 2

Investment Outlook Komoditas 3

Sumber: Tradingeconomics.com

 

Pada minggu lalu, pasar komoditas terpantau bergerak menguat pada minyak WTI menguat +2,01% ke level USD 104.8/bbl, Brent menguat +2,39% ke level USD 107,15/bbl.

Harga batu bara menguat +0,42% ke level USD 413.75/ton, nikel menguat +0,99% ke level USD 21,747, dan CPO menguat +0,19% ke level MYR 4,137.

Harga emas terpantau menguat ke level USD 1,740/toz.

 

Kesimpulan dan Rekomendasi

Minggu lalu, para investor kami harapkan untuk melakukan wait and see terlebih dahulu dan fokus pada saham-saham core stock yang sudah ada dalam portofolio.

Sembari melihati seberapa rendah penurunan IHSG cenderung akan menguat dengan resisten IHSG ada di area angka 6.733-6.840 dan terkonfirmasi dengan adanya volume perdagangan yang naik.

Sobat Finansialku jangan khawatir mengenai koreksi ini, mengingat adanya koreksi itu wajar dan seharusnya menjadi kabar membahagiakan. Terlebih jika sudah mempelajari saham yang Anda beli.

PER IHSG sendiri secara overall market sudah undervalued berkisar pada 13,7 secara historis PER IHSG overall pada angka 15-17.

Walaupun jika kita melihat saham penggerak justru saat ini sudah overvalued, seperti di LQ45. 

Maka dari itu, jika adanya koreksi saat ini masih dalam ambang wajar, agar harga lebih selaras dengan indeks pengerak dan overall IHSG.

Saat ini beberapa saham pilihan akan fokus pada saham value stock yang masih terdiskon.

Saham komoditas dan energi pun termasuk dalam pantauan, seperti ADRO, PTBA, PGAS dan AKRA.

Akan sangat menarik melihat kenaikan tren harga komoditas acuan yang positif dan tren saham energi yang sideways ini. 

Sehingga cukup bagus untuk antri di support kuatnya.

Laporan keuangan Q2 pun akan keluar di bulan ini, tentu saja enarik untuk kita cermati saham apa yang masih kuat imbas inflasi tinggi.

Untuk mengetahui selengkapnya mengenai investasi apa yang cocok untuk Anda saat ini, Sobat Finansialku bisa ngobrol dengan perencana keuangan Finansialku.

Karena setiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda dan tujuan keuangan yang berbeda.

Pastikan kita melakukan Financial Check Up sebelum memulai investasi.

Banner Iklan FCU - HP
Banner Iklan FCU - PC

 

Jika ingin diskusi lebih lanjut bersama perencana keuangan Finansialku, caranya klik banner berikut untuk langsung terhubung dengan admin WhatsApp dan buat janji, ya!

Banner Konsultasi WA - HP

 

Disclaimer ON: Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman, segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)!

 

Itulah analisa atas outlook pasar sebagai referensi. Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini? Silakan tulis di kolom komentar di bawah, ya!

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada rekan-rekan investor lainnya. Terima kasih.


Editor: Ismyuli Tri Retno