Karyawan dan pemilik usaha, keduanya adalah pekerjaan yang sering banget dibanding-bandingin. Enakan mana, sih?

Ketahui penjelasan selanjutnya di artikel Finansialku di bawah ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Karyawan dan Pemilik Usaha, Enakan Mana?

Setiap nonton atau dengar motivasi dari orang sukses, kita, yang karyawan, biasanya jadi ngiler untuk resign dan merintis bisnisnya sendiri, berharap bisa jadi pengusaha sukses, bawa mobil sport paling mahal, dan bolak balik kasih motivasi dari satu seminar ke seminar lain.

Padahal, di balik kesuksesan yang dipamerkan ke peserta seminar, ada air mata dan kegagalan yang tidak disebar-sebarkan pada orang lain.

Selain itu, jadi pebisnis juga berarti kita harus siap untuk mengorbankan waktu yang tidak sedikit. Kerja bukan cuma delapan jam, tapi dua puluh empat jam.

Jadi karyawan juga enggak semudah yang kita pikir. Harus menukar waktu, energi, pikiran, dan kemampuan kita untuk perusahaan selama delapan jam.

Itu belum termasuk waktu lembur, hari-hari menyedihkan ketika harus dimarahi atasan, atau ketika pekerjaan kita ditolak mentah-mentah di depan banyak orang.

Ini juga yang jadi trigger buat para karyawan untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri, agar nggak diinjak-injak lagi oleh orang lain.

Keadaan seperti ini mungkin yang jadi awal mula istilah ‘Rumput tetangga, tampak lebih hijau dari pada rumput di rumah sendiri.’

Padahal sebenarnya, semua profesi, punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bagaimana Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Penghasilan Pasif = Penghasilan yang Bisa Didapatkan Walau Rebahan?]

 

Dari pada sibuk membanding-bandingkan diri kita dengan diri orang lain, dan ingin mendapatkan apa yang kita tidak miliki, bukanlah lebih baik kalau kita mengakselerasi apa yang kita miliki dan bekerja dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk apa pun yang sedang kita kerjakan saat ini, dan berusaha untuk menambah penghasilan kita sekarang.

Nah, ada dua cara umum untuk kita bisa menambah penghasilan kita, yaitu secara vertikal dan horizontal, di mana:

  • Menambah Penghasilan Secara Vertikal, artinya kita bisa menambah penghasilan dengan meningkatkan nilai atau ‘harga’ diri kita dengan memberikan manfaat yang lebih kepada perusahaan.
  • Menambah Penghasilan Secara Horizontal, artinya kita bisa menambah penghasilan di luar penghasilan utama, seperti menambah pekerjaan atau aktivitas baru.

 

Bagaimana caranya menambah penghasilan secara vertikal?

Melvin Mumpuni, perencana keuangan sekaligus founder dan CEO dari Finansialku memberikan contoh kasus, seorang karyawan swasta bernama Andre.

Untuk lebih tahu jelasnya, Sobat Finansialku bisa menonton online course berjudul Income Breakthrough secara GRATIS dari Finansialku di course.finansialku.com.

Di sana, Sobat Finansialku bisa mengetahui bagaimana caranya menambah penghasilan, bagaimana caranya mengubah pola pikir, sampai mencapai tujuan kita dalam bekerja, sehingga menemukan cara memaksimalkan apa yang kita punya sekarang, tanpa ada rasa iri, dan kurang.

Yuk, mari tonton dan ubah pola pikir kita bersama-sama!

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai karyawan dan pemilik usaha yang kadang dijadikan kambing hitam? Yuk, bagikan ceritanya di kolom komentar!

Kalau informasi ini bermanfaat, Sobat Finansialku bisa membagikan pada orang tersayang lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an