Penghasilan pasif adalah penghasilan yang bisa didapatkan walaupun rebahan. Mau? Begini caranya!

Cari tahu caranya di artikel Finansialku di bawah ini, yuk!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Penghasilan Pasif = Penghasilan yang Bisa Didapatkan Walaupun Cuma Rebahan?

Beberapa waktu lalu, kita pernah membahas tentang penghasilan aktif dan penghasilan investasi. Apakah Sobat Finansialku masih ingat?

Nah, sekarang, mari kita bahas jenis penghasilan lainnya, lainnya yaitu penghasilan pasif.

Penghasilan pasif ini, sederhananya adalah pemasukan yang kita dapatkan dari aset yang dijual atau disewakan dan menghasilkan uang tanpa harus susah payah bekerja.

Apa perbedaan penghasilan aktif dan pasif?

8 Passive Income Online To Get Your Financial Freedom 02

[Baca Juga: Bisakah Penghasilan Aktif Jadi Penghasilan Investasi dan Pasif?]

 

Ibaratnya, ketika kita harus menangkap kupu-kupu, maka ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengejarnya sampai dapat, atau membangun taman, dan membiarkan kupu-kupu itu datang sendiri.

Nah, begitu juga dengan penghasilan aktif, yang mana kita harus terus bekerja agar bisa mendapatkan penghasilan.

Sementara penghasilan pasif, kita membangun pondasinya, untuk kemudian disewakan atau dipasarkan, dan kita mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja secara rutin.

Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam penghasilan pasif ini?

  • Royalti (buku, musik, desain, dan kerja sama lainnya yang menggunakan nama atau merek buatan kita)
  • Menyewakan aset, seperti properti, kendaraan, alat elektronik, barang mewah, dan lain sebagainya
  • Penghasilan dari waralaba.

 

Dengan begitu, penghasilan pasif ini bisa kita artikan sebagai penghasilan yang kita dapatkan di luar penghasilan investasi dan penghasilan aktif, yang berasal dari aset (baik tampak maupun tidak tampak).

Penghasilan pasif atau passive income ini punya beberapa ‘kelemahan’, di antaranya adalah:

  • Membutuhkan modal besar, baik dari segi keuangan maupun pengetahuan serta waktu.
  • Memiliki potensi aset menjadi tidak produktif karena tren dan pola bisnis yang dinamis.

 

Sementara ‘kelebihan’nya adalah:

  • Jika aset sudah berhasil dijalankan, pemilik bisa lepas tangan, dan tetap mendapatkan keuntungan.
  • Pajak tidak terlalu tinggi, bahkan lebih rendah dari pada penghasilan aktif.

 

Ada dua cara dan strategi yang bisa kita coba dalam meningkatkan penghasilan pasif ini. Untuk selengkapnya, Sobat Finansialku bisa menonton penjelasan dari Melvin Mumpuni, perencana keuangan sekaligus CEO dan founder dari Finansialku di video online course berjudul Income Breakthrough secara GRATIS dari Finansialku yang bisa diakses di course.finansialku.com sekarang!

 

Itu dia informasi bagaimana cara menambah income atau pemasukan yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan. Apakah Sobat Finansialku punya pertanyaan terkait informasi tersebut? Yuk, sampaikan di kolom komentar, biar kami bantu jawab!

Kalau informasi ini dirasa bermanfaat, Sobat Finansialku bisa membagikannya lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini, lho! Terima kasih.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an