Kementerian Keuangan telah menetapkan jadwal SBN Ritel 2020. Pemerintah menurunkan penerbitan SBN Ritel menjadi 6 kali sepanjang tahun ini.

Kali ini Finansialku akan membahasnya di artikel di bawah ini. Agar lebih jelas mari simak penjelasannya. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Jadwal SBN Ritel 2020

Tahun ini, pemerintah memutuskan untuk menerbitkan obligasi ritel sebanyak enam kali, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 10 kali. 

Meski frekuensi penerbitan berkurang, pemerintah tetap menerbitkan keempat jenis SBN Ritel yaitu Saving Bond Ritel (SBR), Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), dan Sukuk Tabungan (ST). 

Front-loading merupakan strategi pembiayaan dengan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar di awal tahun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman mengatakan, sejauh ini pihaknya masih akan menghitung terlebih dahulu seluruh kebutuhan pembiayaan terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020.

Penerbitan SBN Ritel terbagi masing-masing tiga kali pada paruh pertama dan paruh kedua di tahun ini. Penerbitan SBN Ritel pertama bakal digelar pada bulan Januari dengan seri SBR009.

Pemerintah Terbitkan 6 Kali, Ini Jadwal SBN Ritel 2020 02

[Baca Juga: Mau Beli Laptop? Pahami Dulu Investasi Sukuk Untuk Mahasiswa]

 

Berikut jadwal penerbitan SBN Ritel tahun 2020: 

  • Senin, 27 Januari 2020: SBR009
  • Senin, 24 Februari 2020: SR012
  • Selasa, 23 Juni 2020: SBR010
  • Jumat, 28 Agustus 2020: ST007
  • Kamis, 1 Oktober 2020: ORI017
  • Senin, 26 Oktober 2020: ST008

 

Pada tahun lalu, pemerintah merilis SBN ritel hampir setiap bulan. Pada 2020, SBN ritel akan terbit pada Januari, Februari dan Juni untuk paruh pertama 2020.

Lalu, sisanya akan terbit pada Agustus dan dua instrumen sekaligus pada Oktober.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan telah merilis informasi tersebut melalui akun Instagram resminya.

Seri-seri yang bakal dirilis, yakni Surat Berharga Ritel (SBR) seri SBR009 dan SBR010, Sukuk Ritel (SR) seri SR012, Sukuk Tabungan (ST) seri ST007 dan ST008, serta Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017.

Sebelumnya, Luky mengatakan frekuensi penerbitan SBN ritel akan dikurangi dari 10 kali menjadi 6-8 kali.

Masalah waktu penerbitan menjadi salah satu penerbitan utama sehingga diharapkan agar pemangkasan frekuensi penawaran bisa mendorong optimasi penggalangan dana.

Kendati demikian, dari aspek lain yakni pengurangan batas pembelian masih dikaji dan keputusan tentang penerbitan SBN ritel pada 2020 akan diumumkan pada Januari.

“Ketika [frekuensi penerbitannya] sebulan sekali itu orang belum siap. Kami melihat trennya itu kan kayak gini: menjelang puasa enggak banyak [pemesanan SBN ritel] karena [dananya] untuk konsumsi. Setelah liburan sekolah, konsumsi justru lebih besar. [Jadi penerbitan SBN ritel tahun depan] enam sampai delapan kali, enggak 10 kali.”

 

Berdasarkan catatan Bisnis, instrumen SBN ritel yang akan jatuh tempo tahun depan senilai Rp23,01 triliun. Perinciannya, instrumen SR009 dengan nilai Rp14,04 triliun yang jatuh tempo pada 10 Maret 2020.

Lalu, instrumen ORI014 dengan nilai Rp8,97 triliun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2020. Angka ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan nilai SBN ritel jatuh tempo pada 2019 yang mencapai Rp51 triliun.

Luky mengatakan, pemerintah masih dapat menambah penerbitan SBN ritel di tahun ini di luar jadwal yang sudah ditetapkan.

“Pokoknya kisaran (penerbitan) enam sampai delapan kali. Masih fleksibel karena setiap kuartal nanti kita evaluasi,” jelas Luky, Selasa (7/1). 

 

Sebelumnya, Luky memang telah menyatakan penerbitan SBN Ritel tahun ini akan lebih sedikit. Pengurangan frekuensi penerbitan SBN Ritel sejalan dengan evaluasi terhadap realisasi SBN Ritel di 2019 lalu, serta mempertimbangkan likuiditas investor dan potensi pasar.

Luky juga mengatakan, penerbitan SBN Ritel tahun ini berkisar Rp40 triliun sampai Rp60 triliun, juga lebih kecil dari target yang dipatok pada tahun 2019 yaitu Rp60 triliun sampai Rp80 triliun.

Sebab, pemerintah hanya mampu mengumpulkan Rp49,89 triliun dari penerbitan SBN Ritel sepanjang tahun lalu. 

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Kontan. 7 Januari 2020. Pemerintah Akan Terbitkan SBN Ritel Enam Kali Tahun Ini, Simak Jadwalnya. Kontan.co.id – https://bit.ly/36wSGD8
  • Duwi Setiya Ariyanti. 7 Januari 2020. Catat Jadwal Penawaran SBN Ritel 2020. Bisnis.com – https://bit.ly/2T0HR8g

 

Sumber Gambar:

  • Jadwal SBN Ritel 2020 01 – http://bit.ly/37JSz7r
  • Jadwal SBN Ritel 2020 02 – http://bit.ly/2FusAF4