Menurut kamu, sosok Kartini Masa Kini itu seperti apa sih? Yuk simak dalam podcast Finansialku satu ini!

Selamat membaca…

 

Implementasi Hari Kartini

Pada tanggal 21 April, kita memperingati yang namanya Hari Ibu Kartini. Sosok Kartini adalah sosok yang Tangguh dalam memperjuangkan persamaan derajat antara pria dan wanita.

Zaman sudah maju dan sekarang sudah lebih modern, harusnya wanita sekarang ini seperti apa?

“Apakah wanita sekarang lebih Tangguh dari pada wanita yang sebelumnya? Atau seperti apa?”

 

Di episode yang spesial ini, saya akan interview seorang perencana keuangan di Finansialku, beliau juga seorang sosok Ibu dan kawan yang tangguh.

Siapa dia? Yuk ikuti ceritanya.

 

Sebelum bahas lebih detail, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN

 

Salah satu curhatan kali ini datang dari teman kita RY di Karawang, dia mengatakan,

“Halo Ko… sekarang ini saya bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan. Sekarang ini management memutuskan stafnya untuk unpaid leave (seseorang yang cuti tapi tidak diberi gaji atau tidak dikasih income). Gaji saya sebenarnya sudah 2 digit, tapi cicilannya sangat besar dan harus membantu orang tua. Saya bergantung dengan pemasukan bulanan saya, sebaiknya apa yang harus saya lakukan ya ko? Tolong dijawab”.

 

Jawaban Melvin,

#LetMeShareMyView

Mas RY, saya tau sekarang ini kondisinya cukup menantang karena sebagian besar perusahaan akan berhemat dan menjaga cashflow mereka, mereka berharap jangan sampai ada pengeluaran yang terlalu besar.

Sekarang ini apa yang harus dilakukan karyawan jika unpaid leave?

Saya mencoba menjawab, dari sudut pandang seorang karyawan yang bersifat kooperatif atau win-win solution.

 

Pertama, dari pada berprasangka buruk sebaiknya kamu meminta konfirmasi terkait unpaid leave, apakah program ini cuma berapa hari saja, atau ada potensi unpaid leave dalam satuan bulanan, satu bulan atau dua bulan, itu yang pertama!

Yang kedua, sebisa mungkin kencangkan pengeluaran kamu, artinya pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya konsumtif, pengeluaran rumah tangga yang sifatnya konsumtif, kamu tahan dulu.

Yang ketiga, dalam kasusnya Kak RY, jika memang pemasukan kamu benar-benar terdampak dengan covid-19, maka ajukan relaksasi kredit.

Saya tahu relaksasi kredit ini bukan artinya kamu tidak bayar, tetapi kamu menunggak pembayaran. Kamu bisa menggunakan itu untuk memperbaiki cashflow kamu sementara ini.

Yang keempat adalah jika memungkinkan, kamu tambah pemasukan kamu. Misal dengan bantu bos atau perusahaan kamu supaya bisa mendapatkan order atau costumer.

Dan yang kelima coba produktif, cari kesempatan-kesempatan yang menambah penghasilan.

Sekarang ini ada banyak kesempatan seperti peluang menjadi freelance atau jualan produk online dan lain sebagainya. Coba deh kamu cek di internet, pasti banyak banget.

 

Oke, semoga penjelasan saya dapat bermanfaat dan membantu.

Buat sobat Finansialku, jika kalian mengalami kegalauan mengenai keuangan, investasi, asuransi atau apapun itu, langsung aja curhat ke podcastnya Finansialku.

Caranya gampang banget!!! Download aja Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau App Store, trus langsung saja ke menu konsultasi keuangan, dan jangan lupa hashtag #curhatkeuangan.

Jangan lupa gunakan kode voucher berikut ini untuk mendapatkan potongan harga Rp 50 ribu langsung saat berlangganan premium khusus untuk para kartini masa kini yang independen! Yuk klik banner dibawah ini!

Banner - Kartini - 2021

 

Sosok Perempuan Independen

Tamu spesial kita yang akan membahas mengenai Kartini Masa Kini ialah Rista Zwestika, CFP, yang juga salah satu Financial Planner di Finansialku, yang lebih banyak membantu klien-klien yang berstatus sebagai Ibu rumah tangga.

 

Kira-kira Kartini di masa kini itu menurutnya seperti apa ya?

Jawaban Rista,

Kartini zaman sekarang tidak lepas dari perjuangan Kartini zaman dahulu.

Hanya saja ada dua perbedaan, dimana Kartini zaman sekarang sudah sangat mandiri (life independently).

Sedangkan kalau balik lagi ke zaman dahulu, semua Kartini zaman dahulu sepenuhnya bergantung pada keputusan suami.

Misalnya mau keluar rumah harus dari keputusan suami, pola pengasuhan anak semuanya kebanyakan diatur oleh suami, bahkan perencanaan keuangan zaman dahulu pun istri tidak bisa apa-apa karena suami adalah nomor pertama.

Nah itulah kalau kita ngomongin tentang Kartini zaman dahulu.

Sedangkan Kartini masa kini atau Kartini yang sekarang, merupakan perjuangan Kartini-kartini zaman dulu.

Kartini zaman dulu tidak berani berbicara, tidak berani mengapresiasikan dirinya sendiri, hanya diam.

Kita bersyukur bahwa Kartini sekarang lebih bisa mandiri, lebih bisa mengapresiasikan dirinya, bahkan saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan antara pria dan wanita, karena semuanya sejajar.

 

Lalu menurut Rista, seorang perempuan yang bekerja itu merupakan sebuah kewajiban atau biasa saja ya?

Jawaban Rista,

Wanita bekerja semuanya balik lagi pada faktor kebutuhan di keluarga tersebut, karena semakin betambahnya tahun, biaya kehidupan semakin bertambah.

Jadi kalau para Kartini zaman sekarang bekerja, otomatis mereka juga sudah memperhitungkan plan A dan plan B.

Tapi kalau secara general, Kartini itu boleh gak sih bekerja saat ini? Kalau saya secara pribadi, karena saya juga seorang yang independen, saya juga bekerja, ya sah-sah saja.

Tergantung keputusan antara suami istri, bagi yang sudah menikah, dan bagi yang belum menikah, tergantung dari tujuan hidupnya mau ke mana kedepannya.

 

Sebagai wanita karir, gimana dengan ngurus anak dan keluarga?

Sebelum memutuskan untuk kembali bekerja, itu bukan sebuah keputusan yang dianggap remeh, ada pembicaraan terlebih dahulu dengan suami,

“Boleh gak sih aku kerja lagi? Alasannya seperti ini… anak sudah mau kuliah dan si kecil juga sudah harus dipikirkan biaya pendidikannya yang sekarang ini sudah begitu mahalnya”.

 

Jadi pada saat kita sedang berbicara dengan pasangan dan memutuskan untuk kembali bekerja, kita juga harus memberikan fakta-fakta yang relevan, yang bisa diterima dengan akal sehat.

Toh kita juga bekerja untuk keluarga, bukan untuk main-main.

 

Apakah Rista pernah diprotes sama anak atau diprotes sama suami karena terlalu sibuk bekerja?

Rista mengatakan bahwa itu sudah pasti!

Sudah pasti di satu sisi yang namanya seorang istri memutuskan untuk bekerja dan kemudian pekerjaannya menuntut waktunya lebih banyak untuk pekerjaan dari pada keluarga.

Bukan hanya Rista, tetapi semua para ibu, para perempuan yang bekerja pasti di satu titik ada yang namanya protes, baik dari suami maupun dari putra-putri.

Tetapi kembali lagi, jika dari awalnya telah ada kesepakatan, maka saling memberi pengertian bahwa ini bukan sebuah keputusan yang mudah untuk bekerja.

Jadi saya rasa semuanya ada di bagian komunikasi, bagaimana kita mengomunikasikan hal tersebut.

Rista sendiri pernah diminta untuk berhenti bekerja oleh anak-anaknya, seperti suatu waktu anaknya pernah mengatakan “Kerja terus ya Ma… aku juga pengen main” atau “Ma aku tuh gak pernah deh diajak sama mama, gak seperti teman-teman aku”.

Untuk mengatasinya, Rista mengomunikasikan alasan ia bekerja kepada anak-anaknya dan mencoba mengatur waktu yang tepat untuk bermain bersama.

Bagi dia, harus ada kesempatan untuk keluarga, sehingga alasan apa pun itu maka harus selalu dikomunikasikan sehingga anak, suami dan keluarga menerimanya.

 

Bagaimana caranya menyikapi cowok atau suami yang merasa tersaingi kalau income istri lebih gede dari suami?

Memang secara kodrat lelaki lebih tinggi derajatnya dari perempuan. Tetapi sekarang kita tidak lagi berbicara soal derajat tinggi rendah, karena semuanya akan lebih mudah dikomunikasikan kalau kita itu sejajar.

Bila pendapatan perempuan lebih besar dari laki-laki, memang di satu sisi akan ada ego yang muncul.

Di satu sisi perempuan mungkin menganggapnya tidak masalah, tetapi di sisi laki ia akan beranggapan “oh udah mulai banyak tingkah nih, mentang-mentang incomenya lebih besar dari aku”.

Jadi, banyak pikiran-pikiran negatif yang sebenarnya itu tidak ada, dan hanya berupa prasangka-prasangka saja.

Bila asumsi-asumsi yang dimiliki oleh laki-laki ini tidak dikomunikasikan, lambat laun bisa menimbulkan keributan.

Buat perempuan, sehebat-hebatnya kita dengan jabatan, sehebatnya kita dengan memiliki income yang besar, bagaimanapun juga tetap harus menghormati suami.

Salah satu tipsnya ialah dengan melibatkan pasangan agar mereka tetap merasa dibutuhkan.

Tidak baik bila perempuan merasa dirinya bisa melakukan apapun tanpa suami, karena lebih baik kita menjaga hubungan dalam rumah tangga, jadi mau tidak mau harus ada kesepakatan, harus ada rasa saling mengalah dan harus dibicarakan.

banner -perencanaan keuangan usia 30an

 

Apakah Kartini masa kini perlu mengerti tentang pengelolaan keuangan?

Menurut Rista, jawabannya adalah sangat penting!

Mengapa demikian?

Alasannya adalah, karena bila tidak dilakukan perencanaan atas income suami atau pun income pasangan berdua, tidak akan pernah ada yang namanya rasa cukup, selalu akan merasa kurang, dan tujuan-tujuannya juga tidak akan jelas, seperti bagaimana dengan pendidikan anak, masa pensiun, eksistensi diri, dan sebagainya.

Tanpa adanya perencanaan keuangan, setiap tujuan tidak akan tercapai, kita tidak dapat bergabung dengan komunitas, dan keuangan akan menjadi berantakan.

Oleh sebab itu, penting bagi Kartini masa sekarang paham dengan yang namanya pengelolaan keuangan pribadi maupun pengelolaan keuangan keluarga.

Satu yang perlu kita pahami dan kita sadari ialah bahwa usia kita tidak ada yang tahu, usia yang semakin lama semakin bertambah itu juga akan membuat gerak dan ruang kita menjadi terbatas, jadi akan sangat disayangkan ketika kita memiliki income berapa pun tidak dilakukan perencanaan.

Karena sekarang kita mendapat income, kita mendapat gaji, tetapi bulan-bulan ke depan atau tahun-tahun kedepan belum tentu itu akan ada di tangan kita.

Jadi sangat penting untuk dilakukan perencanaan keuangan.

Bagaimana Cara Memaksimalkan Dana Bulanan Ibu Rumah Tangga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Moms, Ini 8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Gaji Kecil]

 

Kartini masa kini, Kartini yang mandiri, Kartini yang penuh karakter, yang sudah berani mengeluarkan pendapat, yang sudah berani untuk berkata tidak, berani untuk berkata ya, wajib banget untuk melakukan pengelolaan keuangan.

Di Finansialku, kita ada e-book yang berisi panduan agar wanita-wanita Kartini zaman now menjadi lebih smart lagi untuk mengelola keuangan, karena keluarga yang sejahtera berawal dari ibu yang bijak.

Bijak yang dimaksud ialah bijak dalam mengelola keuangan, karena semua lini kehidupan berhubungan dengan uang.

Contohnya, buat yang mau memiliki pendidikan yang lebih tinggi, lebih oke, maka mau tidak mau, itu harus dilakukan perencanaan sejak dini.

Kemudian kalau kita sendiri mau pensiun dengan sejahtera, tidak perlu repot, perlu ada perencanaan keuangan.

Zaman sekarang banyak orang yang bilang pensiun, tetapi tidak siap untuk pensiun, tidak memiliki dana untuk pensiun. Akhirnya mau tidak mau, kebanyakan ketika pensiun mereka masih bekerja lagi.

So… buat Ibu-ibu rumah tangga yang ingin mulai mengatur keuangan dengan lebih serius, lebih bijak, dan lebih smart lagi, Finansialku memiliki e-book tentang Perencanaan Keuangan Buat Ibu Rumah Tangga yang dapat membantu Anda dalam membuat perencanaan keuangan yang baik.

 

Ebook Mommy & Money: Panduan Cara Mengatur Keuangan IBU RUMAH TANGGA

Download Sekarang, GRATISSS!!!

Ebook Mommy and Money

Download Ebook Sekarang

 

Rista sendiri dalam waktu dekat ini memiliki rencana untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anaknya yang dalam tiga tahun ini akan kuliah.

Dana pendidikan yang dipersiapkan ini tidak hanya cukup untuk satu atau dua tahun saja, tetapi Rista mempersiapkan dana yang dapat digunakan untuk membekali anaknya hingga nanti lulus kuliah dan siap untuk terjun dalam dunia kerja.

Bagi Rista, dana pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting, karena pendidikan adalah investasi yang tidak akan lekang oleh waktu.

Maka dari itu, dibandingkan jalan-jalan ke luar negeri, ia lebih memilih untuk mempersiapkan dana pendidikan terlebih dahulu.

Benar memang jika kita membutuhkan yang namanya hiburan, tetapi kita harus melihat mana yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak.

Jikalau kita ingin berlibur ke luar negeri untuk hiburan, kita juga perlu membuat budget tersendiri, dan berapa sering sih kita akan pergi liburan.

Kita pun harus mempertimbangkan hiburan ini lagi jikalau dalam jangka waktu dekat ada yang harus lebih kita prioritaskan.

Lagian menurut dia, hiburan tidak harus jalan-jalan ke luar negeri, tetapi bisa dimana saja, termasuk di dalam kota.

 

Di akhir podcast Fintalk Eps 70 ini, Rista Zwestika juga memberikan beberapa pesan untuk Kartini masa kini.

Pesannya, 

“Kartini masa kini ini harus mandiri, tidak bergantung dengan siapapun, kemudian juga harus banyak belajar, karena ilmu adalah segala sesuatu atau investasi yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Kita harus tetap mengikuti perkembangan zaman, jadi harus banyak belajar terutama untuk ilmu keuangan dan bagaimana mengelola rumah tangga.

Mengapa demikian?

Karena ketika memutuskan untuk berumah tangga, maka aka nada banyak faktor yang akan menjadi masalah yang akan menjadi sangat kompleks.

Jadi, pastikan bahwa Kartini saat ini telah siap dalam segi kemandiriannya, siap dalam segi income-nya, siap dalam segi mindset dan hatinya, bisa melihat peluang-peluang yang bisa menambah income buat kita semua.

Kalau bukan kita yang memikirkan masa depan kita, maka tidak aka ada yang akan memikirkan masa depan kita dan keuangan kita.”

 

Nah… itulah diskusi kita bersama Rista Zwestika dalam episode Kartini Masa Kini yang Independen, dan semoga podcast kali ini akan bermanfaat buat kamu.

Dan akhir kata, Make A Plan And Get Your Financial Dreams Comes True!

 

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify