kenaikan harga sering dijadikan parameter atau leading indikator inflasi. Keterkaitan ini memicu berbagai asumsi, apakah keduanya benar-benar terkait? Bagaimana korelasi inflasi dan kenaikan harga komoditas?

Mari simak artikel berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Hubungan Inflasi dengan Kenaikan Harga Komoditas

Akhir-akhir ini inflasi semakin sering terdengar pembahasannya di berita dan surat kabar. Inflasi secara sederhana diartikan sebagai penurunan nilai uang dan kenaikan harga-harga kebutuhan hidup (komoditas).

Kenaikan harga komoditas identik dengan pertanda inflasi. Bahkan kenaikan harga sering dijadikan parameter atau leading indikator inflasi.

 

Definisi Inflasi

Inflasi adalah kondisi ketika nilai uang menurun dan harga-harga kebutuhan meningkat.

Contohnya nilai Rp100.000 di tahun 2000 bisa membeli belasan kilogram gula, sedangkan nilai Rp100.000 di tahun 2019 ini hanya bisa mendapatkan sekitar 7 kilogram gula.

Bagaimana Hubungan Inflasi dan Harga Komoditas 01 - Finansialku

[Baca Juga: Menelusuri Korelasi Harga Sektor Energi: Gas Alam vs Minyak Mentah]

 

Dalam 1 tahun, nilai inflasi di Indonesia rata-rata sebesar 7%. Inflasi berkaitan erat dengan kenaikan harga-harga komoditas. Kenaikan harga komoditas dipantau dan dijadikan parameter leading indicator terhadap kenaikan inflasi.

Dasar pemahaman ini dilandasi oleh asumsi bahwa harga komoditas merespon cepat perubahan ekonomi.

Selain itu perubahan harga komoditas menggambarkan guncangan sistematis yang mempengaruhi ketersediaan komoditas dan biaya pengirimannya.

Akhirnya ketika komoditas tersebut ke tangan masyarakat retail maka harganya naik dan inflasi dapat dirasakan efeknya.

 

Dari Mana Datangnya “Inflasi”?

Inflasi selalu menjadi sorotan para pelaku ekonomi. Tidak dapat dihindari, inflasi membawa banyak dampak terhadap kondisi keuangan kita. Dampak tersebut bisa positif, bisa juga berdampak yang kurang menguntungkan.

Biasanya masyarakat melakukan investasi dengan alasan sederhana untuk menghindari inflasi. Sebenarnya inflasi terjadi karena banyak faktor, tidak hanya karena kenaikan harga-harga komoditas saja.

Faktor lain penyebab inflasi yaitu kebijakan bank sentral untuk mencetak uang baru untuk menstimulasi ekonomi.

Ketika ada lebih banyak uang beredar di pasaran, maka nilai uang semakin menurun. Aliran uang tersebut kemudian meningkatkan permintaan terhadap komoditas, sehingga harga komoditas juga ikut naik.

 

Bisakah Inflasi Terjadi Saat Harga Stagnan?

Inflasi cenderung bergerak seirama dengan kenaikan harga komoditas. Apakah memungkinkan jika harga komoditas dibuat sedemikian rupa agar tidak berubah sehingga tidak terjadi inflasi?

Terjadinya inflasi salah satunya disebabkan karena kenaikan harga komoditas. Kenaikan harga komoditas merupakan implikasi dari kenaikan jumlah uang yang beredar di pasaran.

Sehingga meskipun harga komoditas tidak naik, inflasi akan tetap terjadi ketika uang yang beredar semakin bertambah.

Bagaimana Hubungan Inflasi dan Harga Komoditas 03 Inflasi 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Strategi-strategi Dasar Trading Komoditas]

 

Inflasi tidak terjadi pada kondisi yang unik misalnya saat uang yang beredar meningkat dan jumlah ketersediaan meningkat juga maka nilai keduanya seimbang.

Harga komoditas dapat berfluktuasi karena naik dan turunnya supply demand. Sebagian komoditas bersifat terbatas jumlahnya di bumi dan membutuhkan proses panjang untuk memproduksi.

Di sisi lain jumlah populasi manusia meningkat dari waktu ke waktu sehingga membuat permintaan komoditas meningkat.

 

Pengaruh Inflasi terhadap Masyarakat

Inflasi bisa menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat. Bagi masyarakat yang cenderung konsumtif, tentu tidak memperoleh keuntungan.

Inflasi hadir layaknya pajak tambahan bagi masyarakat karena mengurangi nilai uang tabungan mereka. Namun bagi masyarakat yang melek keuangan dan melakukan investasi, tentunya hal ini menjadi menguntungkan.

Inflasi pada batas wajar mendorong pertumbuhan ekonomi dan memicu masyarakat untuk berinvestasi. Sisi lainnya yaitu terjadi penurunan nilai uang.

Jika angkanya tidak terkendali bisa menyebabkan masyarakat kesulitan membeli kebutuhan pokok. Kondisi ini bisa mempengaruhi stabilitas keamanan dan kondisi ekonomi suatu negara.

Sebagai langkah antisipasi pemerintah dan Bank Indonesia selalu berupaya menjaga nilai inflasi agar tetap terjaga.

Setiap tahunnya, pemerintah menetapkan target inflasi saat perumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah cenderung menargetkan pengurangan inflasi dari tahun ke tahun.

Secara berkala BPS (Badan Pusat Statistik) bertugas melakukan survei dan melakukan penghitungan inflasi yang diumumkan setiap bulannya kepada masyarakat.

BPS menggunakan indikator LHK (Indeks Harga Konsumen) untuk mengukur kemerosotan nilai uang.

Penghitungan IHK didasarkan pada Survei Biaya Hidup dengan memonitor perkembangan harga barang atau jasa di setiap kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia.

 

#1 Menurunnya Nilai Uang

Penurunan nilai uang juga terjadi saat kita menyimpan uang di tabungan. Meski menabung memperoleh sejumlah bunga, namun bunganya berada di bawah nilai inflasi.

Belum lagi terpotong biaya administrasi. Dengan alasan inilah saat ini semakin banyak masyarakat berbondong-bondong melakukan investasi supaya nilai uang mereka minimal tidak berkurang justru berkembang.

Namun supaya investasi bisa menghasilkan tentunya perlu memilih jenis dan cara investasi yang tepat.

Selain berpengaruh pada uang tabungan, inflasi juga berpengaruh pada nilai kredit.

Peminjaman uang dalam jangka panjang tentunya mengubah nilai uang dan menguntungkan pihak peminjam. Sehingga tidak heran jika badan pemberi pinjaman seringkali mengenakan bunga atau harga yang lebih mahal jika cicilan.  

 

#2 Meningkatnya Biaya Hidup

Seperti yang dijelaskan di atas, inflasi dan kenaikan harga komoditas memiliki saling keterkaitan. Meningkatnya harga komoditas otomatis membuat harga-harga kebutuhan sehari-hari naik.

Lebih parahnya lagi nilai inflasi yang terlalu tinggi akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dan meningkatkan angka kemiskinan.

Pada sektor industri, inflasi akan menyulitkan pelaku usaha untuk melakukan investasi dan produksi yang dibayangi ketidakpastian.

 

Investor – Pihak yang Diuntungkan

Supaya nilai aset terjaga bahkan bertumbuh, sebaiknya setiap masyarakat melakukan investasi.

Masyarakat umum biasanya mengandalkan instrumen “safe haven” untuk menghindari inflasi bahkan membuat aset yang dimiliki bertumbuh.

Beberapa contoh instrumen safe haven adalah komoditas (terutama logam mulia), properti, US Dollar, dan lain sebagainya.

Deposito dapat juga dipertimbangkan sebagai alternatif kendaraan investasi yang aman dan dijamin oleh negara meskipun perolehan bersih setelah dipotong pajaknya tidak berbeda signifikan dengan nilai inflasi tahunan.

Inflasi tidak dapat kita hindari sebagai masyarakat, namun kita memiliki kendali untuk melindungi aset yang kita miliki dari inflasi. Ada kalanya inflasi terjadi sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang baik akan mendorong kelancaran investasi pada berbagai instrumen. Perlu diingat meski investasi memang berpeluang untuk menghasilkan, namun investasi juga tidak pernah terlepas dari faktor risiko.

Meski demikian, adanya faktor risiko bukan berarti selanjutnya justru mengurungkan niat kita untuk berinvestasi. Lakukanlah investasi dengan bijak, edukasilah diri Anda sebelum memilih suatu instrumen.

Ketahuilah apa risiko dan peluang yang dapat terjadi serta sesuaikan dengan profil risiko Anda.

Berbicara mengenai risiko dan peluang, Apakah Anda sudah memanfaatkan peluang untuk merencanakan keuangan Anda dengan baik sehingga mengecilkan risiko dan dapat mencapai tujuan keuangan tepat sasaran?

Anda dapat membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS, agar rencana keuangan Anda dapat tepat sasaran.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Anda juga bisa menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Jadi, instrumen apa yang Anda andalkan untuk melindungi aset dari inflasi?

Tidak ada investasi yang lebih baik di dunia daripada berinvestasi pada diri sendiri. Maka berinvestasilah dulu kepada diri Anda melalui pendidikan keuangan yang tepat di Finansialku

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Trevir I Nath. 29 Oktober 2018. The Correlation of Commodities to Inflation. Investopedia.com – https://goo.gl/PWBDgM

 

Sumber Gambar:

  • Inflasi – https://goo.gl/wdUjaz
  • Komoditas – https://goo.gl/NpF42M
  • Inflasi 2 – https://goo.gl/DWJLnq