Gaya kepemimpinan pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami oleh tenaga pendidik khususnya di negara kita Indonesia.

Selamat membaca.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Gaya Kepemimpinan Kependidikan, Perlu Dipahami oleh Tenaga Pendidik

Untuk membuat setiap anggota dalam sebuah organisasi mau mengikuti dan mendukung apa yang menjadi sebuah tujuan, maka diperlukan yang namanya kepemimpinan.

Karena, gaya kepemimpinan seorang pemimpin merupakan hal terpenting. Untuk kelangsungan organisasi tersebut, termasuk organisasi yang berkaitan dengan pendidikan, seperti sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. 

Bagaimana jadinya jika, pemimpin yang memiliki peranan penting ini, tidak dapat memimpin organisasinya dengan baik?

Tentu saja lembaga pendidikan yang dipimpin akan mengalami berbagai macam kendala. Bisa saja lembaga tersebut tidak dapat mencapai tujuannya.

Karena itulah mengapa setiap tenaga pendidik diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai gaya kepemimpinan dalam ruang lingkup pendidikan.

Sehingga kelak dapat mengambil sebuah sikap yang tepat sesuai dengan situasi yang dialami.

 

Berikut ini Beberapa Gaya Kepemimpinan yang Bisa Diterapkan Dalam Dunia Pendidikan.

Gaya kepemimpinan berikut ini dapat dipelajari dan diterapkan oleh siapa saja yang bergerak dalam dunia pendidikan. 

 

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Entrepreneur & Freelance

Mockup ebook entrepreneur dan freelancer

Download Ebook Sekarang

 

#1 Gaya Kepemimpinan Militeristis

Pemimpin dengan gaya seperti ini kerap bersikap layaknya berada dalam militer. Pemimpin akan membentuk sebuah sistem pendidikan yang memiliki tingkat disiplin sangat tinggi. Sering mengadakan berbagai jenis upacara.

Selain itu, semua yang terlibat dalam organisasi pendidikan tersebut, baik itu rekan kerja maupun para murid biasanya diharuskan memiliki sikap yang formal.

Gaya kepemimpinan ini memang sangat baik untuk menciptakan lembaga pendidikan yang disiplin dan teratur.

10 Kriteria Untuk Menjadi Guru Profesional, Sudah Punya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ciri dan Tokoh Dunia yang Memiliki Gaya Kepemimpinan Otoriter]

 

Namun bukan berarti gaya ini bisa cocok untuk semua situasi. Pasalnya kekurangan dari gaya kepemimpinan ini ialah situasi yang akhirnya menjadi kaku.

Sehingga kurang cocok untuk murid yang masih kanak-kanak dan memerlukan lingkungan yang menyenangkan.

Di samping situasi yang kaku, pemimpin juga menjadi sangat tergantung dengan pangkat jabatan yang ia miliki.

Bahkan tidak jarang pemimpin tersebut menjadi sukar dalam menerima saran atau pun kritikan dari partner kerjanya. Terlebih dari mereka yang pangkat lebih rendah darinya.

 

#2 Gaya Kepemimpinan Kharismatis

Pada gaya kepemimpinan yang kharismatis, pemimpin akan menjadi sosok yang begitu dikagumi oleh para pengikutnya. Baik itu partner kerja maupun murid yang ia pimpin dalam sebuah lembaga.

Pemimpin yang berkharisma dikenal memiliki daya tarik yang luar biasa.

Bahkan terkadang tidak dapat dijelaskan secara nyata oleh para pengikutnya. Kemampuannya dalam memikat orang lain membuatnya memiliki pengikut dalam jumlah yang sangat banyak.

Kharisma yang dimiliki pemimpin ini pada dasarnya tidak hanya karena satu hal yang spesifik saja.

Tidak terpaut oleh hal-hal khusus seperti usia, penampilan, kekayaan maupun hal-hal lainnya. Pemimpin seperti ini malah kerap dianggap memiliki kemampuan di luar akal sehat manusia biasa, atau kekuatan ‘gaib’.

Dalam dunia pendidikan, gaya kepemimpinan ini tentu sangat baik.

Terlebih bagi tenaga pengajar yang hampir setiap harinya bertemu dengan banyak murid yang memiliki bermacam perilaku.

Pengajar akan menjadi lebih gampang dalam menuntun dan mengajarkan mereka ke arah yang seharusnya mereka ambil.

 

#3 Gaya Kepemimpinan Pendidikan Lazes Faire

Pemimpin yang menganut gaya lazes faire kerap menjadi pemimpin yang disenangi. Disenangi oleh para karyawan maupun anak didik yang ia pimpin.

Bagaimana tidak, pemimpin ini pada dasarnya memberi cukup banyak kebebasan kepada para guru maupun staf yang ada.

Khususnya dalam mengerjakan tugas mereka. Selain itu, pemimpin juga biasanya akan melibatkan semua pihak ketika hendak mengambil sebuah keputusan, terlepas dari jabatan apa yang dimiliki oleh orang tersebut.

Hal ini sesuai dengan nilai yang dianut oleh gaya lezes faire.

Guru Honorer Viral Pamer Gaji 200 Ribu, Gimana Baginya 02

[Baca Juga: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan]

 

Yaitu nilai di mana manusia memiliki rasa solidaritas dalam kehidupan bersama, serta memiliki kesetiaan pada organisasi maupun kepada sesama.

Mereka juga meyakini bahwa pada dasarnya manusia akan patuh akan norma dan peraturan yang telah dijadikan komitmen bersama.

Serta mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Jadi selama anggota dapat menunjukkan prestasi yang baik dalam bekerja, maka anggota tersebut memiliki hak untuk mengambil peranan yang penting.

 

#4 Gaya Kepemimpinan Pendidikan Demokratis

Pemimpin dengan gaya demokratis pada dasarnya akan berusaha untuk membuat semua pengikutnya ikut berpartisipasi.

Dalam berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi atau lembaga pendidikan, baik itu siswa, staf, hingga guru dan jajaran lainnya.

Bagi pemimpin tersebut, keputusan dan suara dari setiap orang merupakan sesuatu yang sangat penting dan layak untuk dipertimbangkan. Tentu saja, dalam lembaga pendidikan gaya kepemimpinan seperti ini cukup baik untuk diterapkan.

Sebab pemimpin menjadi lebih paham akan keadaan dan situasi yang terjadi di lembaga tersebut, karena ia mampu mendapat lebih banyak informasi yang sebelumnya ia belum ketahui.

Selain itu kualitas dari lembaga pendidikan yang dipimpin juga dapat menjadi lebih baik.

Sebab keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik serta dapat diterima oleh semua pihak. Kekurangan yang dimiliki oleh pemimpin juga bisa diatasi dengan adanya orang-orang yang mendukungnya dari bawah.

Banyak Gaya Kepemimpinan di Dunia, Anda Tipe yang Mana 06 - Finansialku

[Baca Juga: Banyak Gaya Kepemimpinan di Dunia, Anda Tipe yang Mana?]

 

Di sampingnya, setiap orang juga memiliki kesempatan yang besar untuk menyumbangkan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Tentunya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Tentu tak ada gaya kepemimpinan pendidikan yang sempurna. Gaya ini pun memiliki kekurangannya. Terlebih pada keadaan di mana adanya tuntutan pengambilan keputusan cepat oleh pemimpin tersebut.

Gaya ini akan sedikit lambat bergerak.

 

#5 Kepemimpinan yang Transformatif

Gaya ini berfokus pada bagaimana menjadikan setiap pengikut, baik itu guru maupun staf dan siswa memiliki sebuah komitmen yang sama dengannya. Dalam mencapai sasaran atau tujuan dari lembaga pendidikan di mana mereka berada.

Dengan begitu, tidak hanya pemimpin saja yang bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut. Semua orang diharapkan mampu memiliki rasa tanggung jawab.


Disinilah skill dari seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Artinya pemimpin harus bisa menarik perhatian setiap orang serta meyakinkan mereka untuk mendukung apa yang ia pikirkan.

Dengan catatan, tentu tidak selamanya orang lain akan setuju dengan pendapatnya. Maka dari itu pemimpin perlu mengkomunikasikannya dengan baik dan meyakinkan. 

 

#6 Gaya Kepemimpinan yang Visioner

Tenaga Pendidik, gaya kepemimpinan yang satu ini hampir sama dengan gaya kepemimpinan yang sebelumnya.

Seorang yang visioner juga membutuhkan dukungan serta komitmen dari orang yang ia pimpin, agar bisa mencapai tujuan dari lembaga pendidikan yang ia pimpin.

Seorang pemimpin tidak hanya cukup memiliki pemikiran dan ide yang cemerlang saja.

Ia juga perlu memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan, merumuskan dan mengimplementasikan. Hingga semua orang yakin bahwa tujuan yang ia miliki dapat diwujudkan.

Maka dari itu, untuk mendapat dukungan yang penuh dari semua anggota, kamu sebagai pemimpin perlu mendapat kepercayaan dari mereka, dan membangun hubungan yang baik antara pemimpin dan anggota.

Hal penting lainnya yang dimiliki oleh pemimpin visioner ialah rasa percaya diri.

Ia dapat dengan mantap menyampaikan apa yang menjadi ide-idenya. Dengan kepercayaan dirinya, orang akan sangat susah untuk membagikan ide cemerlangnya. Itulah gaya kepemimpinan visioner.

 

#7 Gaya Kepemimpinan Paternalistik

Pemimpin dengan gaya paternalistik akan berperan layaknya seorang bapak kepada anak-anaknya. Yang dianggap masih belum dewasa dan membutuhkan perlindungan darinya, dan beranggapan bahwa guru-guru dan staf yang ada memiliki harapan besar pada dirinya.

Pemimpin seperti ini biasanya memanglah memiliki wawasan yang luas dan sangat disenangi oleh sebagian besar orang. Terlebih lagi oleh pada murid yang ada dalam lembaga pendidikan tersebut.

Pasalnya, pemimpin akan menciptakan suasana layaknya sebuah keluarga besar.

Kebersamaan antara seluruh anggota menjadi hal yang penting. Hanya saja, di sisi lain pemimpin menjadi tampak membatasi setiap bawahannya dalam memberikan keputusan. Sebab dianggap belum dewasa.

Staf dan guru-guru yang ia pimpin pun tidak memiliki kesempatan yang besar untuk berkreasi ataupun memikirkan ide-ide yang baru. Mereka hanya bertugas untuk mengikuti dan mendukung apa yang menjadi ide dari pemimpin mereka.

 

#8 Gaya Kepemimpinan Pendidikan Otokratik

Jika pemimpin paternalistik menganggap bahwa bawahannya belum dewasa, maka pemimpin otokratik menganggap bahwa pengikutnya sama saja dengan alat yang ada dalam organisasi.

Pemimpin seperti ini sama sekali mengesampingkan apa yang menjadi kemampuan dari orang lain.

Baik staf yang ia pimpin, maupun siswa. Dengan begitu, setiap orang yang ia pimpin tidak akan memiliki kesempatan untuk berkreasi atau pun menyampaikan ide yang mereka miliki. Pemimpin otokratik benar-benar menitikberatkan otoritas yang ia miliki sebagai pemimpin.

Gaya kepemimpinan ini mengutamakan pelaksanaan dan penyelesaian tugas setiap orang. Jelas saja, pemimpin seperti ini sering menjadi pemimpin yang tidak disenangi oleh banyak orang, karena bersifat egois.

Bawahannya akan merasa tidak dihargai, diabaikan peranannya dalam lembaga pendidikan tersebut, yang akhirnya berdampak pada penurunan kualitas dari kinerja setiap pengikut.

Bahkan tidak jarang pemimpin otokratik yang menggantikan tujuan organisasi dengan tujuan pribadinya.

 

Bangun Gaya Kepemimpinanmu!

Anda sudah memahami apa saja gaya kepemimpinan. Yang mengetahui bagaimana karakter Anda adalah Anda sendiri.

Tetapi dalam memimpin khususnya pada bidang pendidikan dan apa yang baru saja Anda baca dapat menjadi bahan untuk Anda membangun gaya kepemimpinan Anda.

Mungkin Anda tidak bergerak dalam bidang pendidikan melainkan dalam dunia usaha. Finansialku juga punya video gaya kepemimpinan yang bisa Anda pelajari atau untuk langsung Anda terapkan pada perusahaan Anda, silakan tonton video ini.

 

Jadi apakah tanggapan Anda untuk artikel ini, silakan tulis tanggapan Anda pada kolom di bawah ini. Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada partner kerja Anda, agar mereka juga bisa membangun gaya kepemimpinan yang baik.