Ketahui Etika Menulis Email Lamaran Kerja Agar Lamaran Dibalas HRD!

Halo para first graduate! Penting lho mengetahui etika menulis email lamaran kerja bagi pihak HRD perusahaan. Cara menulis email bisa menentukan bagaimana pihak HRD perusahaan menilai kamu.

Simak artikel berikut ini dan pastikan kamu mengaplikasikan tips dari Finansialku ya! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Etika Menulis Email Lamaran Kerja

Mengirimkan surat lamaran pekerjaan melalui email sudah menjadi hal yang biasa di era digital ini.

Dahulu, ketika belum ada fasilitas internet dan adanya alamat email, para calon pekerja menggunakan jasa pos untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan mereka.

Namun kini, dengan bantuan internet dan email, maka surat lamaran kerja dapat dikirimkan dengan sangat cepat, tanpa menunggu lama.

Walaupun demikian, terkadang para calon pekerja tetap harus menunggu atas jawaban dari pihak Human Resources Department atau HRD.

Saat ini kamu mungkin tidak terlalu menghiraukan etika menulis dan mengirimkan email lamaran kerja kepada pihak HRD yang bersangkutan. Padahal hal ini penting lho!

Simak beberapa etika dalam penulisan email lamaran kerja berikut ini, mungkin ini penyebabnya email lamaran kerja kamu tidak mendapat balasan.

 

#1 Mengisi Bagian Subject Email & Body Email

Tak jarang para pelamar mengirimkan surat lamaran beserta Curriculum Vitae (CV) atau riwayat hidupnya dengan subject email yang asal-asalan.

Di body email pun, mereka hanya mengirimkan file dalam bentuk attachment tanpa keterangan apapun.

Apakah kamu juga melakukan hal itu? Hati-hati! Hal ini tidak boleh dianggap sepele, lho.

Jika perusahaan yang kamu tuju adalah perusahaan yang cukup besar, tentu ada banyak calon pelamar lain selain kamu yang juga mengirimkan email lamaran pekerjaan.

Pihak HRD juga akan menerima banyak kiriman email, tak bisa dipastikan apakah mereka akan mengecek email yang judulnya tidak jelas.

Analoginya sama ketika kamu mengirim lamaran dalam sebuah amplop ke suatu gedung perusahaan, tapi di bagian sampulnya tidak ditulis dengan jelas surat itu untuk apa.

Ada kemungkinan sang penerima surat akan menunda membuka surat tersebut karena tidak ada kejelasan pada amplopnya.

Jika kamu melakukan hal ini, tak heran bila kamu tidak direspon oleh pihak HRD.

Coba lihat contoh email lamaran kerja di bawah ini:

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-1-Finansialku

 

Alangkah baiknya bila kamu mengisi subject email dengan mencantumkan posisi pekerjaan yang kamu lamar.

Selain subject email, keterangan di body email juga diperlukan. Jangan mengirim email tanpa body email sedikit pun.

Kamu perlu menjelaskan tujuan dari email yang kamu kirim, agar pihak HRD mengetahui dengan jelas posisi yang kamu lamar.

Alangkah lebih baik jika kamu mengucap salam dan terima kasih kepada pihak HRD yang sudah me-review lamaran kamu.

 

#2 Menggunakan Alamat Email yang Formal

Salah satu etika dalam mengirimkan email lamaran kerja adalah dengan menggunakan alamat email yang formal.

Jika calon pelamar menggunakan alamat email yang tidak formal seperti akuchayankkamu@gmail.com atau rohayahlophyouporeper@gmail.com, tentu pihak HRD akan menilai bahwa calon pelamar adalah pribadi yang kurang serius dalam bekerja alias tidak profesional.

Jika kamu ingin masuk dalam kualifikasi calon pekerja dan masuk dalam tahap seleksi berikutnya, buat akun email dengan nama yang formal agar kamu dinilai sebagai calon pelamar yang profesional.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-3-Finansialku

[Baca Juga: Bro, Sis! Ini 5 Cara Tingkatkan Kredibilitas Meskipun Pengalaman Kerja Masih Minim!]

 

Berikut ini contoh alamat email pribadi yang formal:

  • imanuel@gmail.com
  • anggraeni@gmail.com

Kamu bisa menggunakan nama aslimu untuk alamat email. Tak perlu menggunakan nama yang aneh yang membuat kamu malah gagal sebelum bertarung.

 

#3 Penulisan atau Pengetikan yang Rapi

Salah satu ciri calon pelamar profesional adalah yang membuat surat lamaran dengan memperhatikan kerapihan pengetikannya.

Gunakan pengaturan penulisan yang formal agar nampak rapi. Usahakan untuk menggunakan tidak lebih dari dari dua jenis huruf, serta perhatikan batas kiri dan kanan, serta sejajarkan hurufnya.

Selain itu gunakan jenis tulisan yang umum digunakan serta mudah dibaca seperti Calibri, Arial, atau Times New Roman dengan gaya tulisan miring dan tebal yang disesuaikan.

 

#4 Jangan Membuat Resume Palsu

Ahli karier, Abby Kohut, menyatakan, ia tidak percaya dengan orang-orang yang di resume-nya tidak mencantumkan periode waktu dari pengalaman kerja. Mungkin ini bukanlah masalah, tapi bisa saja itu seperti mencoba untuk menipu.

Jika kamu pernah dalam kondisi menganggur atau tidak bekerja, jangan pernah coba menyembunyikannya, karena nantinya bisa merugikan dirimu sendiri.

Bisa jadi kamu adalah kandidat terkuat calon pelamar yang akan diterima, tapi kamu malah tidak lolos tahap interview karena berbohong mengenai statusmu.

 

#5 Sabar Menunggu Balasan Email

Jika kamu sudah mengirimkan email lamaran kerja, sabar adalah salah satu sikap yang perlu ada dalam dirimu.

Jangan terburu-buru untuk mengirimkan ulang email surat lamaran kerja bila belum dibalas dalam sehari.

Kamu harus menyadari bahwa pihak HRD juga sedang menyeleksi ribuan surat lamaran kerja yang masuk ke bagian mereka.

Butuh waktu untuk memeriksa dan juga membalas email yang perlu dibalas. Belum lagi pekerjaan mereka yang lain yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai bagian HRD.

Gimana-Etika-Email-Lamaran-Kerja-4-Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda Bahwa Pikiran adalah Kekuatan untuk Menuju Kesuksesan?]

 

Jika kamu ingin mengirim ulang email lamaran kerja, usahakan untuk mengirimkan email tersebut dengan tata bahasa dan etika yang sopan.

Memaksa pihak HRD untuk segera membalas email-mu, tentu malah menciptakan penilaian negatif untukmu.

Alhasil, kamu tentu tidak bisa melanjutkan proses seleksi penerimaan karyawan, atau bisa saja namamu masuk dalam daftar hitam perusahaan karena dianggap tidak memiliki etika.

 

Evaluasi dan Perbaiki Kesalahan dalam Email Lamaran Kerjamu

Setelah membaca dos and don’ts di atas, cobalah evaluasi email lamaran kerja yang pernah kamu kirimkan untuk perusahaan. Apakah sudah memenuhi etika?

Jika belum, perbaikilah cara kamu membuat email lamaran pekerjaan, dan mari kita lihat berapa banyak perusahaan yang merespon lamaranmu!

 

Kamu dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada teman dan kenalanmu yang membutuhkan.

Jika kamu memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, kamu dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Vina A. Muliana. 4 Desember 2017. Tak Kunjung Dibalas HRD? Ini Etika Menulis Email Lamaran Kerja. liputan6.com – https://goo.gl/P2oonL

 

Sumber Gambar:

  • Email Lamaran Kerja – https://goo.gl/MeCL9B
  • Email Lamaran Kerja 2 – https://goo.gl/C4QZSt
  • Email Lamaran Kerja 3 – https://goo.gl/iJED53

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Ketahui Etika Menulis Email Lamaran Kerja Agar Lamaran Dibalas HRD!
Article Name
Ketahui Etika Menulis Email Lamaran Kerja Agar Lamaran Dibalas HRD!
Description
Halo para first graduate! Penting lho mengetahui etika menulis email lamaran kerja bagi pihak HRD perusahaan. Cara menulis email bisa menentukan bagaimana pihak HRD perusahaan menilai kamu.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
Kriswangsa Bagus Kusuma Yudha
Kriswangsa Bagus Kusuma Yudha, Memiliki ketertarikan dengan kepemimpinan, pengembangan karakter, keterampilan & karier. Terbuka dengan berbagai pengetahuan, ide kreatif & input yang konstruktif. My LIFE My HIStory

Leave A Comment