Bagaimanakah potensi pertumbuhan kinerja industri otomotif Indonesia di tahun politik 2019 ini?

Mari simak artikel berikut selengkapnya.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Logo Rivan Kurniawan

 

Pengaruh Agenda Pemilu 2019

Tahun ini kita dihadapkan pada agenda Pemilu tahun 2019, hal ini menjadi tantangan bagi sejumlah sektor, termasuk industri otomotif, untuk kembali menunjukkan kinerja terbaiknya.

Pemilihan Umum 2019 diprediksi akan mempengaruhi kinerja industri otomotif, lantaran menjadi masa yang cukup fluktuatif bagi perekonomian nasional.

Imbasnya masyarakat pun cenderung untuk menunda pembelian barang-barang mewah seperti halnya mobil. 

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 02 Industri Otomotif 2 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Aman Membeli Kendaraan Secara Online? Gimana Caranya?]

 

Perkembangan Industri Otomotif Indonesia

Industri otomotif Indonesia sejatinya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Di mana ketika Produk Domestik Bruto bertumbuh dan disusul daya beli masyarakat yang bertumbuh, akan sejalan dengan konsumsi yang kian menguat.

Namun hal itu, agaknya di tahun ini harus sedikit terkendala dengan akan dilaksanakannya pemilihan umum yang akan berlangsung pada April mendatang. Pemilihan umum 2019 ini disinyalir akan mempengaruhi pergerakan ekonomi yang cenderung melambat.

Kendati demikian, sebagai perbandingan Penulis akan membandingkan pertumbuhan industri otomotif Indonesia pada masa-masa pemilihan umum di tahun 2009 dan 2014 yang lalu. Sebagai gambaran bisa dilihat pada screenshot berikut ini:

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 03 Perbandingan Penjualan Mobil di Tahun Pemilu 2009 dan 2014 - Finansialku

Perbandingan Penjualan Mobil di Tahun Pemilu 2009 dan 2014

 

Dari informasi data di atas, kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun politik. Pertumbuhan ekonomi di tahun politik 2009 sekitar 4,6% YoY, sedangkan di tahun politik 2014 pertumbuhan ekonomi sekitar 5,0% YoY.

Penulis masih ingat betul pada tahun politik 2009 yang lalu, Indonesia sedang dalam tahap recovery dari krisis global 2008, yang berdampak pada terjadinya arus modal keluar dari Indonesia.

Sehingga membuat PDB Indonesia mencapai titik terendah 4,6% pada saat itu (dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,0%).

Meskipun relatif rendah, namun pencapaian tersebut terbilang mengagumkan mengingat pada periode 2000-2004 adalah pemulihan ekonomi Indonesia dengan PDB sekitar 4,6%.

Hal yang kurang lebih sama terjadi di tahun 2014, di mana saat itu Indonesia juga sedang recovery dari krisis mata uang Rupiah 2013. Di mana sejak Juni 2013, nilai tukar Rupiah cenderung melemah dari Rp9.000 ke Rp12.000 an.

Keluarnya sejumlah besar investasi asing dari Indonesia ikut menurunkan nilai tukar Rupiah, dan secara tidak langsung juga turut mempengaruhi PDB Indonesia, yang tertekan di angka 5,0% dari tahun sebelumnya 5,6%.

Pertumbuhan ekonomi yang melambat saat periode Pemilu 2009 dan 2014, secara tidak langsung ikut mempengaruhi tingkat penjualan mobil di tahun tersebut.

Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian angka penjualan mobil di masing-masing tahun politik, seperti penjualan mobil pada tahun 2009 yang sebesar 0,49 juta unit (dibandingkan tahun sebelumnya 0,61 juta unit), sedangkan di tahun politik 2014 kemarin angka penjualan mencapai 1,21 juta unit (dibandingkan tahun sebelumnya 1,23 juta unit).

Dengan begitu bisa kita katakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih rendah di tahun politik 2009 dan 2014, cukup berpengaruh terhadap angka penjualan mobil.

Lalu, bagaimana dengan kinerja keuangan emiten otomotif sendiri di tahun politik? Mari kita lihat kembali kinerja salah satu emiten yang bergerak dalam industri otomotif terbesar di Indonesia, yakni ASII (PT Astra Internasional Tbk.).

ASII sendiri merupakan sebagai salah satu sektor industri otomotif terbesar di Indonesia, yang juga dianggap sebagai barometer perekonomian Indonesia, lantaran ASII juga hadir dalam sektor lain seperti Agribisnis, Alat Berat, Pertambangan, Energi, Jasa Keuangan, Teknologi Informasi, Infrastruktur dan Logistik.

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 04 Kontribusi Sektor Otomotif ASII - Finansialku

Kontribusi Sektor Otomotif ASII

 

Melihat pencapaian ASII, lantas bagaimana pertumbuhan kinerja ASII di tahun politik 2014 kemarin? Berdasarkan data Laporan Tahunan ASII tahun 2014 jumlah penjualan mobil ASII “hanya” mencapai 614 ribu unit, atau turun sekitar 6% dari 654 ribu unit di tahun 2013.

Pangsa pasar penjualan mobil juga menurun tipis dari 53% menjadi 51%. Meskipun segmen penjualan mobil menurun, justru segmen penjualan sepeda motor Honda mampu mencapai 5,1 juta unit, naik sekitar 7,5% dari 4,7 juta unit di tahun 2013.

Naiknya penjualan sepeda motor ASII ini, sejalan dengan meluasnya pangsa pasar dari 61% menjadi 64%.

Secara keseluruhan segmen bisnis otomotif ASII mencatatkan penurunan Pendapatan Bersih sebesar 1% dari Rp108,0 triliun di tahun 2013, menjadi Rp107,0 triliun di tahun 2014.

Demikian halnya dengan Laba Bersih segmen otomotif ASII yang juga turun sebesar 14% dari Rp9,8 triliun di tahun 2013, menjadi Rp8,5 triliun di tahun 2014. Adapun gambarannya seperti berikut ini:

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 05 Perbandingan Laba Bersih tahun 2014 dengan 2013 - Finansialku

Perbandingan Laba Bersih tahun 2014 dengan 2013

 

Sementara kontribusi Pendapatan Bersih dari segmen otomotif ASII, mampu berkontribusi hingga 53% terhadap Pendapatan Bersih ASII di tahun 2014. Angka kontribusi tersebut turun dari 56% di tahun 2013.

Adapun jika kita melihat pergerakan harga sahamnya ASII di 2014, terlihat bahwa harga saham ASII cukup berfluktuatif di tahun politik 2014 kemarin di kisaran Rp6.500 – 7.500 an terutama di semester I-2014.

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 06 Harga Saham ASII di tahun 2014 - 2018 - Finansialku

Harga Saham ASII di tahun 2014 – 2018

 

Prediksi Kinerja Industri Otomotif 2019

Kembali pada pertanyaan di atas, bagaimanakah dengan pertumbuhan kinerja industri otomotif Indonesia di tahun politik 2019 ini?

Di tahun politik 2019 ini, situasinya agak berbeda dengan tahun Politik 2009 dan 2014. Mengulang sedikit pembahasan Penulis di atas, di tahun politik 2009, Indonesia sedang dalam tahap recovery dari krisis global 2008.

Sementara di tahun politik 2014, Indonesia sedang dalam tahap recovery dari krisis mata uang Rupiah 2013.

Meskipun di tahun politik 2019 ini, indonesia juga sedang dalam tahap recovery dari pelemahan nilai tukar Rupiah 2018, namun tidak terlalu berat seperti hal nya 2013-2014 yang lalu.

Sehingga jika pertumbuhan ekonomi relatif melemah di tahun politik 2009 dan 2014, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun politik ini diprediksikan akan stabil di angka 5,2% – 5,3%, dan pihak pemerintah pun akan berupaya untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi di tahun Politik ini.

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 07 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia - Finansialku

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 

Grafik tersebut menunjukkan bahwa saat ini PDB Indonesia berada di kisaran angka yang stabil, setidaknya diperkirakan perekonomian tidak akan terlalu dipengaruhi oleh pemilihan umum yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Maka dengan demikian, industri otomotif Indonesia diperkirakan juga akan tetap tumbuh dan berkinerja baik meski agak sedikit melambat di semester I – 2019 ini.

Di sisi lain, tingkat konsumsi masyarakat yang berminat membeli mobil juga masih akan bertumbuh, lantaran terdorong oleh sejumlah faktor seperti berikut ini:

Pertama, adanya rencana pemerintah yang akan mendorong Roadmap Revolusi Industri 4.0 yang mengelompokkan lima industri utama, salah satunya adalah sektor otomotif (di samping itu juga ada sektor tekstil, elektronik, kimia, serta makanan dan minuman).

Nantinya lima industri tersebut akan menjadi fokus implementasi industri 4.0, yang ditetapkan menjadi tulang punggung dalam meningkatkan daya saing.

Roadmap Revolusi Industri 4.0 juga akan menyumbangkan penciptaan lapangan kerja, serta investasi baru berbasis teknologi.

 

Kedua, pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif dalam beberapa tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur terus dijalankan secara serentak di beberapa wilayah Indonesia, bahkan hingga ke pelosok.

Pembangunan infrastruktur ini digadang-gadang menjadi pencapaian terbesar, dengan banyaknya rangkaian proyek yang dijalankan mulai dari jalan tol, bandara, pelabuhan, dan sebagainya. Masifnya infrastruktur karena menyangkut konektivitas, yang akan membuka pertumbuhan bagi industri otomotif ke depannya.

Ketiga, minat masyarakat membeli kendaraan masih bertumbuh. Hal itu juga sejalan dengan meningkatnya pendapatan rumah tangga dan konsumsi rumah tangga yang mampu tumbuh sekitar 5,14% per semester II – 2018 kemarin.

Apalagi ditambah dengan adanya sejumlah rencana pemerintah mulai dari penurunan pajak untuk barang mewah yang masih dipertimbangkan hingga saat ini. Dan klasifikasi mobil sedang, yang hingga sampai saat ini masih dirumuskan.

Keempat, adanya kemudahan dalam kredit kendaraan yang ditawarkan baru-baru ini. Dan juga jumlah bunga kredit kendaraan bermotor, yang diperkirakan masih akan stabil hingga akhir semester II-2019 ini.

Demikian pula, dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan event pameran otomotif di semester I – 2019.

Dengan adanya sejumlah faktor di atas, diprediksikan pertumbuhan industri otomotif akan tetap bertumbuh, dan akan berpotensi meningkat di semester II – 2019 ini (setelah pemilihan umum selesai dilaksanakan).

Di samping itu biasanya penjualan mobil akan ramai lagi menjelang akhir tahun, yang juga disertai banyaknya diskon dari perusahaan-perusahaan otomotif agar bisa menghabiskan stok mobil perusahaan tersebut.

Sementara dari sisi emiten-emiten di sektor otomotif, nantinya juga akan berinovasi. Inovasi yang akan dilakukan seperti salah satu brand terbesar di Indonesia, yakni ASII (PT Astra Internasional Tbk.).

Rencananya ASII akan merilis kendaraan model barunya, sehingga diyakini juga akan mendorong kinerja sektor otomotif Indonesia.

 

Hal-hal di atas tentunya menjadi sentimen positif, lantaran dapat mendorong kinerja industri otomotif tetap baik, di tengah berlangsungnya pemilihan umum 2019 ini.

Namun, prediksi yang agak berbeda datang dari GAIKINDO atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, yang memprediksikan penjualan mobil sekitar 1.1 juta unit di tahun 2019 ini.

Angka yang ditargetkan oleh GAIKINDO tersebut, masih sama seperti target penjualan di tahun 2018. Hal tersebut karena GAIKINDO masih memperhitungkan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan, dengan suku bunga acuan yang berisiko naik.

Suku bunga acuan sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya penjualan mobil, karena hampir 70% nya pembelian mobil di Indonesia hingga saat ini masih melalui kredit.

Di mana ketika suku bunga acuan naik, cicilan kredit juga akan ikut naik. Sebaliknya ketika suku bunga acuan turun, maka cicilan kredit juga akan ikut turun.

Berdasarkan catatan data GAIKINDO, penjualan mobil hingga November 2018 kemarin mencapai sekitar 960.000 unit dari target penjualan 1,1 juta unit (masih tersisa sekitar 140 ribu unit lagi yang ditekan harus terjual hingga akhir 2018 kemarin).

Minat pasar terhadap mobil adalah dengan harga sekitar Rp200 juta, dengan basis mobil jenis serbaguna (multi purpose vehicle, MPV).

Apakah Agenda Pemilu 2019 Mempengaruhi Pertumbuhan Kinerja Industri Otomotif Indonesia 08 Domestic Auto Market vs Production - Finansialku

Domestic Auto Market vs Production

 

Peluang tetap Terbuka Lebar

Secara historical, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun politik 2009 dan 2014 cenderung melambat. Jika pertumbuhan ekonomi melambat, maka secara tidak langsung tingkat konsumsi juga akan berkurang, termasuk di sektor otomotif.

Namun tahun 2019 ini agak berbeda. Meskipun di tahun politik 2019 ini masih tetap akan mempengaruhi kinerja sektor otomotif, namun pengaruhnya tidak terlalu signifikan seperti tahun politik 2009 – 2014 lalu.

Peluang untuk pertumbuhan sektor otomotif tetap terbuka lebar, terutama di semester II 2019 nanti.

Apalagi masih ada sejumlah sentimen positif, termasuk salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang masif, penurunan pajak barang mewah, dan kemudahan dalam kredit kendaraan, yang diyakini akan tetap membuat industri otomotif Indonesia tetap survive di tahun politik 2019 ini.

Selain industri otomotif yang harus survive tentunya Anda juga harus survive dan tentunya memperhatikan keuangan Anda. Bagaimana dengan kondisi keuangan Anda? Apakah Anda sudah memiliki perencanaan keuangan yang tepat?

Anda dapat membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS, agar rencana keuangan Anda dapat tepat sasaran.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Anda juga bisa menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dan mengelola keuangan Anda. Aplikasi Finansialku dapat dengan mudah Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana tanggapan Anda mengenai artikel di atas? Bagikan pendapat Anda pada kolom komentar.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Industri Otomotif – https://goo.gl/4Wcx7q
  • Industri Otomotif 2 – https://goo.gl/nyB68S
  • Perbandingan Penjualan Mobil di Tahun Pemilu 2009 dan 2014 (Data GAIKINDO) – https://goo.gl/TRSkJZ
  • Kontribusi Sektor Otomotif ASII – Annual Report ASII 2017
  • Perbandingan Laba Bersih tahun 2014 dengan 2013 – Annual Report ASII 2014
  • Harga Saham ASII di tahun 2014-2018 – Yahoo Finance
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia – https://goo.gl/ov2rxw
  • Domestic Auto Market vs Production – https://goo.gl/Thwwcq