Mari sama-sama memetik pelajaran dari kisah teladan Utsman bin Affan, sahabat nabi yang kaya sekaligus khalifah ketiga.

Ketahui informasi selengkapnya di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Success Story

 

Kisah Teladan Utsman Bin Affan: Orang Kaya Pemilik Dua Cahaya

Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat nabi yang kaya, sekaligus khalifah ketiga yang memimpin umat menggantikan Umar Bin Khattab.

Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abdul Ash bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf.

Lahir pada tahun 574 Masehi di Tha’if, Jazirah Arab dari pasangan Affan bin Abdul Ash dan Arwa Binti Kuraiz, yang merupakan keluarga saudagar yang kaya.

Meski begitu, Utsman bin Affan tidak pernah satu kali pun dalam hidupnya berperilaku kasar dan buruk meski dia belum menjadi sahabat Rasul.

Dia malah dikenal sebagai sosok yang dermawan dan tidak pandang bulu dalam membantu sesama menggunakan hartanya.

5 Sabahat Rasulullah yang Kaya Raya Dan Dermawan 01

[Baca Juga: Kisah Sukses Abu Bakar Ash Siddiq, Sahabat Rasulullah Terkaya]

 

Alkisah saat kemarau, Utsman bin Affan pernah membeli sumur seorang Yahudi dengan harga yang sangat mahal lalu mempersilakan penduduk sekitar untuk mengambil air dari sana secara cuma-cuma.

Bukan cuma itu, Utsman bin Affan juga pernah menyumbang 950 ekor unta, 70 kuda, dan 1000 dirham untuk para pejuang Perang Tabuk.

Sebelum masuk ke agama Islam, Utsman merupakan bagian dari golongan Bani Umayyah, salah satu golongan yang menentang keras ajaran Rasulullah.

Ini terjadi pada tahun 611, saat dia pulang dari perjalanan bisnis ke Suriah, dan mengetahui misi Rasulullah untuk menyebarkan agama Islam.

Saat itu, dia berdiskusi dengan Abu Bakar, sahabatnya, dan memutuskan untuk masuk Islam.

Kabar ini tentu membuat kawan-kawan di golongan Bani Umayyah kecewa dan merasa dikhianati olehnya.

Sejak itu lah, Utsman menjadi salah satu golongan dari As-Sabiqun Al-Awalun, yaitu golongan orang-orang yang pertama masuk Islam.

Kebaikan Utsman bin Affan sebelum dan setelah masuk islam sepertinya yang menjadikan Rasulullah ikhlas menjadikan Utsman bin Affan seorang menantu dari dua orang putrinya, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Dari situ lah muncul sebutan gelar baru yang disematkan kepada Utsman bin Affan, yaitu “Dzun Nura’ini Wal Hijratain” alias, ‘Si Pemilik Dua Cahaya’.

 

Perjalanan Utsman bin Affan

Selepas Umar bin Khattab meninggal dunia, maka Utsman diutus untuk menjadi Khalifah ketiga.

Utsman bin Affan diangkat menjadi Khalifah ketiga dalam usia yang tidak lagi muda, yaitu 70 tahun.

Pengangkatan Utsman sebagai Khalifah tentunya tidak melewati proses mudah dan cepat.

Sebelum meninggal dunia, Umar menunjuk enam orang sahabat nabi yang dinilainya paling cocok untuk menggantikannya.

Adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidullah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’d bin Abi Waqqash.

Selepas meninggalnya Umar, enam orang sahabat Rasulullah ini berkumpul dan sama-sama menentukan penerus Umar bin Khattab.

“Wakilkan pilihan kalian kepada tiga orang saja.” kata Abdurrahman bin Auf kepada lima sahabat lainnya.

Tiga orang, termasuk dirinya memilih untuk mundur, dan menyisakan Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdurrahman bin Auf.

Abdurrahman bin Auf lalu mundur, kemudian berkata, “Siapa di antara kalian (Utsman, Ali) yang mundur, maka kita serahkan urusan ini kepada yang tersisa. Allah SWT pengawasnya dan Islam sebagai hakimnya. Hendaklah orang itu melihat siapa yang terbaik di antara mereka menurut nuraninya.”

Pahami Cara Rasulullah Kelola Keuangan, Dijamin Berkah 01

[Baca Juga: 5 Sahabat Rasulullah yang Kaya Raya Dan Dermawan]

 

Tidak ada yang membalas ucapan Abdurrahman, membuat dia kembali bertanya pada dua orang calon pemimpin ini.

“Apakah kalian akan menyerahkan urusan ini kepadaku? Demi Allah, aku pasti berusaha memilih yang terbaik di antara kalian.” Katanya.

Kemudian Abdurrahman memegang tangan Ali dan berucap,”Seperti diketahui, engkau mempunyai hubungan kerabat dengan Rasulullah SAW dan terlebih dahulu masuk Islam. Maka, Allah benar-benar akan mengawasimu. Jika terpilih menjadi khalifah, engkau harus berbuat adil; bahkan jika aku memilih Utsman, engkau harus mendengar dan menaatinya.” Katanya.

Ucapan ini juga Abdurrahman sampaikan pada Utsman. Setelah itu, Abdurrahman berseru,

“Angkatlah tanganmu wahai Utsman!” Katanya, sebagai tanda terpilihnya Utsman sebagai khalifah selanjutnya.

Kemudian, Utsman bin Affan secara resmi memerintah selama 13 tahun dari 644-655 Masehi atau 23-35 Hijriyah.

Selama masa pemerintahannya, Utsman bin Affan memiliki gaya militer otonom, karena ia mendelegasikan wewenang militer kepada orang-orang yang dipercayainya.

Selain itu, dalam masa pemerintahannya, dia banyak melakukan ekspansi kekuasaan di beberapa benua.

Afrika (Barqah, Tripoli Barat, dan bagian selatan negeri Nubah), Asia (Armemia, Tabaristan, Amu Daria, negeri-negeri Balkha, Harah, Kabul, dan Haznah di Turkistan).

Hingga benua Eropa pun tak luput dari ekspansi kekuasaannya, yaitu di negara Cyprus.

Bukan cuma itu, selama pemerintahan Utsman bin Affan, konon umat Islam memiliki era paling makmur dan sejahtera.

Hal ini ditandai dengan rakyatnya yang mampu naik haji berkali-kali, bahkan budak pun dijual berdasarkan berat timbangannya.

Seolah ber-paralel, semakin sering rakyat naik haji, semakin banyak pula rakyat yang masuk Islam.

Melihat hal ini, Utsman kemudian memutuskan untuk memperluas Masjidil Haram yang ada di Mekkah, dan Masjid Nabawi yang ada di Madinah.

Jasanya selama memerintah juga sangat tinggi pada peradaban baru kitab Al-Qur’an.

Pada masa kepemimpinannya, dia merintis penulisan Al-Qur;an dalam bentuk mushaf dari lembaran-lembaran yang tersebar sejak pemerintahan khalifah pertama.

7 Cara Investasi Ala Rasulullah dan Penjelasannya dalam Al-Quran 01

[Baca Juga: 3 Etika Bisnis Rasulullah Ini Bisa Bawa Berkah dan Keuntungan]

 

Meski begitu, tidak sedikit pula kebijakan yang menuai kontroversi di antara rakyat yang dipimpinnya.

Salah satunya adalah ketika rakyat tidak suka melihat Utsman mendahulukan keluarganya untuk diberikan jabatan tinggi pada pemerintahannya.

Banyak hal lainnya yang ditentang dan menimbulkan keributan seperti pembelotan yang terjadi di pemerintahannya, hingga kelompok oposisi yang bereskalasi.

Akhirnya, muncul-lah sebuah usaha pengepungan Utsman yang terjadi dalam beberapa babak.

Yang terparah adalah babak terakhir, yaitu pada 17 Juni 656 di mana para pembelot memanjat dinding belakang dan merayap masuk.

Kemudian ramai-ramai membunuh Utsman bin Affan yang berpasrah diri menghadapi para pembelot.

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Usia 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

Mimpi Terakhir

Saat pagi hari sebelum terjadinya pengepungan terakhir yang terparah itu, Utsman mengatakan pada penjaganya, “Biarlah mereka itu membunuhku. Aku melihat Nabi SAW dalam mimpi, bersama Abu Bakar dan Umar.”

Dalam mimpinya dikatakan kalau Rasulullah mengajak Utsman untuk berbuka bersama mereka yang muncul di mimpinya.

“Wahai Utsman, berbukalah bersama kami.” Katanya.

Saat itu, adalah hari Jumat, 12 Djulhijjah tahun 35 Hijriyah, saat di mana Utsman mengusir para sahabat yang berniat untuk melindunginya, dan membuka pintu rumah lebar-lebar untuk memberikan kesempatan para pembelot masuk ke rumahnya.

Utsman kemudian melawan semua serangan dan tebasan pedang seorang diri. Membuat tangannya terputus dan bagian tubuh lainnya bersimbah darah.

Hingga akhirnya dia terbunuh dengan posisi berhadap-hadapan dengan mushaf yang sempat dibacanya.

Belajar Dari Abdurrahman Bin Auf, Sang Jutawan yang Dermawan 01

[Baca Juga: 6 Cara Investasi Ala Rasulullah dan Penjelasannya dalam Al-Quran]

 

Darah yang mengalir dari tangan yang putus, mengenai mushaf yang terbuka dan membasahi firman Allah yang berbunyi:

“Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Q.S. Al-Bawarah: 137]. (Dikutip dari HR. Khalifah dalam At-Tarikh 175).

Dengan begitu, Utsman bin Affan wafat pada usianya yang menginjak 82 tahun, pada Jumat pagi, 17 Dzulqaidah 35 H atau 17 Juni 656 Masehi.

 

Melanjutkan Kebiasaan

Meski kita tidak terlahir kaya atau memiliki banyak harta seperti Utsman bin Affan, tapi tidak menghentikan kita untuk berbuat baik dan membantu sesama.

Meski tidak bisa memberi bantuan sebanyak Utsman bin Affan, tapi kita bisa memberi dan membantu sesama sesuai dengan kemampuan kita.

Yang paling penting adalah kemampuan kita dalam mengatur anggaran setiap bulannya, agar dari keseluruhan pendapatan kita, masih tersisa dana untuk bersedekah.

Sobat Finansialku, kami hadir mengajak kepedulian Anda untuk membantu dan memberikan harapan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sampai saat ini, mereka masih berjuang untuk mendapatkan makanan, pekerjaan bahkan kehidupan saat situasi seperti ini.

Sudah saatnya! Anda dan Finansialku, bersama-sama membantu mereka!

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi(1)

DONASI

 

Ada cara yang mudah dalam mengatur anggaran agar tetap bisa membantu sesama.

Gunakan Aplikasi Finansialku untuk mewujudkan impian mulia Sobat Finansialku, dengan memanfaatkan menu ‘Anggaran Keuangan’.

Tidak perlu repot menulis satu-satu pos anggarannya, karena di dalam menu Anggaran Keuangan sudah tersedia, dan memungkinkan kita untuk sekedar menulis besarannya saja.

Efektif dan efisien, bukan? Bahkan, Sobat Finansialku juga bisa melakukan konsultasi GRATIS bersama para perencana keuangan. Segera unduh di ikon berikut ini.

playstore icon
appstore icon

 

Untuk menikmati semua kemudahan ini, sobat Finansialku hanya perlu mengeluarkan Rp 800 per hari alias Rp 350.000 per tahun saja!

Ini belum ditambah dengan potongan harga Rp 50 ribu dengan memasukkan kode CUAN50 saat upgrade premium.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berbagi kepada sesama, hanya karena pendapatan tidak sebesar Utsman bin Affan, ‘kan?

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku tentang kisah Utsman bin Affan di atas? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

Sobat Finansialku juga bisa menyebarkan kisah teladan Utsman bin Affan ini kepada rekan dan keluarga, karena tidak ada salahnya menebar kebaikan dari hal yang paling kecil. Setuju? Pilih platform yang tersedia di bawah ini, ya!

 

Sumber Referensi:

  • Rusman Siregar. 16 Oktober 2019. Biografi Utsman bin Affan, Khalifah Ketiga Pemilik Dua Cahaya. Kalam.sindonews.com – https://bit.ly/2zAVW52
  • Admin. 4 Februari 2019. Sejarah Khalifah: utsman bin Affan, Pemilik Dua Cahaya. Minanews.net – https://bit.ly/3euvfy2
  • Adriana Megawati. 23 Juni 2016. Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Rasulullah yang Kaya Raya. Merdeka.com – https://bit.ly/3c7l3tG
  • Nibras Nada Nailufar. 3 Maret 2020. Masa Kekhalifahan Usman bin Affan. Kompas.com – https://bit.ly/3epQ39F
  • Admin. 23 April 2020. Kisah Khalifah Utsman bin Affan. Jateng.inews.id – https://bit.ly/2ZQyZFE
  • Admin. 28 November 2019. Biografi Utsman bin Affan Lengkap: Dari Seorang Hartawan Menjadi Khalifah. Islami.co – https://bit.ly/2M7Oilk
  • Nashih Nashrullah. 12 Februari 2020. Detik Terbunuhnya Utsman bin Affan dan Mimpi Bertemu Rasul. – https://bit.ly/2ZHnzEk

 

Sumber Gambar:

  • Utsman Bin Affan – https://bit.ly/3dbEvqi