Ternyata ada beberapa jenis laporan keuangan perusahaan, apakah Anda sudah tahu mengenai hal ini sebelumnya?

Mungkin Anda saat ini sedang berencana untuk membuat laporan keuangan pada perusahaan baru Anda.

Dengan membaca artikel ini, Anda akan menemukan jenis laporan keuangan yang tepat untuk Anda pilih bagi perusahaan Anda. Simak sampai akhir ya… Selamat membaca.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Laporan Keuangan Perusahaan

Standar akuntansi keuangan memberikan pengertian tentang laporan keuangan yaitu, “Neraca dan perhitungan laba, laporan perubahan posisi keuangan misalnya, laporan arus kas atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”

Dapat dipahami bahwa dengan adanya laporan keuangan perusahaan yang disediakan oleh pihak manajemen, maka sangat membantu pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan. Seperti keinginan perusahaan untuk melakukan right issue.

Right issue tersebut diprioritaskan kepada pemilik saham lama untuk membelinya.

laporan 2

[Baca Juga: Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Beserta Contohnya]

 

Informasi yang dihasilkan dalam laporan keuangan perusahaan disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles-GAAP). Salah satu bentuk prinsip yang saat ini digunakan di Indonesia adalah pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

 

Laporan Keuangan Perusahaan yang Dihasilkan Menurut PSAK

#1 Laporan Posisi Keuangan/Neraca

Dalam laporan posisi keuangan dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar.

Jumlah aset yang dimiliki perusahaan merupakan penjumlahan antara utang dan modal perusahaan. Hal ini disebut dengan persamaan akuntansi, yakni:

Aset = Utang + Modal

 

Neraca minimal mencakup pos-pos berikut:

  1. Kas dan setara kas
  2. Piutang usaha dan piutang lainnya
  3. Persediaan
  4. Properti investasi
  5. Aset tetap
  6. Aset tak berwujud
  7. Utang usaha dan utang lainnya
  8. Aset dan kewajiban pajak
  9. Kewajiban diestimasi (provisi)
  10. Ekuitas

 

Urutan dan format pos dalam neraca tidak ditentukan.

 

#2 Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu. Sehingga perusahaan dapat mengetahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.

Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos sebagai berikut:

  1. Pendapatan
  2. Beban keuangan
  3. Bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas
  4. Beban pajak
  5. Laba atau rugi bersih

 

laporan 3

[Baca Juga: Ini Contoh Laporan Keuangan Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan]

 

Dalam PSAK untuk laporan laba rugi tidak diperkenankan adanya penyajian dan pengungkapan mengenai “pos luar biasa”. Baik dalam laporan laba rugi maupun dalam catatan atas laporan keuangan.

Laba = Pendapatan – Biaya (Beban)

Perusahaan merekap seluruh pendapatan dan beban yang terjadi dari awal tahun hingga akhir tahun berjalan. Menyajikannya dalam laporan laba/rugi yang menginformasikan apakah selama tahun berjalan perusahaan memperoleh laba atau mengalami rugi.

 

#3 Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas perusahaan. Kas terdiri dari uang kas yang ada di perusahaan termasuk juga dengan kas kecil, kas besar dan rekening koran/rekening bank.

Umumnya investasi yang diklasifikasikan sebagai setara kas adalah yang jatuh temponya kurang dari atau sampai dengan 3 bulan, misalnya deposito berjangka waktu 3 bulan.

Laporan arus kas disusun dengan mengelompokkan perubahan kas selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Informasi yang disajikan dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

  1. Aktivitas operasi

Arus kas yang berasal dari aktivitas penghasil utama perusahaan, umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa atau kondisi lain yang mempengaruhi laba atau rugi.

Misalnya, penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa; penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain; pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa; pembayaran kas kepada karyawan;

laporan 4

[Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan : Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas dan Cara Bacanya untuk Investor]

 

  1. Aktivitas investasi

Menunjukkan pengeluaran atau penerimaan kas yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Misalnya, pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tak berwujud, dan aset jangka panjang lainnya;

penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset tak berwujud, dan aset jangka panjang lainnya; pembayaran kas untuk membeli efek ekuitas atau efek utang perusahaan lain; penerimaan kas dari penjualan efek ekuitas atau efek utang perusahaan lain.

  1. Aktivitas pendanaan

Transaksi kas yang disajikan dalam aktivitas pendanaan misalnya kas dari penerbitan saham; pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham; penerimaan kas dari penerbitan pinjaman, wesel, dan pinjaman jangka pendek atau jangka panjang; pelunasan pinjaman; pembayaran kas oleh lesse.

 

#4 Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas untuk periode tertentu, bisa satu bulan atau satu tahun.

Melalui laporan ini, pembaca laporan dapat mengetahui sebab-sebab perubahan ekuitas selama periode tertentu. Laporan perubahan ekuitas menyajikan berikut ini:

  1. Laba atau rugi entitas untuk suatu periode
  2. Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas
  3. Untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan
  4. Untuk setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secara terpisah perubahan yang berasal dari:
    • Laba atau rugi
    • Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas
    • Jumlah investasi, dividen, dan distribusi lainnya ke pemilik ekuitas

 

#5 Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan

Informasi yang dimuat dalam catatan atas laporan keuangan harus mencakup berikut ini:

  1. Dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan.
  2. Informasi yang disyaratkan dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan.
  3. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi relevan untuk memahami laporan keuangan.

 

Nah…. Itu dia beberapa bentuk laporan keuangan perusahaan yang dapat Anda simak selama membaca artikel ini dari awal sampai dengan selesai.

Bagikan artikel ini kepada rekan teman atau saudara Anda yang mungkin membutuhkan informasi dari artikel ini. Dan jangan lupa untuk mengisi kolom komentar yang telah disediakan. Terimakasih.

 

Sumber Referensi:

  • Dwi Martani, 2012. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
  • Wijaya, David. S.E., M.M. 2018. Akuntansi UMKM. Yogyakarta: Penerbit Gaya Media.
  • Budi Safa’at. 2015. 99 Perbedaan Cara Mengelola Uang Miliarder vs Orang Biasa. Jakarta: Grasindo.
  • Fahmi, Irham. S.E., M.Si. Analisis Kinerja Keuangan panduan bagi akademisi, manajer dan investor untuk menilai dan menganalisis bisnis dari aspek keuangan. Bandung: Penerbit Alfabeta
  • Karyawati P, Golrida. 2013. Akuntansi Untuk Non Akuntan. Jakarta: PT Gramedia Building Pustaka Utama.

 

Sumber Gambar:

  • Jenis Laporan Keuangan Perusahaan 1 – http://bit.ly/37B6JYH
  • Jenis Laporan Keuangan Perusahaan 2 – http://bit.ly/3178n1V
  • Jenis Laporan Keuangan Perusahaan 3 – http://bit.ly/2voWubL
  • Jenis Laporan Keuangan Perusahaan 4 – http://bit.ly/36F0CSc