Pada momen Maulid Nabi, banyak orang yang merayakannya dengan gembira. Namun, apakah Anda sudah mengetahui apa itu Maulid Nabi, sejarah, hukum memperingatinya, serta amalan apa yang bisa kita lakukan?

Finansialku telah merangkum berbagai informasi pentingnya, simak sampai akhir, ya!

 

Summary:

  • Maulid Nabi memiliki makna sebagai peringatan kita selaku umat Muslim di dunia akan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
  • Ulama menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah hal yang boleh untuk kita lakukan.
  • Ada beberapa amalan sunnah yang bisa Anda lakukan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Kemeriahan Maulid Nabi yang Sakral

Maulid Nabi merupakan sebuah acara untuk memperingati hari besar Nabi Muhammad SAW, atau hari kelahiran baginda Nabi. Menurut catatan Ahmad Tsauri, hal ini telah dilakukan sejak tahun hijriah oleh umat muslim.

Masyarakat yang beragama Islam memperingati hari besar Baginda Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Kisah penting dalam perjalanan kehidupan Rasulullah serta perkembangan Islam di dunia.

Rasulullah merupakan tokoh terpenting bagi umat Islam dari sejak dulu hingga sekarang, dengan begitu ditetapkanlah tanggal 12 Radiul Awal sebagai hari terpenting juga.

 

Informasi Penting Mengenai Sejarah Maulid 

Penting bagi kita yang beragam Muslim untuk mengenal sosok Rasulullah beserta sejarah singkatnya, hingga hukum memperingatinya.

Terdapat makna penting di dalam sejarah perjalanan kehidupan Nabi, berikut ini beberapa teori mulai dari sejarah hingga cara  masyarakat memperingatinya.

 

#1 Apa Itu Maulid Nabi

Sebagai seorang Muslim, sudahkah Anda mengetahui apa itu Maulid Nabi Muhammad SAW? Maulid Nabi sendiri bermakna sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal pada penanggalan Hijriyah. Pada saat itu Nabi lahir di Kota Mekkah.

Tentu saja Anda sudah mengetahui kisah tersebut yang juga dikisahkan kembali di surat Al-Fil. Kata maulid atau milad tersebut dalam bahasa Arab mengandung makna hari lahir, mengutip dari situs Pengadilan Negeri Marabahan Kelas II.

Kita selaku umat Muslim sudah sepatutnya mengingat kembali panutan kita Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan utusan Allah SWT untuk umatnya di akhir zaman. 

#2 Sejarah Maulid 

Sejarah Maulid Nabi berawal dari ketetapan  pada tanggal 12 Rabiul Awal. Nabi lahir dari kandungan ibunya yang bernama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.

Pada saat Rasulullah lahir, bertepatan dengan peristiwa besar yang disebut dengan Amul Fiil. Tepat pada tahun 571 sesuai dengan kalender Romawi.

Dalam kisah perjalanan hidupnya memperjuangkan serta menyebarkan agama Islam, beliau mendapatkan wahyu pertamanya saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Beliau meninggal saat usianya 63 tahun di hari Senin.

[Baca Juga: 6 Cara Investasi Ala Rasulullah dan Penjelasannya dalam Al-Quran]

#3 Makna Maulid 

Pada saat Nabi lahir, tidak ada yang menyusuinya hingga pada akhirnya datanglah seorang wanita bernama Halimah Sa’diyah. Halimah lah yang dengan ikhlas menyusui Baginda Nabi pada saat itu.

Dari kebaikan Halimah itulah Allah membalasnya dengan menjadikan keledai kurus menjadi gemuk.  Pada intinya, dari perbuatan baik pasti akan dibalas kebaikan oleh Tuhan.

 

#4 Penjelasan Ulama Mengenai Hukum Memperingati Maulid Nabi

Ada beberapa Ulama yang menuturkan hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad. Salah satu Ulama yang menjelaskan hal ini, yaitu Ustaz Abdul Somad.

Beliau mengatakan bahwa kegiatan tersebut termasuk bid’ah. Jadi, tidak masalah jika tiap tahunnya merayakan hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad.

Ustaz Abdul Somad juga memaparkan beberapa hadis pada saat ceramahnya, bahwa terdapat hadits dan Ulama Besar atas dasar memperbolehkan merayakan hari kelahiran Rasulullah tersebut.

Sehingga, sampai saat ini masyarakat masih merayakannya sesuai dengan adat wilayah atau hanya sekadar acara pengajian saja.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

#5 Dalil

Terdapat dalil mengenai memperbolehkan untuk merayakan hari besar Rasulullah, salah satu dalil yang berbunyi “Orang yang merayakan Maulid Nabi adalah sohibul Maulid Nabi sendiri, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim, ketika Baginda Nabi bertanya mengapa berpuasa pada hari senin?

Beliau SAW menjawab, “Itulah hari kelahiran ku.” Inilah nash yang paling jelas yang menunjukkan bahwa diperbolehkan merayakan Maulid Nabi.

 

#6 Cara Masyarakat Merayakan Maulid 

Tiap daerah memiliki cara serta tradisi yang berbeda saat merayakan acara Maulid Nabi, hari spesial di agama Islam.

Ada beberapa daerah yang mempunyai tradisi unik dalam merayakan Maulid Nabi, contohnya seperti Bungo Lado yang merupakan tradisi unik yang berasal dari Sumatera Barat.

Bungo Lado yang berarti bunga cabai atau pohon berdaun uang, yang juga disebut dengan pohon uang.

[Baca Juga: Kisah Sukses Abu Bakar Ash Siddiq, Sahabat Rasulullah Terkaya]

 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Maulid Nabi

Lantas, selain memperingatinya apa yang harus dilakukan saat Maulid Nabi tiba? Setidaknya ada beberapa amalan sunnah yang bisa Anda lakukan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Beberapa amalan tersebut antara lain sebagai berikut:

#1 Membaca Shalawat

Pertama dan yang paling utama tak lain membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Anjuran tersebut termaktub dalam Quran Surat Al-Ahzab ayat 56 yang bunyinya: 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS. Al Ahzab: 56).

#2 Puasa Sunnah

Kemudian yang kedua, Anda bisa melakukan puasa sunnah seperti yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan. Antara lain puasa sunnah di hari Senin yang merupakan hari kelahiran beliau, puasa sunnah Senin-Kamis, serta puasa Yaumul Bidh pada tengah bulan yakni 13-15.

#3 Perbanyaklah Sedekah

Tak lupa salah satu perbuatan mulia yang senantiasa Nabi anjurkan dan contohkan adalah amal sedekah. Sudah barang tentu kita selaku umatnya mengimplementasikan amal sedekah sebagai wujud ketaatan kita terhadap Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW selaku utusan-Nya. 

#4 Perbanyak Dzikir dan Beribadah

Tak ketinggalan salah satu cara bagaimana kita menghormati beliau ialah dengan memperbanyak dzikir serta beribadah kepada Allah SWT. Sebab amalan inilah yang tak pernah beliau tinggalkan semasa hidupnya. Meski berstatus sebagai manusia yang mulia dan telah terjamin surganya, Nabi Muhammad senantiasa memaksimalkan setiap detiknya untuk bertasbih kepada Allah SWT.

Amalan ini juga sebagai wujud  rasa syukur kita kepada Allah SWT. 

Serunya Peringatan Acara Maulid Nabi di Berbagai Daerah

Maulid Nabi merupakan hari terpenting bagi umat Islam, terdapat sejarah yang mengharukan di balik perayaan yang meriah ini.

Kisah kehidupan Baginda Nabi sejak kecil hingga dewasa, serta hingga sampai beliau menjadi Nabi terakhir dalam sejarahnya.

 

Ternyata, kisah tentang Nabi Muhammad memang sangat bermakna bagi umat Islam. Ayo share artikel bermanfaat di atas pada orang terdekat Anda, terima kasih.

 

 

Sumber Referensi:

  • Ahmad Muhafid. 16 Juni 2020. Sejarah Maulid Nabi, Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Harapanrakyat.com – https://bit.ly/31Ng3bo
  • Octavia Monica P. 09 November 2019. Penjelasan 3 Ulama Tentang Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Palu.tribunnews.com – https://bit.ly/3dZKU9r
  • Sudiarto Putra. 08 November 2019. Sejarah Perayaan MaulidNabi Muhammad SAW. News.detik.com – https://bit.ly/37GdGL8
  • Rusman Siregar. 08 November 2019. Sejarah MaulidNabi dan Dalil yang Membolehkannya. Kalam.sindonews.com – https://bit.ly/3ozJeIo
  • Rifan Aditya. 15 Oktober 2021. 5 Amalan Maulid Nabi Meskipun Sunnah Tapi Penuh Berkah. Suara.com – https://bit.ly/3dOVOmE
  • Rahma Indina Harbani. 19 Oktober 2021. Arti Maulid Nabi dan Sejarah Tradisinya. Detik.com – https://bit.ly/3SFylmB

 

Sumber Gambar:

  • Maulid 1 – https://bit.ly/2HAgEps
  • Maulid 2 – https://bit.ly/3mqbfAr