Apakah yang dimaksud Support dan Resistance dalam perdagangan saham? Bagaimana cara menentukannya? Bagaimana cara menggunakannya dalam bertransaksi saham? Finansialku akan membahas mengenai support dan resistance dalam grafik perdagangan saham.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Support dan Resistance Dalam Trading Saham

Konsep support dan resistance merupakan dua atribut yang paling banyak dibahas dalam analisis. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada tingkat harga tertentu yang mencegah atau menjaga agar harga tidak terdorong ke arah tertentu.

Kebanyakan trader berpengalaman dapat menceritakan tentang bagaimana tingkat harga tertentu cenderung untuk mencegah para trader mendorong harga ke arah tertentu.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Coba Main Saham? Kenali Dulu Apa Itu Pasar Modal]

 

Support adalah tingkat atau area harga tertentu yang dapat diyakini sebagai titik terendah pada suatu masa, dimana seakan-akan tingkat harga ini menjaga supaya harga tidak jatuh lebih dalam.

Saat menyentuh support, harga seperti memantul kembali ke atas. Jika support ini tertembus (breakdown), maka harga akan turun ke bawah hingga menemukan titik support baru.

Sedangkan Resistance adalah kebalikan dari support. Resistance adalah tingkat atau area harga tertentu yang diyakini sebagai titik atau area tertinggi pada suatu masa, dimana aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga bergerak naik.

Biasanya harga akan turun setelah menyentuh harga resistance. Jika resistance tembus (breakout), harga akan naik hingga resistance berikutnya.

 

Analogi Support dan Resistance

Di dalam perdagangan di pasar modal, biasanya terjadi pertempuran antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Hal-hal yang secara psikologis mempengaruhi besarnya permintaan dan penawaran pada harga tertentu inilah yang membentuk support atau resistance pada tingkat harga tertentu.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 02 - Finansialku

[Baca Juga: Langkah Awal Memahami Transaksi Saham Dengan Software Online Trading]

 

Konsep support dan resistance ini pun tanpa kita sadari juga sebenarnya kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya Anda mengetahui suatu barang (misalnya tiket), dalam sehari-harinya dijual seharga Rp500, dan suatu saat harganya turun hingga Rp300. Namun keesokannya harga kembali naik ke Rp500, maka Anda berpikir bahwa Rp300 adalah harga terbaik yang mungkin Anda bisa beli.

Karenanya batas Rp300 ini menjadi titik support yang menjaga harga tidak turun karena secara psikologis banyak peminatnya. Support juga dianggap sebagai lantai karena tingkat harga ini mencegah pasar menggerakkan harga ke bawah.

Begitu pula dengan resistance, jika Anda mendapati memegang suatu barang (misalnya cabe), harganya naik pada suatu tingkat harga tertentu, namun gagal menembus misalnya Rp600.

Anda sebagai pedagang mengharapkan harganya makin naik, namun ternyata harga tidak bisa lebih naik lagi karena kekuatan pasarnya tidak cukup.

Anda akan berpikir bahwa Rp600 adalah harga terbaik bagi Anda untuk menjual stok barang Anda. Karenanya batas Rp600 ini menjadi titik resistance yang mencegah harga untuk naik karena secara psikologis banyak yang ingin menjual di harga itu.

Resistance juga dianggap sebagai langit-langit karena tingkat harga ini mencegah pasar menggerakkan harga ke atas.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 03 - Finansialku

[Baca Juga: Bertransaksi Saham Dengan Salah Satu Aplikasi Software Online Trading]

 

Menentukan Support & Resistance

Support dan Resistance adalah salah satu cara trading yang relatif mudah dalam penerapannya, meskipun demikian, support dan resistance adalah salah satu cara terbaik dalam membaca arah pergerakan harga saham.

Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan juga mengenai cara menentukan Support dan Resistance.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam menentukan harga Support dan Resistance untuk perdagangan saham, metode-metode tersebut antara lain:

 

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

 

 

#1 Menarik Garis Secara Manual

Ada sebuah cara sederhana untuk menentukan support dan resistance, yaitu dengan menerapkan langkah-langkah berikut:

  1. Cari history pergerakan harga saham pada suatu waktu tertentu.
  2. Cari titik tertinggi dan terendah dari pergerakan harga tersebut.
  3. Tarik garis horizontal pada titik tertinggi dan terendah tersebut.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 04 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Risiko dan Keuntungan Berinvestasi Saham]

 

Cara manual ini adalah salah satu cara menentukan support dan resistance termudah dan berguna untuk menentukan arah harga pada masa yang akan datang.

Support dan resistance tidak melulu harus menggunakan garis mendatar, bisa juga ditarik garis miring yang diagonal membentuk garis trendline (upward/downward).

Untuk membentuk garis ini dapat dilakukan dengan cara:

  1. Cari 2 atau lebih titik tertinggi dan terendah.
  2. Hubungkan 2 titik tertinggi atau terendah tersebut.
  3. Perpanjang garis tersebut.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 05 - Finansialku

[Baca Juga: Ingin Menjadi Seorang Trader Saham yang Sukses? Ini Kuncinya!]

 

Dengan menarik garis tersebut, maka corong harga akan terbentuk, garis yang atas berfungsi sebagai resistance, dan garis yang bawah akan menjadi support.

 

#2 Menggunakan Angka Bulat

Salah satu jenis support dan resistance yang cenderung terlihat adalah di angka bulat. Angka bulat seperti Rp50, Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000, dan sebagainya cenderung menjadi penting dalam level support dan resistance karena mereka sering mewakili titik balik psikologis dimana banyak trader akan membuat keputusan beli atau jual.

 

Pembeli akan sering membeli dalam jumlah besar saham setelah harga mulai jatuh ke angka bulat besar seperti Rp500, yang membuatnya lebih sulit bagi saham jatuh lebih ke bawah.

Di sisi lain, penjual mulai menjual saham ketika bergerak menuju puncak angka bulat, sehingga sulit untuk bergerak melewati angka ini juga.

Hal ini meningkatkan tekanan membeli dan menjual. Hal inilah yang membuat angka bulat penting dalam penerapan support dan resistance, dan dalam banyak kasus, juga menyangkut poin psikologi pasar juga.

 

#3 Menggunakan Moving Average

Kebanyakan trader teknikal menggabungkan kekuatan berbagai indikator teknikal, seperti moving average, untuk membantu dalam memprediksi momentum jangka pendek di masa depan.

Moving average ini pun memiliki untuk mengidentifikasi tingkat support dan resistance, seperti yang dapat Anda lihat dari grafik di bawah ini.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 06 - Finansialku

[Baca Juga: Pahami Dulu Moving Average Sebelum Memulai Trading Saham]

 

Moving average adalah garis yang terus berubah yang menampilkan dan menghitung data pergerakan harga masa lalu.

Garis yang terbentuk pada moving average juga dapat dipakai untuk mengidentifikasi support dan resistance.

Perhatikan gambar di atas, harga saham yang mulai jatuh mendekati moving average dapat memantul ke atas, seolah ada support yang mencegahnya untuk turun.

Namun ketika harga berada di bawah moving average, garis ini bertindak sebagai resistance.

 

#4 Menggunakan Pivot Point

Pivot point adalah salah satu cara untuk menentukan support dan resistance dengan menggunakan rumus perhitungan tertentu. Rumus perhitungan pivot point dapat melihat support dan resistance hingga 3 lapis:

  1. Resistance 3 – (R3) = H + 2 x (P – L)
  2. Resistance 2 – (R2) = P + (R1 – S1) atau P + (H – L)
  3. Resistance 1 – (R1) = (P x 2) – L
  4. Pivot Point – (P) = (H + L + C) / 3
  5. Support 1 – (S1) = (P x 2) – H
  6. Support 2 – (S2) = P – (R1 – S1) atau P – (H – L)
  7. Support 3 – (S3) = L – 2 x (H – P)

 

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

  1. R = Resistance
  2. S = Support
  3. P = Pivot Point
  4. O = Open (Harga pembukaan hari ini)
  5. H = High (Harga tertinggi hari sebelumnya)
  6. L = Low (Harga terendah hari sebelumnya)
  7. C = Close (Harga penutupan hari sebelumnya)

 

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 07 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Line Chart, Bar Chart, dan Candlestick Chart Dalam Perdagangan Saham]

 

Nilai yang dimasukkan dalam perhitungan pivot point adalah nilai dari harga hari sebelumnya. Misalnya bila ingin menghitung pivot besok, maka data harga pada hari ini yang dimasukkan. Bila keesokan harinya:

  1. Harga dibuka di atas P atau R1, maka dapat dikatakan market Kemungkinan akan melanjutkan kenaikan bila sedang tren naik. Kemungkinan untuk pembalikan arah bila tren sedang turun.
  2. Harga dibuka di bawah P atau S1, maka dikatakan market sedang lemah. Kemungkinan akan melanjutkan penurunan bila sedang trend turun. Kemungkinan untuk pembalikan arah bila tren sedang naik.
  3. Harga dibuka di atas R1 menuju R2 dan seterusnya, dalam keadaan tren naik, maka harga dapat dikatakan dibuka terlalu mahal dan kemungkinan akan mengalami koreksi untuk bisa melanjutkan kenaikan. Dalam tren turun, menjadi tanda awal pembalikan arah.
  4. Harga dibuka di bawah S1 menuju S2 dan seterusnya, dalam keadaan tren turun, maka harga dapat dikatakan dibuka terlalu murah dan kemungkinan akan mengalami kenaikan sebelum melanjutkan penurunan. Dalam tren naik, menjadi tanda awal pembalikan arah.

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 728 x 168

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 336 x 280

#5 Menggunakan Fibonacci Retracements

Garis Fibonacci adalah garis yang dibentuk dengan mengikuti aturan Fibonacci. Garis yang dibentuk dari Fibonacci membentuk titik support dan resistance harga saham. Cara menarik Fibonacci yaitu:

  1. Tentukan titik tertinggi dan titik terendah pada suatu periode.
  2. Hubungkan antara titik tertinggi dan terendah.
  3. Tentukan jarak antara kedua titik tersebut dan hitung posisi 0%, 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 78,6%, dan 100%-nya.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 08 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) Dalam Trading Saham]

 

Dalam penarikan titik tertinggi ke titik terendah, didapatlah garis-garis yang didapat dapat berfungsi sebagai support dan resistance, dan dengan Fibonacci, maka kita dapat melihat peluang kenaikan dan penurunan harga pada masa yang akan datang.

Bila garis Fibonacci berada di bawah harga, maka berfungsi sebagai support, dan bila ada di atas harga, maka berfungsi sebagai resistance.

 

#6 Menggunakan Gap/Celah Harga

Untuk menentukan area support dan resistance, juga bisa dengan menggunakan gap pada grafik candlestick yang pernah terjadi. Gap sendiri merupakan posisi harga yang melompat sehingga terjadi sebuah celah antara harga penutupan sebelumnya dengan harga pembukaan hari setelahnya.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 09 - Finansialku

[Baca Juga: Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick?]

 

Gap akan menjadi sebuah tanda yang menentukan sebuah pergerakan harga akan menjadi kenaikan atau penurunan yang berkelanjutan, atau pembalikan dari tren sebelumnya.

Oleh karena itu, gap juga digolongkan sebagai indikator support dan resistance.

Sebuah gap biasanya akan ditutup oleh candlestick berikutnya, dan area gap akan berfungsi sebagai area support atau resistance.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 10 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Repo (Repurchase Agreement) dalam Saham Aman untuk Berinvestasi?]

 

#7 Menggunakan Bid & Offer Volume

Support dan resistance juga dapat dilihat pada jumlah bid dan offer pada papan harga harian. Ada 2 sisi yang menggerakkan harga saham, yaitu Bid dan Offer.

Bid berisi harga saham yang diminta oleh pembeli dan Bid Volume adalah jumlah lot saham yang diminta pada harga tertentu. Sementara Offer adalah harga saham yang ditawar oleh penjual dan Offer Volume adalah jumlah lot saham yang ditawar pada harga tertentu.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 11 - Finansialku

[Baca Juga: Bagi Investor Saham Pemula, Jangan Salah Memilih Broker Saham]

 

Pada gambar di atas dapat kita lihat tampilan harga beserta banyaknya permintaan dan penawaran yang dipesan oleh para anggota bursa. Pada menu tersebut, ada beberapa keterangan

  1. Bid: Permintaan harga yang dipesan oleh pembeli.
  2. Bid Volume: Jumlah permintaan dalam satuan lot pada harga tertentu oleh pihak pembeli.
  3. Offer: Penawaran harga yang dipesan oleh penjual.
  4. Offer Volume: Jumlah penawaran dalam satuan lot pada harga tertentu oleh pihak penjual.
  5. Open: Harga pembukaan pada hari perdagangan terakhir.
  6. Low: Harga terendah pada hari perdagangan terakhir.
  7. High: Harga tertinggi pada hari perdagangan terakhir.

Pada gambar di atas terlihat tiap harga yang ada, jumlah lot yang dipasang dalam permintaan dan penawaran tidaklah sama banyak.

Terlihat pada harga Rp1.165 memiliki jumlah bid yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa harga tersebut adalah titik support.

Selain itu terlihat pada gambar, pada harga Rp1.200 terdapat jumlah offer yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa harga tersebut adalah titik resistance.

 

Menggunakan Support & Resistance

Support dan resistance merupakan indikator penting dalam trading saham, terutama untuk menentukan titik take-profit dan stop-loss.

Selain itu support dan resistance juga bisa untuk menentukan kapan membeli. Support dan resistance merupakan level psikologis para pelaku pasar dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menjual instrumen investasi mereka.

 

#1 Menentukan Titik Harga Beli

Seringkali dalam aktivitas trading, support dan resistance sangat menentukan pengambilan keputusan.

Support dan resistance yang dipadu dengan analisis teknikal dapat membantu kita menentukan harga beli dan jual. Ada 2 kondisi di mana Anda bisa membeli suatu saham bila Anda mengikuti teori Support dan Resistance, yaitu:

 

Beli bila harga memantul dari Support (Buy on Support).

Bila harga memantul dari titik support, maka ada kemungkinan harga saham akan melanjutkan tren kenaikannya.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 12 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Asal Beli Saham IPO! Pahami Apa Itu IPO dan Bagaimana Menilai Sahamnya]

 

Beli bila harga menembus Resistance (Buy on Breakout)

Bila harga saham menembus batas resistance, maka menandakan adanya tren kenaikan yang sangat kuat.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 13 - Finansialku

[Baca Juga: SOS! Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Bila Nyangkut Saat Berinvestasi Saham]

 

#2 Menentukan Titik Harga Jual

Selain menentukan waktu untuk beli, support dan resistance juga berfungsi untuk menentukan waktu untuk menjual saham. Ada 2 kondisi pula di mana Anda bisa menjual saham Anda, yaitu:

 

Jual bila harga memantul dari Resistance (Sell on Resistance)

Bila harga terlempar dari resistance, maka ada kemungkinan harga saham akan cenderung menurun. Aksi jual pada waktu ini disebut Take-Profit.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 14 - Finansialku

[Baca Juga: Sistem Auto Rejection dalam Perdagangan Saham di Indonesia]

 

Jual bila harga menembus Support (Sell on Breakdown)

Bila harga saham menembus support, maka menandakan adanya tren penurunan yang sangat kuat. Aksi jual ada waktu ini disebut Cut-Loss.

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 15 - Finansialku

[Baca Juga: Investasi Saham itu Apa? Apa Keuntungannya? Bagaimana Hasil Investasinya?]

 

Perlu diperhatikan bahwa level support dan resistance ini tidaklah kaku, dalam arti, misalnya level support harus ada di Angka A misanya.

Jika kita beranggapan bahwa angka ini selalu tetap, maka kita akan sering terkecoh. Angka area support dan resistance mungkin dapat bergeser sedikit dari yang digariskan, namun bukan berarti tidak ada support atau resistance.

 

Banyak Metode dalam Menentukan Support dan Resistance

Ada banyak metode yang bisa dipakai untuk menentukan support dan resistance, namun lebih baik bagi Anda yang merupakan pemula dalam berinvestasi atau trading saham, untuk fokus pada metode menarik garis support dan resistance secara manual (horizontal, upward, downward) terlebih dahulu, sebelum mempelajari metode lainnya.

 

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai alasan wajib anda harus memulai investasi saham. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Apakah Anda pernah melakukan trading saham, forex maupun komoditas? Seberapa besar pengaruh Support dan Resistance dalam menentukan keputusan dalam aktivitas trading Anda? Berikan jawaban dan pendapat Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Wijaya, Ryan Filbert. 2014. Investasi Saham Ala Swing Trader Dunia. Jakarta: Kompas Gramedia
  • Wira, Desmond. 2010. Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal. Jakarta: Exceed Books
  • Murphy, Casey. 2008. Support And Resistance Basics. Investopedia.com

 

Sumber Gambar:

  • Chart – https://goo.gl/QmbHxf
  • Demand Supply 1 – https://goo.gl/2UtfQg
  • Demand Supply 2 – https://goo.gl/XDHH6n
  • Pivot Point – https://goo.gl/XPfosh
  • Fibonacci Retracement – https://goo.gl/TwuVfP
  • Aplikasi HOTS Mirae Asset

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku