Bagaimana cara menjadi agen sukses dan jago mengatur keuangan bulanan? Bekerja sebagai agen asuransi itu mirip seperti pebisnis atau freelance. Penghasilan bulanannya tidak selalu tetap, lalu bagaimana cara mengatur keuangannya?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Menjadi Agen yang Sukses dengan Memahami Perencanaan Keuangan

Enam tahun berada di industri perencanaan keuangan, gw memiliki banyak teman agen asuransi. Gw memperhatikan bagaimana kesejahteraan agen asuransi.

Berdasarkan pengalaman gw, ada 4 jenis agen asuransi, yaitu:

  1. Jago jualan dan jago mengatur keuangan bulanan → SANGAT SEJAHTERA
  2. Jago jualan, sayangnya tidak jago mengatur keuangan → SULIT SEJAHTERA
  3. Tidak jago jualan, tetapi jago mengatur keuangan bulanan → BERTAHAN (kebanyakan agen asuransi di sini).
  4. Tidak jago jualan dan tidak jago mengatur keuangan bulanan → SUDAH GANTI PROFESI :D

Nah kamu sendiri lebih mirip agen nomor 1, 2 atau 3?

 

Agen Asuransi Nomor 1

Artikel ini tidak untuk kamu, karena kamu sudah tahu cara menjadi agen sukses dan sudah jago mengatur keuangan bulanan.

Artikel ini lebih cocok untuk teman-teman dan timmu yang nomor 2 dan nomor 3. Jadi bagikan artikel ini ke timmu ya..

 

Agen Asuransi Nomor 2: Jago Jualan, Tidak Jago Mengatur Keuangan Bulanan

Gw ingin bercerita pengalaman seorang agen asuransi yang jualannya jago banget. Beberapa kali makan siang bersama, gw selalu ditawari produk asuransi. Kalau produk tidak mempan, masih ditawari bergabung jadi agen (luar biasa).

Hahaha… I know it bro :D

Oh iya, cerita ini gw tulis setelah mendapatkan izin dari yang bersangkutan dan juga sudah di approve. No hurt feeling.

Para Agen Asuransi Bagaimana Cara Menjadi Agen Sukses dan Jago Mengatur Keuangan Bulanan 02 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Tips Perencanaan Keuangan yang Tidak Musti Anda Lakukan!]

 

Anggap saja teman gw ini namanya Bro Romeo. Sekali waktu kita makan siang bersama di THE GOODS CAFÉ di PP. Kita pesan dua cangkir coffee latte dan mulailah ngobrol.

Ternyata selama ini, hasil penjualan yang besar selama 5 tahun belakangan ini tidak jadi kemana-mana. Coba bayangkan dengan income lebih dari Rp600 juta per tahun, ternyata tidak bersisa.

Sebagian besar jadi gadget, mainan sepeda, mobil dan yang paling benar rumah (meski belum lunas). Berita yang menyedihkannya, Romeo tidak punya investasi dan dana darurat juga masih jauh dari cukup.

Gw sebagai teman dan khususnya financial planner, merasa prihatin. Kok orang yang bekerja di industri keuangan tidak bisa mengatur keuangan bulanan? Bagaimana kalau ketemu sama kliennya? Apakah dia bisa memberikan advis yang tepat?

Sebagai seorang kawan dan financial planner, gw bilang sama Romeo:

“Bro, kenapa ga lu bikin financial planning saja?”

 

Romeo menjawab:

“Gw udah ada bro, buat apa?”

 

Gw tahu sih, buat seorang agen asuransi yang juga menggunakan title financial planner penawaran gw kayanya kurang pas. Gw berusaha meyakinkan Romeo:

“Bro, gw tahu lu financial planner, lu tahu caranya buat plan, lu tahu mengenai perhitungan ini itu. Tapi lu butuh teman buat diskusi keuangan. Gw adalah kawan lu yang bisa melihat lebih obyektif.”

 

Romeo mulai terbuka dan mulai bertanya bagaimana gw bantu dia. Finally gw kasih lihat contoh book plan yang gw buat untuk klien-klien gw. Singkat cerita akhirnya Romeo pakai jasa gw.

Surprisingly, dia dalam waktu dekat sudah sehat keuangannya dan dia lebih pede jualan ke klien. Kok bisa begitu? Utang rumah sudah lunas dan dia Walk The Talk.

Saya akan cerita mengenai walk the talk pada bagian berikutnya.

Kamu juga bisa mengubah hidup dengan Perencanaan Keuangan yang tepat dengan menonton video dari channel Youtube Finansialku berikut ini:

 

Kalau lu atau ada agen di tim lu yang serupa dengan Romeo, berikan solusi:

“Cari orang untuk diskusi mengenai keuangan dan gimana caranya mengatur keuangan bulanan. Ketika keuangan bulanan sudah sehat, punya tabungan, punya investasi, punya aset, jualan juga lebih tenang dan percaya diri.”

 

Selain itu, salah satu keuntungan membuat rencana keuangan adalah dapat meningkatkan pemasukan bulanan. Ga percaya? Coba ikut webinar gw berikut ini dengan gratis:

Bagaimana Cara Mengatur Gaji, Berinvestasi dan Merencanakan Keuangan TANPA Mengandalkan Pinjaman?

Kalau lu mau ngobrol sama gw, silahkan pakai aja Aplikasi Finansialku di Google Play Store. Disitu ada menu tanya ke perencana keuangan, cobain aja GRATIS 1 bulan :D

 

Agen Asuransi Nomor 3: Jago Jualan, Tidak Jago Mengatur Keuangan Bulanan

Seperti yang gw ceritakan sebelumnya, ada juga agen asuransi tipe 3 yang nggak jago jualan, tapi jago mengatur keuangan bulanan. Salah satu ciri agen nomor 3 ini hemat luar biasa (terkadang suka kelewat, ketemu klien bawa tumblr S***b**k isi air putih).

Seringkali mereka bertanya, bagaimana cara menjual?

Saya bukan orang yang spesialis dalam menjual, namun I do as entrepreneur.

Jadi prinsip utamanya adalah:

“Kamu bicarain apa yang kamu lakukan.”

 

Definisi Agen Asuransi 02 Agen Asuransi 2 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Agen Asuransi, Keuntungan Menjadi Agen, Cara Menjadi Agen]

 

Beberapa hari lalu, gw mendengar sebuah podcast yang mewawancarai Dennis Hadi. Dennis adalah seorang pebisnis muda di industri pola hidup sehat, mulai dari baju gym, catering sehat, salad bar dan ada rencana mau buka gym.

Di Podcast tersebut dia bercerita banyak sekali orang yang menawarkan catering sehat. Perbedaannya adalah bagaimana cara memasarkan produk Dennis.

Dia mengatakan hard selling is end, storytelling is selling.

Jadi dia menceritakan pekerjaan sehari-harinya mulai dari gym, aktivitas terkait bisnisnya, bikin Instagram story, konten IG feed dan lain sebagainya. Intinya dia mau menunjukkan:

“Gw sekarang punya badan yang bagus dan keren ini karena gw rajin olahraga dan jaga makanan serta have fun.”

 

Seperti jargon di marketing:

“Monkey see, monkey do.”

 

Video-video Dennis tersebar secara viral di media sosial dan orang-orang jadi terinspirasi dengan yang dilakukan Dennis.

Apakah hal yang sama bisa dilakukan oleh kamu agen nomor 3?

Ya tentu saja, karena saya juga melakukan hal yang sama. I talk about my financial planning. Jalan apa yang gw pilih, termasuk memilih sebagai entrepreneur dan lain sebagainya.

Gw yakin kamu juga bisa melakukan hal yang sama. Coba deh jangan terlalu pelit dan mulai melihat perencanaan keuangan dengan cara yang WAJAR.

Akhir tahun 2018, gw menulis sebuah buku untuk dicetak. Judul bukunya adalah Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True. Buku ini gw tulis dengan cara yang sangat-sangat sederhana dan harusnya mudah dimengerti.

Buat gw yang terbiasa ngomongin keuangan, jujur saja agak sulit menyederhanakan. Gw yakin buku yang gw tulis itu, dapat kamu pakai untuk melihat keuangan dari sudut pandang yang baru.

reallygeatsite.com

 

Kalau kamu lihat bukunya, sebenarnya sangat simple, karena gw mau orang yang membaca ga sayang untuk coret-coret bukunya. Kemudian setelah baca, bisa mulai praktekkin.
Total ada 7 bab di buku tersebut dan kurang lebih ini pembahasannya:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Melvin Mumpuni ST MBA CFP QWP (@melvin_mumpuni) on

 

Coba baca penjelasannya dan mulai praktikkan.

Ceritain pengalaman kamu saat mulai merencanakan keuangan.

 

Kalau kamu lebih suka dengerin video, gw sarankan coba Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Kamu berikut ini:

 

Merencanakan keuangan itu tidak sama dengan pelit lho, karena merencanakan keuangan adalah menata prioritas dan strategi.

Jangan lupa pada saat kamu praktikkan, sering-sering bercerita kepada teman dan kenalanmu, bisa melalui Instagram, Spotify dan juga Youtube. I do the same kok.

Kalau kamu belum tahu, cek deh:

Instagram kita ada di @Finansialku_com

Youtube kita ada di Finansialku.com

Dan Podcast kita di Spotify: Fintalk Podcast

 

Semoga cerita gw ini bisa membantu kamu, menjadi agen sukses dan bermanfaat buat banyak orang.

 

Key Take Away

Sedikit jokes, tapi menurut gw ini kesimpulan dari yang gw obrolin sebelumnya:

 

KAITAN ANTARA KEUANGAN DAN HUKUM FISIKA

 

Untuk Agen Asuransi Nomor 2, Ingat HUKUM NEWTON!

Makin Besar Gaya, Makin Besar Tekanan

Kayanya sudah jelas deh, Kamu pasti tahu maksudnya kan.

 

Makin Besar Gaya, Makin Besar Usaha

Sudah pasti dong.. Kalau gaya kamu selangit maka mau ga mau usaha kamu juga harus besar. Nah kalau usaha kamu sama besarnya dengan gaya kamu, itu plus-plus (artinya ga bisa surplus).

Satu-satunya cara supaya bisa surplus adalah PEGANG 100% KENDALI KEUANGAN KAMU. Dan satu-satunya cara supaya kamu bisa pegang 100% kendali keuangan kamu adalah dengan MERENCANAKAN KEUANGAN.

 

Untuk Agen Asuransi Nomor 3, Ingat Hukum Sirkuit Kirchhoff

Arus masuk = Arus keluar

Artinya kalau kamu pelit banget (arus keluar kecil), jangan-jangan arus masuk (pemasukan) kamu juga kecil. Makanya arus keluar kamu harus diperbesar dengan investasi di ilmu, network dan menjadi berkat buat banyak orang.

 

Oh iya, kamu juga bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, agar tujuan keuangan kamu bisa tercapai sesuai rencana.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Semoga waktu 8 menit Kamu ini bisa bermanfaat dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams, Come True!

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat kamu ya! Semoga bermanfaat..

 

Sumber Gambar:

  • Person Writing on White Book. Pexels.com – http://bit.ly/2RhkMeX
  • Agen Asuransi – http://bit.ly/2KlLL8h