Obligasi Ritel Berkupon Tinggi, Produk Bank Tak Laku?

Kebutuhan anggaran yang besar membuat pemerintah mencari berbagai sumber dana, salah satunya melalui pasar obligasi ritel.

Kupon yang ditawarkan pemerintah lewat obligasi ritel terhitung besar, hal ini dipandang dapat mempengaruhi pengumpulan dana pihak ketiga, yaitu lembaga bank.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Terbitkan Obligasi Ritel

Kebutuhan anggaran negara yang besar mendorong pemerintah mencari cara mengumpulkan dana dari berbagai sektor, salah satunya melalui penerbitan obligasi ritel.

Surat utang ritel ini diharapkan dapat meraup dana hingga Rp10 triliun. Surat utang yang saat ini masih dalam tahan penjualan adalah jenis Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 15.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menjelaskan masa penawaran berlaku hingga 25 Oktober 2018 dan memiliki tingkat kupon 8,25 persen.

“Pemerintah menjamin kupon ini memiliki estimasi selama 3 tahun. Instrumen ORI ini adalah instrumen investasi. Dengan membeli ORI, kita bisa berinvestasi sekaligus membangun Indonesia.”

 

Mengutip Kontan.co.id, jika dibandingkan dengan produk dari bank, ORI 15 tentunya berpeluang lebih dilirik.

Mengacu pada pada Bank Indonesia (BI) per Agustus 2018, deposito tenor 12 bulan menawarkan bunga 6,24 persen dan pada tenor 24 bulan hanya menawarkan bunga sebesar 6,76 persen.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka masa penawaran ORI 15 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018 lalu.

Obligasi Ritel Berkupon Tinggi, Produk Bank Tak Laku? 2 Finansialku

[Baca Juga: Kalau Beli ORI015 Rp10 Juta Selama 3 tahun, Untung Berapa Ya?]

 

Pemerintah pun akan menerbitkan surat utang ritel lain yakni sukuk tabungan negara yang akan dirilis pada November 2018 mendatang.

Kemenkeu disinyalir akan mengeluarkan total empat instrumen obligasi ritel pada 2018. Selain yang disebutkan sebelumnya, ada pula surat berharga syariah negara (sukuk) dalam bentuk sukuk ritel serta obligasi simpanan ritel (saving bond ritel) sebanyak dua kali.

Dilansir dari Liputan6.com, Kamis (4/10/2018), Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kemenkeu, Loto Srinaita Ginting, menargetkan keempat SBN Ritel tersebut dapat memberi pemasukan sekitar Rp 30 triliun.

“Kita rencana 2018 targetnya untuk SBN Ritel Rp 30 triliun. Sekarang sudah tercapai Rp17 triliun. Jadi sebenarnya ada sisa Rp13 triliun untuk ORI015 dan Sukuk Tabungan.”

 

Soal penjualan ORI 15, Loto mengatakan, investor baru bisa membelinya secara tidak langsung melalui 17 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum dan perusahaan efek.

“Kalau secara langsung mengambil kuota nasional. Kalau tidak langsung mengambil kuota mitra distribusi. Yang ORI masih secara tidak langsung. Tapi bukan berarti tidak menggunakan online, tapi secara tidak langsung.”

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Tak Membuat Bank Khawatir

Kondisi perbedaan keuntungan antara obligasi ritel pemerintah dan produk bank ini disinyalir akan mempengaruhi pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) bank.

Melihat total DPK bank per Agustus 2018 sebesar Rp5.233,80 triliun, porsi dana masyarakat yang diambil surat utang ritel pemerintah, nilainya hanya mencapai Rp27,68 triliun.

Direktur Konsumen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem pada Senin (8/10/2018) mengatakan, kondisi itu tak membuat pihaknya khawatir. BCA masih percaya diri mengumpulkan dana murah sebagai komponen utama pendanaan DPK.

“Kami fokus produk jangka pendek. Sejauh ini, deposito masih tumbuh meski tak maksimal.”

 

 

Sebagai bank besar, pencarian dana pihak ketiga ini tidak menjadi soal. Lain lagi dengan bank kecil, ini termasuk tantangan besar. Pasalnya, bank kecil perlu bersaing dengan menaikkan bunga deposito.

Direktur Utama Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) Sasmaya Tuhuleley mengatakan mau tidak mau bank kecil perlu menaikan bunga deposito khususnya deposito special rate. Menurut pantauannya, rata-rata special rate deposito perbankan sudah di atas 8 persen.

Senada, Dirut Bank Dinar, Hendra Lie mengatakan bank kecil sangat bergantung pada deposito untuk pendanaan. Bank kecil punya nasabah loyal dan lebih suka menempatkan dana di instrument jangka pendek, jadi masih ada porsi bank kecil mendapat DPK. Hingga akhir tahun Bank Dinar menargetkan DPK naik sebesar 12,5 persen.

 

Dana Nasabah Bank Umum (per Buku)

Bank umumBUKU IBUKU IIBUKU IIIBUKU IV
Juli 2017Juli 2018Juli 2017Juli 2018Juli 2017Juli 2018Juli 2017Juli 2018
Giro17, 4215,56162,84145,95367,26398,24600,2679,83
Tabungan7,098,05117,62117,95314,2347,711.039,361.166,77
Deposito31,1832,9335,94302,05902,78949,64935,82974,02
Total55,756,52616,42565,961.584,251.695,602.575,382.820,63
Porsi terhadap total DPK1,15%1,10%12,75%11,01%31,78%33%53,30%54,88%

*dalam triliun Rupiah (Sumber; SPI OJK diolah Kontan)

 

SBN Ritel yang Terbit Tahun 2018

InstrumenTenorJatuh TempoKupon (%)Nilai Penerbitan
SR0103 tahun10 Maret 20215,9 per tahunRp8,44 triliun
SBR0032 tahun20 Mei 20206,8 per tahunRp1,92 triliun
SBR0042 tahun20 September 20208,05 per tahunRp7,32 triliun
ORI0153 tahun15 Oktober 20218,25 per tahunRp10 triliun*
TotalRp27,68 triliun

*target (Sumber: Dirjen PPR diolah Kontan)

 

Dana Nasabah Bank Umum

ProdukAgustus 2018Agustus 2017Agustus 2016Agustus 2015Agustus 2014
Giro1.149,101.073,10985,00977,40783,40
Tabungan1.734,701.561,801.439,301.256,001.202,20
Deposito2.350,002.289,302.074,901.982,901.750,20
Total5.233,804.924,204.449,204.216,303.735,80

*dalam triliun rupiah (Sumber: BI diolah Kontan)

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita mengenai pemerintah yang mencari dana melalui penjualan surat utang? Berikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Marshall Sautlan. 10 Oktober 2018. Bank dan Pemerintah Berebut Dana Ritel. Koran Kontan
  • Maulandy Rizky Bayu Kencana. 4 Oktober 2018. Terbitkan Obligasi Ritel Baru, Kemenkeu Incar Dana Rp 30 Triliun pada 2018. Liputan6.com – https://goo.gl/RCaVs9

 

Sumber Gambar:

  • ORI015 1 – https://goo.gl/81yywH
  • ORI015 2 – https://goo.gl/mfdDY4
Summary
Obligasi Ritel Berkupon Tinggi, Produk Bank Tak Laku?
Article Name
Obligasi Ritel Berkupon Tinggi, Produk Bank Tak Laku?
Description
Kebutuhan anggaran yang besar membuat pemerintah mencari berbagai sumber dana, salah satunya melalui pasar obligasi ritel. Kupon yang ditawarkan pemerintah lewat obligasi ritel terhitung besar, hal ini dipandang dapat mempengaruhi pengumpulan dana pihak ketiga, yaitu lembaga bank.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-10-12T09:38:09+00:00October 11th, 2018|Categories: Berita|Tags: , , , , , |0 Comments

About the Author:

Arief Rahman Hakim
Arief Rahman Hakim, Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, jurusan Jurnalistik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pernah aktif di organisasi pers mahasiswa antarkampus di Bandung dan magang di berbagai media cetak. Berminat mengembangkan lebih jauh potensi di bidang penulisan dan jurnalisme.

Leave A Comment