Transformasi digital sektor jasa keuangan akan menjadi game changer mengingat akses kredit, pembiayaan, akan semakin mudah dan terjangkau dari berbagai lokasi.

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut.

 

Pengaruh Transformasi Digital Pada Sektor Jasa Keuangan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai transformasi digital pada sektor jasa keuangan akan membawa perubahan signifikan bagi perbankan. Terutama dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Kata Wimboh, transformasi digital sektor jasa keuangan akan menjadi game changer mengingat akses kredit, pembiayaan, akan semakin mudah dan terjangkau dari berbagai lokasi.

Wimboh menambahkan, berbagai servis perbankan yang tidak hanya terbatas pada kredit dan pembiayaan, bisa dilakukan dengan platform digital. Termasuk, mempermudah dan mempercepat proses persyaratan administrasi dan dokumentasi.

“Bisa kita lakukan tanpa batasan waktu dan ruang,” ujarnya, seperti mengutip dari laman swa.co.id.

Hal tersebut akan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri digital di Tanah Air.

Seiring dengan pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin erat dalam penggunaan teknologi. Termasuk, ekspektasi terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“Kami mendorong sektor jasa keuangan untuk melakukan tranformasi digital baik dari proses bisnis, saluran distribusi, sampai dengan struktur kelembagaannya. Tentunya diiringi dengan implementasi manajemen risiko yang memadai,” lanjutnya.

OJK_ Transformasi Digital Kunci Perluasan Jangkauan Jasa Keuangan 02

[Baca Juga: Upaya OJK Atasi Tantangan Pengembangan Keuangan Syariah]

 

Dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025, ke depan akan diarahkan ke sejumlah hal.

Pertama, memperkuat tata kelola dalam manajemen terintegrasi. Kedua, mendorong penggunaan teknologi informasi seperti cloud, blockchain, dan omnichannel.

“Sehingga bank dapat menyediakan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen, meningkatkan efisiensi, memenuhi kebutuhan yang beragam, dan akses cepat dan murah dengan jangkauan yang lebih luas,” terang Wimboh.

Ketiga, mendorong terjadinya kerja sama terkait penggunaan teknologi. Baik kepada bank besar, bank kecil, lembaga keuangan mikro, termasuk perusahaan rintisan. Keempat, mendukung implementasi digital di sektor perbankan.

“Dukungannya melalui percepatan dan integrasi proses persetujuan produk jasa keuangan berbasis digital. Kami akan terus mengakomodasi perizinan bank digital dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Wimboh mengatakan Indonesia mempunyai modal besar untuk pengembangan industri digital.

Mengutip data Kementerian Keuangan pada 2019, Indonesia memiliki sekitar 50 juta penduduk kelas menengah dan sekitar 120 juta penduduk kelas menengah harapan.

Adapun berdasarkan data OJK, pada 2019 masih ada sekitar 83 juta penduduk yang belum terjangkau akses perbankan.

Di sisi lain, ada sekitar 196,7 juta dari total penduduk Indonesia yang memiliki akses ke internet. Adapun sepanjang 2020 terjadi pertumbuhan volume transaksi digital sebesar 37,35 persen.

Indonesia juga berada di peringkat keempat negara di dunia yang melakukan transaksi jual beli melalui platform e-commerce berdasarkan Global Ecommerce 2019.

Sementara itu, Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan pemanfaatan teknologi dalam perbankan digital dapat meningkatkan fungsi layanan dari sebuah bank.

Vishal mencontohkan generasi milenial ingin menyimpan uang dari hasil gaji mereka, tetapi terdistraksi dengan berbagai hal. Di sini teknologi bisa membantu menyelesaikan problem tersebut.

Amar Bank menggunakan artificial inteligence (AI) untuk memantau kebiasaan pengeluaran si pengguna.

Apabila aktivitas pengeluaran menjauh dari target yang dipatok maka si pengguna akan menerima peringatan. “Itulah perbedaan fungsionalnya,” katanya.

 

banneraudiobook_millennials_ini_loh_pentingnya_merencanakan_dan_mengatur

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Kamu bisa berbagi pendapat lewat kolom komentar di bawah ini.

Bagikan informasi ini lewat berbagai platform yang tersedia, kepada kawan atau sanak-saudara mu, agar mereka juga tahu apa yang kamu ketahui.

 

Sumber Referensi:

  • Azizah Nur Alfi. 24 Maret 2021. OJK: Transformasi Digital Jadi Kunci Perluasan Jangkauan Jasa Keuangan. Finansial.bisnis.com – https://bit.ly/3cyDpaj
  • Herning Banirestu. 29 Maret 2021. Transformasi Digital Kunci Perluasan Jangkauan Jasa Keuangan. Swa.co.id – https://bit.ly/3cB8WIR
  • Novita Intan. 25 Maret 2021. Transformasi Digital Kunci Perluasan Jangkauan Jasa Keuangan. Republika.co.id – https://bit.ly/3syI0Pi

 

Sumber Gambar:

  • 01 – https://bit.ly/3u0P3Aw
  • 02 – https://bit.ly/3fDHHiP