Apa sih bedanya budaya kerja di Amerika Serikat dan Jepang? Manakah yang lebih cocok dengan budaya kita dan sifatnya secara personal?

Kali ini Finansialku akan membahas tentang perbedaan budaya kerja Amerika Serikat dan Jepang yang cukup unik.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Budaya Kerja Keras di Berbagai Negara Maju

Setiap negara pasti memiliki budaya khasnya masing-masing. Hal ini menyangkut banyak segi seperti bahasa, kesenian, berbicara dan lain-lain.

Budaya kerja di setiap negara juga berbeda-beda tergantung seperti apa budaya dan kebiasaan sehari-hari masyarakat yang menjalani. Perbedaan budaya tersebut bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Budaya kerja tercermin dari kebiasaan pada suatu perusahaan. Kamu mungkin pernah melihat seseorang yang bekerja di suatu perusahaan yang menuntut kerapian dan berpakaian formal, sedangkan yang lain terlihat santai dalam berpakaian ketika jam kerja.

Hal seperti ini tergantung dari budaya yang di terapkan pada sebuah perusahaan.

 

Budaya Kerja Amerika Serikat dan Jepang: Apa Bedanya?

Budaya yang sudah begitu banyak dikenal orang di penjuru dunia adalah budaya dari negara Jepang dan Amerika Serikat.

Kedua negara ini punya perbedaan yang begitu mencolok, tapi ternyata perbedaan budaya ini tidak hanya dalam adat, kesenian dan bahasa loh, guys! Bahkan dalam hal pekerjaan sekalipun, Jepang dan Amerika Serikat punya budayanya masing-masing.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Kalau kamu termasuk orang suka menonton anime atau J-Movie dan film Hollywood sekaligus, pasti sudah bisa melihat dan merasakan perbedaan budaya tersebut.

Jadi budaya kerja apa aja sih yang berbeda dari Jepang dan Amerika? Berikut ulasannya.

 

#1 Pakaian Kasual atau Formal

Pada umumnya orang-orang Jepang begitu memperhatikan kerapian dalam berpakaian dan menggunakan setelan formal saat bekerja, seperti menggunakan kemeja, jas dan sepatu untuk pekerja pria dan setelan rok, kemeja dan sepatu ber-hak untuk wanita.

Budaya kerja Jepang memang menuntut para pekerjanya untuk berpenampilan formal, hal ini berbanding terbalik dengan budaya kerja Amerika yang cenderung bergaya kasual dalam berpakaian meski pada jam kerja.

Kenali Metode Penilaian Kinerja Karyawan yang Efektif dan Efisien 02 Karyawan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Pentingnya Investasi Bagi Freelancer, Jika Anda Ingin Menjadi Orang Sukses Finansial]

 

Amerika memang dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan, maka tak heran apabila dalam bekerja pun orang-orang Amerika cenderung lebih kasual.

Cara berpakaian seseorang malah bisa menjadi media ekspresi diri bagi mereka dan mencerminkan seperti apa kepribadiannya.

Di Indonesia, para pekerja biasanya dituntut juga untuk tampil formal dan rapi. Namun, seiring berkembangnya industri kreatif dan startup beberapa tahun belakangan membuat sebagian perusahaan membebaskan pakaian karyawannya.

 

#2 Budaya Senioritas di Jepang

Sepertinya, hal ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, budaya senioritas di Jepang memang sangat kental. Bukan hanya pada dunia kerja saja, pengelompokan antara senior dan junior juga terjadi pada dunia pendidikan di Jepang.

Tak heran makanya, apabila sangat sulit bagi seorang junior untuk bergabung pada karyawan yang lebih dulu bekerja darinya.

Orang-orang di Jepang memang begitu memperhatikan kesopanan dan tata karma. Mereka akan selalu menundukkan badannya pada orang mereka temui.

Mereka juga biasa selalu memasang wajah yang tersenyum, meskipun dalam kondisi yang tidak baik.

Perbedaan Budaya Kerja Amerika Serikat dan Jepang 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Freelancer Sewa Rumah atau Beli Rumah? Ini Tips dan Triknya!]

 

Berbeda dengan Jepang, di Amerika perbedaan antara senior dan junior tidak begitu dipermasalahkan. Selama kamu mempunyai skill dan kemampuan yang mumpuni dan melebihi kemampuan seniormu maka kamu bisa lebih diperhitungkan oleh atasan perusahaan.

Selain itu, di Amerika kamu bisa mengeluarkan pendapatmu dengan bebas, meski pendapat yang kamu punya bertentangan dengan seniormu di tempat kerja.

Budaya senioritas agaknya tidak hanya ada di Jepang, di Indonesia sendiri budaya seperti ini mudah ditemukan terutama pada dunia kerja dan pendidikan.

Orang-orang yang melakukan budaya senioritas ini biasanya berdalih pada kesopanan dan menghormati orang yang lebih senior darinya.

 

#3 Budaya Ketika Rapat

Rapat kerja menjadi sesuatu yang penting dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sebelumnya atau membuat rencana kerja selanjutnya.

Perbedaan budaya kerja Jepang dan budaya kerja Amerika selain tercermin pada perihal di atas juga tercermin pada saat mereka melakukan rapat kerja.

Orang-orang Jepang dan Indonesia merupakan orang-orang yang suka melakukan sesuatu secara berkelompok atau kolektif. Maka tak heran apabila, orang-orang Jepang maupun Indonesia cenderung lebih berhati-hati dalam mengemukakan pendapat maupun kritikannya.

Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik berlanjut yang akan menghambat jalannya proyek kerja yang sedang ditangani.

Begini Ya, 5 Cara Sakti Membuat Karyawan Betah di Kantor 05 Karyawan 5 - Finansialku

[Baca Juga: Para Freelancer, Ini Cara Mudah Mendapatkan Uang! Lakukan Sekarang Juga]

 

Berbeda dengan di Amerika, meskipun mereka tetap bisa melakukan pekerjaan secara tim, sebenarnya para pekerja di Amerika lebih mengutamakan dirinya dan bekerja secara individualis.

Selain itu, orang-orang Amerika juga tak segan untuk mengutarakan opini, kritikan atau saran yang dipikirkannya. Rapat kerja menjadi momen untuk saling bertukar pendapat antara senior maupun junior untuk membahas dan mendiskusikan suatu proyek kerja.

 

Meski Punya Budaya Kerja Berbeda, Mereka Tetap Pekerja Keras

Mendapatkan predikat sebagai negara maju tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh manajemen yang baik dalam banyak hal, termasuk juga dalam persoalan ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Selain itu, untuk memajukan sebuah negara, pastinya para warga negara harus bekerja keras untuk merealisasikan kemajuan negara dari berbagai bidang. Maka tak heran apabila orang-orang Jepang dan Amerika patut untuk diberikan predikat orang pekerja keras.

Bahkan di Jepang, ada beberapa kasus seseorang mengalami kematian karena terlalu lama bekerja. Hal ini menandakan bahwa orang-orang Jepang begitu pekerja keras, mereka akan segan apabila pulang dari kantor terlebih dahulu ketika teman sekantor mereka masih bekerja.

Wah, terlalu lama bekerja juga tidak baik yah!

 

Setelah kamu membaca budaya kerja orang-orang Jepang dan Amerika di atas apa kamu sudah bisa menentukan budaya kerja seperti apa yang diterapkan pada tempatmu bekerja saat ini?

Budaya kerja Jepang ataupun Amerika masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, hal yang terpenting adalah tetap bekerja keras dan melakukan yang terbaik!

 

Sumber Referensi:

  • Ulfa Sekar. 10 Juli 2018. Budaya Kerja Amerika Vs Jepang, Mana yang Paling Pas Buat Kamu? Moneysmart.id – https://bit.ly/2DlP2iH

 

Sumber Gambar:

  • Budaya Kerja Amerika Serikat dan Jepang 01 – https://bit.ly/2VjfSCr
  • Budaya Kerja Amerika Serikat dan Jepang 02 – https://bit.ly/2XByvPH